Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

BAHAYA PENGGUNAAN DRONE PADA AREA KKOP DI SEKITAR BANDARA Fariz Primadi Hirsan; Agus Kurniawan; Rasyid Ridha; Ardi Yuniarman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14968

Abstract

Abstrak: Selama beberapa tahun terakhir, drone telah menjadi sangat populer. Drone adalah pesawat udara kecil tanpa awak yang dinavigasi dan dikendalikan dari jarak jauh dengan frekwensi radio. Penggunaan pesawat tanpa awak (drone) kini banyak dilakukan masyarakat sipil untuk berbagai aktivitas salah satunya yang berada di wilayah Sumbawa Besar. Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) khususnya yang berada di sekitar Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III – Sumbawa Besar, merupakan wilayah daratan dan/atau perairan serta ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan itu sendiri. Kawasan ini perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan operasional pesawat udara di sekitar bandar udara. Tujuan dari dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi pemahaman kepada seluruh masyarakat tentang bahaya dan risiko dari aktivitas yang dilakukan masyarakat seperti menerbangkan pesawat tanpa awak (drone), pada area operasi penerbangan sekitar bandara. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan sosialisasi dan simulasi yang terstruktur kepada peserta kegiatan yang terdiri dari masyarakat lokal, pemeritah dan penggiat hobi drone sebanyak 20 orang, dimana kegiatan tersebut diperoleh hasil sebanyak 90% berdasarkan hasil questioner dan angket yang diberikan pasca kegiatan sosialisasi, peserta menyepakati bahwa area-area sekitar bandara perlu diberikan penanda larangan dalam menerbangkan benda-benda udara tidak hanya drone tetapi juga benda terbang lainnya seperti layangan dan balon udara, karena sifatnya yang dapat mengganggu aktifitas penerbangan. Selain itu dan juga diinsiasi adanya regulasi daerah berupa Perbup yang mengatur secara mendetail kegiatan masyarakat di sekitar bandara.Abstract: Over the last few years, drones have become very popular. Drones are small, unmanned aircraft that are navigated and controlled remotely by radio frequency. The use of unmanned aerial vehicles (drones) is now widely practiced by civil society for various activities, one of which is in the Sumbawa Besar region. The Flight Operations Safety Area (KKOP), especially those around Sultan Muhammad Kaharuddin III Airport - Sumbawa Besar, is the land area and/or waters as well as the airspace around the airport which is used for flight operations activities in order to ensure flight safety itself. This area needs attention to maintain the safety of aircraft operations around the airport. The purpose of this activity is to provide socialization of understanding to the whole community about the dangers and risks of activities carried out by the community, such as flying unmanned aircraft (drones), in the flight operation area around the airport. The method of implementing the activity was carried out by means of socialization and structured simulation to activity participants consisting of 20 local communities, government and drone hobbyist activists, in which the activity obtained 90% results based on the results of the questionnaires and questionnaires given after the socialization activity, participants agreed that areas around the airport need to be marked prohibiting the flying of air objects not only drones but also other flying objects such as kites and hot air balloons, due to their nature which can disrupt flight activities. Apart from that, a local regulation was initiated in the form of a Perbup which regulates in detail the activities of the community around the airport.
Identifikasi Potensi Kawasan Desa Sokong Berdasarkan Karakteristik Fisik Dasar dan Fisik Binaan Ardi Yuniarman; Fariz Primadi Hirsan; Agus Kurniawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.12487

Abstract

Pertumbuhan penduduk berkorelasi cukup tinggi terhadap pemanfaatan lingkungan dan keberlanjutan hidup. Faktor kondisi fisik dasar dan kondisi fisik binaan menjadi hal yang selalu termanfaatkan akibat ekspansi manusia tehadap kebutuhan ruang. Desa Sokong termasuk dalam kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi yang termasuk dalam kawasan strategis pembanguan perkotaan Tanjung dengan fungsi zona kawasan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Promosi (PKWP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik dasar dan fisik binaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif dan analisis spasial menggunakan pendekatan SIG (Sistem informasi Geografis). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik dasar yaitu: topografi yang tidak tinggi dan tidak rendah; lereng yang landai; tanah yang subur; dan lokasi yang strategis. Sedangkan potensi kawasan Desa Sokong berdasarkan karakteristik fisik binaan yaitu: sebagai kawasan pengembangan wilayah perkotaan; memiliki akses jalan utama dan jalan kolektor menuju permukiman bagian dalam; terdapat aktivitas perdagangan yang cukup tinggi; dan terdapat pelabuhan rakyat dan aktivitas nelayan di bagian pesisir. 
SEBARAN POTENSI WISATA DESA PAKUAN KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Agus Kurniawan; Fariz Primadi Hirsan; Ardi Yuniarman; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v11i2.15658

Abstract

Abstrak: Desa Pakuan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Narmada, yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan potensi pariwisata yang cukup besar. Potensi wisata yang dimiliki diantaranya berupa potensi wisata alam, potensi wisata budaya dan potensi wisata buatan. Potensi wisata ini tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Narmada yang dan memiliki potensi pengembangan pariwisata. Hal ini disebabkan oleh karena letak geografis yang sangat ideal sebagai daerah pengembangan pariwisata. Selain letak geografis, Desa Pakuan memiliki alam dan budaya yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai daya Tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran potensi wisata yang ada di Desa Pakuan. Sebaran Wisata ini dibagi kedalam wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis spasial meggunakan overlay peta. Eksplorasi obyek wisata di Desa Pakuan dilakukan dengan survey primer dan sekunder. Survey primer dilakukan mendokumentasikan obyek yang diamati, sedangkan survey sekunder dilakukan melalui interpretasi citra satelit untuk kemudian dilakukan pemetaan meggunakan aplikasi Arc. GIS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Pakuan memiliki dua potensi wisata yaitu wisata alam di dusun Pesantek dan dusun Kumbi, potensi wisata budaya dan buatan terletak di seluruh Kawasan desa Pakuan.Abstract: Pakuan Village is one of the villages located in Narmada District, which is one of the Districts in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, with considerable tourism potential. The tourism potential possessed includes the potential for natural tourism, the potential for cultural tourism and the potential for artificial tourism. This tourism potential is spread throughout the Narmada District area and has the potential for tourism development. This is due to the geographical location that is ideal as a tourism development area. In addition to geographical location, Pakuan Village has nature and culture that has great potential to be used as a tourist attraction. This study aims to map the distribution of tourism potential in Pakuan Village. The distribution of this tour is divided into natural tourism, cultural tourism and artificial tourism. This research uses qualitative descriptive method with spatial analysis approach using map overlay. Exploration of tourism objects in Pakuan Village is carried out by primary and secondary surveys. The primary survey is carried out documenting the observed object, while the secondary survey is carried out through interpretation of satellite imagery for then mapping using the Arc application. GIS. The results of this study show that Pakuan Village has two tourism potentials, namely natural tourism in Pesantek hamlet and Kumbi hamlet, cultural and artificial tourism potential located throughout the Pakuan village area.
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DUREN MELALUI STRATEGI PROMOSI INOVATIF PADA DESA KEKAIT LOMBOK BARAT Ibrahim Ibrahim; Agus Kurniawan; Mas'ad Mas'ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Abdul Wahab; Siti Hasanah; Vera Mendalina; Syaharuddin Syaharuddin; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Sintayana Muhardini; Mardiyah Hayati; Febrita Susanti; Muslimin Muslimin; Ilham Ilham; Muhammad Khalis Ilmi; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; Muhammad Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin; Syaifuddin Iskandar; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Publik (JP-Publik) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2 (2023) DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jp-publik.v3i2.20952

Abstract

Masih rendah ketrampilan pedagang dalam mempromosikan hasil bumi duren. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pemberdayaan pedagang duren melalui strategi inovatif pada desa kekait Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi  pada pedagang.  Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa antusias dari pedagang dalam memperkenalkan media social sebagai media promosi dagangan kepada umum. Keberadaan program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil penjualan duren dari waktu ke waktu. Kedepan diperlukan event skala nasional dan internasional dengan membuat duren sebagai icon kekait sebagai hasil bumi di tanah Lombok khususnya Desa Kekait Gunung Sari. 
PELATIHAN PENGELOLAAN KONTEN DIGITAL MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG RENCANA PEMBANGUNAN PERKOTAAN DI KOTA MATARAM Hirsan, Fariz Primadi; Kurniawan, Agus; Yunianti, Sri Rahmi; Ridha, Rasyid; Rapudin, Armei
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31068

Abstract

ABSTRAK                                                                            Perkembangan teknologi informasi terutama media sosial membawa suatu perubahan di dalam masyarakat. Media sosial sebagai media platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi secara online. Pengguna dapat membuat, berbagi, dan bertukar informasi dengan pengguna lain. Media Sosial saat ini dipergunakan juga sebagai wadah interaksi antara masyarakat dan pemerintah dalam hal melakukan interaksi terkait evaluasi rencana pembangunan yang sedang berlangsung, atau sebagai media mengutarakan ide-ide terkait pembangunan perkotaan khususnya di Kota Mataram. Masalah yang dihadapi dewasa ini terkait konten media sosial adalah, kurangnya substansi dari konten sosial media yang sering digunakan, sehingga perlu dilakukan pelatihan terkait konten-konten yang sesuai dengan substansi dari penggunaan media sosial tersebut, dengan maksud agar masyarakat, terutama content creator secara khusus dan masyarakat secara umum dapat berkontribusi dalam upaya sharing informasi dengan pemerintah sebagai kontribusi dalam perencanaan kota. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode pendekatan ceramah-partisipatif, praktik, dan demo hasil berbasis teknologi digital.Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini menunjukkan hasil yang signifikan dari perubahan substansi konten media sosial yang telah disusun. Dari keseluruhan peserta, 90% peserta mampu menghasilkan konten yang berkualitas ditunjukkan dari kualitas visual maupun substansi konten, mudah dipahami tujuan dari konten yang disusun tersebut. Pelatihan ini juga memberikan solusi bagi masyarakat dalam memberikan masukan secara santun, terpercaya dan interaktif, sebagai bentuk partisipasinya dalam kegiatan rencana perkotaan. Kata kunci: Konten Digital; Media Sosial; Rencana Kota; Pembangunan ABSTRACTThe advancement of information technology, particularly social media, has brought significant changes within society. Social media, as a digital platform, enables users to interact online, allowing them to create, share, and exchange information with others. Currently, social media is also utilized as a medium for interaction between the community and the government, facilitating engagement concerning the evaluation of ongoing development plans or as a platform for expressing ideas related to urban development, especially in Mataram City. A prevalent issue nowadays regarding social media content is the lack of substantiality. Therefore, training on appropriate content, aligned with the substance of social media usage, is essential. The aim is to empower the community, specifically content creators and the general public, to contribute to information sharing with the government as a valuable input for urban planning. This community service initiative employed a participatory lecture approach, practical sessions, and digital technology-based demonstrations. The results achieved from this activity showed a significant improvement in the substance of the social media content produced. Out of all participants, 90% were able to generate high-quality content, evidenced by both visual quality and content substance, and the clarity of the content's objective. This training also offered a solution for the community to provide feedback respectfully, reliably, and interactively, as a form of their participation in urban planning activities. Keywords: Digital Content; Social Media; Urban Planning; Development
Potensi Pengembangan Desa Wisata di Desa Pakuan Kabupaten Lombok Barat Kurniawan, Agus; Hirsan, Fariz Primadi; Ridha, Rasyid; Yuniarman, Ardi
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 9 No. 2 (2025): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2025.9.2.123-136

Abstract

This study was conducted to identify and develop the tourism potential in Pakuan Village, Narmada Subdistrict, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. The village holds significant potential to become a leading tourist destination, particularly through its natural wealth, such as waterfalls and forests, as well as its unique cultural heritage. The research employs a qualitative descriptive approach to thoroughly describe the potential for developing tourist attractions and natural resources in Pakuan Village. Through field observations, in-depth interviews, and documentation, the study reveals several key barriers to tourism development, including limited accessibility and inadequate supporting infrastructure. However, there is a substantial opportunity to develop this village as a sustainable tourism destination by involving the local community in tourism management and leveraging government support. The results of the study indicate that community-based tourism development and environmental conservation are crucial to ensuring the preservation of Pakuan Village's natural and cultural heritage. Recommendations for improving accessibility, strengthening infrastructure, and enhancing promotion and marketing are suggested to optimize the village's tourism potential. The proposed strategies will contribute to improving the well-being of the local community and creating an engaging and sustainable tourist experience for visitors. The outcomes of this research include a publication in a nationally accredited Sinta journal with a minimum ranking of 3 and its use as teaching material.
Analysis of the Impact of Tourism Activities on Land-Use Change in The Pelangan Tourism Area Amylia Cahyati; Agus Kurniawan; Sri Rahmi Yunianti
Journal of Tourism Economics and Policy Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Tourism Economics and Policy (July – September 2026) - In Press
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/jtep.v6i3.2038

Abstract

Abstract: The development of tourism activities can drive land-use changes, particularly in areas with significant natural tourism potential and adequate accessibility. This study aims to analyze land-use changes in the Pelangan Tourism Area between 2015 and 2025 and to examine their relationship with the development of tourism activities. The study employed a mixed-methods approach by integrating quantitative and qualitative analyses supported by Geographic Information System technology. Data were collected through the interpretation of Google Earth imagery from 2015 and 2025, field observations, a literature review, and interviews with village government officials, local residents, and business operators. The spatial analysis involved image rectification, on-screen digitization, area calculation, and overlay analysis using ArcGIS. The study area was divided into four observation zones to enable a more detailed identification of land-use change patterns. The results indicate an increase in built-up land, including residential areas, homestays, bungalows, restaurants, food stalls, kiosks, and hotel developments. Land-use changes occurred gradually and were predominantly concentrated in areas with better accessibility, proximity to coastal zones, and direct connections to centers of marine tourism activities. In contrast, areas with limited road access and inadequate supporting facilities experienced slower development. Tourism activities also created economic opportunities through the expansion of transportation services, accommodation businesses, retail activities, and local culinary enterprises. However, this development has not been adequately supported by sufficient infrastructure, safety facilities, and tourism amenities. Therefore, integrated spatial-use control and infrastructure development are required to support sustainable tourism development in the Pelangan Tourism Area.
PERKEMBANGAN KAWASAN TERBANGUN KOTA MATARAM DAN PERI URBAN DALAM KSP MATARAM RAYA Fariz Primadi Hirsan; Febrita Susanti; Agus Kurniawan; Sukuryadi Sukuryadi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i2.40104

Abstract

Abstrak: Kawasan peri urban Kota Mataram mengalami tekanan perkembangan permukiman yang semakin intensif seiring dengan pertumbuhan penduduk dan dinamika penetapan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) Mataram Raya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis arah dan pola perkembangan kawasan terbangun di Kota Mataram dan enam kecamatan peri urbannya di Kabupaten Lombok Barat dalam konteks KSP Mataram Raya. Metode yang digunakan meliputi analisis perubahan penggunaan lahan multitemporal (2015, 2020, 2025) berbasis citra satelit, analisis Shannon Entropy untuk mengukur tingkat kekompakan (sprawl index), Standard Deviational Ellipse (SDE) untuk mengidentifikasi arah dominan perkembangan kawasan terbangun, serta model gravitasi untuk mengukur interaksi spasial antara Kota Mataram dengan wilayah peri urbannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kawasan terbangun di enam kecamatan peri urban meningkat dari 8.742 ha (2015) menjadi 13.168 ha (2025), atau tumbuh 50,6% dalam satu dekade. Analisis SDE mengungkap bahwa sumbu perkembangan kawasan terbangun berorientasi dominan ke arah Barat Laut–Tenggara (rotation angle ±42°), dengan pusat massa (mean center) yang bergeser sekitar 2,3 km ke arah Barat Laut antara 2015 dan 2025, mengindikasikan arah ekspansi dominan menuju Kecamatan Gunungsari dan Batulayar. Analisis Shannon Entropy mengonfirmasi kecenderungan urban sprawl dengan nilai entropy yang meningkat dari 0,87 (2015) menjadi 1,24 (2025) pada seluruh zona peri urban. Model gravitasi mengonfirmasi persentase indeks interaksi relative spasial tertinggi terjadi antara Kota Mataram dengan Kecamatan Gunungsari (40,78 %) dan Kecamatan Labuapi (23,72 %). Temuan ini memberikan kontribusi baru berupa integrasi tiga metode analisis spasial SDE, Shannon Entropy, dan Model Gravitasi dalam satu kerangka analitik terpadu untuk diagnosis arah dan pola perkembangan kawasan terbangun peri urban, serta implikasinya bagi kebijakan tata ruang KSP Mataram Raya.  Abstract: The peri-urban areas surrounding Mataram City are experiencing increasingly intensive urban development pressures driven by population growth and the designation of the Greater Mataram Provincial Strategic Area (Kawasan Strategis Provinsi, KSP) under West Nusa Tenggara Provincial Regulation No. 5 of 2024. This study aims to analyze the direction and patterns of regional development in Mataram City and its six peri-urban sub-districts in West Lombok Regency within the context of the Greater Mataram KSP. The research employs a combination of multi-temporal land use change analysis (2015, 2020, and 2025) based on satellite imagery, Shannon Entropy analysis to assess the degree of urban compactness (urban sprawl index), the Standard Deviational Ellipse (SDE) to identify the dominant direction of built-up area expansion, and a gravity model to measure the spatial interactions between Mataram City and its peri-urban areas. The results indicate that the total built-up area within the six peri-urban sub-districts increased from 8,742 ha in 2015 to 13,168 ha in 2025, representing a growth of 50.6% over one decade. The SDE analysis revealed that urban expansion was predominantly oriented along the northwest–southeast axis (rotation angle of approximately 42°), with the mean center shifting approximately 2.3 km toward the northwest between 2015 and 2025, indicating a dominant expansion trend toward Gunungsari and Batulayar Districts. The Shannon Entropy analysis further confirmed an increasing urban sprawl trend, with entropy values rising from 0.87 in 2015 to 1.24 in 2025 across the peri-urban zone. The gravity model identified the strongest spatial interactions between Mataram City and Gunungsari District (40.78%), followed by Labuapi District (23.72%). These findings contribute to the existing literature by integrating the Standard Deviational Ellipse, Shannon Entropy, and Gravity Model within a unified spatial analytical framework to diagnose the direction and patterns of peri-urban built-up area development. Furthermore, the proposed framework provides a robust analytical basis for supporting spatial planning and policy formulation within the Greater Mataram Provincial Strategic Area (KSP).Â