Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tesa Arsitektur

SYNTACTIC MEASUREMENT UNTUK PEMETAAN POLA EVAKUASI PADA PUSAT KOTA (STUDI KASUS KOTA NAGA, FILIPINA) Jody Adhitya; Allis Nurdini
Tesa Arsitektur Vol 20, No 1: Juni 2022
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v20i1.4444

Abstract

Abstract Living in a dense urban center with high natural disaster risk, require an effective evacuation strategy to save many lives while disaster happen. To design an evacuation and mitigation plan effectively, it should be based on the measurement of potential pattern that created on the spatial nature of urban center. Philippines is chosen as a case study because it is known that it still experiencing some natural disaster seasonally, including Naga City that still has a poor evacuation planning, such as urban-scale assembly point plan. The space syntax method is used to determine the quality degree of evacuation planning to assembly point in scale such as sub-urban or urban scale, where in this research is applied in urban center of Naga City. The quality is assessed by several indicators, including connectivity, choice, integration, nodes, and depth. It is identified and found that the public spaces in Naga City is the most potential assembly point in case of mitigation, based on syntactic analysis with space syntax method. disaster evacuation mapping is important as a basis for public information and management in urban scale. Keywords: evacuation plan, mitigation strategy, space syntax, urban disaster management Abstrak Tinggal di pusat kota yang padat dengan risiko bencana alam yang tinggi memerlukan strategi evakuasi yang efektif untuk menyelamatkan banyak nyawa saat bencana terjadi. Untuk merancang rencana evakuasi dan mitigasi secara efektif harus didasarkan pada pengukuran pola potensial yang dibuat berdasarkan pada sifat spasial suatu kota. Filipina dipilih sebagai studi kasus karena diketahui masih mengalami beberapa bencana alam secara musiman, termasuk Kota Naga yang masih memiliki perencanaan evakuasi yang buruk, seperti rencana titik perakitan skala kota. Metode space syntax digunakan untuk menentukan tingkat kualitas perencanaan evakuasi sampi ke detail titik berkumpul dalam skala seperti sub-perkotaan sampai perkotaan, di mana dalam penelitian ini diterapkan di pusat kota Kota Naga. Kualitas dinilai oleh beberapa indikator, diantaranya connectivity, choice, integration, nodes, dan depth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik di Kota Naga adalah titik kumpul paling potensial untuk bermitigasi, berdasarkan analisis sintaksis dengan metode space syntax. Pemetaan evakuasi bencana penting bagi pemetaan evakuasi sebagai dasar informasi dan manajemen publik dalam skala perkotaan.Kata kunci: rencana evakuasi, strategi mitigasi, space syntax, manajemen bencana kota
ASPEK PEMILIHAN RUANG KERJA PADA HUNIAN UNTUK WORK FROM HOME (WFH) DI ERA PANDEMI COVID-19 Indira Dwiyanza Noviantika; Hanson E. Kusuma; Allis Nurdini
Tesa Arsitektur Vol 20, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v20i1.4717

Abstract

Abstract A suggestion to do work at home or known as working from home/WFH has become a new habit for some of the workers in the pandemic Covid-19 era. This new habit makes publics to do some adjustments due to changes of their activities in their house, such as choosing a space to work at home. This study aims to determine what space do people choose for working and what factors and aspects that makes them choose the workspace. This study is using grounded theory approach and qualitative explorative. Data collected using online questionnaire with open-ended question and the sample is chosen with purposive sampling with the criteria people who is/was working from home. Data analysis process in three steps, such as open coding, axial coding, and selective coding. The results show that there are three architectural aspects in choosing workspace at home, such as space and physical aspects, functional aspects, and psychological aspect. This research can be applied in designing workspace at home especially in this pandemic era.Keywords: room module, working, WFH, pandemic Covid-19 AbstrakAnjuran bekerja dari rumah atau working from home (WFH) menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat di era pandemi Covid-19. Hal ini mendorong para pekerja melakukan penyesuaian karena adanya perubahan aktifitas pada hunian, salah satunya menentukan ruang untuk bekerja di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemilihan ruang pada hunian untuk bekerja dan aspek-aspek yang mempengaruhi pemilihan ruang tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan grounded theory dengan metode kualitatif bersifat eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring yang bersifat terbuka dengan pemilihan sampel secara purposive sampling dengan kriteria pekerja yang pernah atau sedang menerapkan working from home. Proses analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan menunjukkan ada tiga aspek arsitektural dalam pemilihan ruang untuk bekerja di hunian, antara lain aspek spasial dan fisik, aspek fungsional, dan aspek psikologis. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi praktisi arsitektur dalam merancang ruang kerja pada hunian di era pandemi.Kata kunci: aspek, ruang kerja, working from home, pandemi