Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hambatan guru dalam pembelajaran daring: Studi kasus di kelas V MIN 2 Kota Mataram Muhamad Ahyar Rasidi; Nurrismi Hikmatullah; M. Sobry
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.8.2.159-174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan mendeskripsikan hambatan pembelajaran daring di kelas V MIN 2 Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan dengan mengeksplorasi informasi dari 2 guru dan 5 peserta didik sebagai subjek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat berbagai hambatan guru dalam menerapkan pembelajaran daring diantaranya: (1) implementasi perangkat pembelajaran yang disusun belum dapat diimplementasikan secara optimal, termasuk pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran. (2) Keterbatasan kuota internet dan handphone android peserta didik. Adapun strategi antisipasinya, guru menggunakan flatform media sosial lainnya sebagai media pembelajaran. Adapun cara mengatasi hambatan tersebut dilakukan dengan berbagai tindakan nyata seperti: (1) penyediaan kuota internet gratis, (2) pendampingan dan pelatihan e-learning, dan (3) pembagian ponsel gratis. Ditambah dengan penyajian materi pembelajaran yang menarik dan peningkatan motivasi belajar peserta didik secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MINYAK SUMBAWA PADA KARANG TARUNA DESA REMPE SETELUK SUMBAWA BARAT Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Junaidi A.M; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Hasanah; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Anwar Efendy; Mintasrihardi Mintasrihardi; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; Muhammad Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6501

Abstract

ABSTRAK                                                               Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya Pembuatan Minyak Sumbawa (Melala) dalam rangka siar budaya dan pengenalan pada Karang Taruna Desa Rempe Seteluk Sumbawa Barat.  Pengenalan pembuatan minyak Sumbawa pada generasi muda saat ini sebagai langkah memperkenalkan minyak Sumbawa sebagai  Obat tradisional sebagai obat-obatan yang diolah secara tadisional, turun-temurun berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan dan kebiasaan setempat, sehingga merupakan pengetahuan tradisional. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Rempe Kecamatan Seteluk Kabuapten Sumbawa Barat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan praktek langsung. Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa antusias dari karang taruna dalam ikut terlibat dalam pembutan minyak Sumbawa cukup tinggi karena memberikan pengetahuan baru dalam mengembangkan budaya local di masa akan datang. Kata Kunci: pendampingan; minyak sumbawa dan karang taruna. ABSTRACTThe purpose of doing community service, especially Sumbawa Oil Production (Malala) in the context of cultural broadcasting and introduction to the Youth Organization of Rempe Seteluk Village, West Sumbawa. The introduction of Sumbawa oil manufacture to the younger generation today is a step to introduce Sumbawa oil as traditional medicine as medicines that are processed traditionally, from generation to generation. from generation to generation based on ancestral recipes, customs, beliefs and local customs, so that it is traditional knowledge. Community service is carried out in Rempe Village, Seteluk District, West Sumbawa Regency. The method used is socialization and direct practice. The results of this community service show that the enthusiasm of youth organizations in being involved in the production of Sumbawa oil is quite high because it provides new knowledge in developing local culture in the future. Keywords: mentoring; sumbawa oil and youth organizations.
PENGENALAN KEARIFAN LOKAL RATOP PADA GENERASI MELENIAL DESA REMPE SETELUK SUMBAWA BARAT Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Junaidi AM; Agus Herianto; Sintayana Muhardini; Mahsup Mahsup; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7851

Abstract

ABSTRAKKearifan local semakin melemah dikalangan generasi melenial saat ini dalam kehidupan bermasyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat menjadi penting sebagai salah satu bagian dari Tridharma perguruan tinggi dalam meperkenalkan kearifal lokal ditengah masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah  untuk Pengenalan Kearifan Lokal Ratop Pada Generasi Melenial Desa Rempe Seteluk Sumbawa Barat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui pendampingan berbentuk teori dan praktek. Sasaran kegiatan yaitu para generasi melenial yang mau belajar tentang kearifal local ratop. Tempat kegiatan di Desa Rempe Kecamatan seteluk Kabupaten Sumbawa Barat. Hasil dari kegiatan pendampingan dalam pengenalan kearifan local ini adalah adanya motivasi dari generasi milenial untuk mau belajar tentang kearifan local terutama tentang Ratop. Kegiatan pengenalan melalui pendampingan kearifan local pada generasi milenial diberikan teori penggunaan Ratop dengan melibatkan orang tua yang sudah ahli dibidang tersebut. Keberhasilan kegiatan pengenalan kearifan local pada generasi milenial ini sebagai bentuk melestarikan budaya local di masa kini dan masa akan datang. Kata Kunci : pendampingan; kearifan local dan generasi Milenial  ABSTRACTLocal wisdom is getting weaker among the current millennial generation in social life. Community service programs are important as part of the Tridharma of higher education in introducing local wisdom in the community. The purpose of this service activity is to introduce Ratop Local Wisdom to the Millennial Generation of Rempe Seteluk Village, West Sumbawa. The method of implementing this community service activity is through mentoring in the form of theory and practice. The target of the activity is the millennial generation who wants to learn about the local wisdom of ratop. The place of activity is in Rempe Village, Seteluk District, West Sumbawa Regency. The result of this mentoring activity in the introduction of local wisdom is the motivation of the millennial generation to want to learn about local wisdom, especially about Ratop. Introduction activities through mentoring local wisdom in the millennial generation are given the theory of using Ratop by involving parents who are experts in the field. The success of the introduction of local wisdom to the millennial generation is a form of preserving local culture in the present and in the future. Keywords: mentoring; local wisdom and Millennial generation
GERAKAN PENANAMAN POHON BERSAMA KARANG TARUNA DESA REMPE KECAMATAN SETELUK SUMBAWA BARAT Ibrahim Ibrahim; Nurul Huda; Harry Irawan Johari; Sukuryadi Sukuryadi; Joni Safaat Adiansyah; Nurhayati Nurhayati; Mas’ad Mas’ad; Kamaluddin Kamaluddin; Mintasrihardi Mintasrihardi; Junaidi AM; Mahsup Mahsup; Agus Herianto; Sinta Muhardini; Irma I. Setiawan; M. Saleh; Burhanuddin Burhanuddin; M. Sobry; Sri Rejeki; Siti Hasanah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.9031

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai bentuk usaha dalam melestraikan lingkungan asri ditingkat lingkungan desa dalam mendukung masyarakat SDGs khusus lingkungan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tujuan : 1) Meningkatkan kesadaran masyarakat  akan pentingnya lingkungan asri di sekitar  dan  2)  memberikan semangat baru dalam motivasi menanam pohon dan pemeliharaan secara berkelanjutan; Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, Pelaksanaan kegiatan padat karya dan evaluasi program. Pengabdian ini dilaksanakan pada minggu, 22 Mei 2022. Kegiatan penanaman pohon bersama karang taruna ini dilaksanakan pada Desa Rempe Kecamatan Seteluk Sumbawa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki dampak positif terhadap penghijauan jangka pendek dan panjang dalam melestarikan lingkungan masa akan dating. Kata Kunci: penanaman pohon; karang taruna dan lingkungan asri ABSTRACTThis community service activity is a form of business in preserving a beautiful environment at the village level in supporting the SDGs community specifically for a sustainable environment. This community service activity aims to: 1) Increase public awareness of the importance of a beautiful environment around them and 2) provide a new spirit in the motivation to plant trees and maintain them in a sustainable manner; The service method used in this activity is socialization, implementation of labor-intensive activities and program evaluation. This service was carried out on Sunday, May 22, 2022. This tree planting activity with youth groups was carried out in Rempe Village, Seteluk District, West Sumbawa. This community service activity has a positive impact on short and long term reforestation in preserving the environment in the future. Keywords: tree planting; youth organizations  and beautiful environment 
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM PROSES MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN TOHIR YASIN LOMBOK M. Sobry
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 20 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v20i1.3704

Abstract

Memorizing the Qur'an is a process of remembering, preserving, memorizing, preserving the Qur'an starting from Surah al-Fatihah to Surah an-Nas for the sake of maintaining its purity and avoiding falsification. Memorizing activities will run if managed properly so that the targets to be achieved can be achieved. The class division made by Diniah Tahfiz Pesantren Tohir Yasin is nothing but in order to achieve its mission, namely that students who enter the tahfiz class can finish memorizing the Qur'an in 2 years and no later than 3 years. This research is a field research with a phenomenological qualitative approach, data collection is done by technique (1). Observation (2). In-depth interviews with informants. (3). Documentation. The data analysis technique was carried out using the Miles and Huberman model: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. While the validity of the data test includes: Extension of research and triangulation. The findings of the study showed that the division of the tahfiz class into several classes was effective and efficient as evidenced by the presence of a tahfiz plus student who could memorize up to 25 juz within 6 months and at least up to 8 juz.
PENGENALAN WISATA BUDAYA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM DI DUSUN SADE REMBITAN LOMBOK TENGAH Ibrahim Ibrahim; Mas’ad Mas’ad; Junaidi A.M; Kamaluddin Kamaluddin; Siti Hasanah; Sri Rejeki; Muhammad Ali; Anwar Efendy; Mintasrihardi Mintasrihardi; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Irma Setiawan; Sintayana Muhardini; Burhanuddin Burhanuddin; M. Saleh; M. Sobry
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10667

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pengenalan wisata budaya pada mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Mataram Di Dusun Sade Rembitan Lombok Tengah dalam rangka siar budaya dan pengenalan budaya sasak khusus kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan kunjungan langsung lapangan. Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui memberikan dampak positif terhadap mahasiswa akan pentingnya budaya sebagai asset bangsa. Kondisi sebagai keraifan local sebagai budaya leluhur dalam memperkenalkan kepada masyarakat umum. Kedepan diperlukan model baru terhadap sosialisasi terutama melalui event bersama dalam memperkenalkan budaya local pada khalayak ramai.   Kata Kunci: pengenalan; wisata; budaya; sade ABSTRACTThe purpose of community service, especially the introduction of cultural tourism to students of Geography Education at the University of Muhammadiyah Mataram in Sade Rembitan Hamlet, Central Lombok, in the context of broadcasting culture and introducing special Sasak culture among students. The method used is socialization and direct field visits. The results of this community service are known to have a positive impact on students regarding the importance of culture as a nation's asset. Conditions as local wisdom as ancestral culture in introducing it to the general public. In the future, a new model of socialization is needed, especially through joint events to introduce local culture to the general public. Key words: introduction; tourism; culture; sade
PEMBERDAYAAN PEDAGANG DUREN MELALUI STRATEGI PROMOSI INOVATIF PADA DESA KEKAIT LOMBOK BARAT Ibrahim Ibrahim; Agus Kurniawan; Mas'ad Mas'ad; Mintasrihardi Mintasrihardi; Abdul Wahab; Siti Hasanah; Vera Mendalina; Syaharuddin Syaharuddin; Agus Herianto; Mahsup Mahsup; Sintayana Muhardini; Mardiyah Hayati; Febrita Susanti; Muslimin Muslimin; Ilham Ilham; Muhammad Khalis Ilmi; Asma Azizah; Burhanuddin Burhanuddin; Muhammad Saleh; M. Sobry; Akhmad Syafruddin; Muhammad Salahuddin; Syaifuddin Iskandar; Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Pengabdian Publik (JP-Publik) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3, Nomor 2 (2023) DESEMBER
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jp-publik.v3i2.20952

Abstract

Masih rendah ketrampilan pedagang dalam mempromosikan hasil bumi duren. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya pemberdayaan pedagang duren melalui strategi inovatif pada desa kekait Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah sosialisasi  pada pedagang.  Hasil Pengabdian kepada masyarakat ini diketahui bahwa antusias dari pedagang dalam memperkenalkan media social sebagai media promosi dagangan kepada umum. Keberadaan program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil penjualan duren dari waktu ke waktu. Kedepan diperlukan event skala nasional dan internasional dengan membuat duren sebagai icon kekait sebagai hasil bumi di tanah Lombok khususnya Desa Kekait Gunung Sari. 
STRATEGI PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Husnul Buairi; Rostati; M. Sobry
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35623

Abstract

Improving the quality of Islamic educational institutions is a strategic necessity in facing the era of globalization and technological advancement. Islamic educational institutions are not only responsible for producing a generation of intellectual intelligence, but also for developing noble personalities grounded in spiritual values. This article aims to examine strategies for improving the quality of Islamic educational institutions through a modern educational management approach integrated with Islamic principles. The study results indicate that effective strategies include strengthening the institution's vision and mission, improving teacher competency, developing an integrative curriculum, implementing integrated quality management, fostering a religious culture, and enhancing partnerships with the community. By implementing these strategies, Islamic educational institutions can increase their relevance, competitiveness, and contribute positively to national development.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMANFAATAN MEDIA SEDERHANA DAN MODERN M. Sobry; Muhammad Sa’i
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 19 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v19i1.2347

Abstract

The results of this study aim to explain efforts to strengthenteacher competence through the use of simple and modern media. Learningmedia have a strategic role in making it easier for teachers to deliver learningmaterial. To be able to use the media, curiosity, innovative and creativesouls are needed. In the learning process, teachers can use both simple andexpensive learning media. Teachers can make media from used goods orcan also use computer-based media through PowerPoint programs. Thisresearch was conducted at the Daaruttayyibin Islamic Boarding School withthe Participatory Action Research (PAR) model which was carried out with5 stages of activities namely; (1) orientation, socialization and FGD; (2)training in making media from used goods; (3) Training in making mediafrom powerpoint media; (4) assistance; and (5) monitoring evaluation. Theresults showed that the training made learning media from used goods andpower points had a significant impact on knowledge and experience andimproved teacher skills in designing instructional media. Hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya penguatankompetensi guru melalui pemanfaatan media sederhana dan modern.Media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mempermudahguru menyampaikan materi pembelajaran. Untuk dapat memanfaatkanmedia, dibutuhkan rasa ingin tahu, jiwa inovatif dan kreatif. Dalam prosespembelajaran, guru bisa menggunakan media pembelajaran baik yangsederhana maupun yang mahal. Guru dapat membuat media dari barangbekas atau bisa juga dengan pemanfaatan media berbasis computer melaluiprogram powerpoint. Penelitian ini dilakukan di Ponpes Daaruttayyibindengan model Partisipatory Action Research (PAR) yang dilakukan dengan5 tahapan kegiatan yaitu; (1) orientasi, sosialisasidan FGD; (2) pelatihanpembuatan media dari barang bekas; (3) Pelatihan pembuatan media darimedia powerpoint; (4) pendampingan; dan (5) monitoring evaluasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pelatihan membuat media pembelajarandari barang bekas dan power point memberikan dampak signifikan terhadappengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan keterampilan guru dalammendesain media pembelajaran.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KELAS DALAM PROSES MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN TOHIR YASIN LOMBOK M. Sobry
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 20 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v20i1.3704

Abstract

Memorizing the Qur'an is a process of remembering, preserving, memorizing, preserving the Qur'an starting from Surah al-Fatihah to Surah an-Nas for the sake of maintaining its purity and avoiding falsification. Memorizing activities will run if managed properly so that the targets to be achieved can be achieved. The class division made by Diniah Tahfiz Pesantren Tohir Yasin is nothing but in order to achieve its mission, namely that students who enter the tahfiz class can finish memorizing the Qur'an in 2 years and no later than 3 years. This research is a field research with a phenomenological qualitative approach, data collection is done by technique (1). Observation (2). In-depth interviews with informants. (3). Documentation. The data analysis technique was carried out using the Miles and Huberman model: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. While the validity of the data test includes: Extension of research and triangulation. The findings of the study showed that the division of the tahfiz class into several classes was effective and efficient as evidenced by the presence of a tahfiz plus student who could memorize up to 25 juz within 6 months and at least up to 8 juz.