Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Upaya Pencegahan Penyakit Scabies melalui Edukasi Kesehatan Dengan Metode Team Games Turnamen (TGT) Pada santriwati di Pondok Putri Ridwan Anwarul Halimy Di Desa Sesela Lombok Barat Baik Heni Rispawati; Dewi Nursukma Purqoti; H.Muhammad Dimyati; Ernawati; Dika Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v5i1.1540

Abstract

Scabies is a contagious skin disease, this disease is caused by an infestation of mites namely sarcoptes scabiei humoris variation, the spread of this disease is caused by several factors one of which is poor environmental hygiene and sanitation as well as lack of knowledge. In this community service aims to find out Scabies Prevention Efforts through health education with the Teams games tournament (TGT) method at the Ridwan Anwarul Halimy Islamic boarding school for girls, Sesela village, West Lombok. The method used in this community service is by identifying students who are affected by scabies and then conducting health education about scabies. and after being given counseling about education on the diet of hypertensive clients through supportive education, the community understands how to control themselves so that their hypertension does not recur. Respondents in this community service were 30 female students in class VIII of the Ridwan Anwarul Halimy Islamic Boarding School for Girls. The conclusion of this study is the influence of health education using the (TGT) method on knowledge of scabies prevention at the Ridwan Anwarul Halimy Islamic Boarding School for Girls, Sesela Village, West Lombok. After being given education about scabies prevention, the students understood how to control themselves so as not to get scabies. With this community service activity, it is hoped that health workers and teachers can provide education about scabies prevention to female students to increase knowledge to avoid infectious diseases.
Edukasi mobilisasi dini post operasi untuk mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan Hapipah Hapipah; Istianah Istianah; Ernawati Ernawati; Baik Heni Rispawati; Heny Marlina Riskawaty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22138

Abstract

Abstrak Pasien dengan tindakan operasi atau pembedahan mencapai angka peningkatan yang sangat signifikan tiap tahunnya. Masalah yang umum terjadi setelah operasi adalah pasien merasakan nyeri pada luka dan faktor lain yang membuat pasien tidak mau untuk bergerak lebih awal dan istirahat di tempat tidur. Kondisi ini akan menimbulkan berbagai dampak diantaranya dapat memperlambat proses penyembuhan paska operasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga terkait mobilisasi dini post operasi guna mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan kesehatan yang dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan demonstrasi mempraktekkan bebeberapa gerakan sederhana dengan menggunakan media LCD proyektor dan leaflet. Kegiatan ini dilakukan di ruang Flamboyan RSUD Praya Lombok Tengah pada tanggal 9 Agustus 2023 dengan sasaran kegiatan yaitu pasien paska bedah yang sedang menjalani perawatan dan keluarga pasien sebanyak 42 orang. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan kesehatan sebelum dan sesudah penyampaian materi mobilisasi dini post operasi, yaitu sebagian besar pada kategori kurang yaitu 27 orang (64,3%) meningkat menjadi cukup 26 orang (61,9%). Kegiatan penyuluhan kesehatan diruang perawatan bisa dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian pasien dan keluarga melakukan mobilisasi dini post operasi sehingga menurunkan tingkat ketergantungan pasien diruang perawatan.Kata kunci: edukasi; mobilisasi dini; post operasi. AbstractThe number of patients undergoing surgery is increasing every year. Common problems that arise after surgery are pain in the wound area and other things that make patients reluctant to move or rest in bed. This condition has many side effects, including delaying the recovery process after surgery. The community's mission is to increase awareness among patients and families about exercise early after surgery to reduce pain and speed recovery. The method used in this activity is health education through lectures, discussions and practical demonstrations of simple exercises using an LCD screen and posters. This activity was carried out in the Flamboyan room at Praya Hospital, Central Lombok on August 9 2023 with the target of the activity being post-surgical patients who were undergoing treatment and 42 patients' families. As a result of this community service, it was found that there was an increase in the knowledge of health education participants before and after the delivery of post-operative early mobilization material, namely the majority in the inadequate are 27 people (64.3%) to sufficient category 26 people (61.9%). Medical training in the treatment room can be carried out immediately to increase the awareness and independence of patients and their families through a rapid recovery after surgery to reduce the dependence of the patient on the treatment room.Keywords: education; early mobilization; post operation.
IDENTIFIKASI SUBJECTIVE WELL BEING PENDERITA DM TIPE 2 Purqoti, Dewi; Ernawati; Rispawati, Baik Heni; Zuliardi
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i3.483

Abstract

Diabetes mellitus ialah kondisi pancreas yang mengalami gangguan metabolisme. Berbagai gangguan baik bersifat fisik maupun psikis dapat terjadi akibat penyakit ini,kemungkinan terkena komplikasi jika tidak taat akan program pengobatan DM menjadikan penyandang harus berupaya melaksanakan program tersebut. Hal ini akan mempengaruhi subjective well being penyandang DM. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subjective well being penyandang diabetes mellitus Tipe 2. di Desa Kopang kabupaten Lombok tengah. Metode : Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan Teknik sampling berupa purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Hasil: dari 60 responden, 32 responden (53,3%) memiliki subjective well being dalam kategori rendah dan 28 responden (46,7%) memiliki subjective well being dalam tinggi Kesimpulan : Masih rendahnya subjective well being penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang Lombok Tengah sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk mampu meningkatkan subjective well being dan mampu meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes mellitus tipe 2 di Desa Kopang.
IDENTIFIKASI KADAR GULA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 DI DESA KOPANG LOMBOK TENGAH Purqoti, Dewi; Rispawati, Baik Heni; Ernawati; Zuliardi; Ilham
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 1 No. 4 (2023): November : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v1i4.491

Abstract

Diabetes terjadi karena menerapkan gaya hidup modern yang cenderung membuat seseorang menyukai hal-hal yang instan. Akibatnya, mereka cenderung malas beraktivitas fisik dan gemar mengonsumsi makanan yang instan, yang memiliki kandungan natrium yang tinggi. Tujuan: mengidentifikasi kadar gula darah pada penyandang DM di desa kopang. Metode Penelitian: Penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 113 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan besar sampel sejumlah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Penelitian ini menunjukkan kadar gula darah penyandang DM dalam kategori sedang sejumlah 47 responden (78.3%) dalam kategori tinggi sejumlah 9 orang (15%), dan dalam kategori rendah sejumlah 4 responden (6.7%). Kesimpulan: Masih banyaknya penyandang DM dengan kadar gula darah dalam kategori sedang dan tinggi sehingga dibutuhkan intervensi yang tepat untuk dapat mengontrol kadar gila darah penyandang DM tipe 2 di desa kopang