Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal SEGAR

Hubungan Bentuk Telapak Kaki dan Panjang Tungkai dengan Daya Ledak Otot Tungkai terhadap Atlet Kids Athletics Putri Usia 11-14 Tahun tarsono, Tarsono; Nurdin, Fatah
Jurnal Segar Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 5 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar.0501.06

Abstract

HUBUNGAN BENTUK TELAPAK KAKI DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP ATLET KIDS ATHLETICS PUTRI USIA 11-14 TAHUN Tarsono1 Iwan Hermawan2, Fatah Nurdin3 1Program StudiIlmuKeolahragaan 2Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta, Kampus B, Jakarta Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: (1) hubungan bentuk telapak kaki (X1) dengan daya ledak otot tungkai (Y), (2) hubungan panjang tungkai (X2) dengan daya ledak otot tungkai (Y), hubungan lengkung kaki (X1) dan panjang tungkai (X2) secara bersama sama dengan daya ledak otot tungkai (Y). Hubungan bentuk telapak kaki dan panjang tungkai terhadap daya ledak otot tungkai. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juni 2016, metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan teknik studi korelasi.Teknik analisis statistik yang digunakan adalah teknik korelasi sederhana dan korelasi ganda dilanjutkan dengan uji t pada taraf signifikan α 0,05. Sample yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 62 orang yang diambil dari populasi 25 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2016 dan 26 November 2016 yang dilaksanakan di laboratorium Somatokinetika Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes jejak bentuk telapak kaki dengan menggunakan alat RSSCAN (foot scan test). Dan daya ledakotot tungkai menggunakan alat Force plate (power).Berdasarkan data yang telas dianalisis, maka hasil penelitian data menunjukan bahwa : 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara bentuk telapak kaki dengan daya ledak otot tungkai pada atlet kids atletik putri rarawamangun atletik center usia 11-14 tahun yang ditunjukan dengan koefisien korelasi yaitu t.hitung 3,931 lebih besar dari t.tabel 1,708 berarti koefisien korelasi ry1 = 0,634 adalah signifikan. 2) terdapat hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dan daya ledak otot tungkai pada atlet kids atletik putri rarawamangun atletik center usia 11-14 tahun yang ditunjukan dengan koefisien korelasi yaitu t.hitung 4,515 lebih besar dari t.tabel 1,70 berarti koefisien korelasi ry1 = 0,685 adalah signifikan 3) terdapat hubungan yang signifikan antarabentuktelapak kaki dan panjang tungkai terhadap daya ledak otot tungkai pada atlet kids atletik putri rarawamangun atletik center usia 11-14 tahun yang ditunjukan dengan koefisien korelasi yaitu t.hitung 15,572 lebih besar dari t.tabel 2,99 berarti koefisien korelasi ry1 = 0,766 adalah signifikan. Kata Kunci: Bentuk Telapak Kaki, Panjang Tungkai, Daya Ledak Otot Tungkai.
Pengaruh Joging Selama 30 Menit terhadap Penurunan Kadar Gula dalam Darah Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Kuswahyudi, Kuswahyudi; Nurdin, Fatah
Jurnal Segar Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 5 Nomor 2, Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.541 KB)

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh joging selama 30 menit terhadap penurunan kadar gula dalam darah pada mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan angkatan 2016 Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini dilaksanakan di lintasan Atletik Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur.Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan “One Group Pretest-Posttest Design”.Sampel berjumlah 20 orang dari jumlah keseluruhan populasi mahasiswa program studiIlmu Keolahragaan angkatan 2016. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Glukometer. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah uji-t dengan menghitung nilai t-hitung dibanding dengan t-tabel pada derajat kebebasan n-1 dan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil perhitungan kadar gula dalam darah awal dan akhir setelah kerja joging diperoleh selisih rata-rata (Md) 14,47 dengan standar deviasi perbedaan (SDd) 7,86. Standar error perbedaan rata-rata (SEMd) 1,85, dalam perhitungan selanjutnya diperoleh nilai t-hitung 7,82 dan nilai t-tabel 2,10 pada taraf signifikan 0,05, dengan demikian nilai t-hitung > t-tabel yang menunjukkan bahwa hipotesa nihil (H0) ditolak dan hipotesa alternative (H1) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa program joging selama 30 menit mempengaruhi penurunan kadar gula dalam darah pada mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan angkatan 2016 Universitas Negeri Jakarta. Kata Kunci: Joging, Kadar Gula dalam Darah, Mahasiswa.
Kecemasan Atlet Petanque dimasa Pandemi Covid-19 Althaf, Yuliasih; Nurdin, Fatah; Setiakarnawijaya, Yasep
Jurnal Segar Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal SEGAR, Volume 10 Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1002.04

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kecemasan atlet petanque dimasa pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan Teknik survei. Populasi dalam penelitian ini yaitu atlet petanque DKI Jakarta yang berjumlah 129 orang, sedangkan sampelnya yaitu 37 orang. Dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling yaitu Teknik pengambian sampel dengan kondisi tertentu pada saat penelitian. Teknik pengumpulan data dengan membagikan angket kecemasan kepada sampel secara online. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan atlet petanque dimasa pandemic covid-19 ini tergolong dalam kategori sedang yaitu sekitar 62,16% atau sebanyak 23 orang responden.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Volume Oksigen Maksimal pada Atlet Cricket Nasional Tangkudung, Albert Wolter Aridan; Chandra; Yuliasih; Nurdin, Fatah
Jurnal Segar Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Segar, Volume 13 Nomor 1, November 2024
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.1301.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan VO2Max pada atlet cricket nasional baik laki-laki maupun perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet nasional cricket yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 putra dan 15 putri. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan terbalik antara indeks massa tubuh dengan volume oksigen maksimum pada atlet cricket laki-laki sebesar 0,460 dan perempuan 0,351, dan keduanya tidak signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi indeks massa tubuh maka semakin rendah volume oksigen maksimalnya. 
The Combination of Massage and Proprioceptive Neuromuscular Facilitation to Improve Range of Motion After Ankle Injury in Football Athletes of Universitas Negeri Jakarta Salsa Bila Raif Sargyono; Samsudin; Yuliana, Ela; Nurdin, Fatah; Kuswahyudi; Oktafiranda, Nadya Dwi
Jurnal Segar Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Segar, Volume 13 Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1302.05

Abstract

Ankle injuries are common among football athletes and often result in symptoms such as limited movement or decreased range of motion (RoM). The aim of this study was to investigate the effect of combining massage and Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) in improving RoM following ankle injuries in athletes from the Performance Sports Club Football Team at Universitas Negeri Jakarta (UNJ). This study employed a pre-experimental design using a one-group pre-test and post-test model, with participants selected through purposive sampling. A total of 14 samples met the inclusion criteria. Ankle joint RoM was assessed using a goniometer during plantarflexion, dorsiflexion, eversion, and inversion movements. Measurements were taken before (pre-test) and after (post-test) the intervention, which was administered three times over the course of one week. Statistical analysis showed a significant improvement in the RoM for plantarflexion, dorsiflexion, and inversion (P = 0.00 or P < 0.05), but not for eversion (P = 0.919 or P > 0.05). These findings indicate that the combination of massage and PNF can effectively enhance ankle joint RoM in plantarflexion, dorsiflexion, and inversion, but not in eversion. This may be due to the anatomically limited eversion angle of the tibiotalar joint surface, which restricts eversion RoM. Consequently, the improvement in eversion RoM was not statistically significant after the intervention. However, the extent to which anatomical factors affect eversion RoM remains unclear and warrants further investigation.