Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Getah Batang Pisang Goroho Putih (Musa acuminafe L.) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Rudy Pareda; Wilmar Maarisit; Douglas Pareta; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.324

Abstract

Tanaman pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Sulawesi Utara. Secara tradisional getah batang pisang goroho putih sering digunakan oleh masyarakat untuk penyembuhan luka sayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pemberian getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) sebagai penyembuh luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), pengujian dilakukan pada hewan tikus putih sebanyak 15 ekor menggunakan 5 perlakuan 3 kali ulangan dalam keadaan sehat dan memiliki berat rata-rata 200g. Dengan mencukur bulu bagian punggung tikus kemudian dilukai dangan benda tajam (pisau bedah) steril dengan kedalaman luka ± 2 mm dan panjang luka ± 1 cm. Kontrol negatif tidak diberi perlakuan, kontrol positif digunakan povidone iodine 10%, pada perlakuan diberikan variasi dosis getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) 0,25 mL, 0,5 mL dan 1 mL, luka diolesi dua kali sehari lalu luka ditutup dengan kasa steril dan diplester selama 13 hari. Getah batang pisang goroho putih (Musa acuminafe L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu : alkaloid sebagai antibakteri, flavonoid dan saponin sebagai antibiotik, tanin sebagai antiseptik dan fenolik sebagai antioksidan. Getah batang pisang goroho (Musa acuminafe L.) pada dosis 0,25 mL, 0,5 mL dan 1mL mampu mempercepat dan memberikan pengaruh dalam penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Profil Swamedikasi Pasien Gout Artritis Di Apotek Wilayah Kecamatan Lirung Patricia Sulianti Mona; Christel Sambou; Randy Tampa'i; Yessie K. Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v5i1.329

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan diri sendiri adalah bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil swamedikasi pasien Gout Artritis di Apotek wilayah Kecamatan Lirung. Metode yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara Prospektif pada pasien gout artritis di 2 Apotek wilayah kecamatan Lirung bulan Desember 2021 – Januari 2022. Data yang diambil yaitu berdasarkan usia, jenis kelamin , tingkat pendidikan, jumlah kunjungan melakukan swamedikasi, jenis obat yang di beli, golongan obat, kekuatan sediaan, bentuk sediaan, dan dosis pemakaian. Jenis obat yang digunakan dalam pengobatan gout dari kekuatan sediaan, dosis pemakaian sudah sesuai dengan pedoman. Obat gout artritis dengan terapi tunggal terbanyak yaitu Voltadex Tablet sebanyak 4.17% dan untuk penggunaan obat dengan terapi kombinasi terbanyak yaitu Allopurinol, Piroxicam,Dexamethasone sebanyak 26.39% belum sesuai dengan pedoman Perhimpunan Rheumatoid Indonesia tahun 2018, Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI) tahun 2014 dan MIMS Petunjuk Konsultasi edisi 2021. Kata Kunci : Swamedikasi, Apotek, Gout Artritis
Uji efektitivitas sediaan gel ekstrak bonggol pisang goroho putih (Musa acuminafe, sp) terhadap penyembuhan luka bakar tikus putih (Rattus nornvegicus) Martina G. Laloan; Douglas N. Pareta; Selvana S. Tulandi; Yessie K. Lengkey; Christel N. Sambou
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 6 Nomor 3 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.184

Abstract

Natural wealth has a variety of herbal plants, plants that are included in it efficacious as medicine. Traditional medicine, is an ingredient or herb that is usually used as traditional medicine and is used to accelerate the healing of diseases, one of the plants used to accelerate wound healing is the white goroho banana weevil (Musa acuminafe, sp). This study aimed to determine the effectiveness of banana weevil gel preparations against healing burns in white rats (Rattus norvegicus). The test animals used were 15 rats. A burn of 2.5 cm was made on the back of the mouse using metal coins. The method used in this study is in the form of laboratory experiments. This study used a Complete Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments, including 1 negative control, 1 positive control (bioplacenton), and 3 stratified concentrations, namely 5% concentration gel, 10% concentration gel and 15% concentration gel with 3 repetitions each. The treatment is carried out for 14 days. The results of measuring wound diameter in rats based on the results showed that banana weevil extract gel concentration of 15% provided a healing effect more effective than other extracts.
Pengelolaan Dan Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan Ditinjau Dari Aspek Penjamah Makanan (Food Handler) Di Rumah Makan Secret 7 Tomohon Goni, Jenelitha S.; Karauwan, Ferdy A.; Hariyadi, Hariyadi; Palandi, Reky R.; Tombuku, Joke L.; Lengkey, Yessie K.
Majalah INFO Sains Vol 5 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jis.v5i1.71

Abstract

Usaha pencegahan serta perlindungan makanan dari kontaminasi dan mikroorganisme penular penyakit diperlukannya upaya hygiene sanitasi makanan. Hasil survey lapangan dan pengamatan serta penelitian yang diperoleh terhadap beberapa usaha rumah makan, restoran dan café siap saji di Kota Tomohon, masih banyak yang belum melaksanakan standar layak higiene, penjamah makanan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1098 Tahun 2003 mengenai Persyaratan Higiene Perilaku Penjamah Makanan. Penelitian dilakukan di Rumah Makan Secret 7 Tomohon, yang akan dilaksanakan pada Bulan Mei – Juni 2023. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan survey sifatnya deskriptif terhadap bagaimana perilaku penjamah makanan, yang dilihat dari pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, jenis kelamin, lamanya kerja serta usia dari penjamah makanan pada RM Secret 7 Tomohon. Hasil penelitian diperoleh, pengetahuan akan penjamah makanan masih kurang sebanyak 50%. Namun sikap dan tindakan telah 100% memenuhi syarat higiene perilaku penjamah makanan berdasar pada Keputusan Menkes No. 1098 Tahun 2003.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Singkong Karet (Manihot gglaziovii) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayatan Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Asmuruf, Yunice; Tumbel, Silvana L.; Mongi, Jeane; Lengkey, Yessie K.; Maarisit, Wilmar; Montolalu, Friska M.; Ginting, Margaretha S.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 7 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v7i1.424

Abstract

Negara Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang dapat diolah menjadi berbagai macam obat yang dapat dimanfaatkan dalam semua aspek kehidupan manusia.  Salah satu tanaman yang digunakan adalah daun singkong karet yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang diketahui mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan juga memiliki efek dalam mengobati luka pada tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas ekstrak daun singkong karet (Manihot glaziovii) terhadap proses penyembuhan luka sayatan. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan membuat luka sayat di punggung tikus. Penelitian ini menggunakan bentuk ekspreimen laboratorium dengan 5 perlakuan yang terdiri dari negative control, positive control dan 3 konsentrasi bertingkat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun singkong karet konsentrasi 15 persen memberikan efek penyembuhan yang lebih efektif dibandingkan dengan ekstrak konsentrasi 5 persen dan ekstrak konsentrasi 10 persen.
Evaluasi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Di Puskesmas Kakaskasen Polii, Ruland; Pareta, Douglas N.; Kanter, Jabes W.; Lengkey, Yessie K.; Mongi, Jeane
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v6i2.439

Abstract

Di Indonesia hipertensi merupakan penyakit yang menjadi kontributor tunggal utama dari gagal ginjal, penyakit jantung, serta stroke, sehingga pemberian obat antihipertensi diharapkan dapat mengontrol tekanan dara penderita hipertensi. Hal terpenting jika pasien punya kepatuhan terapi dikarenakan hipertensi menjadi penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kepatuhan pasien didalam mengkonsumsi obat ataupun medication of adherence adalah tingkatan taatnya pasien dalam menuruti anjuran pengobatan yang dibagikan dari dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.Pengujian ini punya tujuan dalam melihat tingkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Kakaskasen. Penelitian ini sifatnya observasional melalui pengambilan data dilakukan dengan deskriptif dan dinarasikan, metode pengumpulan data dilaksanakan denganprospektif mempergunakan lembaran kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil pengujian yang telah dilakukan selama bulan Desember 2022 menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi berjumlah 28,77%, tingkat kepatuhan sedang berjumlah 53,42%, serta tingkat kepatuhan rendah berjumlah 17,81%.
Gambaran Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tuminting Tampa'i, Randy; Sumombo, Jacklyne; Hariyadi, Hariyadi; Lengkey, Yessie
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 11, NOMOR 1, FEBRUARI 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v11i1.3499

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with a very high complication rate and the third-highest cause of death in Indonesia. The management of DM cannot be separated from the action of drug therapy. It is necessary to have pharmaceutical care in handling drug related problems (DRPs) in order to achieve optimal drug effects on patients. The purpose of this study is to describe the characteristics and incidence of DRPs in type 2 DM patients at the Tuminting Public Health Centre, Manado. Sampling of 42 samples is conducted with a purposive sampling method using medical records and patient medical treatment history data for type 2 DM patients retrospectively from January to June 2019. The data is analyzed descriptively. The results obtained from the incidence of type 2 diabetes mellitus in women were 53.10% and men 46.90%. Most patients with type 2 diabetes were at the age of >60 years, 66.67%. The highest co-morbidity were cardiovascular disorders 24,24%. The most widely used antihyperglycemic drug was metformin 72.50%. The most DRPs incidence occurred in May 2019 at 36.36%, with 59.05% was needing drugs was, 13.64% did not need drugs, 20.45% wrong drugs, 2.27% less dose and 4.55% over dose.
Dampak Pembuangan Limbah Peternakan Babi Terhadap Kualitas Air Sungai Munte Dua Dan Sungai Nuai Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa Moningka, Asriani S.; Hariyadi, Hariyadi; Potalangi, Nerni O.; Palandi, Reky R.; Tombuku, Joke L.; Lengkey, Yessie K.
Majalah INFO Sains Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jis.v6i1.78

Abstract

Mutu kualitas air khususnya di sungai Munte Dua dan Sungai Nuai yang berada diwilayah Kecamatan Sonder memiliki pengaruh penting karena merupakan bagian dari jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) Munte yang hulunya berada di Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa, dan bermuara di desa Munte Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Analitik Kalibrasi Laboratorium (ANKAL). Sampel air dilakukan pada lima titik yaitu upstream (hulu), bagian tengah dan downstream (hilir). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik deskriptif komperatif yaitu membandingkan hasil uji laboratorium sampel air sungai Munte Dua dan Sungai Nuai di Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa dengan baku mutu air sungai PP 22 tahun 2021 lampiran VI (parameter BOD, COD, TSS, Amonia, pH dan E. coli) serta menjelaskan dampak dan alasan baku mutu air tersebut terhadap kualitas air sungai tersebut. Sungai Munte 2 dan sungai Nuai, berdasarkan baku mutu air permukaan Kelas II dalam PP No. 22 Tahun 2021 dinyatakan telah terjadi pencemaran, dengan parameter data sebagai berikut :Pada Titik 1 pencemaran pada parameter BOD, TSS, Amoniak dan E. Coli. Pada Titik 2 pencemaran pada parameter BOD dan TSS. Pada Titik 3 pencemaran pada parameter BOD dan E. Coli . Pada Titik 4 pencemaran pada parameter BOD dan E. Coli . Pada Titik 5 pencemaran pada parameter BOD dan COD, TSS, dan Amoniak.
Anti-Inflammatory Activity Test of Mangrove Root (Sonneratia alba) Ethanol Extract Gel Preparation in Carragenan-Induced White Rats (Rattus norvegicus) Simanjuntak, Alfared S.; Mongi, Jeane; Maarisit, Wilmar; Lengkey, Yessie K.; Sambou, Christel N.; Pareta, Douglas N.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 8 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v8i1.493

Abstract

Nature provides various compounds that can provide anti-inflammatory activity, one of which is the compound contained in mangrove roots (Sonneratia alba). In these plants, especially in the roots, there are secondary metabolite compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, triterpenoids and from various reported research results, flavonoids have anti-inflammatory properties. The medicinal preparation that the researchers want to make is a gel preparation that is used for topical treatment therapy. The research was carried out with 15 rats into 5 test groups. Positive control group: given Diclofenac Sodium gel (Voltadex) 20 g (1%), negative control group: given gel without ethanol extract, 2.5% concentration group: given 2.5% ethanol extract gel, 5% concentration group: given 5% ethanol extract gel, 10% concentration group: 10% ethanol extract gel was given. The data was analyzed descriptively and presented in the form of tables and graphs. The research results showed that the Sonneratia alba ethanol extract gel preparation had anti-inflammatory activity. The research results show that the ethanol extract of Sonneratia alba mangrove roots can be used as a gel preparation and in in vivo testing the gel preparation of Sonneratia alba mangrove root ethanol extract has anti-inflammatory activity. The control group of Sonneratia alba mangrove root ethanol extract gel preparations of concentrations of 2.5%, 5% and 10% had a swelling inhibition percentage, which means that Sonneratia alba mangrove root ethanol extract gel preparations of 2.5%, 5% and 10% concentration had anti-inflammatory activity.
Activity of Caulerpa racemosa Against Helicobacter pylori Bacteria Kalangi, Jekki J. F.; Lengkey, Yessie K.; Potalangi, Nerni O.; Tulandi, Selvana S.; Palandi, Reky R.; Karauwan, Ferdy A.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 8 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v8i1.498

Abstract

Sea grapes (Caulerpa racemosa) contain various secondary metabolites with bioactive compounds that function as antibacterial agents. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of ethanol extract from sea grapes (Caulerpa racemosa) against Helicobacter pylori. The method used was the agar diffusion technique with paper discs at four different extract concentrations: 500 µg, 600 µg, 700 µg, and 800 µg per disc. Extraction was carried out through maceration using 96% ethanol as the solvent, and antibacterial activity was assessed based on the formation of inhibition zones around the discs. The results showed that all extract concentrations exhibited very strong inhibitory effects on the growth of H. pylori, with inhibition zones of 27.23 mm, 28.51 mm, 29.91 mm, and 31.51 mm, respectively. The higher the extract concentration, the larger the inhibition zone formed. Based on antibacterial activity categorization, Caulerpa racemosa extract demonstrates potential as a strong antibacterial agent against Helicobacter pylori.