Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANEMIA STATUS IN HIGH SCHOOL STUDENTS, JAMBI CITY Maria, Ima; Aurora, Wahyu Indah Dewi; Darmawan, Armaidi; Kusdiyah, Erny; Nuriyah
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v11i3.27552

Abstract

ABSTRACTBackground: Young Woman are the most vulnerable group to experience anemia due to irondeficiency because of the period of physical growth, reproductive maturation, and cognitivetransformation that requires high levels of micro and macro nutrients, including iron. In youngwomen, anemia that lasts a long time will put the mother at risk of death, have the potential to givebirth to premature babies, and have the potential to give birth to babies with low body weight, whichare risk factors for stunting. This study will examine Hb levels in high school students in Jambi City.Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional design to describe anemia. Theresearch will be conducted in all Jambi City Public High Schools in August-September 2022. Thenumber of samples used in this study was 505. The sampling technique used was simple randomsampling at thirteen Public High Schools in Jambi City.Results: The study was conducted on young women in the city of Jambi who occupy high schooleducation. Of the 504 research respondents, 61 people (12.1%) had anemia, 443 people (87.9%)were normal. The median Hb level is 14.6 g/dl with a maximum value of 25.8 g/dl and a minimumvalue of <7 g/dl. Based on the regular monthly menstruation, 446 people (88.5%) admitted that theyhad regular menstruation. The number of young women who regularly consume iron tablets is 32people (6.3%). The habit of consuming tea or coffee with food was 332 people (65.9%) and the habitof consuming soda with food was 171 people (33.9%).Conclusion: High school students in Jambi City still suffer from anemia. Further intervention isneeded in giving iron tablets to adolescents and education in preventing anemia.Keywords: Anemia, Young Women
Integrasi Manajemen Mutu di Lembaga Keuangan dan Publik Zaen, Ekki Suryana; Azhaari, Hasna; Ramadhan, Rahmat; Nuriyah
IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2025): IDARI: Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/8w918t90

Abstract

Total Quality Management (TQM) is a holistic strategy crucial for enhancing service quality and organizational performance amidst strategic environmental shifts and digital transformation demands in both public and private sectors. This study critically analyzes the TQM implementation dynamics within Islamic Financial Institutions (IFIs) and public/private organizations in Indonesia, culminating in precise recommendations for refining Human Resource Management (HRM) practices. In IFIs, TQM is systematically interwoven with the foundational principles of Maqashid Syariah, serving as the ultimate customer-centric service benchmark and ensuring all internal processes are strictly aligned with ethical, spiritual, and social values. Digital innovations, particularly the Core Banking System (CBS) and integrated mobile banking platforms (e.g., BSI Mobile), function as TQM enablers by significantly boosting operational transparency (especially in contract disclosure) and process efficiency, directly improving customer satisfaction. Comprehensive cross-sector analysis (Gojek, BCA, BPJS Kesehatan) reveals that sustained quality integration is fundamentally dependent on three core factors: transformative strategic leadership that embeds a quality-first culture, rapid adaptation to disruptive digital technologies, and unwavering focus on operational excellence and customer orientation. The long-term rigidity and sustainability of TQM are predicated upon robust HRM. This requires value-based recruitment (value-fit), a comprehensive performance appraisal system that rigorously evaluates both process adherence and result achievement, and a systematically integrated reward mechanism to continuously reinforce the organizational quality culture. Utilizing Human Resource Information Systems (HRIS) is essential for monitoring and ensuring quality integrity across all organizational facets.
SAATNYA MEMBANGUN BUDAYA MUTU PADA LEMBAGA PENDIDIKAN Nurrahmaini; Nuriyah
Jurnal Tawadhu Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52802/twd.v9i2.1743

Abstract

Budaya mutu merupakan fondasi penting dalam mewujudkan keberhasilan suatu lembaga, khususnya di bidang pendidikan dan organisasi. Budaya mutu tidak hanya sebatas pada pencapaian standar, melainkan juga mencakup nilai, sikap, dan perilaku seluruh anggota organisasi dalam menjaga konsistensi kualitas. Pembangunan budaya mutu menuntut adanya komitmen pimpinan, partisipasi aktif semua pihak, serta keberlanjutan sistem manajemen mutu yang terintegrasi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan era globalisasi yang menekankan pada daya saing, efektivitas, dan efisiensi lembaga. Membangun budaya mutu berarti menanamkan kesadaran bersama bahwa mutu adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas individu tertentu. Prosesnya melibatkan perencanaan strategis, pengawasan berkelanjutan, serta evaluasi yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, tercipta iklim kerja yang sehat, inovatif, dan produktif. Penanaman budaya mutu sejak dini akan memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas layanan, kepuasan stakeholders, dan keberlanjutan lembaga. Oleh karena itu, sudah saatnya setiap institusi menempatkan budaya mutu sebagai prioritas utama dalam mencapai visi dan misinya.
MAKNA SABAR DALAM HADIS: Studi Tematik dengan Pendekatan Grounded Theory Nuriyah; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 2 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/alisnad.v6i2.707

Abstract

Penelitian ini membahas makna sabar dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan pendekatan tematik yang dikombinasikan dengan metode Grounded Theory yang dikembangkan oleh Strauss dan Glaser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menemukan makna sabar secara lebih mendalam sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Nabi. Dalam prosesnya, pendekatan tematik digunakan untuk mengelompokkan hadis-hadis yang berkaitan dengan sabar ke dalam beberapa tema utama. Setelah tema-tema tersebut terbentuk, metode Grounded Theory diterapkan dengan tahapan analisis berupa coding terbuka, coding aksial, dan coding selektif guna mengkaji keterkaitan antarmakna dan menyusun suatu teori atau model pemahaman tentang sabar berdasarkan data hadis. Penelitian ini menemukan bahwa sabar dalam hadis bukan hanya dimaknai sebagai sikap menahan diri, melainkan juga sebagai kekuatan spiritual dan akhlak aktif yang mencerminkan keteguhan hati, ketekunan dalam berbuat baik, serta kemampuan untuk tetap tenang dan percaya kepada Allah dalam berbagai kondisi kehidupan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar adalah nilai yang bersifat dinamis dan memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian serta ketahanan spiritual seorang Muslim. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam mengenai sabar dalam perspektif Islam, khususnya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, agar nilai sabar tidak hanya dimaknai secara pasif, tetapi juga dapat diaplikasikan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa metode ilmiah modern seperti Grounded Theory dapat digunakan secara efektif untuk mengkaji dan mengembangkan pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Islam secara sistematis.
Membentuk Sumber Daya Manusia Unggul Melalui Motivasi Berprestasi Sa’idahtul Akmala Yusuf; Siti Hayati Nufus; Syf. Miftahul Rahmah; Nuriyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2935

Abstract

Motivasi berprestasi ialah aspek krusial untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan profesional. Studi ini bermaksud menganalisis aspek-aspek psikologis dan organisasional yang memengaruhi motivasi berprestasi, serta bagaimana motivasi tersebut berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM. Metode yang digunakan adalah studi literatur melalui penelaahan teori-teori motivasi semacam Teori Dua Faktor Herzberg, Expectancy Theory Vroom, serta Teori Motivasi Berprestasi McClelland. Hasil pembahasan memperlihatkan bahwasanya motivasi berprestasi dipengaruhi oleh aspek psikologis berupa kebutuhan dasar, harapan, self-efficacy, dukungan sosial, dan emosi positif, sementara faktor organisasional meliputi budaya organisasi, sistem penghargaan, kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, serta desain pekerjaan yang bermakna. Sinergi kedua faktor tersebut mendorong terbentuknya SDM unggul yang memiliki orientasi mutu, disiplin tinggi, serta kemampuan untuk terus berkembang. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan SDM yang komprehensif untuk menciptakan ekosistem kerja yang memfasilitasi motivasi berprestasi secara berkelanjutan.
The Relationship Between Knowledge Level and Attitudes Towards HIV/AIDS Prevention Among Public High School Students Mahendra, Mhd Habib Dwi; Nuriyah; Erny Kusdiyah; Rina Nofri Enis
Scientific Of Environmental Health and Diseases Vol. 5 No. 2 (2025): Electronic Journal Scientific of Environmental Health And Diseases
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/e-sehad.v5i2.51122

Abstract

Background: Human immunodeficiency virus (HIV) is an infection that attacks the immune system, specifically white blood cells called CD4 cells. Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) is the final stage of HIV infection, which occurs when the immune system is severely damaged by the virus. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge levels and attitudes toward HIV/AIDS prevention behavior. Method: This study employed a descriptive design with a cross-sectional approach. The sample was obtained through random sampling, with a total of 502 respondents from grade 11 of public high schools in Jambi City. Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the chi-square test. The research instrument used a structured questionnaire. Results: Of the 502 respondents, 119 students (51.1%) had a moderate to poor level of knowledge, while 170 students (33.9%) had a good level of knowledge. Regarding attitudes, 107 students (21.3%) showed fair to poor attitudes, and 177 students (35.3%) had good attitudes. There was a significant relationship between the level of knowledge and attitudes and HIV/AIDS prevention behavior among public high school students in Jambi City in 2024 (p < 0.001). Conclusion: The majority of students have less-moderate knowledge, mostly positive attitudes, but good behavior is still low, so educational intervention is needed to improve students' knowledge, attitudes and behavior.