Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Silvarum

Keanekaragaman Jenis Burung di Pulau Manado Tua Meilin S. Sidabutar; Johny S. Tasirin; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.695 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41314

Abstract

Pulau Manado Tua adalah salah satu pulau di Kota Manado yang termasuk dalam Taman Nasional Bunaken. Pulau Manado Tua memiliki panjang garis pantai 12 km dengan ketinggian 0-869 m dari permukaan laut dan memiliki keanekaragaman jenis fauna dan flora yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung yang ada di Pulau Manado Tua sebagai data dan informasi untuk merencanakan strategi konservasi untuk melindungi komunitas burung dan habitatnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022 dengan menggunakan metode point count. Hasil penelitian menunjukkan kekayaan jenis burung di Manado Tua mencapai 41 jenis dari 17 famili. Kekayaan jenis tertinggi di puncak gunung (21 jenis) dan diikuti aspek utara (19), selatan (18), barat (18) dan timur (15). Indeks Shannon-Wiener adalah 2.76 dan indeks kemerataan 0.74. Kesamaan komunitas rata-rata satu sama lainnya yang tertinggi dimiliki aspek timur dan aspek utara. Jenis burung yang memiliki indeks nilai penting paling tinggi adalah gagak hutan (Corvus enca), walet sapi (Collocalia esculenta), pergam laut (Ducula bicolor), cabai panggul kelabu (Dicaeum celebicum), dan burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis).
Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma, Gorontalo Rifahmi Ibrahim; Wawan Nurmawan; Reynold P. Kainde
Silvarum Vol. 1 No. 2 (2022): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.482 KB) | DOI: 10.35791/sil.v1i2.41318

Abstract

Burung adalah satwa yang memiliki kemampuan untuk terbang sehingga burung dapat ditemukan di berbagai habitat baik di hutan, lahan pertanian, semak belukar, daerah perkotaan, dan perairan. Mengetahui keanekaragaman jenis burung pada kawasan ini penting untuk melestarikan berbagai jenis burung yang di temukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma dan menganalisis keanekaragaman jenis burung. Penelitian yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2021 menggunakan metode IPA (Index Ponctualle de’Ambodance) waktu pengamatan untuk setiap titik selama 15 - 30 menit. Pegamatan dilakukan pada pagi pukul 06.00 - 09.00 dan sore pukul 15.00 – 18.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 85 jenis burung dari 36 famili di Hutan Produksi Terbatas Desa Iloheluma. Dengan nilai indeks keanekaragaman H’= 2,86 dengan kriteria indeks keanekaragaman yang kategori sedang. Keanekaragaman pada tiap tutupan lahan, pada hutan sekunder memiliki nilai tertinggi dengan nilai H’= 2,96, hutan primer dengan nilai H’= 2,78, lahan pertanian dan semak belukar memiliki nilai H’= 2,38, dan lahan pertanian bercampur semak memiliki nilai terendah dengan nilai H’= 2,12. Terdapat 27 jenis (31,76%) burung endemik, 53 jenis (62,35%) burung penetap (resident), 3 jenis (3,53%) burung migran (visitor), dan  2 jenis (2,35%) burung diintroduksi (introduction). Selain itu ditemukan 17 jenis (20,00%) burung yang dilindungi, dan 4 jenis (4,70%) dengan status Vulnerable dan Near threantened.
Analisis Vegetasi di Sekitar Mangrove Trail Desa Bango, Kecamatan Wori, Pulau Mantehage, Taman Nasional Bunaken Mariangga, Gebriella; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57644

Abstract

Mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis mangrove yang dapat tumbuh dan berkembang di daerah pasang surut pantai berlumpur, subur atau berpasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis struktur dan komposisi hutan mangrove di Sekitar mangrove Trail Desa Bango. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2023 dengan menggunakan metode transek, arah transek tegak lurus dengan mangrove trail, jarak antara titik 50 meter dengan mangrove trail dalam transek dibuat plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang , 5 m x 5 m untuk tingkat pancang , dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai. Hasil dari penelitian ini di temukan 7 jenis mangrove dari 3 famili yaitu Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Avicenniaceae (Avicenia marina dan Avicenia officinalis) dan Rhizophoraceae (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Bruguiera cylindrica). Pada tingkat pohon terdapat Avicenia marina INP 300,00%, pada tingkat tiang didominasi oleh Avicenia marina INP 247,53 % ,dan pada tingkat pancang didominasi oleh Avicenia marina INP 124,29 %, sedangkan pada tingkat semai didominasi oleh Avicenia marina INP 55,952% dan Acanthus ilicifolius INP 52,976%.
Komposisi dan Struktur Vegetasi Hutan Mangrove di Desa Tinongko Pulau MantehageTaman Nasional Bunaken Sanning, Cicilia; Johny S.Tasirin; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50320

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi, struktur dan zonasi hutan mangrove di Desa Tinongko, Pulau Mantehage dalam kawasan Taman Nasional Bunaken. Kawasan mangrove yang dipilih sebagai objek penelitian adalah mangrove yang memiliki garis pantai dan berhadapan dengan laut. Penelitian ini menggunakan metode plot sistematik yang diletakkan pada tiga zona mangrove menurut posisi mangrove terhadap daratan dan laut yakni zona dalam, tengah dan luar. Penelitian ini mendapatkan 9 dari 4 famili yaitu Avicennia officinalis (Avicenniaceae), Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa (Rhizophoraceae), Lumnitzera racemosa (Combretaceae) dan Sonneratia alba (Sonneratiaceae). Struktur vegetasi semai didominasi Rhizophora mucronata (INP 70.0%), pancang didominasi Rhizophora mucronata (INP 33.5%), tiang didominasi Rhizophora apiculata (INP 98.6%) dan pohon didominasi Sonneratia alba (INP 129.42%). Hutan mangrove di Desa Tinongko di zona dalam ditumbuhi oleh Avicennia officinalis, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Rhizophora stylosa, dan Sonneratia alba. Zona tengah ditumbuhi oleh Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, dan Sonneratia alba. Zona luar ditumbuhi oleh Sonneratia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata dan Lumnitzera racemosa. Kata kunci: Struktur vegetasi, komposisi vegetasi, mangrove, Bunaken, dominasi
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi Febrianti, Eka Mawar; Martina A. Langi; Wawan Nurmawan
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran dan menganalisis fenologi pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan pohon yang akan diamati minimal diameter batang 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1972 pohon yang terdiri dari 74 jenis pohon yang ditemukan. Sebaran pohon di Kampus Universitas Sam Ratulangi didominasi oleh pohon mahoni daun besar (Swietenia macrophylla) yang tersebar di seluruh lokasi penelitian. Berdasarkan analisis fenologi jangka pendek (short time phenology) yang dilakukan pada bulan Juni-Juli di Kampus Universitas Sam Ratulangi, menunjukkan beberapa pohon angsana (Pterocarpus indicus) tidak berdaun karena pohon tersebut beradaptasi untuk mengurangi tingkat penguapan air yang tinggi. Berdasarkan kriteria pohon dalam kondisi berbunga, jumlah pohon jenis spoit (Spathodea campanulata) yang memiliki kondisi berbunga terbanyak dengan jumlah kondisi bunga kuncup 15 pohon, bunga mekar 25 pohon, bunga layu 23 pohon dan bunga gugur 26 pohon. Berdasarkan pohon dalam kondisi berbuah, jumlah pohon yang berbuah muda terbanyak yaitu mangga kweni (Mangifera odorata) 26 pohon dan jumlah pohon yang berbuah coklat (52 pohon) dan buah gugur (63 pohon) terbanyak yaitu pohon sengon (Paraserianthes falcataria). Kata kunci: Fenologi, Sebaran, Kampus Unsrat
Keanekaragaman Jenis Burung di Berbagai Tipe Habitat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara Migael, Migael; Langi, Martina Agustina; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.56933

Abstract

This study examined bird species diversity in various habitat types in Likupang SEZ, North Sulawesi. Using the point count method, this study found 69 bird species from 35 families and 3 bird species from 2 families found outside the location and observation hours. Five bird species with the highest Index of Importance (INP) were Aerodramus vanikorensis, Collocalia esculenta, Corvus celebensis, Geopelia striata, and Pycnonotus aurigaster. Secondary forest had the highest bird species diversity with a diversity index of 2.99, followed by open hills H' (2.86) and coastline H' (2.48). There are 44 bird species that have the potential for birdwaching ecotourism by considering the attractiveness of morphological uniqueness (feather and beak color), sound, migratory birds, endemic and protected status. Keywords: Bird Species Diversity, Habitat Type, Birdwatching, Likupang SEZ
Pendugaan Karbon di Hutan Rakyat Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa Alelo, Maria Rosa Mystica Dinche; Nurmawan, Wawan; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 4 No. 1 (2025): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v4i1.57954

Abstract

Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menyerap banyak karbondioksida yang ada di atmosfer merupakan hasil dari fotosintesis, dimana karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang diikat dan diubah menjadi sebuah bentuk energi (gugus gula) yang bermanfaat bagi banyak kehidupan. Wilayah Langowan merupakan bagian dari administrasi Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, yang terdiri dari 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Langowan Barat, Kecamatan Langowan Utara, Kecamatan Langowan Selatan dan Kecamatan Langowan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menduga jumlah karbon diatas permukaan tanah pada hutan rakyat di Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Non-Destructive Sampling dengan plot petak pengamatan seluas 20 x 20 m dilokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata jumlah carbon di atas permukaan tanah di hutan rakyat di Kecamatan Langowan Selatan berjumlah 8,59 ton /ha dengan nilai jasa ekosistem dari Carbon Rp. 691.664,43/ha. Jenis pohon yang paling umum ditanam adalah Cempaka (Magnolia alba), mahoni (Switenia macrophylla), jabon putih (Anthocephalus cadamba), jati (Tectona grandis) dan nantu (Palaqium obovatum). Kata kunci: Hutan Rakyat, Biomassa, Karbon, Langowan Selatan.
Kajian Penggunaan Kayu Untuk Pembuatan Mebel di UD. Alisti Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Puasa, Orlando Z.; Kainde, Reynold P.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.346 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43539

Abstract

Kayu merupakan salah satu sumber daya alam, yang memilki sifat yang sangat kompleks yang tidak dimiliki oleh bahan bangunan lainnya dan banyak digunakan oleh industri furniture. Industri mebel/furniture adalah salah satu industri yang memanfaatkan kayu dan mengelolah kayu menjadi kayu olahan dalam bentuk barang-barang furniture. UD. Alisti merupakan salah satu industri furniture yang mengelolah kayu hingga menjadi bahan mebel dengan produk-produk seperti kursi, lemari, kusen pintu dan jendela dan berbagai macam produk yang dapat dihasilkan dari kayu, untuk mengolah kayu tersebut membutuhkan komponen kayu dengan ukuran dan bentuk tertentu sesuai yang diinginkan. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui volume kayu terpakai untuk menghasilkan produk kayu siap pakai seperti meja, kursi, kusen, pintu dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan volume kayu yang dipakai untuk bahan baku pintu sebesar 57.024cm3 dengan rendemen produksi 70,52% dan untuk volume bahan baku produk kusen 123.552cm3 dengan persentase rendemen 62,74%  dan volume kayu untuk jendela dengan bahan baku sebesar 57.290cm3 dengan persentase rendemen 25,02%.
Inventarisasi Jenis Dan Sebaran Pohon Pakan Julang Sulawesi (Aceros cassidix) di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa H.V. Worang, Sulawesi Utara Runtu, Jonathan; Pollo, Hard N.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.763 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43541

Abstract

Pada awalnya Gunung Tumpa merupakan kawasan hutan lindung yang kemudian melalui SK.434/Menhut-II/2013 tanggal 17 Juni 2013 berubah fungsi menjadi Taman Hutan Raya. Selanjutnya berdasarkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republic Indonesia Nomor SK.2364/Menhut-VII/KUH/2015 tanggal 28 mei 2015 Hutan Lindung Gunung Tumpa ditetapkan menjadi Taman Hutan Raya Gunung Tumpa (TAHURA) dengan luas 208, 81 Ha. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis tumbuhan pakan julang sulawesi di kawasan Taman Hutan Raya Gunung Tumpa. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil di lapangan dengan cara observasi, pengamatan, dan pengukuran. Untuk jalur observasi dengan menggunakan cara eksplorasi dan perjumpaan dengan julang sulawesi didasarkan pada suara dan penglihatan langsung saat burung hinggap dan makan Sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung yakni dari studi pustaka sebagai acuan untuk mengetahui jenis pohon pakan. Data yang diperoleh pada hasil pengamatan akan dikelompokkan dan dibuat dalam bentuk tabel kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 individu pohon dari 5 famili tumbuhan yang digunakan julang sulawesi sebagai pohon singgah, pohon tidur, dan pohon pakan. Berdasarkan sebaran pohon Terdapat 6 jenis  pohon pakan, yang ditemukan berbuah ada 4 yaitu Ficus fistulosa, Ficus altissima, Cananga odorata dan Ficus tinctoria. sisanya yang tidak berbuah Ficus benjamina, Dracontomelon dao.
Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Di Desa Elusan Kabupaten Minahasa Selatan Lanes, Aldo; Nurmawan, Wawan; Pollo, Hard N.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.08 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43542

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang ada di Desa Elusan Kecamatan Minahasa Selatan beserta pemanfaatannya. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi lapangan. Pemilihan informan yang digunakan dalam observasi yaitu menggunakan teknik Snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat 24 jenis tumbuhan dari 16 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Anggota famili yang paling banyak dijumpai adalah Euphorbiaceae dan Zingiberaceae masing-masing 4 jenis. Herba merupakan habitus terbanyak yang dimanfaatkan sebanyak 11 jenis, dan bagian daun paling banyak digunakan untuk diolah menjadi obat. Sumber perolehan tumbuhan umumnya ditemukan di pekarangan (16 jenis), cara pengolahan dengan cara direbus paling banyak dilakukan (16 jenis) dan manfaat dari tumbuhan obat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti, sakit perut, sakit gigi, kolesterol, lambung, diare dan sakit belakang.
Co-Authors Abanius Yanengga Alelo, Maria Rosa Mystica Dinche Alfonsius A. Thomas Alfonsius A. Thomas, Alfonsius A. Alfonsius Thomas Alfonsius Thomas Anggreyni Runtunuwu Bawanda, Febriano Rinaldi Darsan Umawaitina Edwan Tuidano Edwan Tuidano, Edwan Fabiola B. Saroinsong Fabiola B. Saroinsong Fabiola Saroisong Fahrudjia Umasugi Faldi Suhendro Gonibala Faris Andong Faris Andong, Faris Febrianti, Eka Mawar Fernandez, Gratsia Victoria Filadelfia Moumou Filadelfia Moumou, Filadelfia Fransisca Solang Fransisca Solang, Fransisca Hard N. Pollo, Hard N. Hengk D. Walangitan Hengki D. Walangitan Hengki D. Walangitan Jacobus, Mauritz Krisma Deo Johandi R. Lingkubi Johny S.Tasirin Josephus I. Kalangi Juwairia Umacina Kendy H. Kolinug Khardy Soamole Kiandreas Tarigan Lanes, Aldo Langi, Martina Agustina Lyndon R. J, Pangemanan M. A. Langi Maria Y.M.A. Sumakud Mariangga, Gebriella Marsaoly, Muhammad Ibnu Yusan B. Marthen T. Lasut Marthen T. Lasut Marthinus Fatemyo Martina A. Langi Martina A. Langi Marwan M. Wowor Meilin S. Sidabutar Meldi Djela Migael, Migael Muhammad Rezah M Ishak Novelianer M. Charvelindah Nurbaya Waisaley Ogie, Tommy B. Opriani Devi Tangilomban Otis Warwer Pangemanan, Euis F. S. Puasa, Orlando Z. Recky H.E. Sendouw Reinold P. Kainde Remina Wandik Remina Wandik Reynold P. Kainde Reynold P. Kainde Reynold P. Kainde Rian S. Darwis Rifahmi Ibrahim Rumambi, Juwita F. Runtu, Jonathan Sabtu, M. Sadman Safrin Radeng Samuel A. Mom Samuel A. Mom, Samuel A. Sanning, Cicilia Semuel P. Ratag Tabalujan, Elwin Noel Terry M. Frans Tiara W. N. Lasantu Tiara W. N. Lasantu Tommy Ogie, Tommy Vederica Agumanis Wahyu D. P. A. Sardi Wirawan, Alfonsius Ade Yosmin Wakur