Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Antara Ekspresi Reseptor Estrogen, Progesteron dan Ki67 dengan Karakteristik Klinikopatologi pada Karsinoma Payudara Subtipe Luminal A Adrina Esther Liaw; Wresnindyatsih Wresnindyatsih; Sri Nita; Krisna Murti; Budi Santoso
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 4 No. 3 (2021): Vol 4, No 3, 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v4i3.139

Abstract

Karsinoma payudara subtipe luminal A adalah ER positif dan atau PR positif, Her-2 negatif, dan Ki67 <20% dan merupakan subtipe yang sering dijumpai dengan prognosis yang lebih baik dibandingkan dengan subtipe lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik klinikopatologi dengan status ER dan PR pada karsinoma payudara subtipe luminal A di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jenis penelitian ini berupa observational analitik dengan desain penelitian cross-sectional teknik purposive sampling. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien yang terdiagnosis karsinoma payudara di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dengan sampel penelitian berupa wanita yang terdiagnosis karsinoma payudara subtipe luminal A. Berdasarkan karakteristik klinikopatologi, karsinoma payudara subtype luminal A banyak ditemukan pada kelompok usia 41-50 tahun (34.7%), berada dalam stadium III (75.3%) dan jenis histologi yang banyak ditemukan berupa karsinoma invasif NST (77.3%), sering ditemukan pasien dengan derajat histopatologi grade III (53.3%) dan banyak pasien ditemukan mempunyai metastasis limfonodus (41.3%). Pasien karsinoma payudara subtype luminal A lebih dominan memiliki ekspresi ER dan PR positif (92.0% dan 94.7%). Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara karakteristik klinikopatologi dengan status ER dan PR pada karsinoma payudara subtipe luminal A. Namun pada ekspresi Ki67, dijumpai terdapat hubungan yang signifikan antara Ki67 dengan derajat histopatologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status ER dan PR tidak mempunyai hubungan langsung terhadap karakteristik klinikopatologi pada karsinoma payudara subtipe luminal A.
The Effect of Maternal Separation on Anxiety Behavior in of White Mice (Mus Musculus L.) Male Swiss Webster Strain Budi Santoso; Siti Sarahdeaz Fazzaura Putri; Eka Febri Zulissetiana; Alfian Hasbi; Alvita Putri Luthfiyyah; Nada Triastuti
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): Vol 12, No 1, 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v12i1.241

Abstract

Introduction. Maternal separation (MS) is a commonly utilized model of early-life stress to explain the influence on brain development and psychological behavior. MS has been demonstrated to elevate the likelihood of developing anxiety disorders as a consequence of alterations in hypothalamic- pituitary-adrenal (HPA) functionality and neurotransmitter levels. This study aimed to evaluate the impact of maternal separation (MS) duration on anxiety behavior in male Swiss Webster strain white mice (Mus musculus L.). Methods. The study used a true experimental method with a posttest- only control group design.  A total of 28 male mice aged 2 days were randomly assigned to one of four groups: a control group that did not undergo maternal separation (MS) and three MS treatment groups with a duration of 2 hours, 4 hours, and 6 hours per day for 21 days. Anxiety behavior was evaluated using the Elevated Plus Maze (EPM), with the number and duration of entries into the closed and open arms serving as the primary analysis metrics. The data were analyzed using one-way ANOVA and post-hoc LSD statistical tests. The duration of MS significantly impacted the anxiety behavior of the mice. Results. The MS groups of 2, 4 and 6 hours demonstrated a notable increase in the number and duration of entries into the closed arm in comparison to the control group (p < 0.05), which is indicative of increased anxiety. In contrast, the number of entries into the open arm decreased in the 6 h MS group compared to the control. Conclusion. The results indicated that MS negatively affected the anxiety behavior of mice, with longer duration exacerbating the trend.