Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Smart Living Ciamis District Health Office budiawan, arie; Syara Purnamasari; Kiki Endah
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v22i2.295

Abstract

The application of the smart living concept by the Ciamis Regency Health Office in encouraging healthy living behavior of the community, as well as structuring the ecosystem of living places that support the quality of life of the community. This study aims to analyze how the Ciamis Regency Health Office applies the smart living concept in an effort to encourage healthy living behaviors in the community. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques of observation, in-depth interviews, and document studies of programs and policies related to the implementation of smart living. The results showed that the Ciamis Regency Health Office has implemented several information technology-based initiatives in order to encourage healthy lifestyles in the community through health information outreach and community self health monitoring applications that will be published in 2024 now. However, the integration and synchronization of cross-sectoral regulations and data related to smart living are considered still lacking and not optimal. The policy recommendations given are the need to strengthen regulations and institutions to support the implementation of smart living in the health sector in Ciamis Regency.
Edukasi Potensi Peninggalan Sejarah Kabuyutan Galuh Bojongloa di Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Sebagai Desa Wisata Sultan, Muhammad; Purnomo, Mico Ariel Wahyu; Nurmalasari, Ai; Andiyni, Sabrina Dea; Budiawan, Arie
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15110

Abstract

Desa Karangampel, Kabupaten Ciamis Jawa Barat merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan. Potensi tersebut dapat dijadikan sebagai desa wisata edukasi sejarah dan tradisi, salah satunya adalah Kabuyutan Galuh Bojongloa. Peninggalan yang dapat dijadikan sebagai potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan berupa peninggalan kebendaan dan tradisi mupunjung yang dilakukan setiap menjelang tibanya bulan. Namun, Kabuyutan Galuh Bojongloa ini memiliki hambatan dalam mengembangkan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan untuk menjadi desa wisata edukasi sejarah. Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, hambatan tersebut disebabkan karena belum diterapkan aspek-aspek dalam mewujudkan Kabuyutan Galuh Bojongloa sebagai desa wisata edukasi sejarah diantaranya attraction, amenity, accessibility, dan ancillary. Sehingga tim pengabdian melakukan langkah-langkah metode pengabdian untuk memberdayakan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan Kabuyutan Galuh Bojongloa. Tahap-tahap dalam melaksanakan pengabdian terdiri atas tahap persiapan, tahap Forum Group Discussion, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah berupa pembuatan titik lokasi Kabuyutan Galuh Bojongloa melalui google maps, membuat situs di google sites dan akun instagram sebagai media informasi gambaran umum lokasi dan potensi yang dimilikinya serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada Pemerintah Desa Karangampel dan masyarakat setempat.
Pelatihan Peningkatan Akses Digital Pemasaran Syall di Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis Dipura, Yoga Wijaya; Budiawan, Arie; Islaminati, Ismi; Nafisha, Salsabila Dwi; Fitriani, Kurnia
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15345

Abstract

Dalam era digital, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi krusial untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk. Pengabdian ini  bertujuan untuk meningkatkan akses digital marketing bagi pelaku UMKM di Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Desa ini memiliki potensi besar dalam produksi syall, namun pemasaran digitalnya masih minim. Melalui pelatihan yang melibatkan penggunaan platform seperti Shopee dan Facebook, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan keterampilan digital mereka. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, penyusunan program, persiapan pelaksanaan, pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan jangkauan pemasaran UMKM di Desa Pusakanagara, serta memberikan dampak positif dalam peningkatan pendapatan masyarakat setempat.
Pelatihan Digital Marketing Pemasaran Produk Lokal UMKM Arumanis Ridho Putra di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Dipura, Yogi Wijaya; Budiawan, Arie; Ramadhan, Gian; Fadilah, Elza Nurul; Wahyuni, Ita Sri
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15348

Abstract

Kegiatan pengabdian mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Galuh kepada masyarakat di desa Petirhilir yang berfokus ke dalam pengembangan produk lokal dan pemasaran digital. Jurnal ini membahas mengenai bagaimana program pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa. Desa Petirhilir merupakan rumah bagi produk lokal yang ada di Kabupaten Ciamis, yang artinya banyak sekali terdapat pelaku UMKM di desa tersebut. Agar lebih spesifik, maka pengabdi berfokus terhadap produk lokal UMKM Arumanis Ridho Putra yang merupakan olahan makanan manis yang dipasarkan hingga ke luar kota. Produk ini juga merupakan jajanan untuk anak ataupun orang dewasa. Pelaku pengabdian membantu mengenalkan digital marketing (pemasaran digital) dalam pengembangan produk lokal dengan memperkenalkan aplikasi media sosial untuk membantu mempromosikan semua produksi yang dihasilkan.
PELAKSANAAN REVITALISASI BUDAYA RARAKAAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DI DESA SUKAHARJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS Budiawan, Arie; Suwarlan, Erlan; Mutolib, Abdul
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 2 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i2.15468

Abstract

Budaya Rarakaan merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Sukaharja yang mengandung nilai-nilai pelestarian lingkungan. Namun, budaya ini mulai terkikis seiring perkembangan jaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya Rarakaan serta upaya revitalisasinya sebagai bagian dari pelestarian lingkungan, kelestarian hutan, menghargai alam, solidaritas sosial, dan spiritual religius di Desa Sukaharja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya revitalisasi budaya Rarakan telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, seperti lomba tumpeng, lomba membuat makanan tradisional, dan merangkai gunungan hasil pertanian masyarakat dalam upacara adat, berhasil menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Selain itu, revitalisasi budaya ini juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan wisata budaya. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan minimnya dukungan finansial. Oleh karena itu, perlu adanya upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan revitalisasi budaya Rarakan.Kata Kunci : Revitalisasi budaya; Kearifan local; Budaya Rarakan; Desa Sukaharja; Ciamis.
Implementation of Regional Government Policy in Improving Sustainable Tourism Development in Ciamis District Asep Nurdin Rosihan Anwar; Budiawan, Arie; Endah Vestikowati
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 22 No. 3 (2024): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v22i3.309

Abstract

This research aims to assess the extent to which the implementation of local government policies increases sustainable tourism development in the Ciamis Regency. The research method used is qualitative descriptive research. Data collection techniques include field studies (interviews and observations), documentation studies, and library research. The interactive descriptive method is the data analysis methodology employed. Qualitative model which includes data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on research findings and discussions, it appears that the implementation of sustainable tourism development policies in Ciamis Regency has not been optimal. This is explained by the dimensions and indicators of policy implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. It was also explained that the dimensions and indicators of sustainable tourism development in Ciamis Regency have not been implemented optimally, as seen from factors such as participation, stakeholder involvement, local ownership, sustainable use of resources, adaptation to community goals, carrying capacity, supervision—and evaluation, accountability, training, and promotion. Efforts required include fostering commitment, collaboration, synergy, innovation, continuous evaluation by various stakeholders, and tourism policies that cannot be separated from the tourism pentahelix consisting of government, community, academics, community, business world, and media. Also provides opportunities for tourist villages to form tourism awareness groups (Pokdarwis), provide training in sustainable tourism, hotel management, improve business skills, vocational and professional skills, pay attention to local communities in tourist areas to get jobs, preserve local wisdom and culture, collaborate in cultural tourism, improving tourism services, improving tourism infrastructure, promoting tourism, and implementing other tourism support, all within a short, medium, and long term framework.
Pelatihan Pertanian Berbasis Komunitas Dalam Mendorong Inovasi dan Kemandirian Petani di Desa Baregbeg Kabupaten Ciamis Maha Shania Tara Gusmoi; Muhammad Zidan Al Gifari; Arie Budiawan
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.835

Abstract

Desa adalah suatu kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai batas wilayah dan mempunyai kewenangan mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat. Mengelola desa bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan sendiri, namun memerlukan kerja sama yang solid antara aparat desa dan warga desa seperti, Desa Baregbeg yang membentuk komunitas masyarakat untuk para petani yang nantinya membantu mendorong inovasi dan kemandirian petani. Mahasiswa yang melaksanakan pengabdian di suguhkan dengan pengelolaan pertanian yang luar biasa di desa Baregbeg. Melalui kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik tetapi juga keterampilan sosial dan kepemimpinan.
From deficiency to sufficiency : ensuring food security policy in Ciamis Regency, Indonesia Suwarlan, Erlan; Budiawan, Arie; Suparman, Agus Nurulsyam; Taufik, Otong Husni; Dewi, Maya Puspita
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 15, No 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Department of Government Studies Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v15i1.15952

Abstract

Several issues contribute to food deficiency, such as failure to maintain local government food reserves, low food diversification, declining fertility of agricultural land, and damaged agricultural infrastructure. The purpose of this study is to find out how local governments collaborate to ensure food sufficiency in Ciamis Regency. Using an explanatory research method, where data collection is done through interviews and observations, and data is processed through the stages of reduction, data presentation, and conclusion/verification. The research findings found that the initial conditions; the activities of the Ciamis District Food Security Council show the involvement of various actors. The Food Security Agency, as the lead sector, is responsible for coordinating food security efforts at the local level, as evidenced by coordination meetings.  The institutional design executed by the Food Security Council provides coordination for all stakeholders involved in food security efforts. Collaborative processes are implemented through dialog forum involving representatives from different levels of government, including district, provincial and national levels. The Collaborative Governance approach to achieving food security in Ciamis Regency highlights the important role of institutions and leadership in enabling this process, as well as the importance of coordination and cooperation among multiple stakeholders.
Peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Pangandaran Rahayu, Ernia Lusiana; Nurwanda, Asep; Budiawan, Arie
JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 2 No. 3 (2025): JURNAL AKADEMIK EKONOMI DAN MANAJEMEN  September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jaem.v2i3.5841

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan yang menunjukkan bahwa peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam sosialisasi identitas kependudukan digital di Kabupaten Pangandaran masih belum optimal. Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Dalam Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital Di Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan informan penelitian sebanyak 6 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, data display dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Peran selaku stabilisator Disdukcapil telah menjaga kesinambungan dan konsistensi penyampaian informasi mengenai Identitas kependudukan digital melalui sosialisi yang di lakukakn secara berkala. Sosialisasi ini dilakukan dengan melibatkan pihak -pihak terkait seperti pemeritah desa dan tokoh Masyarakat guna memastikan pesan tersampaikan secara tepat dan berkelanjutan . Peran disdukcapil dalam sosialisasi Identitas kependudukan digital berdasarkan teori Siagian, diketahui masih ada indikator yang masih belum optimal seperti indikator peran sebagai stabilisator, dimana sosiaisasi yang dlakukan masih belum merata.sedangkan peran sebagai innovator, sebagai moderenisator, fasilitator, serta pelaksana juga masih menghadapi kendala.
From deficiency to sufficiency : ensuring food security policy in Ciamis Regency, Indonesia Suwarlan, Erlan; Budiawan, Arie; Suparman, Agus Nurulsyam; Taufik, Otong Husni; Dewi, Maya Puspita
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 15 No. 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v15i1.15952

Abstract

Several issues contribute to food deficiency, such as failure to maintain local government food reserves, low food diversification, declining fertility of agricultural land, and damaged agricultural infrastructure. The purpose of this study is to find out how local governments collaborate to ensure food sufficiency in Ciamis Regency. Using an explanatory research method, where data collection is done through interviews and observations, and data is processed through the stages of reduction, data presentation, and conclusion/verification. The research findings found that the initial conditions; the activities of the Ciamis District Food Security Council show the involvement of various actors. The Food Security Agency, as the lead sector, is responsible for coordinating food security efforts at the local level, as evidenced by coordination meetings.  The institutional design executed by the Food Security Council provides coordination for all stakeholders involved in food security efforts. Collaborative processes are implemented through dialog forum involving representatives from different levels of government, including district, provincial and national levels. The Collaborative Governance approach to achieving food security in Ciamis Regency highlights the important role of institutions and leadership in enabling this process, as well as the importance of coordination and cooperation among multiple stakeholders.