Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor Pengetahuan Remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Karangasih Bekasi: Knowledge Factors of Adolescents about HIV/AIDS at the Karangasih Bekasi Youth Posyandu Ismawati Ismawati; Ida Widaningsih; Herlina Simanjuntak; Neneng Julianti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7115

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi ancaman serius, khususnya pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko dan keterbatasan akses informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi, sedangkan variabel terikat adalah pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin (p=0,001), usia (p=0,014), pendidikan (p=0,009), dukungan orang tua (p=0,000), dukungan teman sebaya (p=0,000), dan sumber informasi (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperkuat dukungan keluarga, teman sebaya, serta akses terhadap sumber informasi yang akurat dan tidak menstigma.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Tentang Fluor Albus Pada Siswi Putri Tahun 2025 Anggraeni Dwi Safiva; Hajar Nur Fathur Rohmah; Neneng Julianti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7172

Abstract

Fluor Albus adalah sekresi cairan dari vagina selain darah yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya Fluor Albus, sehingga perlu dicegah sejak dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan melalui media Leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai Fluor Albus di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2025. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 59,41 menjadi 84,69 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media Leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang Fluor Albus dan berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana promosi kesehatan reproduksi di sekolah.
Pengaruh Pijat Oketani terhadap Produksi ASI pada Ibu Menyusui: The Effect of Oketani Massage on Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers Lia Yulia; Neneng Julianti; Hajar Nur Fathur Rohmah; Ida Widaningsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7185

Abstract

Produksi air susu ibu (ASI) sering kali tidak berjalan optimal sehingga menjadi kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Rendahnya produksi ASI dapat berdampak pada pemenuhan gizi bayi dan berisiko menghambat tumbuh kembang. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah pijat Oketani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat Oketani terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Posyandu Merpati 8 wilayah Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi tahun 2025. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 15 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah pijat Oketani, sedangkan variabel dependen adalah produksi ASI. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada produksi ASI setelah dilakukan pijat Oketani, dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pijat Oketani efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Kesimpulannya, pijat Oketani dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis untuk membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI. Penelitian lebih lanjut disarankan melibatkan jumlah sampel lebih besar serta mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi laktasi.
Hubungan Faktor Maternal dengan Hiperemesis Gravidarum Trimester I di RS DKH Sukatani Usniyah Usniyah; Yulianti Yulianti; Neneng Julianti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7251

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual muntah berlebihan pada trimester pertama kehamilan yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Berdasarkan data WHO tahun 2021, angka kejadian HEG mencapai 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai 14,8% dan di Jawa Barat 14,2%. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan HEG. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RS DKH Sukatani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 ibu hamil trimester I yang mengalami HEG dan dirawat inap. Instrumen penelitian berupa data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerjaan (p=0,039), dan pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, primipara, tidak bekerja, serta berpendidikan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG. Faktor maternal seperti usia, paritas, pekerjaan, dan pendidikan terbukti berhubungan signifikan dengan hiperemesis gravidarum. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar upaya pencegahan dan edukasi pada ibu hamil untuk meminimalisir risiko HEG.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Rangsangan Sensori Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai Perkembangan Bayi 6-12 Bulan Di TPMB Tiara Sari A.Md.Keb Tiara Sari; Ika Kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih; Neneng Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1368

Abstract

Stimulasi dini sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, namun tingkatpengetahuan ibu sering kali masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh edukasi stimulasi sensori terhadap pengetahuan ibu tentang perkembangan bayi usia 6–12bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain Pre-Experimental menggunakanpendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yangmemiliki bayi berusia 6–12 bulan di TPMB Tiara Sari pada tahun 2026 yang berjumlah 40 responden,diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstrukturdengan analisis data menggunakan uji alternatif Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidakberdistribusi normal. Hasil penelitian pada pre-test menunjukkan mayoritas responden memilikipengetahuan kategori cukup sebanyak 23 orang (57,5%). Setelah intervensi (post-test), mayoritasresponden mengalami peningkatan ke kategori baik yaitu sebanyak 33 orang (82,5%). Nilai rata-rata(mean) pengetahuan meningkat secara signifikan dari 1,43 menjadi 1,83 (selisih 0,40). Hasil ujiWilcoxon memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p-value &lt; 0,05), sehingga dapatdisimpulkan bahwa edukasi stimulasi sensori berpengaruh nyata dalam meningkatkan pengetahuanibu. Tenaga kesehatan khususnya bidan disarankan untuk mengintegrasikan edukasi stimulasi sensorike dalam layanan posyandu atau kelas ibu balita secara berkala.
Pengaruh Media Video Edukasi Terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri Yohana Suhariyati Desthyahanita; Ika Kania Fatdo Wardani; Ida Widaningsih; Neneng Julianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1434

Abstract

Masalah anemia di kalangan remaja putri Indonesia hingga kini masih menjadi perhatian kesehatan publik yangsignifikan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari separuh (51,4%) remaja putritercatat belum meminum Tablet Fe. Walaupun program distribusi Tablet Fe sudah diterapkan di tingkat nasional,tingkat kedisiplinan remaja putri dalam meminum tablet Fe sesuai anjuran masih terbilang sangat rendah.Minimnya pengetahuan serta keterbatasan media edukasi kesehatan yang interaktif bagi remaja menjadi salahsatu faktor utama yang melatarbelakangi rendahnya tingkat kepatuhan tersebut. Berdasarkan studi pendahuluandi SMAN 1 Kedung Waringin, ditemukan bahwa angka ketidakpatuhan masyarakat atau siswa mencapai 90%.Kondisi ini mengindikasikan perlunya intervensi promosi kesehatan yang lebih inovatif, salah satunya melaluipemanfaatan media video edukasi. Penelitian ini dirancang untuk menguji sejauh mana efektivitas penggunaanmedia video edukasi dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2026saat mengonsumsi Tablet Fe. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen pre-test andpost-test group. Subjek penelitian ini mencakup remaja putri di SMAN 1 Kedung Waringin, dengan evaluasitingkat kepatuhan yang diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) pemberian intervensi berupa videoedukasi. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, media video edukasi terbuktiefektif secara signifikan (; ) dalam meningkatkan kedisiplinan konsumsi Tablet Fe. Hasil menegaskan adanyaperbedaan bermakna pada tingkat kepatuhan siswi antara sebelum dan setelah pemutaran video. Dengandemikian, media video edukasi sangat direkomendasikan untuk dimanfaatkan oleh pihak sekolah dan tenagakesehatan dalam mengoptimalkan program promosi kesehatan remaja.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri Kelas XI Di SMKN 1 Rengasdengklok Tahun 2026 Salma Syahidah; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Ida Widaningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1227

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri perut saat haid. Gejaladismenore yaitu rasa kram perut bagian bawah sampai punggung. Di Indonesiakejadian dismenore primer sebesar 60-70%. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada remaja putrikelas XI di SMKN 1 Rengasdengklok Kabupaten Karawang tahun 2026. Metode:Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desaincross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 233 remaja putri kelas XI.Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan hasil 147 remajaputri kelas XI. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakanteknik stratified random sampling dan random sampling. Dengan menggunakankriteria inklusi dan eksklusi. Intrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner.Analisis data pada penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakanuji statistik chi-square. Hasil: menunjukkan variabel yang berhubungan dengandengan kejadian dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok adalah usia menarche (p=0,002), faktor genetik (p=0,023), dantingkat stress (p=0,000). Simpulan: Dari 3 variabel yang diteliti hasilnya adahubungannya dengan dismenore primer pada remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok. Saran: Diharapkan remaja putri kelas XI di SMKN 1Rengasdengklok yang mengalami dismenore diharapkan dapat melakukan upayapenanganan yang tepat serta menerapkan pola hidup sehat dan mengelola stresdengan baik agar keluhan dismenore tidak mengganggu aktivitas sehari-harimaupun proses belajar.