Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Media Ekstrak Tauge (MET) dengan Pupuk Urea terhadap Kadar Protein Spirulina sp Dwi Riesya Amanatin; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4054

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi Media Ekstrak Tauge (MET) dan pupuk urea yang dapat menghasilkan kadar protein Spirulina sp. tertinggi. Kultur Spirulina sp. yang telah memasuki fase puncak pertumbuhan dipanen dengan metode filtrasi dan dianalisa kadar protein kasar dengan metode Kjeldhal. Kombinasi MET dengan pupuk urea terdiri dari P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8, P9 dan P10 sebagai kontrol yang menggunakan pupuk walne. Hasil penelitian yang dianalisa dengan Dunnet menunjukkan bahwa P5 memiliki perbedaan nyata terhadap kontrol dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain yaitu sebesar 20,99%
Efektivitas Kombinasi Salvinia molesta dengan Hydrilla verticillata dalam Remediasi Logam Cu pada Limbah Elektroplating Muhammad Tsabitul Fuad; Aunurohim Aunurohim; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4303

Abstract

Studi tentang efektivitas kombinasi Salvinia molesta dan Hydrilla verticillata dalam meremediasi logam Cu pada limbah elektroplating telah dilakukan untuk mengetahui besarnya total konsentrasi Cu yang tertinggal pada limbah setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan tersebut dan untuk mengetahui nilai faktor transfer Cu oleh kombinasi keduanya. Penelitian menggunakan metode Rancang Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu: variasi kombinasi S. molesta dan H. verticillata serta waktu pemaparan dengan tiga kali pengulangan. Penelitian dilakukan dengan tiga variasi kombinasi pada media berupa 5L limbah elektroplating selama 14 hari setelah dilakukan aklimasi selama 5 hari. Tiga variasi kombinasi yang digunakan disebutkan sebagai kombinasi A (perbandingan berat S. molesta sebanyak 25 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram), kombinasi B (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 25 gram), dan kombinasi C (perbandingan berat S. molesta sebanyak 10 gram dengan H. verticillata sebanyak 10 gram). Total konsentrasi logam Cu yang tertinggal setelah perlakuan fitoremediasi oleh kombinasi kedua tumbuhan itu tidak berkurang secara signifikan. Namun, faktor transfer yang terbesar didapat dari kombinasi B, yaitu sebesar 10,2 L/kg
Isolasi dan dentifiasi Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik pada Lahan Restorasi dengan Metode Legume Cover Crop (LCC) Di Daerah Pasirian Lumajang Jawa Timur Amik Agisti; Nur Hidayatul Alami; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.64 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6728

Abstract

Penerapan LCC menggunakan kacang tanah (Arachis hypogaea)  pada lahan pertanian kritis akan mampu meningkatkan kesuburan tanah. Sistem LCC menghasilkan lingkungan perakaran yang sesuai bagi pertumbuhan bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelimpahan dan mengidentifikasi genus bakteri penambat nitrogen non simbiotik pada lahan restorasi di Pasirian, Lumajang dengan penerapan metode LCC. Kelimpahan Bakteri dihitung dengan metode Total Plate Count (TPC). Proses isolasi bakteri diawali dengan pengenceran bertingkat dan didentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian didapatkan populasi bakteri penambat N non simbiotik di lahan pertanian Pasirian sebelum LCC adalah sebesar 2,7x105 CFU/g dan setelah LCC adalah sebesar 1,8x106 CFU/g, serta didapatkan 30 isolat bakteri penambat nitrogen non simbiotik yang mengarah pada genus Azotobacter, Beijerinckia, dan Derxia. Azotobacter merupakan bakteri gram negatif cocoid, Beijerinckia merupakan bakteri gram negatif  basil, dengan katalase positif dan Derxia merupakan bakteri gram negatif basil dengan katalase negatif
Pengaruh Inokulan Bakteri Penambat Nitrogen, Bakteri Pelarut Fosfat dan Mikoriza Asal Desa Condro, Lumajang, Jawa Timur Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit Aisyah Dewi Permatasari; Tutik Nurhidayati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.199 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.6868

Abstract

Pada tahun 2013 telah berhasil diisolasi mikroorganisme tanah pada lahan budidaya tanaman cabai rawit asal Desa Condro, Lumajang, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inokulan bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza asal Desa Condro, Lumajang, Jawa Timur terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan 2 faktor perlakuan, yaitu komposisi inokulan dan varietas tanaman cabai rawit. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, dan berat kering tanaman. Analisa data menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey taraf kepercayaan 95%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa inokulan bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut fosfat dan mikoriza berpengaruh secara signifikan terhadap rata – rata pertumbuhan tanaman. Pemberian inokulan bakteri penambat nitrogen dan bakteri pelarut fosfat memberikan hasil rata – rata pertumbuhan tanaman paling baik pada varietas Bara dengan tinggi tanaman sebesar 9,0 cm, diameter batang sebesar 0,4 mm, dan berat kering tanaman sebesar 216,7 mg tanaman=1.
The Aquaeous Extract of Root Nodules Vigna radiata (rnVr) which Inoculated by Rhizobium as an Orally Available Anemia Therapeutic Candidate Dewi Hidayati; Tutik Nurhidayati; Shinta Hartanto; N. Nurjannah
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 13, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.591 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.7802

Abstract

The extract of root nodules Vigna radiata (rnVr) which inoculated by Rhizobium is considered beneficial as an orally available anemia therapeutic candidate, because it contain the leghemoglobin. The positive control mice (group I) were fed with the high nutrient pellet.The twelve mice (Mus musculus) was treated with the “taking rice pellet” that representing the low nutrient food for 21 days until they suffered anemia. Then, the anemia mice were treated orally with rnVr in different concentration groups:II. 0% III.33%; IV.67% and V.100%, respectively and fed with the “aking rice pellet”. After 14 days, the blood mice were collected from orbital sinus. The hemoglobin (Hb) concentration were analyzed by spectrophotometry and blood plasma profile protein were analyzed with electrophoresis (SDS-PAGE). All anemia mice that treated with rnVr showed the increasing of Hb and group that treated with 100% extract of rnVr could reach a normal Hb value, raising from 9.85 to 12.68 g/dL. There were observed the proteins which have molecule weight 36.5 and 35.7 kDa that indicated the existing erythropoietin. The increasing haemoglobin concentration and erythropoietin suggested if extract of rnVr could increasing red blood production and potential as an orally available anemia therapeutic candidate.
PEMANFAATAN SLUDGE INDUSTRI SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA TANAM JARAK PAGAR (JATROPHA CURCAS L.) YANG BERASOSIASI DENGAN MIKORIZA ARBUSKULA tutik nurhidayati
Purifikasi Vol 8 No 1 (2007): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v8.i1.107

Abstract

The aim of this research is to decrease the heavy metal contents and to improve the industrial sludge quality by applying arbuscula mycorhiza, so that it may be used as plant growth alternative medium. The results of the study showed that (1) content of the heavy metals in the plant growth media made from mixtures of sludge and soil after treatment with Jatropha curcas L was decreased (2) the growth of J. curcas L, as showed by height, leaf width and biomass dry weight showed decreasing or inhibiting effect with the higher proportion of sludge than that of the soil, where mycorhiza was not inoculated. In contrast, the smaller sludge proportion to soil, where mycorhiza was inoculated, the higher the plant growth rates.
APLIKASI RHIZOBIUM DAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSCULA (CMA) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogeal) DI DESA SOCAH KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN MADURA Tutik Nurhidayati; Nurul Jadid; Safita Meridian
JURNAL PENELITIAN BIOLOGI BERKALA PENELITIAN HAYATI Vol 17 No 1 (2011): December 2011
Publisher : The East Java Biological Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.892 KB) | DOI: 10.23869/195

Abstract

The cultivation of peanuts in Socah village mostly located in marginal land. On the other hand to increase the productivity of land by local communities is use of chemical fertilizers. The effects of chemical fertilizers is the decline in the productivity of the land. In these circumstances it is absolutely necessary to perfect technology of dry land resources is essential. One of the technologies that can be developed is the use of rhizobium and mycorrhiza. Thus occurred the tripartite relationship between rhizobium, mycorrhiza, and plants arbuscula beneficial for growth and development of land. In this study the application of local rhizobium and mycorrhiza on crops of peanuts, with measurable parameters of nodule formation and detection of plant growth and productivity of peanut.
Pengembangan Kebun Bibit Herbal Organik Sebagai Unit Pendukung Konsep Agrowidyawisata di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Malang Nurul Jadid; Kristanti Indah Purwani; Tutik Nurhidayati; Ardy Maulidy Navastara; Dini Ermavitalini; Wirdhatul Muslihatin; Marsudi
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v1i2.324

Abstract

Pergeseran pola hidup di dalam masyarakat yang saat ini cenderung back to nature menyebabkan semakin meningkatnya permintaan obat herbal organik. Namun demikian, budidaya tanaman obat secara organik dan pengelolaannya secara professional masih jarang dilakukan. Kota Batu, Malang Jawa Timur terkenal sebagai agropolitan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kebun bibit herbal organik yang berfungsi sebagai area pembibitan tanaman herbal dan agrowidyawisata di Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu, Malang. Pengabdian masyarakat dilakukan bersama mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Panderman. Adapun metode yang dilakukan berupa penggalian informasi lokal dan pendampingan pengembangan kebun bibit herbal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Malang merupakan kawasan potensial untuk budidaya tanaman herbal. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, partisipasi masyarakat desa terhadap pengembangan budidaya herbal organik semakin meningkat. Sehingga hal ini dapat berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Greenhouse Potential based on Ecotourism and Education for Sustainable Village Economic Resilience Lilik Nurindah Sari; Tutik Nurhidayati; Maya Shovitri; Enny Zulaika; Nengah Dwianita Kuswytasari; Arif Luqman; Nur Hidayatul Alami; Kristanti Indah Purwani; Nurul Jadid; Dini Ermavitalini; Imam Wahyudi Farid; Ciptian Weried Priananda
IPTEK Journal of Proceedings Series No 1 (2023): The 1st International Conference on Community Services and Public Policy (ICCSP) 2022
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2023i1.16378

Abstract

Indonesia has many rural areas with diversity and uniqueness in each region that have developed into eco-tourism. The village that is being developed as an eco-tourism destination is expected to improve the welfare of the surrounding community. Developed eco-tourism can provide jobs for residents in the village. Eco-tourism is also one of the developments to preserve ecosystems in rural areas. This eco- tourism sector can support community welfare and sustainable rural development. One approach to the development of rural areas is through village ecotourism. Village Ecotourism is a rural area with several special characteristics that can be used as a tourist destination. One way to improve the development of village ecotourism is by adding new facilities that lead to educational tourism, i.e., greenhouse facilities. The existence of this greenhouse can be used as a means of science education about a more advanced agricultural system with a controlled environmental system. Greenhouse technology can improve the quality and quantity of plant productivity, thereby increasing people's income, and producing healthier organic plant products. Greenhouses can also be used as educational tourism facilities for various science education activities and simple agricultural training. Training for residents can also be carried out, for community empowerment, such as training in planting, fertilizing, nurseries, processing plant products, and the process of packaging plant products. This review summarizes the various potentials of Greenhouse development for the development of education-based village ecotourism and provides references for further research that focuses on community service, which is increasing sustainable village economic resilience.
Aplikasi Eco Enzyme Sebagai Bahan Pembuatan Sabun Antiseptik Nurul Jadid; Adillatul Lathiifatun Jannah; Bagas Prakoso Wicaksono Putra Handiar; Tutik Nurhidayati; Kristanti Indah Purwani; Dini Ermavitalin; Wirdhatul Muslihatin; Ardy Maulidy Navastara
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.591 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.168

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dan agraris dengan biodiversitas tumbuhan terbesar kedua di dunia, setelah Brazil. Kondisi iklim tropis dan suburnya tanah menjadikan wilayah Indonesia sebagai salah satu Kawasan pertanian yang diperhitungkan di wilayah asia tenggara. Salah satu sentra agribisnis di Jawa Timur adalah kota Batu, Malang. Kota ini dikenal sebagai Kawasan Agropolitan dengan tanaman hortikultura sebagai komoditas unggulan. Industri pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut berhasil menopang ekonomi masyarakat sekitar. Namun demikian, permasalahan limbah pertanian organik sebagai produk samping dari pengembangan industri pertanian di kota Batu menjadi hal yang harus diperhatikan bersama. Salah satu alternatif pengelolaan limbah atau sampah organik tersebut adalah pengembangan eco-enzyme. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pembuatan sabun antiseptic berbasis eco-enzyme. Sabun antiseptic ini mengambil nama Mizella yang berasal dari kata Mizu dan Ella. Mizu dalam Bahasa Jepang berarti Air dan Ella dalam Bahasa Prancis berarti kecantikan dan keindahan. Berdasarkan hasil survei didapatkan hasil sebagai berikut, sebanyak 80% responden menyatakan aroma, busa, kelembapan, kesegaran, pada sabun organik sudah sangat baik, sebanyak 73.3% responden menyatakan warna, penampilan, busa pada sabun organik Eco-Enzyme sudah sangat baik, sebanyak 76.7% responden menyatakan kualitas pembersihan dan kekesatan pada sabun organik Eco-Enzyme sudah sangat baik, sebanyak 83.3% responden menyatakan kehalusan pada sabun organik Eco-Enzyme sudah sangat baik.