Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya Carica papaya L. Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes. Vania V. Liling; Yessie K. Lengkey; Christel N. Sambou; Reky R. Palandi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.635 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.266

Abstract

Kulit buah pepaya jarang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional, padahal kulit buah pepaya memiliki kandungan gizi yang hampir mirip dengan daging buahnya. Kulit buah pepaya Carica papaya L. mengandung senyawa antibakteri seperti alkaloid, tanin, steroid, saponin, flavonoid. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri flora normal pada kulit yang berperan dalam pembentukan jerawat. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai zona hambat dari ekstrak kulit buah pepaya Carica papaya L. terhadap bakteri penyebab jerawat P. acnes. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Uji daya hambat dengan menggunakan metode difusi kertas cakram. Variabel penelitian yaitu konsentrasi ekstrak kulit buah pepaya Carica papaya L. 10µg/50µL, 20µg/50µL, 30µg/50µL, 40µg/50µL, 50µg/50µL dan zona hambat pertumbuhan bakteri P. acnes. Hasil penelitian ini didapatkan ekstrak kulit buah pepaya Carica papaya L. dapat menghambat pertumbuahan bakteri P. acnes pada konsentrasi 20% sampai 100% dengan rata-rata diameter zona hambat 9,83 mm sampai dengan 11,67 mm dengan kategori sedang hingga kuat. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak kulit buah pepaya Carica papaya L. mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri penyebab jerawat P. acnes.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Bougenville Bougainvillea glabra Sebagai Antioksidan Recky A.L. Simatupang; Joke L. Tombuku; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.271 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.305

Abstract

Beberapa jenis tumbuhan, khususnya dari keluarga Nyctaginaceae mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi, salah satunya tumbuhan Bougenville (Bougainvillea glabra). Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak bunga Bougainvillea glabra dan aktivitas antioksidanya menggunakan metode DPPH. Sampel di maserasi dengan etanol, ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan dengan konsentrasi ekstrak 5; 10; 15; 20; dan 25 ppm. Dalam penelitian ini dilakukan uji skrining antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa yang terkandung dalam bunga Bougainvillea glabra yaitu senyawa alkaloid, triterpenoid, tanin, flavonoid, saponin dan fenolik. Ekstrak Bunga Bougainvillea glabra memiliki aktivitas sangat kuat sebagai antoksidan pada nilai IC50 2.27229 ppm.
Analisis Rhodamin B Pada Lipstik Yang Beredar Di Pasar Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud Aditia Biasa; Wilmar Maarisit; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.837 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.308

Abstract

Lipstik merupakan kosmetik yang banyak di gunakan kaum wanita untuk memperbaiki diri, dengan tampilan warna yang beraneka macam salah satunya adalah lipstik yang berwarna merah dan merah tua. Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang di larang dalam kosmetika termasuk lipstik namun seringkali di salah gunakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya kandungan Rhodamin B pada lipstik yang beredar di Pasar Lirung Kab. Kepulauan Talaud. Populasi penelitian adalah sedian lipstik yang berwarna merah dan merah tua dengan 9 jenis sampel yang tidak memiliki No ijin BPOM. Penelitian ini merupakan analisis laboratorium secara deskriptif, dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Hasil penelitian terdapat 2 sampel yaitu sampel A dan G yang memiliki warna merah muda dan memiliki nilai Rf yang sama atau memiliki selisih nilai Rf ? 0,2 antara sampel dan larutan baku pembanding.
Uji Daun Nusa Indah Putih (Mussaenda pubescens) Sebagai Antilitiasis Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Etrit Sabenar; Selvana S. Tulandi; Amal R. GInting; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.861 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v4i2.336

Abstract

Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) telah diteliti untuk mengetahui ada atau tidaknya potensi Antilitiasis dengan proses ekstraksi. Pada proses ekstraksi ada beberapa tahap yaitu maserasi, destilasi fraksinasi, dan ekstraksi cair-cair. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Sebanyak 20 ekor tikus jantan dewasa dengan berat rata-rata 150-200 gram dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol normal (P0), kelompok etilen glikol 0,75 % (P1), kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 150 mg/kg BB (P2) dan kelompokekstrak daun nusa indah putih (Mussaenda pubescens) dosis 300 mg/kg BB (P3) dengan parameter pengamatan kadar kreatinin serum darah tikus dan histopatologi ginjal pada setiap kelompokperlakuan dengan pengujian selama 28 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih berpotensi sebagai antilitiasis dimana pada dosis 150 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB tidak terdapat adanya endapan Kristal. Ekstrak n-Butanol daun nusa indah putih dosis 300 mg/kg lebih baik dapat menurunkan kadar kreatinin dibandingkan dengan dosis 150 mg/kg BB. Penurunan kadar kreatinin dan hilangnya kristal, kemungkinan karena kandungan metabolit sekunder yang ada pada daun nusa indah putih yang memiliki aktivitas diuretik yang membantu pengeluaran batu ginjal secara spontan dengan cara meningkatkan volume urine, pH dan aktivitas anti kalsifikasi.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga (L) Willd) Sebagai Analgesik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Julia Brigita Sumonda; Jeane Mongi; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.951 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol rimpang lengkuas putih sebagai analgesik pada tikus putih (Rattus norvegicus) dengan asam mefenamat sebagai pembanding.Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan November 2018 – Desember 2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian ekstrak etanol rimpang lengkuas putih yang diberi dosis berbeda 25 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, dan 100 mg/kgBB, menunjukan adanya efek analgesik pada hewan uji. Bila dibandingkan dengan kontrol positif obat asam mefenamat efek penurunan analgesik lebih tinggi dari ekstrak rimpang lengkuas putih, sedangkan pada kontrol negatif dengan pemberian CMC1 % efek penurunan analgesik lebih rendah, dosis 100 mg/kgBB rimpang lengkuas putih lebih banyak memberikan efek analgesik. Kesimpulannya adalah ekstrak rimpang lengkuas putih memiliki efek analgesik sebagai penurun rasa nyeri.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Delon Sermatang; Sonny D. Untu; Yessie K. Lengkey; Hariyadi Hariyadi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.294 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.361

Abstract

Penggunaan bahan obat alam lebih disukai karena diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan pengobatan modern yang menggunakan bahan sintetis. Pengobatan tradisional dewasa ini sangat populer dan semakin disukai oleh masyarakat. Dalam pekerjaan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada bahaya-bahaya tertentu, misalnya bahaya yang berpontensi mengalami resiko luka. Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patalogis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertentu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol batang sereh terhadap luka sayat pada tikus putih serta mengetahui konsentrasi yang efektif untuk penyembuhan luka sayat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan yaitu konsentrasi 12,5%, konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% dengan tiga kali ulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan mengalami efek penyembuhan luka, tetapi konsentrasi 50% mempunyai efektivitas lebih cepat dalam penyembuhan luka sayat dengan efektivitas 100%.
Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi Di Puskesmas Wolaang Langowan Sesilia Agata Soriton; Christel Sambou; Yessie Lengkey; Sonny Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.204

Abstract

Puskesmas Wolaang adalah salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Dari wawancara singkat yang di lakukan pada bulan April 2019 diketahui bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit nomor dua setelah ISPA dari sepuluh besar penyakit terbesar di Puskesmas Wolaang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien Hipertensi di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa periode bulan Januari – Juni 2019. Hasil penelitian mengenai Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Wolaang Langowan periode bulan Januari – juni berdasarkan jenis kelamin pasien perempuan lebih banyak menderita penyakit hipertensi dibandingkan pasien laki-laki, dengan jumlah perbandingan perempuan (64,3 %) sedangkan laki-laki hanya (35,7 %) dengan jenjang usia 40-50 tahun (59,3 %) dan 51-60 tahun (40,7 %) dapat disimpulkan bahwa umur diatas 50 tahun semakin rentan terkena penyakit hipertensi. obat antihipertensi yang paling banyak di resepkan di Puskesmas Wolaang Langowan pada periode Januari-Juni 2019 adalah obat Amlodipin dengan 203 resep (94 %). Pasien hipertensi yang memiliki komplikasi dengan penyakit Dispepsia adalah yang terbanyak di Puskesmas Wolaang Langowan Periode Bulan Januari-Juni 2019 dengan presentase 41,0 % (23 orang).
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Manukan (Rhinacanthus nasutus (L) Kurz) Indriani Maitulung; Wilmar Maarisit; Douglas N. Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.383

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang menghambat atau mencegah kerusakan sel akibat oksidasi dari radikal bebas. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai alternatif pengobatan tradisional dan berpotensi sebagai antioksidan adalah tanaman R. nasutus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah akar R. nasutus memiliki aktivitas antioksidan menggunakan KLT Bioautografi dan Spektrofotometer UV-Vis. Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental di Laboratorium dengan menggunakan akar R. nasutus dan diekstraksi dengan etanol 95% dengan metode maserasi kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam ODS. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dengan KLT Bioautografi dan secara kuantitatif dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm dengan perbandingan vitamin C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kasar etanol dan ekstrak yang dihasilkan dari fraksinasi kolom kromatografi dengan metanol 80% menunjukkan adanya aktivitas antioksidan secara kualitatif dan kuantitatif. Fraksi metanol 80% dan ekstrak kasar etanol akar R. nasutus memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 masing-masing 8.32ppm dan 36.77ppm.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Akar Mangrove Sonneratia alba Dengan Menggunakan Metode DPPH Sony Larumpaa; Jeane Mongi; Hariyadi Hariyadi; Ferdy A. Karauwan; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.390

Abstract

Antioksidan merupakan suatu kemampuan untuk menghambat, menekan, serta mencegah terjadinya rantai oksidasi yang dapat menghasilkan radikal bebas. Salah satu tumbuhan yang menarik untuk digunakan sebagai obat tradisional adalah tanaman mangrove Sonneratia alba yang berpotensi sebagai antioksidan. Akar Sonneratia alba mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak akar mangrove Sonneratia alba. Penelitian ini menggunakan metode DPPH untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan. Hasil penelitian ini didapatkan bahawa pada konsentrasi 10ppm, 20ppm, 30ppm, 40ppm, 50ppm akar mangrove Sonneratia alba memiliki aktivitas antioksidan. Namun yang memiliki aktivitas antioksidan lebih baik adalah pada konsentrasi 50ppm dengan persen penghambatan radikal DPPH pada ekstrak kasar sebesar 71,556% dan pada fraksi n-heksan sebesar 79,625%.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Daun Benalu (Helixanthera cylindrica (Jack) Danser) Pada Tanaman Kelor Pada Tikus Putih (rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan Filia Krisna Wilar; Jeane Mongi; Jabes Kanter; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.318

Abstract

Pengobatan tradisional menggunakan tanaman sebagai bahan baku sudah dilakukan sejak zaman dahulu termasuk di Sulawesi utara. Sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat masih menggunakan tanaman untuk mengobati beberapa penyakit salah satunya yaitu Diabetes Melitus. Penyakit diabetes melitus terdiri dari beberapa tipe, tipe I memerlukan seperti insulin yang disuntikan dan tipe II memerlukan obat-obatan sintetis antidiabetes, sehingga perlu dicari alternative pengobatan menggunakan tumbuhan atau tanaman dari bahan alam. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati diabetes melitus yakni tumbuhan benalu pada pohon Kelor yaitu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser. Benalu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser merupakan tumbuhan semi-parasit yang hidup bergantung pada tumbuhan inangnya, sehingga kandungan senyawa aktif yang dimiliki benalu Helixanthera cylindrica (Jack) Danser sama dengan tumbuhan inangnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antidiabetes ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental labororatorium dan menggunakan Metode RAL, 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. kontrol negatif aquadest, konsentrasi 75, 150, 300 mg/kgBB ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser, dan kontrol positif metformin. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser mampu menurunkan kadar gula darah, yaitu pada dosis 75mg/kgBB dengan nilai rata-rata penurunan 27,80%, dosis 150mg/kgBB dengan nilai 56.52% dan dosis 300 mg/kgBB hanya terjadi pada ulangan pertama dan kedua, secara keseluruhan dosis 300mg/KgBB memberikan efek penurunan melainkan peningkatan -0,88%. Kesimpulan penelitian dari ekstrak daun benalu Kelor Helixanthera cylindrica (Jack) Danser Dosis 150mg/KgBB memberikan efektivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi dari Dosis75 mg/KgBB.