Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Paradoks Individualitas: Penjelajahan Dekonstruksi Nilai Komunal dan Individual dalam Cerpen Jakarta Karya Totilawati Tjitrawasita Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.7872

Abstract

This study aims to explore alternative interpretations of the short story Jakarta to demonstrate that such interpretation is not absolute. The data for this study is collected through library research. This study employs an eclectic approach by combining objective and discursive methods. Teeuw's semiotic theory is used for objective analysis, while Derrida's deconstruction theory is applied for discursive analysis. In the process data analyzation, the researcher anaylized the short story's elements using Teeuw's semiotic theory, identified the ideology embodied in the story, carried out decentering with Derrida's deconstruction theory, and identified as well as developed novel ideas that arose from the decentering process. The findings of this study reveal that the interpretation of the short story Jakarta is not absolute. The analysis using Teeuw's theory reveals that the story foregrounds the importance of family as a community, in which personal interests are considered secondary. However, the application of Derrida's deconstruction theory uncovers a new idea within the story, namely that each individual has the right to prioritize personal interests over non-urgent communal concerns. This idea is found through the characterization of Pak Pong's selfishness, as reflected in the conflict within the short story Jakarta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penafsiran alternatif terhadap cerpen Jakarta untuk menunjukkan bahwa penafsiran terhadap cerpen ini tidak bersifat mutlak. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dalam proses analisis, penelitian ini menggunakan pendekatan eklektik dengan menggabungkan metode objektif dan diskursif. Teori semiotika Teeuw digunakan untuk analisis objektif, sedangkan teori dekonstruksi Derrida diterapkan dalam analisis diskursif. Dalam melakukan analisis, peneliti menganalisis struktur cerpen dengan teori semiotika Teeuw, mengidentifikasi ideologi yang terkandung dalam cerpen, melakukan decentering dengan teori dekonstruksi Derrida, dan mengidentifikasikan serta merumuskan gagasan baru yang muncul dari proses decentering. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran terhadap cerpen Jakarta tidaklah mutlak. Analisis dengan teori Teeuw menunjukkan bahwa cerpen ini mengedepankan pentingnya keluarga sebagai sebuah komunitas, dengan kata lain kepentingan pribadi ditempatkan sebagai urusan sekunder. Namun, penerapan teori dekonstruksi Derrida berhasil mengungkap sebuah gagasan baru dalam cerpen ini, yaitu bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengutamakan kepentingan pribadinya dan menomorduakan urusan komunal yang tidak mendesak. Gagasan ini ditemukan melalui karakter keegoisan Pak Pong yang tercermin dalam konflik cerpen Jakarta.
Kebenaran Historis dalam Puisi “Ballada Bintang Kejora” Karya Yoseph Yapi Taum: Perspektif George Lukacs Fayola, Benedicta; Taum, Yoseph Yapi
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi sejarah yang tergambar dalam puisi tersebut, khususnya terkait dengan peristiwa-peristiwa krusial di Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melalui tiga tahap, pengumpulan data, dengan melakukan studi pustaka, analisis data, dengan menggunakan metode analisis isi, dan penyajian data dengan metode informal. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis puisi “Ballada Bintang Kejora” dalam penelitian ini merupakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini berfokus pada analisis teks dan kontekstualisasi sejarah. Penelitian ini menganalisis puisi berjudul “Ballada Bintang Kejora” karya Yoseph Yapi Taum melalui perspektif teori refleksi George Lukács. Analisis dilakukan melalui tiga tahap utama: pertama, mengidentifikasi keaslian sejarah yang tercermin dalam puisi; kedua, mengevaluasi kesetiaan puisi terhadap fakta-fakta historis; dan ketiga, menelaah autentisitas warna lokal yang disampaikan dalam karya sastra ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Ballada Bintang Kejora" secara akurat merefleksikan berbagai aspek kerusuhan di Papua, mengungkapkan detail-detail sejarah yang mendalam dan otentik, serta memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas sosial dan budaya di wilayah tersebut melalui medium puisi.This research aims to reveal the historical representation depicted in the poem, especially related to crucial events in Papua. The research method used is qualitative through three stages, data collection, conducting literature studies, data analysis,  content analysis methods, and presenting data using informal methods. The approach used in analyzing the poem "Ballada Bintang Kejora" in this research is a literary sociology approach. This research focuses on text analysis and historical contextualization. This research explores the poem "Ballada of the Morning Star" by Yoseph Yapi Taum through the perspective of George Lukács' theory of reflection. The analysis was carried out through three main stages: first, identifying the historical authenticity reflected in the poetry; second, evaluating the poem's fidelity to historical facts; and third, examining the authenticity of the local color conveyed in this literary work. The research results show that "Ballada of the Morning Star" accurately reflects various aspects of the riots in Papua, reveals deep and authentic historical details, and enriches our understanding of the social and cultural complexity of the region through the medium of poetry.
Analisis Puisi Jurang Musim Karya Toto Sudarto Bachtiar dengan Pendekatan Semiotika Riffaterre Sugestian, Laetitia; Taum, Yoseph Yapi
Salingka Vol 21, No 1 (2024): SALINGKA, Edisi Juli 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i1.997

Abstract

This research aims to uncover the overall meaning of the poem Jurang Musim and to prove that the comprehensive meaning of this poem cannot be determined solely through the interpretation of specific words, lines, or stanzas. The data in this study is collected using recording techniques from the observation method. The data is then analyzed using Michael Riffaterre's semiotic approach, so the data analysis steps include reading the poem heuristically hermeneutically and determining the hypogram, then concluding with determining the matrix, model, and meaning. The results of this study indicate that the overall meaning of the poem Jurang Musim cannot be captured solely through the interpretation of specific words, lines, or stanzas. Furthermore, this study also found that the poem's meaning describes that individuals who are accustomed to living an easy life in the past tend not to have resilient characters. As a result, when they enter the next phase of life, they are unable to effectively face the onset of late-coming difficult times. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengungkap makna keseluruhan puisi Jurang Musim dan membuktikan bahwa makna komprehensif puisi ini tidak bisa hanya ditentukan melalui interpretasi terhadap kata, baris, atau bait tertentu. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik rekam dari metode simak. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan pendekatan semiotika Michael Riffaterre sehingga langkah analisis data dalam penelitian ini adalah membaca puisi secara heuristik dan hermeneutik, serta menentukan hipogram, lalu diakhiri dengan menentukan matriks, model, dan makna. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa makna keseluruhan dari puisi Jurang Musim tidak dapat hanya ditangkap melalui interpretasi terhadap kata, baris, atau bait tertentu. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa makna puisi ini menggambarkan bahwa individu yang terbiasa menjalani kehidupan mudah di masa lampau cenderung tidak memiliki karakter yang tangguh. Akibatnya, ketika mereka memasuki fase berikutnya dalam hidup, mereka tidak mampu menghadapi dengan efektif datangnya masa-masa sulit yang terlambat.
SANG KRISTUS DALAM PUISI INDONESIA MODERN Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v10i1.14279

Abstract

Indonesia is a country with Muslims majority population in this world. Before 1970, Teeuw noted that the figure of Christ was not known publically for Indonesians. However, after 1970, I observe that the image of The Christ get more common for Indonesian, as it was shown at the works of literature. In this paper, I show that the Christ was experienced by at least 10 Indonesian poets on 25 poetries. They are not only Christians but also Muslims. On their works, we will learn 5 dominant themes, i.e: 1) Christ as the Savior of all human; 2) Christ belongs to a certain community; 3).Christ makes the sinners repentance; 4) People doubt of Christ holiness; and 5) Christ is a cruel Judge.
KONSEP-KONSEP REALISME SOSIALIS DALAM DUA NASKAH DRAMA KARYA UTUY TATANG SONTANI: PERSPEKTIF SOSIOLOGI GEORG LUKACS Nora, Michael Yuan; Taum, Yoseph Yapi; Adji, Susilawati Endah Peni
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.4481

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep-konsep Realisme Sosialis dua naskah drama karya Utuy T. Sontani menggunakan perspektif sosiologi Georg Lukacs. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, pendekatan objektif untuk mengkaji struktur karya sastra yang berupa alur dan tokoh-penokohan dan pendekatan memetik menggunakan teori realisme sosialis Georg Lukacs untuk mengkaji konsep-konsep realisme sosialis yang terkandung dalam dua naskah drama. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Lukacs membagi realisme sosialis menjadi tiga konsep, konsep realitas objektif, refleksi artistic atas realitas, dan ungkapan kritis emansipatoris. Hasil analisis kedua naskah drama ditemukan   persamaan konsep Realitas Objektif yaitu, nasib tragis orang miskin. Persamaan konsep Refleksi Kritis Atas Realitas yaitu, realita masyrakat yang masih terbelenggu kemiskinan dan kelas sosial. Sementara persamaan konsep Ungkapan Kritis Emansipatoris yaitu, adanya upaya atau gerakan pembebasan yang dilakukan kedua perempuan tokoh utama (Ani dan Mira) dari belenggu yang akhirnya mereka sadari.    
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI BUDAYA SEBAGAI BASIS STRATEGIS PENGEMBANGAN PARIWISATA FLORES Taum, Yoseph Yapi
Sintesis Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v16i1.3953

Abstract

Perkembangan pariwisata Pulau Flores kini tengah memasuki sebuah fase baru dengan ditetapkannya Perpres Nomor 32 Tahun 2018 tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. Kajian-kajian akademis maupun berbagai peraturan pemerintah telah menawarkan strategi pengembangan pariwisata Flores. Studi ini bermaksud melakukan sebuah rekonstruksi ulang terhadap nilai-nilai budaya yang dapat digunakan sebagai basis strategis dan peta paradigma pengembangan pariwisata Flores. Inventarisasi dan identifikasi objek-objek wisata budaya Flores memperlihatkan nilai-nilai mentifact, sociofact, dan artifact yang sangat khas, unik, dan menarik minat wasatawan. Pendekatan dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal ini perlu diselaraskan dengan tahapan-tahapan strategis perkembangan pariwisata Flores agar memberikan dampak yang positif bagi komunitas-komunitas masyarakat Flores.