Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perancangan Karakter Purnawarman sebagai Tokoh Utama dalam Film Animasi Kerajaan Tarumanagara Ahmad Surachmad; Iis Purnengsih
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 01 (2018): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.171 KB) | DOI: 10.30998/vh.v1i01.4

Abstract

Purnawarman adalah raja ketiga dari Kerajaan Tarumanagara, sosok raja yang gagah berani dalam pertempuran dan raja yang dapat memakmurkan rakyatnya. Sosok yang menarik untuk dijadikan sebuah tokoh utama dalam sebuah cerita sejarah. Artikel ini akan membahas perancangan visual karakter Raja Purnawarman dalam film animasi Kerajaan Tarumanagara dengan tujuan untuk mengetahui karakter visual Purnawarman sebagai sosok raja yang gagah berani dalam pertempuran. Analisis visual artikel ini menggunakan analisis Kualitiatif, sehingga dengan analisis ini dapat diketahui karakter Raja Purnawarman. Film animasi dibuat sebagai media pendukung agar karakter visual Purnawarman lebih menarik perhatian khususnya audiens yaitu anak-anak dan remaja.
Buku Foto Sebagai Media Dokumentasi Kegiatan Pelestarian Pencak Silat Tradisional KPSTI Reza Bayu Saputra Reza Bayu Saputra; Qisthi Maghfiroh Maghfiroh; Ida Rosida; Iis Purnengsih
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.2734

Abstract

Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, seni, dan bela diri, serta telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2019. Meskipun demikian, Pencak Silat masih menghadapi persoalan persepsi di kalangan masyarakat, khususnya generasi Z, yang cenderung mengasosiasikannya dengan kekerasan, tawuran, dan budaya masa lalu. Selain itu, informasi mengenai sejarah, nilai, dan keberagaman Pencak Silat masih tersebar pada berbagai sumber sehingga belum tersampaikan secara komprehensif melalui media yang sesuai dengan karakteristik audiens muda. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku foto sebagai media komunikasi visual yang dapat memperkenalkan Pencak Silat secara informatif, autentik, dan menarik bagi generasi Z. Metode perancangan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi di Museum Pendopo Pencak Silat TMII serta wawancara dengan Kepala Unit Pondok Pustaka dan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam menentukan konsep visual, pendekatan fotografi, penyusunan narasi, serta perancangan tata letak buku. Hasil perancangan berupa buku foto yang memadukan fotografi dokumenter dengan narasi informatif mengenai sejarah, nilai, ragam gerak, dan aktivitas dalam Pencak Silat. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media dokumentasi sekaligus edukasi yang mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai Pencak Silat serta memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi Z melalui pendekatan komunikasi visual yang relevan.
Alih Wahana Sebagai Praktik Visual: Analisis Transformasi Dan Representasi Dalam Mural Tokoh Konferensi Asia Afrika Catur Sunu Wijayanto; Iis Purnengsih; Pandu Pramudhita
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2026): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v9i1.2736

Abstract

Alih wahana dalam seni visual merupakan praktik transformasi medium yang tidak hanya melibatkan perubahan bentuk, tetapi juga konstruksi ulang makna visual sesuai dengan konteks media baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis proses alih wahana dari fotografi ke mural, dengan fokus pada aspek transformasi visual, peran teknologi digital, serta perubahan makna dalam konteks ruang publik. Objek penelitian adalah mural tokoh Konferensi Asia Afrika di Jembatan Pasopati Bandung. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis visual, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih wahana mencakup seleksi visual, reduksi detail, stilisasi bentuk, serta adaptasi warna dan skala. Internet berperan sebagai sumber referensi utama yang mempercepat proses kreatif, namun sekaligus memunculkan persoalan etika visual. Mural tidak hanya berfungsi sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai media representasi sejarah dan komunikasi publik. Penelitian ini menegaskan bahwa alih wahana merupakan praktik kreatif yang kompleks, yang mengintegrasikan aspek teknis, estetika, dan sosial dalam desain visual kontemporer.