Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK SADAR WISATA PANTAI AIR MANIS MELALUI PELATIHAN BALAWISTA (LIFEGUARD) Pasaribu Pasaribu; Hendri Azwar; Fauza Afni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38193

Abstract

Salah satu objek wisata unggulan yang teracantum dalam RIPPARDA 2017-2032 Kota Padang yaitu Objek Wisata Pantai Air Manis. Pantai Air Manis merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan di Kota Padang yang secara administratif masuk ke wilayah Kelurahan Air Manis, yang berada dalam Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Topografi kelurahan ini didominasi oleh kawasan pantai dan perbukitan, dengan jumlah penduduk lebih kurang 1700 jiwa. Pada tahun 2019 saja, saat musim liburan, rata-rata jumlah kunjungan wisatawan per hari ke Pantai Air Manis adalah sekitar 11.600 orang dengan kontribusi PAD sebesar Rp 260.000.000.000. Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Air Manis sudah melayani wisatawan tanpa adanya pengelolaan berbasis resiko dengan tidak menyediakan petugas keselamatan di kawasan wisata Pantai. Tidak hanya ketidaktersediaan SDM pengelola yang memiliki kemampuan memberikan pertolongan keselamatan kepada pengunjung, pengelola wisata tirta/wisata Pantai Air Manis juga tidak menyediakan alat-alat keselamatan dasar, padahal seluruh standar keselematan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Standar Kegiatan Usaha Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata terkait standar usaha wisata pantai berisiko menegah/rendah. Adapun tujuan umum dari kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini adalah untuk akselerasi pengembangan wisata bahari/tirta di Kelurahan Air Manis. Adapun tujuan khusus dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: memberikan pelatihan berbasis kompetensi tentang Balawista (Lifeguard); memberikan bantuan peralatan dasar keselamatan pengunjung. Selain itu, masyarakat lokal diharapkan dapat memanfaatkan aktifitas pariwisata bahari di Kelurahan Air Manis yang dikemas menjadi paket wisata sebagai sumber penghasilan pendamping selain bekerja sebagai pedagang agar kualitas hidup masyarakat lokal dapat meningkat. Dari kegiatan ini, diharapkan beberapa luaran yang menjadi target adalah: dibuatnya modul Pelatihan, diperolehnya sertifikat Pelatihan Bagi Mitra, artikel Pada Jurnal Pengabdian Terakreditasi Sinta, Pemberitaan Pada Media Cetak dan Online, Dokumentasi Kegiatan dalam bentuk Video, Poster, dan Rekognisi SKS bagi mahasiswa.
HOMESTAY AS A PILLAR OF COMMUNITY-BASED ECONOMY: A COMMUNITY EMPOWERMENT STUDY IN KANAGARIAN TABEK PANJANG Hendri Azwar; Feri Ferdian; Pasaribu Pasaribu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41380

Abstract

Nagari Tabek Panjang, located in Baso District, Agam Regency, is a village rich in tourism potential, encompassing natural, cultural, and artificial attractions. However, low tourist visitation remains a significant challenge. One contributing factor is the absence of derivative products from homestays that could serve as attractions to extend tourists' length of stay. Therefore, it is essential to develop homestays by utilizing local community houses and traditional houses near tourist attractions. This community service activity aims to facilitate the residents of Nagari Tabek Panjang in acquiring knowledge and skills to manage homestays and develop tourism packages. Consequently, it is expected that tourists will be encouraged to stay longer. Activities conducted include training on introducing homestays as part of Community-Based Tourism (CBT) and training on developing derivative homestay products. These outcomes are expected to support tourism development and enhance the local economy in Nagari Tabek Panjang.
LOCAL COMMUNITY EMPOWERMENT IN ENHANCING THE QUALITY OF HOMESTAY AND CULINARY MANAGEMENT IN KAMPUNG ADAT BALAI KALIKI PAYAKUMBUH CITY Hendri Azwar; Anni Faridah; Elida Elida; Feri Ferdian; Retnaningtyas Susanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55867

Abstract

This community empowerment program focuses on enhancing the quality of homestay and local culinary management in the Balai Kaliki Adat Village, Payakumbuh City, West Sumatra. Despite its rich cultural heritage and tourism potential, the village faces challenges in the standardization of homestay facilities, culinary innovation, and community awareness of cultural hospitality standards. The program implemented participatory training, technical assistance, and collaborative approaches with academic and government partners to advance sustainable community-based tourism. Key outcomes include improved homestay management skills, innovative local culinary products, and strengthened multi-stakeholder cooperation, contributing to cultural preservation and economic growth. This study offers a replicable model for integrating cultural values and community participation in rural tourism development.