Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMANFAATAN SATWA LIAR SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA PARIT PADANG, KABUPATEN BANGKA Dipa, Fahri; Syafutra, Randi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Priyansah, Sujadi
CONSERVA Vol 1 No 1 (2023): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v1i1.190

Abstract

Kekayaan alam yang berlimpah baik keanekaragaman tumbuhan maupun satwa di Pulau Bangka terus dimanfatkan oleh masyarakat dalam proses kehidupan dari dahulu hingga sekarang, seperti yang dilakukan oleh warga lokal Desa Parit Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui satwa liar apa saja yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Desa Pedindang, serta untuk mengetahui apa saja bagian yang dimanfaatkan, jenis pemanfaatan, dan cara pengolahan dari satwa liar tersebut. Metode yang digunakan adalah snowball sampling yang meliputi survei pendahuluan dan pengumpulan informan, serta wawancara yang meliputi pengumpulan informasi data. Hasil yang didapat bahwa Satwa liar yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional adalah sebanyak 7 spesies yang dikelompokkan ke dalam 4 kelas, yaitu mammalia (3 spesies), pisces (1 spesies), reptil (2 spesies), dan insecta (1 spesies). Bagian satwa liar yang dimanfaatkan adalah daging, otak, empedu dan air liur. Jenis pemanfaatan satwa liar adalah sebagai obat Asma, Obat Kulit, Pemulihan Bekas Operasi , Penambah Stamina Pria , dan bahkan batuk. Cara pengolahan satwa liar yang dimanfaatkan adalah dimasak, dibakar untuk diambil minyaknya, dicampur dengan bahan lain, dan tanpa diolah (dimakan secara mentah).
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI CACING INTESTINAL PADA KIJANG BANGKA (MUNTIACUS MUNTJAK BANCANUS) DARI PENANGKARAN SATWA ZAKARIA, PANGKALPINANG, BANGKA Syafutra, Randi; Afriyansyah, Budi; Hidayati, Nur Annis
CONSERVA Vol 1 No 2 (2023): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v1i2.196

Abstract

Penangkaran Satwa Zakaria merupakan penangkaran untuk konservasi satwa. Terdapat 12 ekor kijang Bangka di Penangkaran Satwa Zakaria. Berbagai infeksi dan penyakit tidak dapat dihindari, antara lain salah satunya yang disebabkan oleh cacing intestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan prevalensi cacing intestinal pada kijang Bangka di Penangkaran Satwa Zakaria melalui pemeriksaan feses, serta mengetahui status kesehatan kijang Bangka. Penelitian ini meliputi pengambilan dan perlakuan terhadap sampel, pemeriksaan sampel (kualitatif: metode pengapungan dan sedimentasi, dan kuantitatif: metode Whitlock), identifikasi, serta analisis data. Pemeriksaan kualitatif menunjukkan adanya keberadaan dari telur cacing Echinococcus sp., Metagonimus sp., dan Schistosoma sp. pada kijang Bangka. Prevalensi total telur cacing intestinal pada kijang Bangka adalah 33,3 %, dengan 16,6 % pada jantan dan 36,6 % pada betina. Prevalensi telur tertinggi adalah Echinococcus sp. (83,3 %) dan terendah adalah Metagonimus sp. dan Schistosoma sp. (8,3 %). TTGF (Total Telur per Gram Feses) kijang Bangka adalah 63,63 ± 7,41, dengan TTGF jantan adalah 36,89 ± 1,93 dan TTGF betina adalah 69,98 ± 8,51. Hal ini menandakan status kesehatan kijang Bangka dari Penangkaran Satwa Zakaria tergolong sehat.
Pemanfaatan Satwa Sebagai Obat Tradisional Dalam Upaya Peningkatan Kajian Etnozoologi di Desa Pangkalniur dan Berbura HERI, HERI; Syafutra, Randi; Putri Dalimunthe, Nurzaidah; Priyansah, Sujadi; Hendra Bayu, Hendi
CONSERVA Vol 2 No 02 (2024): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v2i02.211

Abstract

Pangkalniur Village and Berbura Village are two of several villages that surround the Gunung Maras National Park. Since ancient times, people in these two villages have fulfilled their living needs by utilizing the natural resources around the mountain. One of the natural resources that is often used by the people of Pangkalniur Village and Berbura Village is the wild animals that live around the Mount Maras National Park area. These animals are usually used as traditional medicine. This research aims to determine the use of wild animals as traditional medicine by the people in Pangkalniur Village and Berbura Village, as well as knowing the types and parts of animals used, methods and management of animals as traditional medicine, as well as the properties and conservation status of animals used as traditional medicine. This research was conducted from March 2024 to June 2024. The method used was snowball sampling which included a preliminary survey and determining informants, then collecting primary data through interviews. Based on the results of interviews, 12 families and 13 species were obtained which were grouped into 6 classes, namely Reptilia, Mammalia, Actinopterygii, Insecta, Clitellata, Aves, and Amphibia.
MENINGKATKAN KESADARAN GENERASI MUDA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DI SMA NEGERI 2 PANGKALPINANG Zulkahajar; Azahra, Putri Nabilla; Saputro, Restu Adjie; Dinasti; Azzany, Zafira; Osamabila; Syafutra, Randi
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i1.231

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu global yang mendesak dan berpengaruh terhadap keberlanjutan lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa kelas 12 SMA Negeri 2 Pangkalpinang terhadap perubahan iklim dan dampaknya bagi makhluk hidup. Pengabdian ini diselenggarakan dalam tiga tahapan, yakni pretest, edukasi, dan posttest. Hasil pretest menunjukkan pemahaman siswa yang terbatas dengan nilai rerata sebesar 56,36 poin. Selanjutnya, sesi edukasi disampaikan secara interaktif guna mendorong partisipasi aktif siswa. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dengan nilai rerata sebesar 92,42 poin, meningkat 36,06 poin dibandingkan dengan nilai rerata pretest. Hasil ini menunjukkan keefektifan metode edukasi interaktif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai perubahan iklim, sehingga memotivasi mereka untuk mempertimbangkan tindakan berkelanjutan di komunitas mereka.
Regenerative Marine Tourism Strategy in The Ecosystem of Momparang Archipelago, East Belitung: Strategi Wisata Bahari Regeneratif Di Ekosistem Kepulauan Momparang Belitung Timur Dani Fauzi; Randi Syafutra; Erlingga Agustina
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v1i1.384

Abstract

This research formulates a regenerative marine tourism strategy for the Momparang Archipelago, East Belitung, using the seven regenerative tourism principles. Key results show that conservation initiatives, such as coral reef restoration and environmental education, have engaged local fishermen and tourism operators in sustainability efforts. However, challenges in waste management and governance remain, requiring stronger frameworks to ensure long-term success. The study employs a qualitative approach with Logical Framework Analysis (LFA) to systematically identify goals, objectives, activities, and expected outcomes. Leveraging the region's unique cultural and ecological assets, such as shipwreck sites and Bugis Buton heritage, has been shown to enhance the destination’s appeal. Community involvement in conservation and waste management is critical to achieving a sustainable tourism model. Key recommendations include the formation of a multi-stakeholder regenerative tourism advisory board and continuous public education on sustainable practices. Future research should explore the broader application of regenerative tourism principles in other coastal areas, focusing on collaboration between government, local communities, and the private sector. Additionally, innovative waste management strategies that involve active tourist participation should be further investigated to enhance both environmental sustainability and visitor experience. This research offers a foundation for transforming the Momparang Archipelago into a model for sustainable regenerative tourism.
From Waters to Screens: Wild Betta Betta spp. (Anabantiformes: Osphronemidae) Trading in Indonesia’s Online Marketplaces Nur Arifah; Diah Komala Sari; Gusti Ayu Widayanti; Randi Syafutra; Ina Aprillia; Muhammad Iqbal
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 2 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i2.6201

Abstract

Indonesia hosts a remarkable diversity of freshwater fishes, including numerous endemic wild Betta Betta spp. (Anabantiformes: Osphronemidae). However, the rise of e-commerce has facilitated unregulated online trade of wild Betta species. This study investigates the diversity, conservation status, and trade dynamics of wild Betta species between 1–21 October 2025, in Indonesia’s three largest online marketplaces: Shopee, Tokopedia, and Lazada. A total of 38 wild Betta species were identified, including five Critically Endangered, eleven Endangered, and seven Vulnerable taxa. The trade was dominated by species from Sumatra and Kalimantan, which together accounted for over 85% of endemic taxa. Market analysis revealed a positive correlation between rarity and price, with Endangered and Not Assessed species commanding the highest average prices. The presence of Critically Endangered species such as Betta hendra and B. burdigula indicates ongoing extraction from the wild despite conservation risks. Furthermore, nearly 26% of traded species remain Data Deficient or Not Assessed, reflecting critical knowledge gaps that hinder management and policy enforcement. The findings underscore the urgent need for stronger regulation of digital wildlife trade, improved conservation assessments, and promotion of captive breeding programs to reduce wild collection pressure.
Persistence of Herpetofaunal Assemblages in Anthropogenic Landscapes: Insights from Rural Bangka Island, Indonesia Syafutra, Randi; Dalimunthe, Nurzaidah Putri; Priyansah, Sujadi; Bayu, Hendi Hendra; Handayani, Helvina; Kamal, Abdul; Wulan, Nur Azizah Nawang; Febriyani, Reani; Arrahmaan, Rydhollah
BIO PALEMBANICA Vol 2 No 2 (2025): Bio Palembanica
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/bio.v2i2.6283

Abstract

Anthropogenic land-use change is a primary driver of global biodiversity loss, yet rural agricultural matrices often retain significant ecological function. This study assesses the composition, diversity, and microhabitat associations of herpetofauna in two human-modified landscapes (Air Duren and Cengkong Abang) in Bangka Regency, Indonesia. Fieldwork was conducted over three consecutive weeks in July 2022 using a time-constrained Visual Encounter Survey (VES) method (19:00–21:00). We recorded 13 individuals representing 7 species and 6 families. The assemblage was dominated by generalist amphibians (Fejervarya cancrivora, Duttaphrynus melanostictus) and synanthropic reptiles (Eutropis multifasciata, Gekko smithii). Notably, Cengkong Abang hosted forest-associated arboreal species, including Tropidolaemus wagleri, Boiga dendrophila, and Ahaetulla prasina, correlating with its higher structural vegetation complexity. Diversity analysis revealed a higher Shannon-Wiener index in Cengkong Abang (H' = 1.75) compared to Air Duren (H' = 1.33). The presence of arboreal and semi-aquatic guilds indicates that rural matrices can function as permeable habitats and secondary refugia. Conservation strategies in Bangka should prioritize the retention of vegetation complexity and stratified canopies within village landscapes to sustain herpetofaunal biodiversity.
Indigenous knowledge of the Lom Tribe on Bangka Island in disaster mitigation Zakia Ayu Lestari; Sinta Desta Rina; Randi Syafutra
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i1.39985

Abstract

Indigenous knowledge of the Lom Tribe on Bangka Island is crucial for disaster mitigation, particularly in relation to floods, forest fires, landslides, and tornadoes. This study aims to identify, document, and analyse the effectiveness of the Lom Tribe's traditional strategies in disaster risk reduction and explore their potential integration into community-based mitigation policies. Using qualitative methodology, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that the belief system in the guardian spirits of sacred forests, land management practices such as behume, and social traditions like Nujuh Jerami contribute to maintaining ecosystem balance and enhancing social resilience. These strategies have proven effective in locally reducing disaster risks, although they require adaptation to environmental and social changes. This study highlights the importance of integrating local wisdom with scientific approaches to develop more sustainable and inclusive disaster mitigation policies, particularly for indigenous communities that rely on natural balance.   Kearifan lokal Suku Lom di Pulau Bangka memiliki peran penting dalam mitigasi bencana, terutama dalam menghadapi banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, dan angin puting beliung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menganalisis efektivitas strategi tradisional Suku Lom dalam pengurangan risiko bencana serta mengeksplorasi potensinya dalam kebijakan mitigasi berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kepercayaan terhadap roh penjaga hutan larangan, praktik pengelolaan lahan seperti Behume, serta tradisi sosial seperti Nujuh Jerami berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat ketahanan sosial. Strategi ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko bencana secara lokal, meskipun masih memerlukan adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam kebijakan mitigasi bencana yang lebih berkelanjutan dan inklusif, terutama bagi masyarakat adat yang bergantung pada keseimbangan alam.
Co-Authors Abdul Kamal Abdul Kamal Abdul Kamal Adibrata, Sudirman Aji Kurbiyanto Aji Kurbiyanto Al Ahfaz Reza Ramdani Al Farizi, Muhammad Alamsyah, Candra Ali Akbar Almira Almira Almira, Almira ANDIKA SAPUTRA Aprianto, Yordi Apriyani, Ririn Apriyanti Apriyanti Arahmaan, Rydhollah Arif, Maulana Arrahmaan, Rydhollah Ayu Lestari, Zakia Azahra, Putri Nabilla Azzany, Zafira Bayu, Hendi Hendra Budi Afriyansyah Dalimunthe, Nurzaidah Putri Dani Fauzi Dewi, Wulan DIAH KOMALA SARI Dimas Husin, Tri Dinasti Dipa, Fahri Elvan Hatta Mahatir Erlingga Agustina Ersya, Adinda Fahri Dipa Saputra Fanny Nugraheni Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Febriyani, Reani FELICIA, TALITHA SISY Feni Kurnia Feni Kurnia, Feni Fika Wulandari Fika Wulandari Fika Wulandari Fitria Kurniasih Fitriana, Fifin Gusti Ayu Widayanti Hakim, Zikril Handayani, Helvina Helvina Handayani Hendi Hendra Bayu Hendra Bayu, Hendi Heri Heri Heri Heri Heri, Heri Hidayat, Febrian Ina Aprillia Irpandi, Zaki Iskandar, Yunita Julfiani, Julfiani Juliansyah, Andika Kamal, Abdul Karmila Aliani Ranti Kirana, Sandi Kurbiyanto, Aji Lilis Karsina Lingga, Rahmad Lubis, Habib Twindy Mardiana Safitri Mardiana Safitri Muhammad Fathan Mubinan Muhammad Iqbal Muhammad Yulio Gempa Sakti Muhammad Yulio Gempa Sakti Muhtadin Muntaza, Chery Nelsa Saputri Nugroho, Ramadhan Aryo Nur Anita Nur Annis Hidayati, Nur Annis NUR ARIFAH Nur Azizah Nawang Wulan Nur Azizah Nawang Wulan Nurmawaddah, Nurmawaddah Osamabila Panita, Shakila Pitriyana, Sisi Priyansah, Sujadi Ramadhani Ramadhini, Rizvia Rani Ahka Reani Febriyani Reani Febriyani Rina, Sinta Desta Ririn Apriyani Ririn Apriyani Ririn Apriyani Ririn Apriyani Rosandi, Alpin Rydhollah Arahmaan Salsabila, Ananda Saputra, Baruna Saputri, Nelsa Saputro, Restu Adjie Sayyidah Ilman Nisa Sembiring, Juhardi Shakila Panita Sinta Desta Rina Sisy Felicia, Talitha Sonya, Tibrin Supraeni, A. Resti Susanty, Al Maidah Talitha Sisy Felicia Tendri Tibrin Sonya Tri Dimas Husin Tri Dimas Husin Wibawa, Ahmad Juliyanta Windy Puspitasari Wulan Dewi Wulan, Nur Azizah Nawang Yulio Gempa Sakti, Muhammad Zacky, Muhammad Ichsan Zakia Ayu Lestari Zakia Ayu Lestari Zikri Alamsyah Zikri Alamsyah Zikril Hakim Zulkahajar