Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPARATIF PENERAPAN GREEN BANKING PADA BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA Alwira Anggun Salsabilla; Amelina Nur Wahyuni; Mohammad Miftahurrizza; Shely Syamsiyatud Duha; Amalia Nuril Hidayati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Green Banking menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong keuangan berkelanjutan dan pembangunan ramah lingkungan di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, serta implementasi Green Banking pada bank syariah dan bank konvensional dengan menyoroti perbedaan pendekatan, tingkat penerapan, serta faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan library research berbasis studi literatur melalui pengkajian regulasi, dokumen kelembagaan, dan penelitian terdahulu terkait keuangan berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bank syariah menerapkan Green Banking dengan dasar nilai-nilai maqashid syariah, yang menekankan kemaslahatan, etika, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan. Sementara itu, bank konvensional lebih banyak berpedoman pada kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) serta regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai instrumen implementasi. Perbedaan orientasi nilai menyebabkan variasi strategi dan prioritas kebijakan pada kedua jenis bank tersebut. Faktor pendorong implementasi Green Banking meliputi regulasi pemerintah, tuntutan pasar, dan peningkatan kesadaran institusional, sedangkan tantangannya mencakup keterbatasan sumber daya manusia, biaya implementasi yang tinggi, serta rendahnya inovasi produk hijau. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Green Banking memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan industri perbankan dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia, namun dibutuhkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitasnya dalam kedua sistem perbankan
MEMBANGUN EKONOMI INKLUSIF MELALUI GREEN ISLAMIC FINANCE: PELUANG,TANTANGAN DAN REKOMENDASI Reza Alfinandia Apridianty; Galih Wahyu Adi Nugroho; Tsabitatul Mudhawamah; Hudan Asyary; Amalia Nuril Hidayati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang, tantangan, dan rekomendasi dalam membangun ekonomi inklusif melalui Green Islamic Finance di Indonesia, dengan fokus pada integrasi prinsip-prinsip keuangan syariah yang ramah lingkungan. Green Islamic Finance menunjukkan potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, namun dihadapkan pada berbagai tantangan yang dapat menghambat implementasinya. Data yang digunakan sebagai dasar analisis adalah data sekunder. Data sekunder diperoleh dari temuan beberapa jurnal ilmiah, dan laporan resmi dari lembaga keuangan syariah terkait yang relevan dengan topik kajian ini. Temuan pada artikel ini menunjukkan bahwa Green Islamic Finance memiliki peluang signifikan dalam membangun ekonomi inklusif, didukung oleh regulasi yang semakin mendukung, inovasi produk keuangan syariah yang ramah lingkungan, serta kesadaran masyarakat Muslim terhadap isu-isu keberlanjutan. Namun demikian, terdapat tantangan utama seperti tingkat literasi keuangan syariah yang masih rendah, regulasi yang tidak jelas atau belum komprehensif, minimnya sosialisasi Green Sukuk. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan edukasi, penguatan regulasi, serta pengembangan model bisnis yang inovatif untuk mengoptimalkan potensi Green Islamic Finance dalam mencapai ekonomi inklusif dan berkelanjutan
Kharaj dan Jizyah: Instrumen Fiskal Klasik Islam dan Relevansinya di Era Modern: Kharaj and Jizyah: Classic Islamic Fiscal Instruments and Their Relevance in the Modern Era Laita Nantian; Pinky Dewi Sukesi Putri; Chantyka Rahma Putri Nadyanti; Veronica Arshanda; Amalia Nuril Hidayati
TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 4 (2025): TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kharaj and jizyah are instruments that played a significant role in public financing and the creation of distributive justice during the era of classical Islamic governance. However, the values derived from kharaj and jizyah remain relevant to the implementation of fiscal policy in the modern era. This study aims to examine the economic and social functions of kharaj and the principles of justice in jizyah, compare them with modern taxation systems, and analyze their relevance in developing fiscal policies based on maqāṣid al-sharī‘ah. This research employs a literature study method by reviewing secondary sources such as books, academic journals, scholarly articles, and relevant regulations. The findings indicate that although the literal application of kharaj and jizyah faces legal and pluralistic challenges in the contemporary context, their moral values; such as distributive justice, resource productivity, and reciprocal obligations, remain relevant as ethical foundations for fiscal policy. These values may be integrated through reforms in land taxation, natural resource taxation, and universal social contribution schemes to realize a modern fiscal system that is more just, transparent, and oriented toward social welfare.
IMPLEMENTASI GREEN BANKING PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI Nayla Fatiqatun Nilna; Ajeng Rahmawati; Destin Ilmala Putri; Vellhany Bunga Rahmadhani; Amalia Nuril Hidayati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/ks5ntz55

Abstract

Penerapan Green Banking pada Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia menjadi krusial seiring dengan meningkatnya urgensi lingkungan global. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi Green Banking pada BUS, mengidentifikasi peluang dan hambatan penerapannya, serta merumuskan strategi yang diperlukan untuk mendorong transformasi sistem keuangan yang lebih berkelanjutan. Secara filosofis, praktik ini sejalan dengan nilai-nilai Maqāṣid al-Syarī‘ah khususnya ḥifẓ al-bī’ah  yang menuntut BUS tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kemaslahatan sosial dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Green Banking didukung oleh kerangka kebijakan seperti Roadmap  Keuangan Berkelanjutan OJK dan Green Taxonomy Indonesia , yang diwujudkan melalui efisiensi operasional dan pembiayaan proyek ramah lingkungan. Namun, penerapannya terhambat oleh ketiadaan regulasi yang tegas dan wajib, rendahnya literasi keuangan hijau, serta keterbatasan SDM dan infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, strategi penguatan yang diusulkan meliputi pengintegrasian Green Banking ke dalam visi bank, pengembangan produk hijau, dan peningkatan kolaborasi, dengan harapan Green Banking dapat menjadi pilar utama dalam transisi menuju ekonomi hijau nasional yang selaras antara profit, masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
PERAN KONSEP FALAH DAN MASLAHAH DALAM KEBIJAKAN MONETER ISLAM UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGs Nada Nurani Suminar; Abiyan Aldo Ditia; Siti Nurhasyima; Amalia Nuril Hidayati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jz8nj382

Abstract

Kebijakan moneter Islam tidak hanya berfokus pada stabilitas ekonomi, tetapi juga pada pencapaian kesejahteraan dan kemaslahatan umat. Konsep falah sebagai keberhasilan dunia–akhirat serta maslahah sebagai kemanfaatan umum menjadi dasar moral dalam perumusan kebijakan ekonomi Islam, termasuk pengelolaan uang, pembiayaan, dan pengendalian inflasi. Dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs), integrasi kedua konsep tersebut berperan penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, seperti pengentasan kemiskinan, pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui kebijakan moneter yang bebas riba dan berorientasi pada keadilan, sistem keuangan Islam diarahkan untuk mendorong aktivitas produktif, investasi sosial, serta distribusi kekayaan yang lebih merata. Selain menjaga stabilitas makroekonomi, kebijakan moneter Islam juga memperkuat sektor riil dan mengurangi praktik spekulatif yang merugikan masyarakat. Nilai-nilai falah dan maslahah menjadikan kebijakan moneter tidak sekadar alat teknis, tetapi sarana mewujudkan keadilan ekonomi yang inklusif. Dengan demikian, kebijakan moneter Islam memiliki potensi signifikan dalam mendukung pencapaian SDGs secara holistik dan berkelanjutan.
TEORI UANG DALAM ISLAM DAN SUSTAINABLE ECONOMICS DEVELOPMENTS Diyah Ayu Avifatul Rohmah; Arinda Rofikhotul Azizah; Rista Aprilia Trihapsari; Windy Eka Sasasantika; Amalia Nuril Hidayati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/bkvt0463

Abstract

Kajian ini membahas konsep uang dalam perspektif Islam dan keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan (Sustainable Economic Development). Dalam pandangan Islam, uang dipahami sebagai alat tukar dan satuan nilai yang tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas untuk memperoleh keuntungan tanpa aktivitas riil, serta diposisikan sebagai flow concept yang harus terus beredar guna mendorong produktivitas dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Al-Ghazali, Ibn Taimiyah, dan Ibn Khaldun yang menolak penimbunan, riba, serta spekulasi karena merusak keadilan dan kestabilan ekonomi. Di sisi lain, pembangunan ekonomi berkelanjutan menuntut keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan demi memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengabaikan generasi mendatang. Integrasi konsep uang Islam dengan prinsip keberlanjutan dianalisis melalui Maqashid Syariah, yang menekankan perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Melalui zakat, wakaf, musyarakah, mudharabah, sukuk, serta dukungan pada ekonomi hijau dan green finance, keuangan syariah berperan dalam pemerataan, pemberdayaan masyarakat, dan terciptanya sistem ekonomi yang adil serta berkelanjutan.
Maqashid Syariah sebagai Framework Kebijakan Fiskal: Integrasi Nilai Islam dalam Public Finance Ana Muthoharoh; Cantika Sundari Wijaya; Dian Putri Lestari; Erda Nur Fitria; Amalia Nuril Hidayati
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dqtaks72

Abstract

This study examines how Maqashid Syariah can serve as a framework for formulating fiscal policy that is more oriented toward public welfare and social justice. The problem addressed is the limited integration of Islamic values—particularly the principle of maslahah and the five essential objectives of Maqashid Syariah—into modern fiscal policy, which remains dominated by secular approaches. The research employs a literature review method by analyzing relevant books, scholarly articles, and prior studies on maqashid, maslahah, and public finance policy. The results indicate that the concepts of dharuriyyat, hajiyyat, and tahsiniyyat can provide a foundation for prioritizing state revenue and expenditure management. The discussion highlights that integrating Islamic values enables fiscal policy to become more just, efficient, and welfare-oriented. The study concludes that Maqashid Syariah is a relevant framework to strengthen the direction of modern fiscal policy.
Analysis of the Role of Baznas and Zakat Collection Institutions in Supporting Sharia Green Banking in Indonesia Amanda Angelina Hutomo; Elsisca Maharani Chintya Bella; Liya Marsya Ayu Nirmala Saputri; Safia Putri Vigianta; Amalia Nuril Hidayati
Al Urwah : Sharia Economics Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Al Urwah : Sharia Economics Journal
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to gain an in-depth understanding of the contribution of the National Zakat Agency (BAZNAS) and Zakat Institutions (LAZ) in supporting the implementation of green sharia banking in the framework of sustainable development. Using a library research approach, this study analyzes various scientific publications, regulations, and relevant official documents. The research findings indicate that BAZNAS and LAZ play a significant role in optimizing the use of zakat, infaq, and sadaqah funds to support environmental programs, including renewable energy, waste management, and ecology-based economic empowerment. However, efforts to integrate zakat with green banking practices are still limited by regulatory aspects, institutional capacity, and the level of public literacy. Based on these results, this research emphasizes the importance of strengthening the regulatory framework and increasing institutional capacity in order to maximize the contribution of zakat institutions to green financing.
Co-Authors Abiyan Aldo Ditia Adinda Desi Rahmawati Adinda Thalia Salsa Bela Aifatus Tya Meyfianti Ainun Defrilia Ainur Aisyah Ajeng Rahmawati Aleesha Mayra Afreen Alfi Luli Devitasari Alfino Rendi Azanta Alicia Tantiana Alvaro, Marcyano Awidi Bevan Alvira Nurhanida Alwira Anggun Salsabilla Amanda Angelina Hutomo Amanda Fitria Khoirun Nadzifah Amanda Meila Putri Amelia Noerananda Suwoto Amelina Nur Wahyuni Ana Muthoharoh Anggun Ali Khusna Anisa Dian Kholida Annisa Khusnul Latifah Arinda Rofikhotul Azizah Arya Aditya Yudha Ata Rosyidah Karimah Ayu Lestari Intan Putri Azizah Eka Pranasya Bayhaqiy, Ahmad Zahir Bray Nero Valerian Cantika Sundari Wijaya Chantyka Rahma Putri Nadyanti Claudia Celsia Floranitarifai Deis Mahadita Dela Dwi Rama Della Cesilya Saputri Deny Yudiantoro Destin Ilmala Putri Dewi Arinda Mulya Dhea Ayunda Putri dhisa sagita Dian Putri Lestari Dika Eri Saputra Dinar Amanda Diyah Ayu Avifatul Rohmah Dwi Oktaviastanti Dwika Permata Sari Eka Wahyu Firmansyah Eliya Tri Pantrista Ellisa Nazarina Elok Tri Yuliyanti Elsisca Maharani Chintya Bella Emi suciati Erda Nur Fitria Ervina Tri Rahayu Fairul Azmi Falentia Wiliana Putri Farandia Aranza Fela Zain Nadiroh Felda Tsany Rahawati Fihan, Anggraini Fitri Elviana Sari Galih Wahyu Adi Nugroho Haeva Zuliani Herlia Sapta Arimbi Herliana, Adifa Nur Hudan Asyary Iftita Ziyan Amalia Ilham Khoirurrozikin Ilma Qurotul Aini Ima Kurniawati Ines Kiki Faradila Hardika Dini Intan Dwi Permatasari Intan Mustika Sari Irdlin Hanifah Istiqomatus, Nida Ivan Andika Putra Izaturrohmah Izaturrohmah Izzati, Putri Nurul Kevin Dwi Ramadhani Laila Shofia Lailatul Fadilah Lailatul Hamidah Laita Nantian Laksmi, Amanda Laura Nur Haliza Lifia Revanata Liya Marsya Ayu Nirmala Saputri Loli Santan Laysia M Zulio Pratama Malik Dilaga Kusumah Maura Putri Ramadhani Maya Amelia Putri Melisa Dwi Laelatul Kusna Meylia Dwi Zahrani Mitha Rizthakul Rohmah Mohammad Miftahurrizza Muhamad Maulana Jupantoro Muhammad Alfarici Baehaqi Muhammad Arsya Hadi Saputra Muhammad Dani Al-Aziz Muhammad Fahrul Ichsan Muhammad Khobib Mustafa Muhammad Nada Choiruddin Muhammad Nurfauzi Maliki Muhammad Rifqi Firdaus Muhammad Ritjha Muhammad Saiful Fajar Nada Nurani Suminar Nafa Atsilla Syahrief Nafa Faisatul Qolbi Nasywa Putri Tsabitah Natasya Yulia Vernanda Nava Diah Neviana Nayla Fatiqatun Nilna Nayla Hidayatul Mawadat Nazilia Putri Riayatus S Neha Faridatun Ni'mah Nia Dwi Rahayu Putri Nia Lailatul Badriyah Niken Larasati Novelia Krisgiyanti Nugraha Esa Saputra Nur Ain Nazira Nur Khoirin Nisa Nur'aini Susilowati Pinky Dewi Sukesi Putri Pristika Swartifarani Putri Kharisma Ayuningtiyas Rachmadhianing Putri Rafih Ramadhani Endira Aszara Ratna Dyah Oktaviana Refy Salvia Putri Regina Yuniar Lestari Reza Alfinandia Apridianty Richardt Nauvalt Alfauzhi Richen Shofia Nisa' Ricky Bayu Agus Stiyawan Rista Aprilia Trihapsari Rista Vidia Sari Riza Afifatur Rohmah Rizka Khoirun Nisa Rizki Eka Yulianingsih Sabila Hidayatussolikah Safia Putri Vigianta Sagita Wulansari Samrotul Zuhriyah Saskia Davina Azzahra Shely Syamsiyatud Duha Shofiya Zevania Putri Silvia Fatika Sari Sindi Ayu Pramudita Sintya Ramadhani Siti Nur Qomarina Nurul 'Ain Siti Nurhasyima Siti Warsini Ningsih Sonya Alexandra Jolie Syafira Arifin Syafi’ Badi’atul Fudlah Syafna Malikhatus Shofia Syandanatama Putri Kusuma Wardani Tsabitatul Mudhawamah Tsania Ma’rifatul Husna Umi Hani’ah Ummi Halimatus Sa’diyyah Vellhany Bunga Rahmadhani Vera Agustin Malista Putri Veronica Arshanda Via Aprillia Nanda Lestari Vionika Yolla Pramadita Vira Septia Dwi Putri Windy Eka Sasasantika