Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Penggunaan Kuas di Kalangan Penjual Makanan Muthia, Syadza; Nurohmi, Susi; Rahadiyanti, Ayu; Fathimah, Fathimah
Journal of Islamic Nutrition Vol 1, No 1 (2018): Journal of Islamic Nutrition Volume 1, Number 1, 2018
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/join.v1i1.2175

Abstract

The rise of issues regarding the circulation of brush bristle in Indonesia makes the Muslim community need to be careful in selecting products. The objective is to know the correlation between knowledge and attitude to use material brush among food vendors. Data analysis using eta-test to comparation of data analyze. The type of this research is the descriptive-quantitative with cross-sectional approach. The population of this study are 68 food sellers who use brushes in Bogor. The laboratory test used the Fourier Transform Infrared Spectroscopy Analysis (FTIR) to prove that the brush used by food vendors contain an element of pig. About 72.1% of respondents knowledge level is adequate and 69.1% of respondents attitude level is good or positive. Spectroscopic analysis of FTIR-ATR showed that the results obtained did not indicate the presence of pig compounds in each brush sample. The respondents knowledge level is mostly in the adequate category, and the respondents attitude level is mostly in the good category.
Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dan Kaitannya dengan Kadar Kolesterol Total pada Wanita Dewasa Nurohmi, Susi; Marfu'ah, Nurul; Naufalina, Mira Dian; Farhana, Siti Awalisanah Hani; Riza, Muhammad El
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4706

Abstract

This study aimed to analyze the association between anthropometric assessments and total cholesterol levels among adult women. The research design was cross sectional study with purposive sampling methode involving 92 adult women in Sambirejo village, Mantingan, Ngawi, East Java. Anthropometric assessments consisted of BMI, waist circumference, and waist-hip ratio. Data analysis consisted of univariate and bivariate using Pearson Product Moment. Bivariate analysis was performed by the correlation of anthropometric assessment with total cholesterol levels. The results showed that 15.2% subjects were overweight and 54.1% subjects had obesity. There were 80,4 % subjects had waist circumference 80 cm and 71,7% subjects had waist-hip ratio ≥0,85. Subjects with cholesterol levels 200 mg / dL were 31,5 %. The BMI and waist circumference had no correlation to total cholesterol level. The waist-hip ratio had a significant correlation to cholesterol level. The conclusion of this study was waist-hip ratio in women related to high total cholesterol level.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total pada wanita dewasa. Desain penelitian adalah studi potong lintang dengan melibatkan sebanyak 92 orang wanita dewasa. Sampel dipilih secara purposive sampling di desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Penilaian antropometri yang dilakukan meliputi IMT, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-pinggul. Analisis data terdiri atas univariat dan bivariat  melalui uji Pearson Product Moment untuk melihat korelasi hasil penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% dan 54,1% subjek memiliki status gizi lebih dan obesitas. Sebanyak 80,4 % memiliki lingkar pinggang 80 cm dan sebanyak 71,7% memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul ≥0,85. Subjek dengan kadar kolesterol  200 mg/dL sebanyak 31,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT dan lingkar pinggang tidak berkaitan dengan kadar kolesterol total. Rasio lingkar pinggang-pinggul berhubungan signifikan (p-value=0,29; r=0,227) dengan kadar kolesterol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang-pinggul pada wanita berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol total.
PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN TINGKAT KECUKUPAN GIZI AKTIVIS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA (BEM) IPB Susi Nurohmi; Leily Amalia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 7 No. 3 (2012)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.067 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2012.7.3.151-156

Abstract

The study was aimed to analyze nutrition knowledge, physical activity, and nutrient adequacy level among Excutive Board Students of Bogor Agriculture University (BEM-IPB). The study was conducted since February until May 2012 in Campus of IPB Dramaga, Bogor. The subjects were 86 students, selected purposively from every areas of BEM faculties. The data consisted of individual characteristics, nutrition knowledge, physical activity, and daily food consumption. Data of food consumption was collected by 2x24 recall method at weekend and class day. In average, nutritional status of subjects was categorized as normal (BMI 21.7±2.9 kg/m2). Subjects nutrition knowledge mostly was moderate (79.1%). Physical activity of subjects in general was light (PAL=1.64). This implied to amount of estimated energy requirement which is lower than amount of recommended energy intake for Indonesian people, i.e 2,349 kcal vs 2,550 kcal (for men) and 1,851 kcal vs 1,900 kcal (for women). In general, the means of nutrients adequacy level were adequate, energy and protein (90—110%RDA), and micronutrients of vitamin A, vitamin B, and iron (>77%RDA). However, adequacy level of vitamin C and calsium was still deficient (<77%RDA). Based on %RDA category, there was a different trend in subject distribution between macro dan micronutrients. %RDA of energy and protein were mostly categorized as adequate (40.0% and 33.0% respectively). However, in case of micronutrient, subject categorized as deficient was larger than adequate, especially on vitamin C (77.0% vs 23.0%), calsium (66.0% vs 34%) and iron (55.0% vs 45.0%).
PENILAIAN KROMIUM SERUM DARAH PADA PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE 2 DAN NON DIABETES Susi Nurohmi; Rimbawan Rimbawan; Faisal Anwar; Adi Teruna Efendi
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 4: DESEMBER 2016
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.532 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v12i4.1547

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Berdasarkan survei Riskesdas 2013, prevalensi dari diabetes melitus tipe 2 di Indonesia pada usia 15 tahun atau lebih adalah 6.9%. Prevalensiyang tinggi dapat dipicu oleh diet yang kurang sehat dan rendahnya aktivitas fisik. Kromium dalam hal ini sebagai mineral mikro yang memiliki peran dalam menjaga homeostasis glukosa darah diduga memiliki fungsi dalam meningkatkan respon insulin. Penelitan ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, tingkat kecukupan energi dan zat gizi, dengan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c. Desain penelitian ini adalah survei potong lintang dengan subjek penyandang diabetes tipe 2 sebanyak 42 orang dan subjek normal sebanyak 49 orang. Kriteria inklusi adalah pria atau wanita normal atau penyandang diabetes usia 50-65 tahun, sudah menopause untuk wanita minimal 1 tahun, dan bersedia mengikuti penelitian dengan menandatangani informed concent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cr serum darah pada penyandang diabetes lebih rendah dibandingkan pada subjek normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara HbA1c dengan IMT, lingkar pinggang, aktivitas fisik, Cr serum darah, dan tingkat kecukupan serat. Tingkat kecukupan Cr berpengaruh signifikan terhadap HbA1c. Tingkat Cr serum HbA1C (r = -0.466, p<0.01). kesimpulan dari penelitian ini adalah rendahnya tingkat Cr serum darah diduga menjadi salah satu penyebab berkembangnya diabetes mellitus tipe 2.
Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dan Kaitannya dengan Kadar Kolesterol Total pada Wanita Dewasa Susi Nurohmi; Nurul Marfu&#039;ah; Mira Dian Naufalina; Siti Awalisanah Hani Farhana; Muhammad El Riza
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2020.4.1.4706

Abstract

This study aimed to analyze the association between anthropometric assessments and total cholesterol levels among adult women. The research design was cross sectional study with purposive sampling methode involving 92 adult women in Sambirejo village, Mantingan, Ngawi, East Java. Anthropometric assessments consisted of BMI, waist circumference, and waist-hip ratio. Data analysis consisted of univariate and bivariate using Pearson Product Moment. Bivariate analysis was performed by the correlation of anthropometric assessment with total cholesterol levels. The results showed that 15.2% subjects were overweight and 54.1% subjects had obesity. There were 80,4 % subjects had waist circumference 80 cm and 71,7% subjects had waist-hip ratio ≥0,85. Subjects with cholesterol levels 200 mg / dL were 31,5 %. The BMI and waist circumference had no correlation to total cholesterol level. The waist-hip ratio had a significant correlation to cholesterol level. The conclusion of this study was waist-hip ratio in women related to high total cholesterol level.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total pada wanita dewasa. Desain penelitian adalah studi potong lintang dengan melibatkan sebanyak 92 orang wanita dewasa. Sampel dipilih secara purposive sampling di desa Sambirejo Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Penilaian antropometri yang dilakukan meliputi IMT, lingkar pinggang dan rasio lingkar pinggang-pinggul. Analisis data terdiri atas univariat dan bivariat  melalui uji Pearson Product Moment untuk melihat korelasi hasil penilaian antropometri dengan kadar kolesterol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15,2% dan 54,1% subjek memiliki status gizi lebih dan obesitas. Sebanyak 80,4 % memiliki lingkar pinggang 80 cm dan sebanyak 71,7% memiliki rasio lingkar pinggang dan pinggul ≥0,85. Subjek dengan kadar kolesterol  200 mg/dL sebanyak 31,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT dan lingkar pinggang tidak berkaitan dengan kadar kolesterol total. Rasio lingkar pinggang-pinggul berhubungan signifikan (p-value=0,29; r=0,227) dengan kadar kolesterol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang-pinggul pada wanita berkaitan dengan tingginya kadar kolesterol total.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Modifikasi pada Balita Gizi Kurang dan Peningkatan Pengetahuan Ibu Kartika Pibriyanti; Agus Tri Ariefianto; Loviana Maria Santoso; Rifda Hanifa At-Tamami; Khofifah Harahap; Nur Farida Rahmawati; Mitha Airina Findiyani; Safna Khoirunnisaa; Terang Ayudani; Lulu Luthfiya; Susi Nurohmi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7956

Abstract

Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai dengan usia 24 bulan. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Masyarakat belum menyadari stunting sebagai suatu masalah di bandingkan dengan permasalahan kurang gizi lainnya. Salah satu cara untuk mengurangi resiko kejadian stunting yaitu dengan pemenuhan asupan zat gizi melalui pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari bahan pangan lokal. Tujuan kegiatan yaitu pemberian PMT modifikasi dan edukasi melalui media video dan booklet untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita. Sehingga diharapkan ibu balita dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi balita dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan, terjangkau dan tentunya memiliki nilai gizi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah edukasi menggunakan media video, booklet dan pemberian PMT modifikasi pada dua kelompok ibu balita. Setiap kelompok terdapat 15 ibu balita. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan kuesioner berisi 15 pertanyaan. Pretest diberikan sebelum kegiatan edukasi guna mengukur pengetahuan sebelum edukasi, dan setelahnya diberikan posttest guna mengukur perubahan pengetahuan. Pemberian PMT dari empat bahan lokal telur, ayam, lele dan patin. Hasil yang diperoleh tidak terdapat perbedaan rerata hasil pengetahuan antara kelompok yang diberikan intervensi menggunakan media edukasi video dan booklet. Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian media edukasi dengan media booklet dan juga media video. Untuk hasil dari pemberian PMT bahwa tidak terdapat perbedaan antara PMT bahan pangan lokal dengan 4 sampel. Simpulan terdapat cara untuk mengurangi resiko terjadinya stunting yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui media dan pemenuhan zat gizi balita dengan pembuatan PMT dari bahan pangan lokal.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Modifikasi pada Balita Gizi Kurang dan Peningkatan Pengetahuan Ibu Kartika Pibriyanti; Agus Tri Ariefianto; Loviana Maria Santoso; Rifda Hanifa At-Tamami; Khofifah Harahap; Nur Farida Rahmawati; Mitha Airina Findiyani; Safna Khoirunnisaa; Terang Ayudani; Lulu Luthfiya; Susi Nurohmi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7956

Abstract

Masalah stunting merupakan permasalahan gizi yang dihadapi negara-negara miskin dan berkembang. Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai dengan usia 24 bulan. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Masyarakat belum menyadari stunting sebagai suatu masalah di bandingkan dengan permasalahan kurang gizi lainnya. Salah satu cara untuk mengurangi resiko kejadian stunting yaitu dengan pemenuhan asupan zat gizi melalui pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari bahan pangan lokal. Tujuan kegiatan yaitu pemberian PMT modifikasi dan edukasi melalui media video dan booklet untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita. Sehingga diharapkan ibu balita dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi balita dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah didapatkan, terjangkau dan tentunya memiliki nilai gizi yang tinggi. Metode yang digunakan adalah edukasi menggunakan media video, booklet dan pemberian PMT modifikasi pada dua kelompok ibu balita. Setiap kelompok terdapat 15 ibu balita. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan kuesioner berisi 15 pertanyaan. Pretest diberikan sebelum kegiatan edukasi guna mengukur pengetahuan sebelum edukasi, dan setelahnya diberikan posttest guna mengukur perubahan pengetahuan. Pemberian PMT dari empat bahan lokal telur, ayam, lele dan patin. Hasil yang diperoleh tidak terdapat perbedaan rerata hasil pengetahuan antara kelompok yang diberikan intervensi menggunakan media edukasi video dan booklet. Akan tetapi, terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian media edukasi dengan media booklet dan juga media video. Untuk hasil dari pemberian PMT bahwa tidak terdapat perbedaan antara PMT bahan pangan lokal dengan 4 sampel. Simpulan terdapat cara untuk mengurangi resiko terjadinya stunting yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui media dan pemenuhan zat gizi balita dengan pembuatan PMT dari bahan pangan lokal.
Hubungan Obesitas Sentral dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Produktif : The Relationship between Central Obesity and Hypertension among Woman of Productive Age Nurohmi, Susi; Purbowati; Widyan Aisya, Rizki
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight or obesity occurs due to the imbalance between energy intake and expenditure. Several degenerative diseases such as hypertension and cardiovascular disease are associated with obesity. The development of these diseases does not only occur in the elderly but also in the productive age. This study aims to analyse the relationship between central obesity and the incidence of hypertension in women of productive age. Cross sectional design was used in this study involving 343 respondents selected through purposive sampling. The data were obtained by direct interview, anthropometric assessment, and blood pressure measurement. The data analysis used chi-square test to determine the relationship between variables. The result of the study showed that the total of 69.4% of respondents had an age range of 50-59 years. Most of respondents had an education level of elementary school (50.7%). There were 28.0% of respondents who had family history of hypertension. Most of respondents had central obesity status as assessed by waist circumference. The incidence of hypertension based on systolic and diastolic blood pressure was 33.5% and 32.7% respectively. There was a significant relationship between waist circumference and family history of hypertension with systolic and diastolic blood pressure (p-value <0.05). The conclusion of the study is that women with central obesity and family history of hypertension are at risk of having high blood pressure.   ABSTRAK Ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi adalah penyebab utama kelebihan berat badan dan obesitas. Beberapa penyakit degeneratif seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular memiliki kaitan dengan adanya obesitas pada seseorang. Perkembangan penyakit ini tidak hanya terjadi pada lansia saja tetapi juga pada usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas sentral dengan kejadian hipertensi pada wanita usia produktif. Desain Cross Sectional digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan sebanyak 343 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data didapatkan melalui wawancara secara langsung, penilaian antropometri, dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sebanyak 69.4% responden memiliki rentang usia 50-59 tahun. Sebagian besar responden memiliki  Tingkat Pendidikan setara SD (50.7%). Terdapat 28.0% responden yang memiliki riwayat penyakit hipertensi dari orang tua. Sebagian besar responden mengalami obesitas sentral yang dinilai melalui lingkar pinggang. Kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik dan diastolik adalah 33.5% dan 32.7%. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dan riwayat hipertensi dengan tekanan darah sistolik dan diastolik (p-value < 0.05). Kesimpulan penelitian adalah wanita dengan obesitas  sentral dan riwayat hipertensi dari orang tua berisiko memiliki tekanan darah yang tinggi.
Pengaruh Substitusi Tepung Talas dan Sari Buah Naga terhadap Sifat Sensori, Kadar Serat, Antioksidan dan Tingkat Kesukaan pada Produk Mi Mustika, Annisa Surya; Purbowati, P; Nurohmi, Susi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu akibat dari gaya hidup masyarakat yang mulai berubah, memberikan dampak negatif terhadap kesehatan seperti pola makan yang tidak seimbang, kurang berolahraga dan beraktivitas yang mengakibatkan indeks massa tubuh berlebih hingga mengalami obesitas. Talas sebagai modifikasi pangan yang diharapkan dapat mengurangi kandungan gluten pada mi, memiliki indeks glikemiks yang lebih rendah, kadar serat dan antioksidan yang lebih tinggi daripada mi konvensional, sedangkan buah naga merah digunakan sebagai pewarna alami, memiliki kandungan serat larut, rendah kalori dan kaya akan antioksidan berperan dalam mengurangi obesitas. Berdasarkan uraian tersebut perlu dilakukan penelitian "Pengaruh Substitusi Tepung Talas dan Sari Buah Naga Merah Terhadap Sifat Sensori, Kadar Serat, Antikosidan, Tingkat Kesukaan pada Produk Mi". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat sensori, kadar serat, antioksidan dan tingkat kesukaan pada formula mi talas dan buah naga. Menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menentukan formula terbaik dan desain deskriptif yang digunakan untuk mendiskripsikan sifat-sifat produk akhir seperti sifat sensori, kandungan serat, dan antioksidan. Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung talas dan sari buah naga berpengaruh terhadap sifat sensori, kadar serat, aktivitas antioksidan, dan tingkat kesukaan pada produk mi. Formulasi F3 memperoleh skor tertinggi dalam uji sensori menunjukkan tingkat kesukaan terbaik dengan warna merah muda keunguan, beraroma lemah, gurih dan kenyal. F2 memiliki kadar serat tertinggi (5,60%) dan aktivitas antioksidan tertinggi (22.706,15 ppm), sementara Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan tepung talas dan sari buah naga dapat meningkatkan nilai fungsional mi tanpa mengurangi daya terima konsumen. Kesimpulannya penelitian substitusi tepung talas dan sari buah naga ini dapat meningkatkan kadar serat dan antioksidan pada mi, dengan formulasi yang optimal bergantung pada keseimbangan antara karakteristik fungsional dan tingkat penerimaan sensori. Penelitian ini menunjukkan potensi mi berbasis talas dan sari buah naga sebagai alternatif pangan fungsional yang lebih sehat.
EDUKASI PANGAN SUMBER ANTIOKSIDAN DAN OPTIMALISASI SKINCARE UNTUK PENCEGAHAN PENUAAN DINI Septiani, Septiani; Nurohmi, Susi; Widyan Aisya, Rizki; Tri Sukoharjanti, Bintari; Inas Salsabila, Zumaila; Hartanto, Fitria Syarifa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2061

Abstract

Young women are at risk of experiencing premature aging. Early aging can be influenced by various factors such as an unhealthy diet, irregular sleep patterns, lack of hydration, and exposure to free radicals. In addition, the selection of skincare products can also affect skin health. Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Pasuruhan is experiencing various skin health issues such as dry skin, the appearance of fine wrinkles, and dark spots on the face. This community service aims to provide education on food sources of antioxidants and the optimization of skincare to prevent premature aging. The methods of activities include preparation, implementation, and evaluation. The activities are divided into two sessions: the first session focuses on nutritious food sources of antioxidants and introduces the development of a product in the form of an anti-aging salad booster that is high in antioxidants. The second session is about optimizing skincare to prevent premature aging. The result of this activity is a change in nutritional knowledge values based on the average scores before and after the counseling, which also shows a significant difference. The results of the statistical test indicate that there is an increase in nutrition knowledge from 74.5 to 83.1 (p-value<0.05). This finding suggests that nutrition education utilizing technology can help enhance nutrition knowledge and antioxidant awareness among training participants. In conclusion, there has been an increase in the knowledge of PRNA Pasuruhan members about food sources of antioxidants and the optimization of skincare to prevent premature aging.