Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SEKOLAH SANTRI MARITIM (SENTRIMAR): EDUKASI LINGKUNGAN MARITIM BERKELANJUTAN BAGI SANTRI SMP UNGGULAN AL-ANWARI Sakinah, Wazirotus; Arianto, Pratama Yuli; Sumarji, Sumarji; Widityo, Puranggo Ganjar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2859

Abstract

The Maritime Santri School (SENTRIMAR) is a pesantren-based environmental education model designed to enhance students’ literacy and awareness of sustainable maritime issues. Implemented at Al-Anwari Superior Islamic Junior High School in Banyuwangi, the program leverages its proximity to Santen Island’s coastline as a natural laboratory for experiential learning. Core activities included environmental socialization, mangrove and sea pandanus planting, beach clean-up, and turtle hatchling release, conducted over five months with participatory methods and intensive mentoring. Program evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure students’ understanding of maritime environmental concepts. The average pre-test score was 56, which significantly increased to 86 in the post-test. This improvement demonstrates the effectiveness of community-based and hands-on educational approaches in fostering ecological awareness among students. SENTRIMAR not only reinforces pesantren values such as discipline and responsibility but also equips participants with relevant conservation knowledge and skills to address contemporary environmental challenges.
Peningkatan Pemahaman Kemaritiman melalui Sosialisasi pada Santri MA Unggulan Al Anwari, Banyuwangi Sakinah, Wazirotus; Saifurridzal, Saifurridzal; Nurdiansari, Nindya; Rizky, Selvarian Wahyu Dwi; Sutrisno, Ilham Eka Saputra; Diah Pahlevi, Anita
AKSILAR: Akselerasi Luaran Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 Nomor 1, 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/aksilar.v3i1.6366

Abstract

Kegiatan sosialisasi pentingnya pendidikan lingkungan maritim dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Anwari, Desa Kertosari, Banyuwangi. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui penyediaan materi pembelajaran yang terstruktur. Kegiatan ini merupakan salah satu jalan yang dapat membantu memberikan solusi dari masalah yang ada, dimana program lifeskill kemaritiman yang masih dalam tahap awal pengembangan, belum terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum utama, serta keterbatasan sarana penunjang seperti laboratorium IPA sehingga pengalaman belajar santri belum optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyusunan dan pemberian materi untuk pembelajaran kelas, diskusi, serta pemberian booklet panduan observasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan hasil bahwa santri dapat memahami konsep dasar dari ekosistem laut , dampak dari pencemaran, dan strategi konservsai sederhana yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan pesisir. Selain itu, kegiatan ini akan memperkuat sifat pendidikan maritim berbasis pesantren.
Identifikasi Jenis Fouling Organisme Wilayah Bahari Lestari di Desa Mayangan, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember Rifki, Ahmad; Prasasti, Arindana Dwi; D, Adelia Septhiana; Syahputra, Ardian; Sakinah, Wazirotus; Saifurridzal, Saifurridzal; Pahlewi, Anita Diah
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4579

Abstract

this research to identify fouling organism types that can impact the sustainability of the Lestari marine region. In efforts to preserve the environment and support water resource management, the study aims to develop a comprehensive understanding of the dominant fouling organisms in this area and their potential impacts. Through this identification, it is hoped that suitable prevention and mitigation strategies can be developed to maintain the balance of the coastal ecosystem. The method used is sampling in the form of pictures and direct descriptive exploration, while identification of attached biota and mangrove types is carried out using descriptive information. The research results showed that the dominant biota came from bivalves with the type Saccostrea cucullata from the genus Ostreidae. Mangrove species are growing naturally or through replanting efforts in Mayangan Village, Gumukmas District, Jember Regency
Analisis Teknis Tenggelamnya Kapal Ferry Ro-Ro di Selat Bali Menggunakan Metode ECFA Dan FTA Kamilah, Fitri; Rudianto; Sakinah, Wazirotus
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v4i2.2026.%p

Abstract

Kecelakaan kapal menjadi salah satu permasalahan yang serius dalam sistem transportasi laut, terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan yang mengandalkan jalur perairan untuk pergerakan barang dan penumpang. Salah satu kawasan dengan tingkat lalu lintas pelayaran yang padat adalah Selat Bali, yang setiap hari dilalui berbagai jenis kapal, termasuk kapal Ferry tipe Roll-on Roll-off (Ro-Ro). Tingginya intensitas pelayaran di jalur ini turut disertai dengan meningkatnya potensi kecelakaan, seperti yang terjadi pada KMP Rafelia II tahun 2016 dan KMP Yunicee tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kronologi serta faktor penyebab utama kecelakaan kapal Ferry Ro-Ro di Selat Bali menggunakan pendekatan teknis dengan metode Events and Causal Factor Analysis (ECFA) dan Fault Tree Analysis (FTA), serta menyusun rekomendasi pencegahan berdasarkan hierarki pengendalian risiko. Metode ECFA digunakan untuk menelusuri urutan peristiwa dan mengidentifikasi kategori penyebab, dimana ditemukan bahwa faktor kesiapan operasional merupakan penyumbang tertinggi, khususnya dalam aspek prosedur, peralatan, dan kesalahan awak kapal. Selanjutnya, melalui analisis FTA, diperoleh 7 intermediate event dan 11 basic event yang mengarah pada peristiwa tenggelamnya kapal, seperti ketidaktepatan data muatan, modifikasi struktur kapal yang tidak sesuai standar, serta kurangnya penerapan pengawasan dan prosedur pengikatan. Berdasarkan hasil analisis, disusun rekomendasi melalui kombinasi pendekatan teknis berupa penguatan sistem desain dan pemantauan kapal, serta pendekatan administratif melalui pelatihan awak kapal, penerapan SOP secara konsisten, dan pengawasan muatan secara menyeluruh. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat sistem keselamatan pelayaran dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa di wilayah perairan padat seperti Selat Bali.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik Sebagai Eco-Enzyme Kepada Wanita Pesisir Pulau Santen, Banyuwangi Wazirotus Sakinah; Hery Indria Dwi Puspita; Rudianto Rudianto; Saifurridzal Saifurridzal; Gandu Eko Julianto Suyoso
Journal of Community Development Vol. 3 No. 2 (2022): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i2.87

Abstract

Banyuwangi has quite a lot of coastal areas. However, the negative impact of many coastal areas is that garbage is generally disposed of in the waters starting from the river which will eventually empty into the sea or directly dumped into the open sea. The mindset of Indonesian people including Banyuwangi residents who consider the sea as a garbage dump has not changed much. Santen island is one of the beaches in Banyuwangi with less waste management. As a solution to these problems, socialization is needed to increase awareness to the community and provide training to the community in handling organic waste. Socialization and training conducted is the utilization of organic waste as Eco-Enzyme with partners are coastal women. Eco-Enzyme is. This PkM implementation method consists of five stages, namely Pre-activity, presentation, Breefing training, training, and Evaluation and closing. Participants who attended this activity were 23 women of various ages. On the day of the training, the participants had prepared all the materials, then the organizing team divided the participants into 4 groups. For the ratio of ingredients for making this eco-enzyme is 1: 3: 10, where 1 is for sugar in grams, 3 is for fruit skin or vegetable scraps in grams, and 10 is water in mL. The socialization of the material on the first day increased participants' awareness of the importance of waste management and participants' enthusiasm in making eco-enzymes. Each participant in each group made eco-enzyme according to the instructions from the presenter.After three months, the participants were able to use Eco-Enzyme products as glass cleaners, toilet cleaners and bathrooms, while the pulp became fertilizer for ornamental plants in their homes.
PRAKTIK LAPANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN, PEMAHAMAN, DAN PENGALAMAN KEMARITIMAN PADA SANTRI MA UNGGULAN AL-ANWARI Wazirotus Sakinah; Saifurridzal Saifurridzal; Nindya Nurdianasari; Selvarian Wahyu Dwi Rizky; Ilham Eka Saputra Sutrisno
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3165

Abstract

Banyuwangi, with its extensive coastal area and long shoreline, possesses highly important yet vulnerable coastal ecosystems, particularly due to decreasing mangrove cover, increasing plastic waste, and the declining population of sea turtles. Islamic boarding schools (pesantren), as character-based educational institutions, have great potential to instill environmental awareness in younger generations. Therefore, contextual learning activities that directly engage students in coastal conservation efforts are needed. The field practice program at MA Unggulan Al-Anwari Banyuwangi was implemented as an effort to enhance students’ understanding and awareness of maritime issues and coastal conservation. The implementation method consisted of preparation, execution, and evaluation stages, involving 30 students in a series of activities including the planting of 60 mangrove seedlings and 40 sea pandan seedlings, a beach clean-up, and the release of 50 sea turtle hatchlings in the coastal area of Santen Island. The results showed that students not only gained contextual learning experiences, but were also directly involved in real actions to protect coastal ecosystems. There was an 11% increase in understanding, obtained from comparing pre-test and post-test scores. One-month post-planting monitoring showed that the seedlings remained in good condition, although height growth had not yet been significant. The average height increase of mangroves was 4.3 cm, while sea pandan showed an average increase of 3 cm within one month after planting. In addition, students consistently filled out the booklet as a recording instrument, reflecting the development of environmentally conscious habits. This program has proven effective as a pesantren-based environmental education medium while supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 4, SDG 13, and SDG 14.
PERANCANGAN ALAT PENGUKUR ARUS AIR SEDERHANA DARI BAHAN DAUR ULANG Wazirotus Sakinah; Habibi Palippui
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v2i1.13080

Abstract

Pengukuran arus air memiliki banyak jenis metode dengan berbagai jenis alat. Arus air juga dapat diukur denganmetode sederhana yang dapat dirakit sendiri dari bahan-bahan daur ulang, salah satunya dengan alat ukur arusbersistem pencacah putaran. Sistem pencacah putaran pada alat ukur arus ini memiliki prinsip kerja dengan mencacahjumlah putaran propeller yang kemudian dikonversi menjadi kecepatan arus air. Pembacaan nilai kecepatan arus airdapat dilihat secara digital dengan menggunakan LCD anemometer atau alat ukur kecepatan angin yang tidakdigunakan. Propeller dibuat dengan memanfaatkan baling-baling cooling pad untuk laptop yang sudah tidak terpakai.Pengukuran kecepatan arus dengan menggunakan persamaan v = (p x n) / t, dimana v merupakan kecepatan arusdalam m/s, p adalah panjang lintasan, n merupakan jumlah putaran propeller, dan t adalah waktu dalam satuan sekon.
OPTIMASI PRODUKTIVITAS MATERIAL KAPAL MELALUI IMPLEMENTASI LEAN TOOLS ( VALUE STREAM MAPPING) Ardhi Wiria Ahmad; Mahros Darsin; Wazirotus Sakinah; Hery Indria Dwi Puspita
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 10 No. 3 (2026): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/0zrma225

Abstract

Industri perkapalan perlu meningkatkan produktivitas supaya bisa bersaing di pasar yang makin ketat. Tapi, di proses produksi kapal, masih ada banyak pemborosan yang bikin efisiensi penggunaan material dan waktu produksi rendah. Penelitian ini bertujuan buat mengoptimalkan produktivitas material kapal lewat penerapan konsep lean manufacturing dengan metode value stream mapping (VSM). Tinjauan pustakanya ngambil dari konsep lean manufacturing, tujuh jenis pemborosan, dan pendekatan analisis kayak waste relationship matrix (WRM) serta value stream mapping. Metodenya deskriptif kuantitatif, datanya dikumpulin lewat observasi langsung, wawancara, dan penyebaran kuesioner ke responden yang terlibat di proses produksi. Hasil studinya nunjukin kalau kategori pemborosan yang paling dominan tuh menunggu, cacat, pemrosesan berlebih, transportasi, dan inventaris. Melalui analisis peta kondisi saat ini dan analisis peta kondisi masa depan, diperoleh usulan perbaikan berupa penerapan cetakan ulang, pengaturan alur kerja, aplikasi pre-kitting, serta optimisasi tata letak dan koordinasi antar proses. Penerapan perbaikan ini mampu mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Jadi, melalui value stream mapping terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas material pada proses pembuatan perahu fiberglass.
Pemberdayaan dan Peran Masyarakat pada Pengembangan Desa Pariwisata di Desa Mayangan Kec. Gumukmas Kab. Jember Rudianto; Wazirotus Sakinah; Hery Indria Dwi Puspita; Kusnadi; L. Dyah Purwita Wardani SWW; Akhmad Ganefo; Abul Haris Suryo Negoro; Didin Erma Indahyan; Prehatin Trirahayu Ningrum; Yanuar Nurdiansyah
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1911

Abstract

Mitra pengabdian kepada masyarakat "Pemberdayaan dan Peran Masyarakat Pada Pengembangan Desa Pariwisata" adalah Pemerintah Desa dan kelompok sadar wisata (POKDARWIS) Tri Bahari Lestari, yang berlokasi di Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Letak geografis Desa Mayangan dialiri Sungai yang bermuara di Kali Tanggul, dimana lokasi tersebut dapat dijadikan area wisata yang bisa di nikmati oleh warga sekitar maupun pendatang. Hasil observasi dan wawancara di lapangan menunjukkan bahwa area wisata di Desa Mayangan pada dasarnya sudah hampir terbentuk, namun ada terkendala beberapa hal terutama terkait pemasaran khususnya digital marketing. Sehingga tempat wisata belum banyak dikunjungi oleh warga maupun penduduk, serta minimnya fasilitas pendukung area wisata. Oleh karena itu diperlukan adanya sosialisasi serta pendampingan bagaimana cara menanggulangi hal tersebut, selain itu diperlukan jug pelatihan terkait pemasaran khususnya digital marketing. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra dapat memahami pengembangan potensi desa pariwisata terutama daerah muara sungai dan digital marketing melalui branding potensi pariwisata lokal pada media sosial serta website. Secara umum, Pokdarwis dan dan Pemerintah Desa siap untuk membuka destinasi wisata di Desa Mayangan. Selain itu dari masyarakat juga berkenan dibuatnya destinasi wisata di Desa Mayangan dan mendukung kegiatan tersebut, karena hal ini dapat meningkatkan perekonomial lokal dan perekonomian kawasan pesisir khususnya.