Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KOTA MATARAM Suhairin Suhairin; Suwati Suwati; Muliatiningsih Muliatiningsih; Earlyna Sinthia Dewi; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14535

Abstract

ABSTRAKKepadatan penduduk di wilayah perkotaan akan menimbulkan masalah-masalah sosial perkotaan seperti : terbatasnya area pekarangan, ruang interaksi yang kurang, dan genangan air pada saat hujan. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Sekarbela terjadi pada bulan Januari hingga Maret dengan rata-rata 323-338 mm, hal ini cenderung membuat genangan di beberapa titik termasuk di wilayah lingkungan Bagek Kembar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu warga lingkungan Bagek Kembar mengurangi genangan air hujan, yaitu dengan membuat lubang resapan sederhana yang umum dikenal dengan lubang biopori. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan secara langsung. Sosialisasi di sini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mitra mengenai apa itu lubang biopori, apa manfaat, dan bagaimana proses pembuatannya. Sosialisasi dilakukan dengan “door to door” mendatangi tiap rumah yang dipilih sebagai titik penggalian lubang biopori, dengan unsur yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, karyawan, dan warga (mitra). Hasilnya adalah warga memiliki 2 sampai 3 lubang biopori dan menjadi faham tentang manfaat dan kegunaan dari lubang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, selang 3 bulan pasca pembuatan. Kata kunci: lubang resapan; biopori; kompos biopori. ABSTRACTPopulation density in urban areas will cause urban social problems such as: limited yard areas, less interaction space, and stagnant water when it rains. The highest rainfall in Sekarbela District occurs from January to March with an average of 323-338 mm, this tends to cause puddles at several points including in the Bagek Kembar neighborhood area. The purpose of this service is to help residents of the Bagek Kembar neighborhood reduce rainwater stagnation, namely by making a simple infiltration hole commonly known as a biopore hole. The method used in this activity is socialization and direct manufacturing training. The socialization here is to provide knowledge and knowledge to partners about what biopori holes are, what are the benefits, and how the process is made. The socialization was carried out by "door to door" visiting each house chosen as the point for digging the biopore holes, with the elements involved being lecturers, students, employees, and residents (partners). The result is that residents have 2 to 3 biopori holes and become aware of the benefits and uses of these holes. Evaluation is carried out periodically, 3 months after manufacture. Keywords: infiltration hole; biopore; biopore compost.
Implementasi mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna untuk pengolahan pascapanen pada mitra Yayasan Pondok Pesantren Saadiyah Lombok Tengah Karyanik Karyanik; Suhairin Suhairin; Firzal Arzhi Jiwantara; Ahmad Akromul Huda; Syarif Hidayatullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39223

Abstract

AbstrakYayasan Pendidikan Saadiyah di Lombok Tengah merupakan lembaga berbasis pesantren yang mengembangkan usaha produktif pada sektor budidaya jahe . Namun, kegiatan tersebut masih menghadapi kendala pada aspek teknis, khususnya proses pascapanen jahe yang belum efisien sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas produk. Selain itu, limbah jahe berupa batang, daun dan sisa akar jahe belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengoptimalkan penggunaan mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna guna meningkatkan efisiensi proses pascapanen, kualitas produk, dan kapasitas mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi langsung penggunaan alat yang melibatkan sekitar 20 peserta.  Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 45,5 menjadi 92,00, dengan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri serta memahami peluang usaha berbasis jahe. Pemahaman peserta terhadap pemanfaatan limbah jahe juga meningkat, khususnya dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi proses pasca panen, keterampilan teknis, serta kesiapan mitra dalam mengembangkan usaha jahe secara berkelanjutan berbasis agroindustri. Kata kunci: mesin pembersih jahe; teknologi tepat guna; pascapanen; pemberdayaan masyarakat; kewirausahaan pesantren Abstract Saadiyah Education Foundation in Central Lombok is a pesantren-based institution that develops productive enterprises in the ginger cultivation sector. However, these activities still face technical constraints, particularly in the postharvest processing of ginger, which remains inefficient and affects both product quality and quantity. In addition, ginger waste in the form of stems, leaves, and residual roots has not been optimally utilized. This community service activity aims to implement and optimize the use of a ginger cleaning machine as an appropriate technology to improve postharvest efficiency, product quality, and partner capacity. The methods employed include socialization and direct demonstration of the equipment, involving approximately 20 participants. The evaluation was conducted using pretest and posttest methods to measure participants' knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with the average score rising from 45.5 to 92.00, supported by statistical analysis indicating a significant difference. Furthermore, participants were able to operate and maintain the ginger cleaning machine independently and gained a better understanding of ginger-based business opportunities. Participants’ awareness of ginger waste utilization also improved, particularly in processing waste into organic fertilizer. Overall, this activity had a positive impact on improving postharvest efficiency, technical skills, and the readiness of partners to develop sustainable ginger-based agroindustry. Keywords: ginger washing machine; appropriate technology; postharvest; community empowerment; pesantren entrepreneurship.
THE EFFECT OF COCOPEAT AND HYDROTON GROWING MEDIA ON TOMATO PLANT GROWTH Julkarnain Julkarnain; Muanah Muanah; Suhairin Suhairin; Marianah Marianah; Ida Wahyuni; Earlyna Shintia Dewi
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 2 (2025): Protech Biosytem Journal (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i2.32157

Abstract

This study aims to determine the effect of cocopeat and hydroton growing media on the growth of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill.) in polybag cultivation systems. The research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), comprising six treatments and four replications. Observed parameters included plant height, leaf number, root length, and fresh and dry plant weights. The results showed that treatment P5 (50% soil + 50% hydroton) yielded the best outcomes across most parameters, such as plant height (47.75 cm), leaf number (12.50), root length (24.75 cm), and fresh stem weight (24.75 g). Conversely, treatment P2 (100% cocopeat) showed the lowest growth results. The study concludes that a combination of soil and hydroton is the most effective growing medium for supporting tomato plant growth. Further research is recommended through the generative phase to evaluate yield effects.
Infiltration rate in several land covers in the educational forest of Muhammadiyah University of Mataram Suhairin Suhairin; Aditya Ihwanul; Budy Wiryono; Muliatiningsih Muliatiningsih; Merita Ayu Indrianti; Handriany Erlianingsih
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 2 (2025): Protech Biosytem Journal (Desember)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i2.37708

Abstract

Infiltration rates across land cover vary depending on the type of land use. Several factors influencing soil physical properties include soil texture, organic matter, bulk density, porosity, aggregate stability, and water content. Low infiltration capacity impacts high runoff rates. Runoff has the potential to carry soil particles dislodged by rainwater to lower areas; this phenomenon is exacerbated if the land lacks shading vegetation. If continued, it will erode the topsoil, thinning the soil solum. The analysis results indicate that land covered by bananas, mixed gardens, heterogeneous forests, and shrubs has a very high infiltration rate. PCA results demonstrate a consistent relationship with basic soil science principles, particularly the relationship between soil structure, organic matter content, and infiltration rate. The positive correlation between porosity and infiltration rate reflects the role of the soil pore system in controlling water movement. The negative relationship between organic carbon and variables on the F1 axis indicates that increasing soil organic matter tends to be associated with changes in soil structure, leading to more stable and aggregative soil structures
PENYULUHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENJADI BRIKET ARANG BERNILAI EKONOMIS Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Suhairin Suhairin
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.31560

Abstract

Limbah pertanian, khususnya tongkol jagung, berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui pembuatan briket arang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Terara, Lombok Timur, dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang bernilai ekonomis melalui penyuluhan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama, yakni persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, tim mengumpulkan bahan baku lokal dan membuat video panduan proses pembuatan briket, yang mencakup proses karbonisasi hingga pengujian produk. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan penyampaian materi secara langsung melalui ceramah, video demonstrasi, dan diskusi interaktif kepada 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, memahami materi dengan baik, dan termotivasi untuk mencoba membuat briket secara mandiri. Penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Diharapkan ke depan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan produksi briket secara berkelanjutan.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS BAGI WARGA BERBASIS KOTORAN SAPI DI SEKITAR KHDTK UMMAT Erni Romansyah; Suhairin Suhairin; Muliatiningsih Muliatiningsih; Junaidin Junaidin; Nur Annisa Istiqamah; Ahmad Fathoni; Ikbal Zuliawan; Abdul Malik
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i2.32090

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi pembuatan kompos berbasis kotoran sapi sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Batu Bolong Griya, Desa Batu Layar Barat, Kabupaten Lombok Barat, dengan sasaran petani dan peternak anggota Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera. Permasalahan utama yang dihadapi warga adalah penumpukan limbah kotoran ternak yang belum dimanfaatkan dan mencemari lingkungan sekitar. Metode kegiatan meliputi penyuluhan dan pelatihan langsung di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teknis warga dalam mengolah limbah ternak menjadi kompos. Selain membangun kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga membuka potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis pemanfaatan limbah organik.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET ARANG LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MASYARAKAT DESA MESANGGOK LOMBOK BARAT Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Firzhal Arzhi Jinwantara; Suhairin Suhairin; Abdul Faruq; Nina Malik; Nini Anggarwati; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23312

Abstract

Abstrak: Bonggol jagung yang ada digudang yang terletak di kecamatan Gerung Lombok Barat belum sepenuhnya termanfaatkan hanya dibiarkan menumpuk dan dibakar begitu saja. Limbah yang ada tersebut bisa diolah menjadi briket arang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket arang untuk meningkatkan pendapatan usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang berupa demonstrasi menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan di Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari UD barkah dan Yayasan Ahlul Qur’an. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terhadap program pelatihan pengelolaan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dimana kegiatan berjalan dengan lancar setiap tahapnya. Berdasarkan hasil uji paired sample T-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dengan nilai signifikasi (2-tailed) ? = 0,000 < 0,05 atau meningkat sebesar 48.33%.Abstract: Corn stalks in a warehouse located in the Gerung sub-district of West Lombok have not been fully utilised, only left to pile up and burned. The waste can be processed into charcoal briquettes. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of partners in processing corncob waste into charcoal briquettes. The method used was training in the form of demonstrations using the tools and materials provided. Training activities have been carried out in Mesanggok Village, Gerung District, West Lombok Regency with a total of 30 participants from UD barkah and Ahlul Qur'an Foundation. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about the training programme on managing corn stalk waste into charcoal briquettes where the activities ran smoothly at each stage. Based on the results of the paired sample T-test, it is known that there is a significant increase in knowledge and skills with a significance value (2-tailed) ? = 0.000 <0.05 or an increase of 48.33%.