Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Peran Strategis Guru Mentor Dalam Program Pengalaman Lapangan [The Strategic Role of the Teacher Mentor in a Field Experience Program] Lastiar Roselyna Sitompul
Polyglot Vol 13, No 2 (2017): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i2.416

Abstract

The field experience is an important aspect of a student's academic program in improving the quality of a graduate of a teacher education program. The mentor teacher has a strategic role in developing students' competence to be a professional teacher. To know the mentor teacher's role and the process of guidance during the field experience program, student teachers need to observe, interview and make a portfolio. The results of the study indicates that there are obstacles in the field supervision process such as the limited opportunities for guidance because of the many duties that must be done by the mentor teachers. It is hoped that this article will provide advice to the Teachers College as the organizer of the field experience program to improve the socialization of the role of mentor teachers in  schools where field experience programs are held, so that such programs will be more effective in achieving the expected goals.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Program pengalaman lapangan (PPL) adalah salah satu program mata kuliah yang berorientasi pada pengalaman mengajar di lapangan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu seorang lulusan fakultas ilmu pendidikan. Guru mentor mempunyai peran strategis dalam mengembangkan kemampuan kompetensi mahasiswa guru untuk siap menjadi seorang guru yang profesional. Untuk mengetahui peran dan proses pembimbingan selama program pengalaman lapangan dilakukan penelitian deskriptif melalui observasi dan wawancara serta menggunakan dokumen portofolio mahasiswa PPL. Hasil observasi menunjukkan ditemukan kendala-kendala dalam proses pembimbingan di lapangan seperti terbatasnya kesempatan bimbingan oleh karena tugas dan kewajiban yang lain yang harus dikerjakan para guru mentor. Diharapkan melalui artikel ini Teachers College  sebagai penyelenggara program  pengalaman lapangan lebih meningkatkan sosialisasi peran guru mentor di sekolah-sekolah tempat diadakannya program pengalaman lapangan, sehingga semakin efektif untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Penetapan dan Penerapan Peraturan Spesifik untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Kelas VIII SMP ABC Cikarang [Making and Applying Specific Rules for Hand Raising Before Speaking to Improve Discipline of Grade VIII Students at a Junior High School during Biology Class] Eimenina Saemara Pelawi; Juniriang Zendrato; Lastiar Roselyna Sitompul
Polyglot Vol 12, No 2 (2016): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v12i2.365

Abstract

It was discovered that during the process of learning biology, grade VIII students at SMP ABC in Cikarang lacked discipline which distrupted the ability of the class to study conducively.  To solve this problem, the researcher implemented a specific rule which was "Raise Your Hand before Speaking". The research aim was to see whether the discipline of the students in grade VIII could be improved through the establish and implementation of this specific rule. The method used was the classroom action research method. It used the cycle model and it was made reflectively. The research was completed after 2 cycles with 25 students as the subject of the research. The results of the data were analyzed using descriptive statistical techniques and descriptive qualitative. The instruments used to collect data were student questionnaires, observation sheets of students' discipline, student interview sheets, mentor’s feedback sheets and the researcher’s journal reflections. The data from all the instruments showed that in the second cycle the discipline indicators achieved a very good criteria. This shows that the establishment and implementation of the specific "Raise Your Hand Before Speaking" rule can improve the discipline of the students of grade VIII at SMP ABC in Cikarang. BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Selama pembelajaran Biologi berlangsung ditemukan bahwa siswa kelas VIII SMP ABC CIKARANG kurang disiplin sehingga mengganggu terciptanya iklim kelas yang kondusif untuk belajar. Dalam rangka mengatasi masalah yang ditemukan, peneliti menerapkan peraturan spesifik Raise Your Hand before Speaking. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah kedisplinan siswa kelas VIII dapat ditingkatkan melalui penetapan dan penerapan peraturan spesifik ini.Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas model siklus yang dilakukan secara bersiklus dan bersifat reflektif. Penelitian ini diselesaikan dalam dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua pertemuan belajar. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa.Hasil data dianalisa dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket siswa, lembar observasi kedisiplinan siswa, lembar wawancara siswa, lembar umpan balik mentor dan jurnal refleksi peneliti. Berdasarkan data dari seluruh instrumen tersebut menunjukkan bahwa pada siklus 2 ketercapaian indikator kedisiplinan bermakna baik sekali. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan dan penerapan peraturan spesifik Raise Your Hand before Speaking dapat meningkatkan kedisiplinan siswa kelas VIII di Sekolah SMP ABC Cikarang dalam pelajaran Biologi.
KEPEMIMPINAN DIGITAL MASA DEPAN MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALPHA [FUTURE DIGITAL LEADERSHIP THROUGH CHARACTER EDUCATION FOR THE ALPHA GENERATION] Lastiar Roselyna Sitompul; Muhammad Japar; Moch Sukardjo; M.Helmi Azhar; Luthpi Saepuloh
Polyglot Vol 19, No 2 (2023): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v19i2.6465

Abstract

AbstractThe Alpha generation is a unique generation, born in the era of digital technology. From an early age, they have been in contact with information technology. Based on previous research, this generation spends a lot of time in front of screens and is fluent in using technological tools. There is a negative impact of using technology when it is not accompanied by character education. As they are the future generation of leaders, teachers and parents must take an approach based on the characteristics of the Alpha generation in parenting and teaching to develop leadership character. This research aims to examine the characteristics of the Alpha generation, character education for the Alpha generation, and parenting styles that are effective in preparing to be the digital leaders. The research method is a literature study. The results of the literature study show that the Alpha generation has great potential as digital leaders in a digital environment and character education in schools and parental care must adapt to the characteristics of the Alpha generation by providing examples, mentoring, and good relationships.Bahasa Indonesia AbstrakGenerasi Alpha adalah generasi unik, lahir di era teknologi digital. Sejak usia dini, telah bersentuhan dengan teknologi informasi. Berdasarkan penelitian terdahulu generasi ini banyak menggunakan waktu di depan layar dan fasih dalam penggunaan alat-alat teknologi. Terdapat dampak negatif dari penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan pendidikan karakter. Sebagai generasi pemimpin di masa depan, guru dan orang tua harus mempunyai pendekatan berdasarkan karakteritik generasi alpha dalam pola asuh dan pengajaran untuk mengembangkan karakter kepemimpinan. Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik generasi Alpha, bagaimana pendidikan karakter untuk generasi Alpha dan pola asuh orang tua yang efektif dalam mempersiapkan kepemimpinan digital generasi Alpha. Metode penelitian adalah metode kepustakaan, melalui penelurusan literatur terpercaya. Hasil penelitian studi literatur menunjukkan generasi Alpha mempunyai potensi besar sebagai pemimpin digital melalui lingkungan digital yang telah dikuasai, pendidikan karakter di sekolah dan asuhan orang tua harus menyesuaikan dengan karakteristik generasi Alpha, dengan memberikan keteladanan, pendampingan, serta relasi yang baik.