Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DENGAN TINGKAT RELIGIUSITAS SISWA SMA NEGERI 1 TANGEN (PERSPEKTIF TEORI SISTEM SOSIAL TALCOTT PARSONS) Syamsul Bakhri; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Sosiologi Agama Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.84 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2018.121-04

Abstract

Extracurricular compulsory curriculum became Scout at the elementary and secondary education as a pillar of character education in the nation. Unlike other extracurricular activities students select appropriate talent and interestin making this ektrakurikuler impressed forced. Descriptive method quantitative research aims to find out and analyze the relationship of the extracurricular activities of the Scout with the level of religious students. Research results based on the data analysis has been done on the relationship between Extracurricular Activities with Scout level of Religiosity in students who demonstrate 0575 (r count), while the value of sig 2 tailednya value 0.000 < 0.01. This means the Ha received his and Ho is rejected. So the hypothesis which says there is a significant relationship between extracurricular activities with Scout level of religiosity is right, and also in correlation with test use Product Moment shown with * marked * in the table correlation between extracurricular activities with Scout level of religiosity which means it shows the value of positive correlation. That is, the better the student in carrying out activities through extracurricular activities the Scouts then the higher levels of religiosity in students. School social system in shaping the character of the religious students through extracurricular Scouts can go well because the fourth social system functions (adaptation, goal attainment, integration, and latency) can walk properly and mutual related.Keywords: Extracurricular Scouts, Religiosity, Students, Social Systems.ABSTRAKEkstrakurikuler Pramuka menjadi kurikulum wajib pada pendidikan dasar dan menengah sebagai pilar pendidikan karakter bangsa. Tidak seperti ekstrakurikuler lainnya yang siswa pilih sesuai bakat dan minatnya membuat ektrakurikuler ini terkesan dipaksakan. Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif  ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat religius siswa. Hasil penelitian berdasarkan data analisis yang telah dilakukan mengenai hubungan antara Aktivitas Ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat Religiusitas Siswa yang menunjukkan 0.575 (r hitung), sedangkan nilai sig 2 tailednya bernilai 0,000 < 0,01. Ini berarti Ha diterima dan Ho nya ditolak. Sehingga hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas adalah benar, dan juga dalam uji korelasi dengan menggunakan Product Moment ditunjukkan dengan tanda ** dalam tabel korelasi antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas yang berarti menunjukkan nilai korelasi positif. Artinya, semakin baik siswa dalam melaksanakan aktivitas melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka maka semakin tinggi tingkat religiusitas siswa. Sistem sosial Sekolah dalam membentuk karakter religius siswa melalui ekstrakurikuler Pramuka bisa berjalan dengan baik karena keempat fungsi sistem sosialnya (adaptasi, goal attainment, integrasi, dan latensi) bisa berjalan sebagaimana mestinya dan saling terkait.Kata Kunci: Ekstrakurikuler Pramuka, Religiusitas, Siswa, Sistem Sosial.
MENCIPTAKAN PEREMPUAN CERDAS BERINTERNET MELALUI PENANAMAN LITERASI DIGITAL KOMUNITAS ‘RUANG BERKARYA PEREMPUAN’ Ananda Dwitha Yuniar; Alan Sigit Fibrianto; Rani Prita Prabawangi; Kun Sila Ananda
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.048 KB) | DOI: 10.17977/um032v2i2p47-53

Abstract

Berbagai fitur menarik yang ditawarkan oleh gadget smartphone telah menyebabkan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari mulai generasi orang tua hingga balita. Ketergantungan akan pemakaian smartphone juga tidak terlepas dari akses penggunaan internet yang semakin mudah. Pertumbuhan internet begitu banyak membawa pengaruh positif seperti banyaknya terserap tenaga kerja, media aktualisasi diri, dan kemudahan akses informasi. Namun, pertumbuhan internet juga tak dapat dilepaskan dari pengaruh negatif antara lain hoaks yang terdiri dari misinformasi, malinformasi, dan disinformasi. Selain itu, orangtua khususnya ibu memiliki peran yang fundamental dalam menavigasi segala tantangan yang disajikan oleh teknologi internet. Penggunaannya menjadi candu bagi balita, hingga banyak menimbulkan kekhawatiran orangtua akan berpengaruh terhadap daya tumbuh kembang anak. Melalui program literasi digital diharapkan akan menciptakan ibu-ibu cerdas untuk generasi anak selanjutnya.
Makna Simbolik dan Urgensi “Cepa dan Tuak” dalam Tradisi “Tiba Meka” pada Masyarakat Manggarai Maria Angelina Dalut; Deny Wahyu Apriyadi; Alan Sigit Fibrianto
Sosial Budaya Vol 19, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v19i1.16118

Abstract

Tradisi tiba meka (tiba= terima; meka= tamu) merupakan salah satu tradisi asli masyarakat Manggarai yang digunakan sebagai simbol penghormatan/penghargaan bagi tamu yang berkunjung ke wilayah Manggarai dan tradisi tersebut masih terjaga hingga saat ini. Tradisi masyarakat Manggarai diketahui tidak pernah terlepas dari ketersediaan cepa dan tuak yang terkandung makna simbolik didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi tiba meka masyarakat Manggarai (2) bagaimana makna simbolik yang terkandung dalam cepa dan tuak (3) Bagaimana urgensi dari cepa dan tuak dalam tradisi masyarakat Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa La’o Kelurahan Wali Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Sumber data diperoleh melalui sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, pengkajian, reduksi, triangulasi dan penarikan kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) Prosesi pelaksanaan tradisi tiba meka yang terdiri dari tahap; curu, teing lalong bakok, raes cama laing dan dialog,  (2) cepa mengandung simbol ungkapan selamat datang bagi tamu, tuak mengandung simbol ketulusan dalam menerima tamu, lalong bakok mengandung simbol pengharapan dari masyarakat kepada tamu agar memiliki hati yang suci dan bersih seperti ayam jantan putih yang diberikan, dan tange sebagai wadah menaruh cepa (3) pentingnya keberadaan cepa dan tuak dalam tradisi tiba meka masyarakat Manggarai sebagai perwujudan sikap menghormati secara penuh dari masyarakat Manggarai kepada tamu yang memiliki kedudukan/jabatan yang tinggi.
Dampak adanya Kampung Warna–Warni Malang bagi perubahan sosial dan dinamika masyarakat setempat B. F. Sanah; I. W. Nafisah; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.301 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p419-424

Abstract

Social change becomes a necessity in people's life. Social change also has an impact on the dynamics of society. The existence of Colorful Village in Malang City also has an impact on social change and community dynamics. This study used a descriptive qualitative method. The data techniques used were interviews and observation. The research location was conducted in Jodipan Colorful Village, Malang City, East Java, Indonesia. The research informants selected were 7 informants from the traders who were the original inhabitants of the village. The results showed that the existence of Jodipan Colorful Village had a significant impact on the lives of the local community. The existing social change process is social change and desired social change. Where the community can feel the positive impact of the Jodipan Colorful Village. Over time, the existence of the village also has an influence on community dynamics, such as the use of technology and the development of community knowledge. Perubahan sosial menjadi sebuah keniscayaan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan sosial turut memberikan dampak bagi dinamika masyarakat. Keberadaan Kampung Warna-Warni di Kota Malang turut memberikan dampak bagi perubahan sosial serta dinamika masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Informan penelitian yang dipilih sebanyak 7 informan dari para pedagang yang merupakan penduduk asli kampung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kampung Warna-Warni Jodipan memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Proses perubahan sosial yang ada yaitu perubahan sosial dan perubahan sosial yang dikehendaki. Dimana masyarakat dapat merasakan dampak positif dari adanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kampung tersebut juga memberikan pengaruh pada dinamika masyarakat, seperti pada penggunaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat.
Pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang Altlya Elok Yearmil Shiona; Daniel Johannes Lintang; Firli Maulidyah Hartono; Ilham Salim Iqfatul Faris; Lely Rara Renaningtyas; Nilnada Munikha; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.54 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p750-756

Abstract

Culture came and was brought by the ancestors of the Indonesian nation. Hereditary inheritance from one generation to another is related to the way of outlook and life guidance of a nation. Javanese culture has a value of politeness and simplicity that is still upheld in Javanese society. However, as times are getting more advanced, the existence of these cultures is fading and disappearing. This study focuses on how the influence of alcohol on Javanese cultural values as a social pathology phenomenon in Malang City. This study used a descriptive qualitative method with primary and secondary data collection. In analyzing research problems, Emile Durkheim's anomie theory and Emile Durkheim's concept of social solidarity. The results showed that drinking-alcoholic behavior could not be separated from several factors that influence it. This behavior is inversely proportional to the existing culture. Javanese culture upholds a sense of simplicity and politeness. Kebudayaan datang dan dibawa oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Warisan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain berkaitan dengan cara pandangan dan tuntunan hidup suatu bangsa. Kebudayaan Jawa mempunyai nilai kesopanan dan kesederhanaan yang masih terus dijunjung tinggi dalam masyarakat Jawa. Namun, jaman yang semakin maju, keberadaan budaya tersebut semakin luntur dan menghilang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara primer dan sekunder. Dalam menganalisis permasalahan penelitian teori anomie dari Emile Durkheim serta konsep solidaritas sosial dari Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan perilaku minum-minuman keras tidak dapat dapat terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Perilaku tersebut berbanding terbalik dengan kebudayaan yang ada. Kebudayaan Jawa menjunjung tinggi rasa kesederhanaan dan kesopanan.
MEMBANGUN KARAKTER INKLUSIF SEJAK DINI (PENANAMAN SIKAP TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN BAGI SISWA SD) Alan Sigit Fibrianto; Ananda Dwitha Yuniar; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v5i2p54-60

Abstract

Inclusiveness has recently become an exciting topic of study to be discussed. Each local government seeks to design and implement inclusion policies. Discussions about inclusion always link people with disabilities. People with disabilities are discriminated against in their social environment, both in terms of their accessibility to public facilities as well as the negative labels attached to them. Therefore, this inclusive character is essential to be built in the next generation of the nation as early as possible. This research aims to instill an inclusive character early on for students at SD Laboratorium UM by using participatory methods or being directly involved in creating an inclusive learning process. The learning process is very significant in shaping the behavior patterns and character of children. Thus, inclusive education implemented in elementary schools (SD) can form an inclusive character for individuals from an early age. Several factors underlie inclusive education implemented at the elementary level, including: (1) at the individual development stage, SD is a very good level in the process of character building; (2) elementary school age is the most active stage in getting to know the social environment; (3) stage in understanding the role; (4) the experiences and insights they gain will be constructed through strong memories. These four factors underlie the formation of their personality into an inclusive character.Inklusifitas akhir-akhir ini menjadi topik kajian yang menarik untuk dibahas. Setiap pemerintah daerah berupaya merancang dan mengimplementasikan kebijakan inklusi. Pembahasan mengenai inklusi selalu mengaitkan penyandang difabel. Para difabel terdiskriminasi dari lingkungan sosialnya, baik aksesibilitasnya terhadap sarana publik, maupun label negatif yang melekat pada mereka. Maka dari itu, karakter inklusif ini sangat penting untuk dibangun pada generasi penerus bangsa sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan karakter inklusif sejak dini bagi siswa di SD Laboratorium UM dengan menggunakan metode partisipatoris atau terlibat langsung dalam menciptakan proses pembelajaran yang inklusif. Proses pembelajaran sangat signifikan dalam membentuk pola perilaku dan karakter anak. Sehingga, pendidikan inklusif yang diimplementasikan pada Sekolah Dasar (SD) mampu membentuk karakter inklusif bagi individu sejak dini. Ada beberapa faktor yang mendasari pendidikan inklusi diimplementasikan di tingkat SD antara lain: (1) pada tahap perkembangan individu, SD merupakan jenjang yang sangat baik dalam proses pembentukkan karakter; (2) usia jenjang SD adalah tahapan paling aktif dalam mengenal lingkungan sosialnya; (3) tahap dalam memahami peran; (4) pengalaman dan wawasan yang mereka peroleh akan terkonstruk melalui ingatan yang kuat. Keempat faktor itulah yang mendasari pembentukkan kepribadian mereka menjadi karakter yang inklusif.
GAYA HIDUP KONSUMTIF SEBAGAI DAMPAK ADANYA ONLINE SHOP DI KALANGAN MAHASISWA SOSIOLOGI ANGKATAN 2021 Della Angelia; Edowardo Reyhan Rohmaddani; Fiki Fauzuna; Putri Anggraini; Titis Titis; Alan Sigit Fibrianto
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 3 No. 1 (2022): (JUNI 2022) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.479 KB) | DOI: 10.53682/jpjsre.v3i1.3080

Abstract

Hadir nya aplikasi online shop adalah salah satu dampak dari globalisasi. Aplikasi online shop ini memudahkan banyak orang untuk berbelanja, terutama para remaja. Tak terkecuali mahasiswa Sosiologi angkatan 2021 Universitas Negeri Malang. Maka dari itu kami mengambil judul penelitian Gaya Hidup Konsumtif sebagai Dampak Hadirnya Online Shop di The presence of an online shop application is one of the impacts of globalization. This online shop application makes it easy for many people to shop, especially teenagers. No exception for Sociology students batch 2021, State University of Malang. The purpose of this study was to find out changes in student lifestyles as a result of the online shop among students majoring in Sociology batch 2021, State University of Malang. This study uses descriptive qualitative methods with open interview data collection techniques and literature study. After interviewing several students, it can be concluded that online shopping is very popular because it is easy and has many choices. Besides that, online shopping can also save time. However, this shopping habit has a negative impact among students, namely a consumptive lifestyle that is difficult to avoid. The emergence of a consumptive lifestyle as a result of the existence of an online shop is in line with Jean Baudrillard's theory of consumption society, where current consumption is not based on need but based on desire.
BUDAYA SPIRITUAL ALIRAN KEJAWEN “PRASETYO MANUNGGAL KARSO” SEBAGAI WUJUD PLURALISME KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI BOYOLALI Alan Sigit Fibrianto
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.308

Abstract

Prasetyo Manunggal Karso is one of the many beliefs of kejawen in Java. Prasetyo Manunggal Karso is a community that teaches kejawen flow and is located in Sub-District Banyudono, Boyolali Regency. Like Kejawen faith trust in general, Prasetyo Manunggal Karso has some grip itself in his teachings as a means to get closer to the God is the creator of the entire universe. In this paper, seeks to explain the intricacies of the teachings of the beliefs of Kejawen Prasetyo Manunggal Karso, some of them concerning, their background and history, the scriptures used, the principal teachings, the way of worship, the instruments used in rituals, and ways of spreading the teachings. In addition, the researchers also tried to analyze the findings with the perspective of the theory of habitus and cultural reproduction of the sociologist, Pierre Bourdieu. This paper aims to examine the cultural practices of the genus of Kejawen Prasetyo Manunggal Karso, using qualitative descriptive method, with key informant Mr. Toto Soeharto as the founder of the kejawen community of Prasetyo Manunggal Karso in Boyolali. The result show that the presence of Kejawen–Prasetyo Manunggal Karso is a form of wealth of Indonesian characteristic, a portrait of religious diversity, as well as a distinctive style of Javanese spiritual culture as part of the Indonesian national identity.
Pengaruh Solidaritas Sosial Karang Taruna dalam Program Pengangkutan Sampah terhadap Kepuasan Masyarakat Desa Kesamben Kabupaten Tuban Munti Kurnia Ningsih; Alan Sigit Fibrianto
J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains) Vol 8, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jmas.v8i1.1075

Abstract

The garbage collection program has been running since September 2021 with the enthusiasm of the Youth Organization of Kesamben Village. The purpose of this study was to obtain information related to the significant influence of Karang Taruna Social Solidarity. This study uses a quantitative approach with a simple linear regression method and also Pearson Correlation. The sampling technique used was purposive sampling. The data used is primary data obtained through distributing questionnaires using the Google form. The results of the analysis obtained the equation ŷ = -17.09 + 1.2240x which means that if the Youth Organization Social Solidarity variable (X) has increased by 1 unit, the y variable has increased by 1.2240. Based on r table with a confidence level of 0.05 (r table for 75 subjects with a 5% confidence level is 0.191), it is understood that r count > r table (0.882 > 0.191). So it can be concluded that there is a significant relationship between social solidarity and community satisfaction. The T-test obtained a p-value <α = 0.05 for variable X which can be interpreted as Karang Taruna Social Solidarity (X) has a significant effect on community satisfaction (Y).
Praktik Sosial Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Netra Melalui Komunitas Tuna Netra (KTN) di Desa Babadan Faiza Nisa Abida; Alan Sigit Fibrianto
SOCIUS Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, Universitas Negeri P
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scs.v10i2.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas pemberdayaan dan praktik sosial yang terbentuk melalui KTN di Desa Babadan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu terletak pada pelaku pemberdayaan yang juga merupakan seorang penyandang disabilitas. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada bulan Februari-November 2023. Penelitian ini akan dianalisis melalui rumus teori praktik sosial Pierre Boudieu (Habitus x Modal) +Ranah=Praktik. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif oleh Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang mana data primer diperoleh dari proses pengamatan dan hasil wawancara lapangan dengan 7 pelaku pemberdayaan dan 4 stakeholder KTN sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan konsep peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas netra melalui KTN memiliki aktivitas pelatihan skill dan kemampuan yakni produksi keset, telur asin, sambal pecel, baca tulis huruf braille, dan skill pijat secara rutin setiap minggunya dapat memberikan kemandirian skill yang berkelanjutan bagi anggotanya. Praktik sosial pemberdayaan KTN terbentuk dari adanya kombinasi pola perubahan habitus menuju ke arah yang lebih baik, modal sosial yang kuat, yang mana menjadi penentu keberadaan ranah yakni pemberdayaan KTN di Desa Babadan Kabupaten Blitar. Penelitian memiliki kontribusi akademis yakni korelasi antara praktik sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas netra melalui sebuah komunitas.