Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP SEHAT DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA DI SMP NEGERI 20 RAJA AMPAT Langitan , Fentje W.; Berhimpong , Marnex W.; Morin, Meyske
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jo.v4i2.8607

Abstract

Untuk menginvestigasi keterkaitan antara pola hidup yang sehat dengan tingkat kesegaran fisik di lingkungan SMP N 20 Raja Ampat, digunakan instrumen berupa tes dan pengukuran melalui kuisioner dengan skala likert serta uji kebugaran jasmani. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas data dengan metode Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil perhitungan, ditemukan hubungan yang signifikan antara pola hidup yang sehat dan tingkat kesegaran fisik di SMP N 20 Raja Ampat. Hasil ini diperkuat oleh nilai signifikansi yang menunjukkan bahwa hubungan antara pola hidup sehat (X) dan kebugaran fisik (Y) memiliki nilai 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya korelasi yang signifikan antara variabel pola hidup yang sehat dan tingkat kebugaran fisik. Terbukti bahwa nilai hitung dalam hubungan antara pola hidup yang sehat dan kesegaran fisik adalah 0,929, melebihi nilai tabel r yaitu 0,361. Ini membuktikan bahwa perilaku pola hidup yang sehat memegang peranan penting dalam meningkatkan kebugaran fisik anak. Semakin positif perilaku pola hidup yang sehat, semakin tinggi pula tingkat kesegaran fisik mereka. Hal ini dikarenakan penerapan perilaku atau pola hidup yang sehat dapat menjaga kondisi fisik seseorang tetap optimal, yang pada akhirnya mendukung tingkat kebugaran fisik seseorang secara tidak langsung..
PROFIL KEMAMPUAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP PEMAIN BOLA VOLI MAHASISWA PUTRA PRODI ILMU KEOLAHRAGAAN TAHUN AJARAN 2022/2023 Pandenaa, Niken; Berhimpong , Marnex; Mokoagow , A.
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Profil Kemampuan Daya Ledak Otot Tungkai pada Mahasiswa Putra yang bermain Bola Voli di Program Studi Ilmu Keolahragaan Tahun Ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Alat yang digunakan untuk mengukur Daya Ledak Otot Tungkai adalah Digital Vertical Jump. Sampel penelitian terdiri dari 20 Mahasiswa Putra Program Studi Ilmu Keolahragaan yang telah mengambil Mata Kuliah Permainan Bola Voli. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar Mahasiswa Putra yang bermain Bola Voli memiliki kemampuan daya ledak otot tungkai di atas rata-rata (45%). Kemampuan "baik" diikuti oleh 30% dari responden, sementara 15% menunjukkan kemampuan "baik sekali." Hanya sedikit yang memiliki kemampuan "rata-rata" sebesar 10%, sedangkan tidak ada yang masuk ke dalam kategori "bawah rata-rata," "kurang," atau "kurang sekali.
ANALISIS BIOMEKANIKA SERVIS ATAS BOLA VOLI PADA CLUB BOLA VOLI VOLCANO TOMOHON Berhimpong, Marnex Willner; Mberato, Stella Ivena; Telew, Agusteivie Albert Jefta
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika gerakan servis atas pada atlet Club Bola Voli Volcano Tomohon. Servis atas merupakan salah satu teknik dasar yang sangat menentukan dalam permainan bola voli. Kualitas servis dipengaruhi oleh berbagai faktor biomekanik, seperti posisi awal tubuh, sudut-sudut sendi saat melakukan gerakan, serta koordinasi otot dan keseimbangan tubuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis bivariat, serta memanfaatkan perangkat lunak Kinovea untuk menganalisis gerakan atlet berdasarkan rekaman video. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang atlet yang diambil secara total sampling. Variabel utama yang dianalisis meliputi sudut awalan kaki, sudut awalan tangan, sudut pengenaan bola, serta sudut akhiran kaki dan tangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sudut gerakan pada setiap fase servis atas. Korelasi antara sudut pengenaan bola dan sudut akhiran tangan menunjukkan hubungan sedang dan signifikan (ρ = -0.547; sig = 0.013), sedangkan hubungan antar variabel biomekanik lainnya menunjukkan korelasi yang lemah dan tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua fase gerakan memiliki keterkaitan langsung satu sama lain, namun sudut saat kontak bola memainkan peran penting dalam menentukan kualitas akhiran gerakan tangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemahaman prinsip biomekanika sangat penting dalam meningkatkan efektivitas teknik servis atas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perancangan program pelatihan teknik servis yang lebih sistematis dan individual sesuai karakteristik masing-masing atlet.
ANALISIS BIOMEKANIKA TENDANGAN BOLA PADA FUTSAL MAHASISWA NIAS DI UNIMA Berhimpong, Marnex Willner; Gea, Sertin Irayani; Mokoagow, Anuardin
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan biomekanika tendangan bola dengan keberhasilan tendangan pada mahasiswa Nias di Universitas Negeri Manado (UNIMA). Penelitian dilatarbelakangi oleh temuan bahwa mahasiswa Nias sering mengalami kesalahan dalam teknik menendang bola saat bermain futsal, yang berpotensi mempengaruhi hasil akhir pertandingan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengukur hubungan antara sudut awalan, sudut tumpuan kaki, sudut perkenaan kaki dengan bola, serta sudut akhiran terhadap keberhasilan tendangan (goal atau tidak). Populasi penelitian adalah seluruh anggota Persatuan Mahasiswa Kristen Nias di UNIMA dengan jumlah 20 orang yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan pada 13 Maret 2025 di lapangan Futsal Koya Tondano, dengan menggunakan instrumen perekaman video dan aplikasi Kinovea untuk mengukur sudut gerakan tendangan. Data yang dianalisis mencakup variasi sudut biomekanika dari masing-masing responden serta korelasinya dengan hasil tendangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sudut awalan (r = 0,114; p > 0,05), sudut tumpuan kaki (r = 0,227; p > 0,05), sudut perkenaan bola (r = 0,151; p > 0,05), dan sudut akhiran (r = -0,322; p > 0,05) dengan keberhasilan tendangan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor biomekanika berupa sudut gerakan tidak berdiri sendiri dalam menentukan keberhasilan tendangan.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS LATIHAN FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ATLET PANJAT TEBING DI SULAWESI UTARA Tombokan, Vera; Berhimpong, Marnex; Iksan, Moh
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hubungan Antara Aktivitas Latihan Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Atlet Panjat Tebing di Sulawesi Utara. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Manado. Latihan fisik adalah kegiatan olahraga yang dilaksanakan secara terstruktur untuk mempersiapkan atlet mencapai performa maksimal dan menjaga kebugaran serta kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Aktivitas Latihan Fisik Dengan Kualitas Tidur Pada Atlet Panjat Tebing di Sulawesi Utara. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh Atlet Panjat Tebing yang aktif di Sulawesi Utara yang memiliki Kartu Identitas Atlet (KIAT) yang berjumlah 49 orang, diambil melalui metode total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari total 49 responden didapatkan responden yang memiliki aktivitas latihan fisik berat dengan kualitas tidur buruk berjumlah 20 responden (40,82%). Uji Chi-square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas latihan fisik dengan kualitas tidur pada atlet dengan nilai p = 0,003. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara aktivitas latihan fisik dengan kualitas tidur pada atlet panjat tebing di Sulawesi Utara.
Gambaran Faktor Risiko Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris Liogu, Tamariska; Berhimpong, Marnex W.; Pongoh, Lucyana L.; Manoppo, Jonesius E.; Salam, Ilham; Toar, Jilly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4723

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit tidak menular kronis yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di tingkat pelayanan kesehatan primer. Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris menunjukkan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus tipe II dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor risiko yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis penderita diabetes melitus tipe II yang tercatat di Puskesmas Tandengan. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini berjumlah 102 penderita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, tekanan darah, riwayat keluarga, aktivitas fisik, obesitas, dan kebiasaan merokok. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan penyajian dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penderita berada pada kelompok usia 56–65 tahun, berjenis kelamin perempuan, serta bekerja sebagai ibu rumah tangga. Mayoritas responden memiliki tekanan darah kategori hipertensi ringan, tingkat obesitas gemuk hingga sangat gemuk, dan aktivitas fisik yang bervariasi. Riwayat keluarga diabetes ditemukan pada sebagian responden, sementara kebiasaan merokok lebih dominan pada responden laki-laki. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia lanjut, obesitas, hipertensi, dan gaya hidup berperan penting sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe II. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan program pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di tingkat puskesmas.
Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Disorder dan Kelelahan Kerja pada Petani Padi di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara Agnesia Ester Wawo; Marnex W. Berhimpong; Prycilia P. Mamuaja
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Petani padi memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan akibat kerja, terutama keluhan muskuloskeletal disorder (MSDs) dan kelelahan kerja. Aktivitas pertanian yang dilakukan secara berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang dapat memicu kedua masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keluhan MSDs dan kelelahan kerja pada petani padi di Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petani padi aktif di Kelurahan Kayawu yang berjumlah 145 orang. Sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 60 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur MSDs dan Fatigue Severity Scale (FSS) untuk mengukur kelelahan kerja. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil: Mayoritas responden berada pada rentang usia 41-51 tahun (54,1%) dan berjenis kelamin perempuan (56,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani padi mengalami keluhan MSDs dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 51 responden (85%). Sisanya mengalami keluhan berat (10%) dan keluhan ringan (5%). Untuk variabel kelelahan kerja, mayoritas responden mengalami kelelahan kerja sedang, yaitu 37 responden (61,7%), sementara 23 responden (38,3%) mengalami kelelahan kerja berat. Kesimpulan: Keluhan muskuloskeletal disorder dan kelelahan kerja merupakan permasalahan kesehatan yang umum terjadi pada petani padi di Kelurahan Kayawu. Keduanya didominasi oleh tingkat keluhan sedang. Faktor usia dan jenis kelamin diduga turut mempengaruhi kejadian ini, di mana petani yang lebih tua dan berjenis kelamin perempuan menunjukkan kecenderungan lebih tinggi mengalami keluhan.
The Influence of Confidence and Anxiety and Coordination Eyes on The Ability of The Penalty Kick on The Football Player Club Baruna Tumbak Mitra Ahria Judistari Paturusi; Eduard Kumenap; Marnex W. Berhimpong; N. Piri; Achmad Paturusi
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 7 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i7.578

Abstract

Here is the proofread and academically refined version with corrected grammar, improved methodological terminology, consistent tense, and proper sports science phrasing. The required phrase is italicized as requested:This research aimed to: (1) determine whether confidence had a direct effect on penalty kick ability; (2) determine whether anxiety had a direct effect on penalty kick ability; (3) determine whether eye-foot coordination had a direct effect on penalty kick ability; (4) determine whether self-confidence had a direct effect on anxiety; (5) determine whether self-confidence had a direct effect on eye-foot coordination; (6) determine whether anxiety had a direct effect on eye-foot coordination; and (7) examine the simultaneous influence of confidence, anxiety, and eye-foot coordination on penalty kick ability among football players of Club Baruna Tumbak Mitra. The study used a quantitative ex post facto research design. Path analysis was employed to examine the pattern of relationships among the independent variables and the dependent variable. The instruments used included a closed questionnaire to measure confidence and anxiety, the “Soccer Wall Volley Test” to assess eye-foot coordination, and a “Shooting Test” to measure penalty kick ability. Data were analyzed using univariate and bivariate statistical tests at an alpha level of 0.05. The results indicated that: (1) there was a significant effect of confidence on penalty kick ability, contributing 43.30%; (2) there was a significant effect of anxiety on penalty kick ability, contributing 40.96%; (3) there was a significant effect of eye-foot coordination on penalty kick ability, contributing 59.44%; (4) there was a significant effect of confidence on anxiety, contributing 65.77%; (5) there was a significant effect of confidence on eye-foot coordination, contributing 35.28%; (6) there was a significant effect of anxiety on eye-foot coordination, contributing 43.03%; and (7) there was a simultaneous significant influence of confidence, anxiety, and eye-foot coordination on penalty kick ability among football players of Club Baruna Tumbak Mitra, with a combined contribution of 66.59%.
Gambaran Pelayananan Kesehatan Ibu dan Anak di UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat Pricilia Hansun; Marnex W. Berhimpong; Agusteivi A. J. Telew
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide an overview of maternal and child healthcare services available at the Ratahan Subdistrict Health Center (Puskesmas) in Southeast Minahasa Regency. The background of this research is the persistently high maternal and infant mortality rates in the region, which indicate that the quality of existing healthcare services has not yet met optimal standards. A descriptive method with a qualitative approach was employed, with data collected through interviews and direct observations at the local health center. The findings reveal that the maternal and child healthcare services at Ratahan Health Center continue to face several challenges. These include inefficiencies in service delivery time, healthcare costs that are not fully affordable for the community, and limited supporting facilities and infrastructure. Community complaints regarding long waiting times and a shortage of medical personnel also contribute to the decline in service quality. The results of this study are expected to serve as input for improving maternal and child healthcare services at the community health center level and to contribute to the advancement of public health science.
Perbandingan Kualitas Tidur dengan Mengukur Keseimbangan dan Kelincahan pada Siswa SMP Negeri 1 Kema di Waleo Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara Naftanael Mourits Walangitan; Fentje W. Langitan; Melky Pangemanan; Marnex W. Berhimpong; Nancy S. Bawiling
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10377

Abstract

Kualitas tidur merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga fungsi fisik, kognitif, dan kesehatan remaja. Kurangnya kualitas tidur pada remaja dapat memengaruhi kemampuan motorik, termasuk keseimbangan dan kelincahan yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pembelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat keseimbangan dan kelincahan antara siswa yang memiliki kualitas tidur baik dan kualitas tidur kurang baik di SMP Negeri 1 Kema, Waleo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Tes Stork Stand dan kelincahan diukur menggunakan Illinois Agility Test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur siswa adalah 6,2 yang termasuk kategori kurang baik. Sebanyak 21 siswa (70%) memiliki kualitas tidur kurang baik dan 9 siswa (30%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil pengukuran keseimbangan menunjukkan rata-rata waktu bertahan sebesar 26,81 detik, dengan 26,67% siswa berada pada kategori sangat baik. Sementara itu, hasil pengukuran kelincahan menunjukkan rata-rata waktu penyelesaian sebesar 21,18 detik, dengan 43,33% siswa berada pada kategori baik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kualitas tidur berhubungan dengan performa fisik siswa, di mana siswa yang memiliki kualitas tidur lebih baik cenderung menunjukkan kemampuan keseimbangan dan kelincahan yang lebih optimal dibandingkan siswa dengan kualitas tidur kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung kebugaran dan performa fisik remaja di lingkungan sekolah.