Pencak Silat merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, seni, dan bela diri, serta telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak tahun 2019. Meskipun demikian, Pencak Silat masih menghadapi persoalan persepsi di kalangan masyarakat, khususnya generasi Z, yang cenderung mengasosiasikannya dengan kekerasan, tawuran, dan budaya masa lalu. Selain itu, informasi mengenai sejarah, nilai, dan keberagaman Pencak Silat masih tersebar pada berbagai sumber sehingga belum tersampaikan secara komprehensif melalui media yang sesuai dengan karakteristik audiens muda. Perancangan ini bertujuan menghasilkan buku foto sebagai media komunikasi visual yang dapat memperkenalkan Pencak Silat secara informatif, autentik, dan menarik bagi generasi Z. Metode perancangan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi di Museum Pendopo Pencak Silat TMII serta wawancara dengan Kepala Unit Pondok Pustaka dan Museum Padepokan Pencak Silat Indonesia. Data yang diperoleh digunakan sebagai dasar dalam menentukan konsep visual, pendekatan fotografi, penyusunan narasi, serta perancangan tata letak buku. Hasil perancangan berupa buku foto yang memadukan fotografi dokumenter dengan narasi informatif mengenai sejarah, nilai, ragam gerak, dan aktivitas dalam Pencak Silat. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi media dokumentasi sekaligus edukasi yang mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai Pencak Silat serta memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi Z melalui pendekatan komunikasi visual yang relevan.