Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Puisi Jurang Musim Karya Toto Sudarto Bachtiar dengan Pendekatan Semiotika Riffaterre Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.997

Abstract

This research aims to uncover the overall meaning of the poem Jurang Musim and to prove that the comprehensive meaning of this poem cannot be determined solely through the interpretation of specific words, lines, or stanzas. The data in this study is collected using recording techniques from the observation method. The data is then analyzed using Michael Riffaterre's semiotic approach, so the data analysis steps include reading the poem heuristically hermeneutically and determining the hypogram, then concluding with determining the matrix, model, and meaning. The results of this study indicate that the overall meaning of the poem Jurang Musim cannot be captured solely through the interpretation of specific words, lines, or stanzas. Furthermore, this study also found that the poem's meaning describes that individuals who are accustomed to living an easy life in the past tend not to have resilient characters. As a result, when they enter the next phase of life, they are unable to effectively face the onset of late-coming difficult times. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap makna keseluruhan puisi Jurang Musim dan membuktikan bahwa makna komprehensif puisi ini tidak bisa hanya ditentukan melalui interpretasi terhadap kata, baris, atau bait tertentu. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik rekam dari metode simak. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre sehingga langkah analisis data dalam penelitian ini adalah membaca puisi secara heuristik dan hermeneutik, serta menentukan hipogram, lalu diakhiri dengan menentukan matriks, model, dan makna. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa makna keseluruhan dari puisi Jurang Musim tidak dapat hanya ditangkap melalui interpretasi terhadap kata, baris, atau bait tertentu. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa makna puisi ini menggambarkan bahwa individu yang terbiasa menjalani kehidupan mudah di masa lampau cenderung tidak memiliki karakter yang tangguh. Akibatnya, ketika mereka memasuki fase berikutnya dalam hidup, mereka tidak mampu menghadapi dengan efektif datangnya masa-masa sulit yang terlambat.
KONSEP-KONSEP REALISME SOSIALIS DALAM DUA NASKAH DRAMA KARYA UTUY TATANG SONTANI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI GEORG LUKACS Michael Yuan Nora; Yoseph Yapi Taum; Susilawati Endah Peni Adji
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4481

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep-konsep Realisme Sosialis dua naskah drama karya Utuy T. Sontani menggunakan perspektif sosiologi Georg Lukacs. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, pendekatan objektif untuk mengkaji struktur karya sastra yang berupa alur dan tokoh-penokohan dan pendekatan memetik menggunakan teori realisme sosialis Georg Lukacs untuk mengkaji konsep-konsep realisme sosialis yang terkandung dalam dua naskah drama. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Lukacs membagi realisme sosialis menjadi tiga konsep, konsep realitas objektif, refleksi artistic atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris. Hasil analisis kedua naskah drama ditemukan   persamaan konsep Realitas Objektif yaitu, nasib tragis orang miskin. Persamaan konsep Refleksi Kritis Atas Realitas yaitu, realita masyrakat yang masih terbelenggu kemiskinan dan kelas sosial. Sementara persamaan konsep Ungkapan Kritis Emansipatoris yaitu, adanya upaya atau gerakan pembebasan yang dilakukan kedua perempuan tokoh utama (Ani dan Mira) dari belenggu yang akhirnya mereka sadari.    
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI BASIS STRATEGIS PENGEMBANGAN PARIWISATA FLORES Yoseph Yapi Taum
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.3953

Abstract

Perkembangan pariwisata Pulau Flores kini tengah memasuki sebuah fase baru dengan ditetapkannya Perpres Nomor 32 Tahun 2018 tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. Kajian-kajian akademis maupun berbagai peraturan pemerintah telah menawarkan strategi pengembangan pariwisata Flores. Studi ini bermaksud melakukan sebuah rekonstruksi ulang terhadap nilai-nilai budaya yang dapat digunakan sebagai basis strategis dan peta paradigma pengembangan pariwisata Flores. Inventarisasi dan identifikasi objek-objek wisata budaya Flores memperlihatkan nilai-nilai mentifact, sociofact, dan artifact yang sangat khas, unik, dan menarik minat wasatawan. Pendekatan dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal ini perlu diselaraskan dengan tahapan-tahapan strategis perkembangan pariwisata Flores agar memberikan dampak yang positif bagi komunitas-komunitas masyarakat Flores.
Kegelisahan Eksistensial Joko Pinurbo: Sebuah Tanggapan Pembaca Yoseph Yapi Taum
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v5i2.364

Abstract

Kehadiran penyair Joko Pinurbo dengan karya-karyanya mendapat tanggapan pembaca yang luas di tanah air. Puisi-puisinya memiliki karakteristik tersendiri yang kontradiksif antara pilihan katanya yang nyeleneh dan sikap kepenyairannya yang cenderung serius dan filosofis. Makalah ini merupakan sebuah tinjauan terhadap karya-karya Joko Pinurbo sebagai sebuah tanggapan. Tanggapan beberapa ahli sastra juga ikut didiskusikan di sini. Melalui pembacaan terhadap beberapa tanggapan, makalah ini mengungkap 1) Kecenderungan Puisi Mbeling dalam puisi-puisi Joko Pinurbo; 2) Penggunaan Bahasa dan Persoalan Sehari-hari dalm puisi-puisi Joko Pinurbo; 3) Refleksi Keagamaan dalam puisi-puisi Joko Pinurbo, dan 4) Kegelisahan Eksistensial dalam puisi-puisi Joko Pinurbo