Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Dosis KNO3 terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Serapan Kalium Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) DARWIN H. PANGARIBUAN; SARNO SARNO; RISQI KURNIA SUCI
Agrotrop : Journal on Agriculture Science Vol 7 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.082 KB) | DOI: 10.24843/AJoAS.2017.v07.i01.p01

Abstract

Effect of KNO3 on the Growth, Production, and Potassium Uptake on Sweet Corn (Zea Mays Saccharata Sturt). This study aimed to determine the effect of KNO3 dosage fertilizer on the growth, production and potassium uptake of sweet corn varieties Talenta. This research was conducted in December 2015 to February 2016. This study used a randomized block design with 6 treatments and 3 replications. The treatments were control, KNO3 fertilizer with a dose of 50 kg ha-1, KNO3 fertilizer with a dose of 100 kg ha-1, KNO3 fertilizer with a dose of 150 kg ha-1, KNO3 fertilizer with a dose of 200 kg ha-1 and KNO3 fertilizer with a dose of kg ha-1, The results showed that KNO3 fertilizer impacted on plant height, leaf number, leaf area index, dry weight, number of rows per ear, seed number per row, total production, and uptake of pottasium. KNO3 fertilizer treatment at a dose of 132 kg ha-1 gave the best result of growth, production and best potassium uptake. The use of KNO3 could be an alternative fertilizer for Potassium fertilization of sweet corn.
Kajian Pola Tanam Tumpangsari Selada Crop-Tomat dan Mulsa Jerami pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman H. Pujisiswanto; D. Pangaribuan
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 10 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.99 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v10i1.239

Abstract

The research was to study the interaction between crop lettuce and tomato under intercropping system, its effect straw mulch on growth and yield of both crop. The experiment was conducted at the Mujimulyo village, Natar. The experiment was conducted from April until July 2008. The Strip Plot Design was used with two factors and three replication. Intercropping followed additive series system: the first factor was croppings, i.e.: crop lettuce 100%, crop lettuce 75% : tomato 25%, crop lettuce 50% : tomato 50%, crop lettuce 25%: tomato 75%, and tomato 100%.The second factor was straw mulch, i.e.: no mulch, 4 and 8 ton ha-1. Experimental results showed that: (1) Straw mulch treatment did not effect on growth and plant yield, but croppings conferred effect to plant yield. (2) In intercrop, the two crop interacted leading to an increase of tomato yield but a decrease in crop lettuce. Graph of the replacement series indicated a compensation with respect to crop yield. (3) The best scheme with regard to yield was 50%:50% intercrop as it had a retative yield total 1,17. Keywords : interaction, straw mulch, crop lettuce, tomato, intercropping.
Effects of Chicken Compost and KCl Fertilizer on Growth, Yield, Post-Harvest Quality of Sweet Corn and Soil Health Darwin Habinsaran Pangaribuan; Sarno Sarno; Yessa Liliana; Sarah Bahriana
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 42, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v42i1.1805

Abstract

This study aimed to determine the effects of chicken compost and KCl fertilizer application on the growth, yield, post-harvest quality of sweet corn (Zea mays L. var. saccharata), soil respiration and microbial population. The research was arranged according to a Factorial Random-Block Design consisting of two factors and three replications. The first factor was the dose of chicken compost (0 and 15 t/ha) and the second the dose of KCl fertilizer (0, 50, 100 and 150 kg/ha). The results showed that chicken compost stimulated the growth, yield, postharvest quality of sweet corn, respiration, and microbial activity of soil. KCl fertilizer increased SPAD values linearly and quadratically chlorophyll pigment, β-carotene, yield components, and yield. KCl fertilizer did not affect soil respiration, fungi, or bacteria populations. The use of chicken compost reduced the need for KCl fertilization by 25%. Therefore, the integration of organic and inorganic fertilizers are recommended to be applied by farmers in the tropics.
PENGARUH FREKUENSI PENYEMPROTAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Pipit Kinasih; Darwin Pangaribuan; Muhammad Syamsoel Hadi; Yohannes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.351 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyemprotan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, dan mengetahui interaksi antara frekuensi penyemprotan dan pemberian konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) yang disusun secara faktorial (3×3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi penyempotan pupuk organik cair yang terdiri dari tiga taraf yaitu empat hari sekali, tujuh hari sekali, dan sepuluh hari sekali. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk oganik cair yang terdiri dari 1 ml l-1 air, 5 ml l-1 air dan 9 ml l-1 air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan pupuk organik cair tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 5 ml l-1 air lebih meningkatkan bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, jumlah buah per tanaman, dan jumlah buah per petak, dan tidak terdapat interaksi antara frekuensi penyemprotan dan pemberian konsentrasi pupuk organik cair terhadap variabel pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
PENGARUH PUPUK BIO-SLURRY PADAT DENGAN KOMBINASI DOSIS PUPUK NPK PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Rindang Wicaksono; Darwin H. Pangaribuan; Akari Edy; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.649 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2991

Abstract

Produktivitas jagung manis diIndonesia saat inimasih jauh di bawah potensi.Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil jagung manis adalah dengan pemupukan yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan kombinasi terbaik antara pemberian pupukBio-slurry padat dengan pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis varietas Jambore. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Fajar Baru, Dusun Tanjung Laut, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Rancangan percobaan yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan rancangan faktorial (2 x 4) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupukBio-slurry 20 t/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman 5 MST, jumlah daun 5 MST, tingkat kehijauan daun lebih tinggi, bobot berangkasan basa lebih berat, tingkat kemanisan ( 0 Brix) lebih tinggi, diameter tongkol lebih besar, jumlah baris per tongkol lebih banyak, bobot tongkol tanpa kelobot dan produksi per petak lebih tinggi. Kombinasi dosis terbaik antara pupukBio-slurry padat dan pupuk NPK adalah pada taraf pupukBio-slurry 20 t/ha dan NPK taraf 150 kg/ha.
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI DATARAN TINGGI Arif Aditya; Kus Hendarto; Darwin Pangaribuan; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.355 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i2.1986

Abstract

Produksi cabai merah ( Capsicum annum L. ) di Indonesia masih tergolong rendah, penggunan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi merupakan alternatif untuk meningkatkan produksi cabai merah.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui : (1) pengaruh  penggunaan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah di dataran tinggi, dan (2) jenis mulsa yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Jalan Raya Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus pada Oktober 2011 sampai April 2012.  Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.  Perlakuan tersebut adalah penggunaan jenis mulsa dengan tiga perlakuan yaitu tanpa mulsa (m0), mulsa plastik hitam perak (m1), dan mulsa jerami padi (m2).  Data yang diperoleh diuji dengan uji χ2 dan additifitas data diuji dengan uji Tukey, sedangkan uji lanjut dilakukan degan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi berpengaruh nyata pada beberapa variabel pengamatan, yaitu pada variabel tinggi tanaman, jumlah bunga, tingkat percabangan, jumlah buah panen, bobot buah panen, dan bobot buah total. Sedangkan pemberian mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak tidak berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah.
PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK MEDIA PADAT Dewinta Puspita Sari; Yohannes Cahya Ginting; Darwin Pangaribuan
JURNAL AGROTROPIKA Vol 18, No 1 (2013): Agrotropika Vol.18 No.1 2013
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.921 KB) | DOI: 10.23960/ja.v18i1.4292

Abstract

The experiment aimed to investigate response of two muskmelon varieties on calcium (ca) concentration of hydrophonic solid media. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design. Muskmelon varieties of Clara and Ivory were cultured in hydrophonic solid media with calcium concentration of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300 ppm. The results showed that the growth and yield of var. ivory was better than those of var. Clara. Plant response on ca concentration between 100-300 ppm showed a linier curve. Every 10 ppm increment of ca enhanced fruit fresh yield of 9.24 g.  Key words: Cucumis melo, hydrophonic, calcium, growth, yield
Improving nitrogen fertilizer efficiency with the addition of compost extracts to kailan (Brassica oleracea L.) plants with wick hydroponic cultivation Tri Fitriani; Darwin Habinsaran Pangaribuan; Ainin Niswati; Sri Yusnaini
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 17, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v17i2.41370

Abstract

The goal of this research was to observe the impact of the application of the forms of compost extract and urea fertilizer on the development of kailan plants in the hydroponic wick method. The experiment consisted of was arranged in a completely randomized factorial design with the first element reflecting the compost type: no compost extract, cow manure compost extract, rice straw compost extract, and vermicompost extract. The second element was the use of 0, 100 and 200 kg ha-1 nitrogen fertilizers. The usage of vermicompost extract shows the maximum growth (59.27 cm), amount of leaves (23.00), overall plant weight (93.92 g plant-1), canopy weight (61.37 g plant-1), dried foliage weight (7.17 g plant-1), fresh root weight (33.40 g plant-1), leaf greenness (183.80 SPAD) and nutrient uptake (6.32 g plant-1). The optimal nitrogen fertilizer application was found to be 200 kg ha-1, which culminated in the maximum plant height (42.18 cm), number of leaves (17.75), overall plant weight (60.42 g plant-1), leaf greenness (166.23 SPAD) and N uptake (3.73 g plant-1). With the addition of 100 kg of urea ha-1, vermicompost extract achieved the maximum N absorption efficiency of 112.05 per cent. The use of vermicompost extract in the production of crops with a hydroponic wick method could fulfill the nutrient requirements of plants.
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Ekstrak Tanaman di Desa Sidowaluyo, Kabupaten Lampung Selatan Darwin Habinsaran Pangaribuan; Niar Nurmauli; Dad Resiworo J Sembodo; Setyo Dwi Utomo; Dame Trully Gultom
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.59128

Abstract

Potensi lokal tanaman suatu daerah perlu digali untuk mendatangkan kesejahteraan bagi petani.  Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan memiliki sumber daya pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair dari ekstrak tanaman. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1. Meningkatkan pengetahuan petani tentang manfaat ekstrak tanaman. 2. Meningkatkan keterampilan petani tentang teknik pembuatan pupuk organik cair dari ekstrak tanaman. Metode penyuluhan berupa ceramah, diskusi, dan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair dari ekstrak tanaman.  Kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Oktober  2021.  Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan  pengetahuan petani tentang teknik pembuatan ekstrak tanaman meningkat.  Keterampilan petani tentang teknik pembuatan ekstrak tanaman juga meningkat.  Petani berencana akan mulai mempraktikkan cara membuat biostimulan ekstrak tanaman pada tanaman mereka.
Pengaruh Campuran Ekstrak Fermentasi Pupuk Kandang Sapi sebagai Subtitusi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Pakcoy dengan Sistem Hidroponik Darwin H. Pangaribuan; Yohannes C. Ginting; Syamsul Arif; Ainin Niswati; Dermiyati Dermiyati; Ega Utari; Fika Wulandini; Yosefhine Indah Aprilyani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.106 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.895

Abstract

AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang mengandung unsur hara yang lengkap, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan alternatif untuk menggantikan nutrisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui apakah ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. (2) Mengetahui persentase ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor yang dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 (100% AB Mix), P1(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P2 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P3 (75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P4 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P5(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun kelor), dan P6 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi campuran 25% pupuk kandang sapi dan daun kelor) dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor memberikan pengaruh yang sama dengan nutrisi AB Mix, namun hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dan daun gamal yang terlihat pada peubah bobot segar tajuk.