Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Kajian Pola Tanam Tumpangsari Selada Crop-Tomat dan Mulsa Jerami pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman H. Pujisiswanto; D. Pangaribuan
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 10 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.99 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v10i1.239

Abstract

The research was to study the interaction between crop lettuce and tomato under intercropping system, its effect straw mulch on growth and yield of both crop. The experiment was conducted at the Mujimulyo village, Natar. The experiment was conducted from April until July 2008. The Strip Plot Design was used with two factors and three replication. Intercropping followed additive series system: the first factor was croppings, i.e.: crop lettuce 100%, crop lettuce 75% : tomato 25%, crop lettuce 50% : tomato 50%, crop lettuce 25%: tomato 75%, and tomato 100%.The second factor was straw mulch, i.e.: no mulch, 4 and 8 ton ha-1. Experimental results showed that: (1) Straw mulch treatment did not effect on growth and plant yield, but croppings conferred effect to plant yield. (2) In intercrop, the two crop interacted leading to an increase of tomato yield but a decrease in crop lettuce. Graph of the replacement series indicated a compensation with respect to crop yield. (3) The best scheme with regard to yield was 50%:50% intercrop as it had a retative yield total 1,17. Keywords : interaction, straw mulch, crop lettuce, tomato, intercropping.
Effects of Chicken Compost and KCl Fertilizer on Growth, Yield, Post-Harvest Quality of Sweet Corn and Soil Health Darwin Habinsaran Pangaribuan; Sarno Sarno; Yessa Liliana; Sarah Bahriana
AGRIVITA, Journal of Agricultural Science Vol 42, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v42i1.1805

Abstract

This study aimed to determine the effects of chicken compost and KCl fertilizer application on the growth, yield, post-harvest quality of sweet corn (Zea mays L. var. saccharata), soil respiration and microbial population. The research was arranged according to a Factorial Random-Block Design consisting of two factors and three replications. The first factor was the dose of chicken compost (0 and 15 t/ha) and the second the dose of KCl fertilizer (0, 50, 100 and 150 kg/ha). The results showed that chicken compost stimulated the growth, yield, postharvest quality of sweet corn, respiration, and microbial activity of soil. KCl fertilizer increased SPAD values linearly and quadratically chlorophyll pigment, β-carotene, yield components, and yield. KCl fertilizer did not affect soil respiration, fungi, or bacteria populations. The use of chicken compost reduced the need for KCl fertilization by 25%. Therefore, the integration of organic and inorganic fertilizers are recommended to be applied by farmers in the tropics.
PENGARUH FREKUENSI PENYEMPROTAN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Pipit Kinasih; Darwin Pangaribuan; Muhammad Syamsoel Hadi; Yohannes Cahya Ginting
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.351 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i3.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyemprotan pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, dan mengetahui interaksi antara frekuensi penyemprotan dan pemberian konsentrasi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jatimulyo Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) yang disusun secara faktorial (3×3) dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi penyempotan pupuk organik cair yang terdiri dari tiga taraf yaitu empat hari sekali, tujuh hari sekali, dan sepuluh hari sekali. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk oganik cair yang terdiri dari 1 ml l-1 air, 5 ml l-1 air dan 9 ml l-1 air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan pupuk organik cair tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 5 ml l-1 air lebih meningkatkan bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, jumlah buah per tanaman, dan jumlah buah per petak, dan tidak terdapat interaksi antara frekuensi penyemprotan dan pemberian konsentrasi pupuk organik cair terhadap variabel pertumbuhan dan produksi tanaman tomat.
PENGARUH PUPUK BIO-SLURRY PADAT DENGAN KOMBINASI DOSIS PUPUK NPK PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Rindang Wicaksono; Darwin H. Pangaribuan; Akari Edy; Hidayat Pujisiswanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.649 KB) | DOI: 10.23960/jat.v7i1.2991

Abstract

Produktivitas jagung manis diIndonesia saat inimasih jauh di bawah potensi.Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil jagung manis adalah dengan pemupukan yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan kombinasi terbaik antara pemberian pupukBio-slurry padat dengan pupuk anorganik NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis varietas Jambore. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Fajar Baru, Dusun Tanjung Laut, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Rancangan percobaan yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan rancangan faktorial (2 x 4) dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupukBio-slurry 20 t/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman 5 MST, jumlah daun 5 MST, tingkat kehijauan daun lebih tinggi, bobot berangkasan basa lebih berat, tingkat kemanisan ( 0 Brix) lebih tinggi, diameter tongkol lebih besar, jumlah baris per tongkol lebih banyak, bobot tongkol tanpa kelobot dan produksi per petak lebih tinggi. Kombinasi dosis terbaik antara pupukBio-slurry padat dan pupuk NPK adalah pada taraf pupukBio-slurry 20 t/ha dan NPK taraf 150 kg/ha.
PENGARUH PENGGUNAAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK DAN JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) DI DATARAN TINGGI Arif Aditya; Kus Hendarto; Darwin Pangaribuan; Kuswanta Futas Hidayat
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.355 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i2.1986

Abstract

Produksi cabai merah ( Capsicum annum L. ) di Indonesia masih tergolong rendah, penggunan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi merupakan alternatif untuk meningkatkan produksi cabai merah.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui : (1) pengaruh  penggunaan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah di dataran tinggi, dan (2) jenis mulsa yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Jalan Raya Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus pada Oktober 2011 sampai April 2012.  Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan.  Perlakuan tersebut adalah penggunaan jenis mulsa dengan tiga perlakuan yaitu tanpa mulsa (m0), mulsa plastik hitam perak (m1), dan mulsa jerami padi (m2).  Data yang diperoleh diuji dengan uji χ2 dan additifitas data diuji dengan uji Tukey, sedangkan uji lanjut dilakukan degan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa plastik hitam perak dan jerami padi berpengaruh nyata pada beberapa variabel pengamatan, yaitu pada variabel tinggi tanaman, jumlah bunga, tingkat percabangan, jumlah buah panen, bobot buah panen, dan bobot buah total. Sedangkan pemberian mulsa jerami dan mulsa plastik hitam perak tidak berpengaruh nyata pada variabel jumlah buah.
PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA SISTEM HIDROPONIK MEDIA PADAT Dewinta Puspita Sari; Yohannes Cahya Ginting; Darwin Pangaribuan
JURNAL AGROTROPIKA Vol 18, No 1 (2013): Agrotropika Vol.18 No.1 2013
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.921 KB) | DOI: 10.23960/ja.v18i1.4292

Abstract

The experiment aimed to investigate response of two muskmelon varieties on calcium (ca) concentration of hydrophonic solid media. The experiment was arranged in a factorial completely randomized design. Muskmelon varieties of Clara and Ivory were cultured in hydrophonic solid media with calcium concentration of 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm, and 300 ppm. The results showed that the growth and yield of var. ivory was better than those of var. Clara. Plant response on ca concentration between 100-300 ppm showed a linier curve. Every 10 ppm increment of ca enhanced fruit fresh yield of 9.24 g.  Key words: Cucumis melo, hydrophonic, calcium, growth, yield
Pengaruh Campuran Ekstrak Fermentasi Pupuk Kandang Sapi sebagai Subtitusi Nutrisi AB Mix pada Tanaman Pakcoy dengan Sistem Hidroponik Darwin H. Pangaribuan; Yohannes C. Ginting; Syamsul Arif; Ainin Niswati; Dermiyati Dermiyati; Ega Utari; Fika Wulandini; Yosefhine Indah Aprilyani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.106 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i1.895

Abstract

AB Mix merupakan nutrisi hidroponik yang mengandung unsur hara yang lengkap, namun harganya relatif mahal sehingga diperlukan alternatif untuk menggantikan nutrisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui apakah ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. (2) Mengetahui persentase ekstrak fermentasi dari campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor yang dapat dijadikan sebagai subtitusi nutrisi AB Mix. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu P0 (100% AB Mix), P1(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P2 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun gamal), P3 (75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P4 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun afrika), P5(75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi pupuk kandang sapi dan daun kelor), dan P6 (50% AB Mix + 50% ekstrak fermentasi campuran 25% pupuk kandang sapi dan daun kelor) dengan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dengan daun gamal atau daun afrika atau daun kelor memberikan pengaruh yang sama dengan nutrisi AB Mix, namun hasil terbaik diperoleh dari perlakuan 75% AB Mix + 25% ekstrak fermentasi campuran pupuk kandang sapi dan daun gamal yang terlihat pada peubah bobot segar tajuk. 
Soil Organisms Activities in Red Onion Cultivation with Application of Plant Extract Suspension and Compost Icha Deska Rani; Dermiyati Dermiyati; Radix Suharjo; Ainin Niswati; Darwin Hasibaran Pangaribuan
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 27, No 2: May 2022
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2022.v27i2.89-98

Abstract

Agro-industrial waste such as banana weevil, pineapple rhizome, and empty fruit bunches of oil palm has not been utilized properly, even though the waste can be processed into liquid organic fertilizer after extracting the beneficial microorganisms contained in it. This research aimed to observe and study soil organisms’ activity after applying plant extract suspensions and compost types. The research was conducted at the Integrated Field Laboratory and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The treatments were designed in a 3 × 3 factorial design in a Randomized Block Design with three replications. The first factor was the plant suspension extracts derived from banana weevil, pineapple rhizome, and oil palm empty fruit bunches, while the second factor was the compost in the form of solid compost and liquid compost. The results showed the activity of soil organisms in the form of respiration, soil microbial carbon biomass, soil microbial population, and mesofauna population, which was applied to a suspension of plant extracts from pineapple rhizome, given the highest yield. Furthermore, the bacterial phosphate dissolution index and the diversity of soil mesofauna applied to liquid compost were higher than those of solid compost or without compost. There was no interaction between the application of plant extract suspension and the compost types on the soil organism’s activity.
The growth of 'Crystal' guava seedling in response to pinching and dormancy breaking chemicals Raden Ajeng Diana Widyastuti; Setyo Dwi Utomo; Darwin H. Pangaribuan; Purba Sanjaya; Hayane Adeline Warganegara; Widia Agustin
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.40791

Abstract

AbstractPinching and dormancy breaking chemicals (DBC) application are potentially used to regulate the growth of plant. This study aims to evaluate the growth response of ‘Crystal’ guava (Psidium guajava L.) seedling in response to pinching and DBC application. This experiment was carried out in the Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Lampung from March to June 2021, with a randomized completely block design (RCBD) with 2 factors (pinching and DBC) and repeated four times. The results showed that pinching could reduce the increase of height of guava seedling. The combination of pinching with DBC could significantly increase the number of new emerging leaves, branches, and shoots as well as the length of new shoots. The leaf area on new emerging leaves was not affected by pinching and DBC factors. The application of DBC to non-pinched plants inhibited vegetative growth and precisely increased generative growth, as indicated by the increase of the number of flowers produced. The most recommended treatment to improve the vegetative growth of guava plant seedlings was a combination of pinching and KNO3 40 g L-1.Keywords: 'Crystal' guava, KNO3, vegetative growth, pinching, dormancy breaking chemicals. AbstrakPinching dan pemberian zat pemecah dormansi berpotensi untuk digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusi respon pertumbuhan bibit tanaman jambu biji (Psidium guajava L.) 'Kristal' terhadap perlakuan pinching dan pemberian zat pemecah dormansi (ZPD). Percobaan ini dilaksanakan di lahan Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Maret hingga Juni 2021, dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (pinching dan ZPD) yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa teknik pinching dapat menurunkan pertambahan tinggi tanaman jambu. Namun hal ini justru dapat memperbaiki pertumbuhan bibit jambu. Kombinasi pinching dengan ZPD dapat meningkatkan jumlah daun, cabang, dan tunas baru serta panjang tunas baru secara signifikan. Luas daun baru tanaman jambu tidak dipengaruhi oleh faktor pinching dan ZPD. Pemberian ZPD pada tanaman yang tidak dipinching menghambat pertumbuhan vegetatif, sebaliknya meningkatkan pertumbuhaan generatif dengan indikator peningkatan jumlah bunga yang diproduksi. Perlakuan yang paling direkomendasikan untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif bibit tanaman jambu adalah kombinasi antara pinching dan KNO3 40 g L-1.Kata kunci: jambu biji ‘Kristal’, KNO3, pertumbuhan vegetatif, pinching, zat pemecah dormansi
Teknik fermentasi campuran bahan organik sebagai sumber nutrisi organik pada sayuran sawi yang ditanam dengan hidroponik Darwin H. Pangaribuan; Yohannes Cahya Ginting; Rugayah Rugayah; Purba Sanjaya; Agus Karyanto; Kurnia Cahyani Dewi; Intan Puspita Sari
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.38509

Abstract

AbstrakNutrisi organik untuk budidaya sistem sumbu hidroponik merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kendala mahalnya harga pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ekstraksi terbaik antara metode air hangat, air dingin, dan fermentasi kemudian menentukan waktu fermentasi terbaik dari unsur hara organik campuran rumput laut, sabut kelapa dan daun kelor yang diharapkan memiliki kandungan nutrisi organik yang mendekati dengan formula nutrisi anorganik. Penelitian ini terdiri atas 2 percobaan: (i) percobaan pertama meneliti jenis metode ekstraksi, dan (ii) percobaan kedua meneliti waktu fermentasi terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal dan diulang sebanyak 6 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur hara organik yang dicampur dengan rumput laut, sabut kelapa dan daun kelor belum mampu menyamai unsur hara campuran AB Mix pada budidaya tanaman sawi secara hidroponik. Bobot segar tanaman sawi pada sub percobaan metode ekstraksi menunjukkan bahwa metode fermentasi menghasilkan 11,28 g atau 52,22% dari bobot segar tanaman hasil perlakuan nutrisi AB Mix yang mencapai 21,60 g. Bobot segar tanaman sawi pada sub percobaan waktu fermentasi menunjukkan bahwa fermentasi 20 hari menghasilkan 1,83 g atau 50,8% dari bobot segar tanaman hasil perlakuan hara AB Mix yang mencapai 3,60 g. Waktu fermentasi terbaik diperoleh pada 20 hari fermentasi.Kata Kunci: anorganik, bahan segar, metode ekstraksi, waktu fermentasi Abstract Organic nutrition for the wick hydroponic system is an alternative solution to overcome the high cost of inorganic fertilizers. This study aims to determine the best extraction method between warm water, cold water, and fermentation, then determine the best fermentation time from the organic nutrient mixture of seaweed, coconut husk and Moringa leaves which are expected to have the same organic nutrient content as the inorganic nutrition formula. This study consisted of 2 experiments, the first experiment examined the type of extraction method and the second experiment examined the best fermentation time. The experimental design used was a randomized block design (RBD) with a single factor and was repeated 6 times. The results of this study indicate that the organic nutrients mixed with seaweed, coconut husk and Moringa leaves have not been able to equal to the AB-mix nutrients in hydroponic mustard cultivation. Fresh weight of mustard in the extraction method sub-experiment showed that the fermentation method was only able to produce 11.28 g or 52.22% of the fresh weight of plants produced by AB Mix nutrition which reached 21.60 g. Fresh weight of mustard plants in the sub-experiment of fermentation time showed that 20 days of fermentation was only able to produce 1.83 g or 50.8% of the fresh weight of plants treated with AB Mix nutrients which reached 3.60 g. The best fermentation time was obtained at 20 fermentation days.Keywords:  inorganic, fresh weight, extraction method, fermentation time