Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGGUNAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA SWASTA TAMAN SISWA KISARAN Ely Syafitri; Khairun Nisa; Vieka Adyva; Zahra Ramadhani; Liza Safrina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.362-369

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis penggunaan Platform Merdeka Mengajar sebagai alat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di SMA Swasta Taman Siswa Kisaran. Metode Pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Pengabdian ini mengungkapkan bahwa implementasi Platform Merdeka Mengajar memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengalaman belajar siswa dan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Platform ini memberikan akses lebih luas terhadap sumber belajar yang beragam dan mendukung inovasi dalam metode pengajaran. Hasil Pengabdian juga menunjukkan bahwa penggunaan Platform Merdeka Mengajar memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa, mendorong kolaborasi antar siswa, serta memperluas ruang diskusi dan pertukaran ide di luar ruang kelas. Selain itu, platform ini juga membantu guru dalam menyusun materi ajar yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, implementasi Platform Merdeka Mengajar di SMA Swasta Taman Siswa Kisaran secara positif mempengaruhi kualitas proses belajar mengajar dengan memberikan akses lebih luas terhadap sumber belajar, memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa, serta mendorong inovasi dalam pembelajaran. Pengabdian ini menyoroti potensi besar platform ini dalam meningkatkan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah
Design and Evaluation of a Digital Learning Media Module Based on Alur Merdeka for Prospective Teachers Khairun Nisa; Ely Syafitri; Elfira Rahmadani; Syarinah Junianti Hasibuan; Dewi Susanti Purba
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7440

Abstract

The integration of technology in education necessitates that future teachers acquire the skills to design and implement effective digital learning media. The Merdeka Curriculum, particularly through its Alur Merdeka framework, emphasizes flexible and independent learning, aligning with this need. This study aimed to develop and evaluate a Digital Learning Media module grounded in the Alur Merdeka approach to improve student competencies in educational technology. A Research and Development (RD) methodology was applied, guided by the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Module validity was assessed by expert reviewers. Practicality was gauged through student response questionnaires, and effectiveness was measured using N-Gain Scores from pretest and posttest results. The module demonstrated high validity (87.6%) and strong practicality (84%) based on expert evaluations and student feedback. Effectiveness testing showed a significant improvement in students’ competencies, with an N-Gain Score of 0.72, categorized as high. The findings confirm that the Alur Merdeka-based module is a valid, practical, and effective tool for supporting independent learning in teacher education. Its implementation can enhance prospective teachers’ ability to develop technology-driven instructional media. This study contributes to the development of flexible, competency-based digital learning resources in alignment with the Merdeka Curriculum, supporting the broader integration of technology in teacher education programs.
The Role of Adversity Quotient in Shaping Academic Resilience among Junior High School Students in Kisaran Timur Elfira Rahmadani; Dian Armanto; Pardomuan Sitompul; Ely Syafitri
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8088

Abstract

This study investigates the distribution and characteristics of the Adversity Quotient (AQ) among junior high school students in Kisaran Timur, Indonesia, within the framework of the Merdeka Curriculum, which emphasizes character education. AQ, based on Stoltz’s CORE model—Control, Ownership, Reach, and Endurance—reflects students' capacity to respond to academic and personal challenges. Regional data on AQ in semi-urban settings remain limited, hindering context-specific educational interventions. A quantitative descriptive approach was employed, involving 1,046 Grade VII students from four public junior high schools. Data were collected using a culturally adapted and validated version of the Adversity Response Profile questionnaire. AQ profiles were analyzed using descriptive statistics based on both categorical classification (Climber, Camper, Quitter) and CORE indicators. Findings revealed varying AQ profiles across schools. SMPN 7 had the highest percentage of Climbers (60%), while SMPN 3 had the highest percentage of Quitters (25%). Across all schools, Control and Endurance scores were relatively high, while Ownership and Reach were consistently lower, indicating weaker skills in accountability and limiting the impact of adversity. School-level factors—such as teaching style, peer support, and access to guidance—emerged as influential. The data highlight that student resilience is shaped not only by individual traits but also by the school environment. These findings support the integration of AQ data into targeted character education strategies. AQ-informed interventions such as mentoring, teacher training, and reflective practices can enhance students' resilience and support the goals of the Merdeka Curriculum.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Smart Box untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di UPTD SDN 13 Binjai Baru Ely Syafitri; Rizki Wulandari; Ade Alkarina Fahriyah; Selvianti Selvianti; Selvi Amahlia; Erlangga Saputra
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v4i2.1041

Abstract

Pengabdian ini bertujuan mengatasi dampak metode pembelajaran konvensional yang menurunkan minat dan prestasi belajar siswa di UPTD SD Negeri 13 Binjai Baru. Dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, Smart Box, program ini dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi untuk membangun dukungan, pelatihan teknis bagi guru dan siswa, penerapan Smart Box dalam pembelajaran, pendampingan untuk memastikan efektivitas, serta rencana keberlanjutan. Implementasi program ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa dari 45% menjadi 78% dan skor minat belajar dari 5,2 menjadi 8,7 pada skala 1–10, dengan dampak positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Kesimpulannya, Smart Box terbukti efektif sebagai inovasi pembelajaran berbasis teknologi, terutama di lingkungan pendidikan dasar dengan keterbatasan infrastruktur, dan dapat direplikasi dengan dukungan pelatihan serta pendampingan dari pemerintah atau dinas pendidikan.
Integrasi Pembelajaran Abakus Berbasis Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Numerasi dan Verbal pada Siswa Sekolah Dasar Ely Syafitri; Elfira Rahmadani; Dewi Mardhiyana
Jurnal IPTEK Bagi Masyarakat Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/j-ibm.v4i3.1112

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh urgensi peningkatan kualitas pendidikan dasar di daerah pedesaan, khususnya di SDN 014686 Sidomulyo, Sumatera Utara, yang menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kemampuan numerasi dan verbal siswa, serta minimnya inovasi dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan verbal siswa melalui penerapan metode pembelajaran abakus yang dipadukan dengan teknologi digital sederhana sebagai solusi inovatif dan adaptif terhadap keterbatasan yang ada. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan melibatkan 60 siswa kelas 2 serta dua guru. Program dilaksanakan dalam lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi serta keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi, tes formatif sebelum dan sesudah intervensi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan metode triangulasi untuk memastikan validitas temuan dari berbagai sumber. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan numerasi siswa, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 46,6% setelah tiga minggu implementasi. Selain itu, kemampuan verbal siswa juga menunjukkan perkembangan yang positif, dengan skor rata-rata meningkat dari 2,4 menjadi 4,0 pada skala lima poin. Guru melaporkan peningkatan keterampilan pedagogis dan mulai mengintegrasikan alat bantu digital dalam proses pembelajaran. Penggunaan aplikasi abakus digital terbukti meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Program ini tidak hanya menjawab tantangan akademik yang ada, tetapi juga memberdayakan guru serta menciptakan model pembelajaran inovatif yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dengan kondisi serupa.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH AMAN DAN RAMAH ANAK MELALUI PENCEGAHAN TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN DI SD NEGERI 014640 SEI KEPAYANG Ely Syafitri; Dian Anggraini Harahap; Bambang Gulyanto; Putri Azhari; Nurfazrina Nurfazrina; Elfi Rahmadani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5194

Abstract

Abstract: The Safe and Child-Friendly School (SRA) program is a systematic effort to create a safe, inclusive, and violence-free educational environment. This community service activity aims to implement the SRA concept through the prevention of the three major educational sins: violence, bullying, and intolerance at SD Negeri 014640 Sei Kepayang. The implementation method used a participatory approach consisting of three main stages: socialization of the SRA concept, dissemination of knowledge about the three major educational sins, and evaluation of school community understanding. The activity involved lecturers from Universitas Asahan as trainers for teachers and KKN (community service) students as facilitators for pupils. Data were collected through observation and pre–post questionnaires involving 20 teachers and 60 students. The results showed a significant improvement in teachers’ and students’ understanding of the SRA concept, with an average increase of 30–35% in knowledge and awareness indicators. The program successfully fostered a more empathetic, tolerant, and positive school culture. This implementation serves as a best practice model of collaboration between higher education institutions and elementary schools in promoting safe, equitable, and child-centered education. Keywords: safe and child-friendly school; three major educational sins; violence; bullying; elementary education Abstrak: Program Sekolah Aman dan Ramah Anak (SRA) merupakan upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep SRA melalui pencegahan tiga dosa besar pendidikan, yaitu kekerasan, perundungan (bullying), dan intoleransi di SD Negeri 014640 Sei Kepayang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap utama: sosialisasi konsep SRA, pemberian pemahaman tentang tiga dosa besar pendidikan, dan evaluasi peningkatan pemahaman warga sekolah. Kegiatan melibatkan dosen Universitas Asahan sebagai pelatih bagi guru dan mahasiswa KKN sebagai fasilitator bagi siswa. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan yang diikuti oleh 20 guru dan 60 siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru dan siswa terhadap konsep SRA, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% pada aspek pengetahuan dan kesadaran. Program ini berhasil menumbuhkan budaya sekolah yang lebih empatik, toleran, dan berkarakter positif. Implementasi kegiatan ini juga menjadi contoh praktik baik (best practice) kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mewujudkan pendidikan yang aman dan berkeadilan bagi anak. Kata kunci: sekolah aman dan ramah anak; tiga dosa besar pendidikan; kekerasan; perundungan; pendidikan dasar 
EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI: MENINGKATKAN KETERAMPILAN SPASIAL DENGAN GEOBOARD Elfira Rahmadani; Ely Syafitri; Khairun Nisa; Putri Andini; Gladis Syaharani Putri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i1.2943

Abstract

This community service research aims to improve the spatial skills of elementary school students through local wisdom-based geometry learning with geoboard media. The main problem faced is the low understanding of students towards geometry concepts due to the abstract and less contextual learning approach. The method used is Participatory Action Research (PAR) which actively involves teachers and students in planning, implementation, and evaluation. The activity was carried out at UPTD SDN 014686 Sidomulyo, with the participation of 90 grade III students. The results showed a significant increase in students' spatial skills: 88% of students found it easier to understand geometric shapes, 91% showed active involvement, and 94% hoped that this method would continue to be used. In addition, 100% of teachers stated that this method was effective and increased their confidence in teaching. The use of geoboards and the integration of local cultural motifs have been proven to create contextual, enjoyable, and meaningful learning experiences. The conclusion of this activity is that local wisdom-based geometry learning with the help of geoboards is effective in improving students' spatial skills and is relevant to be applied widely
ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, AKSIOLOGI DALAM PENDIDIKAN KARAKTER Elfira Rahmadani; Dian Armanto; Ely Syafitri; Reza Umami
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2021): October 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i3.680

Abstract

Abstract: Character education is useful for building the character of each individual so that they can become individuals who can have benefits for the individual and the surrounding environment. This study examines and describes how to conceptualize the theoretical basis of character education and how to implement the theoretical basis of character education. This study examines and describes how to conceptualize the foundation of character education theory and how to implement the foundation of character education theory. The foundation of character education theory includes the foundation of ontology, epistemology foundation and axiology foundation. In this case the researcher can explain how the conceptualization and implementation of the foundation of ontology, epistemology and axiology of character education  Keyword: Ontology Platform, Epistemology, Axiology and Character Education 
AKSIOLOGI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS (Kajian Tentang Manfaat dari Kemampuan Berpikir Kritis) Ely Syafitri; Dian Armanto; Elfira Rahmadani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2021): October 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i3.682

Abstract

Abstract: This study discusses the axiology of critical thinking, how the benefits of critical thinking skills in education and using the literature study method are carried out only based on written works, including research results, both published and unpublished. The purpose of this article is to provide additional knowledge for teachers and other researchers that critical thinking skills have many benefits for education so that later in the education unit they are able to realize their abilities to produce competent students according to educational goals. The results of the literature study on critical thinking skills seen in axiological studies related to ethical and aesthetic values show that by utilizing critical thinking skills students are able to build quality thinking so as to produce good learning. Developing thinking skills is very important because it will have an impact on students' daily lives.  Keywords: Critical Thinking Ability, Axiology Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Aksiologi berpikir kritis, bagaimana manfaat dari kemampuan berpikir kritis dalam pendidikan dan menggunakan metode studi kepustakaan yang dilakukan hanya berdasarkan atas karya tertulis, termasuk hasil penelitian baik yang telah maupun yang belum dipublikasikan. Tujuan artikel ini adalah untuk memberi penambahan pengetahuan bagi guru maupun peneliti lain bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki banyak kebermanfaatan untuk pendidikan agar  nantinya  ketika  di  satuan  pendidikan  mampu  merealisasikan kemampuan yang dimilikinya untuk menghasilkan peserta didik yang berkompeten sesuai tujuan pendidikan. Hasil dari studi kepustakaan kemampuan berpikir kritis dilihat dalam kajian aksiologi yang berkaitan dengan nilai etika dan estetika menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan  kemampuan  berfikir  kritis siswa mampu  membangun kualitas berfikir sehingga menghasilkan pembelajaran dengan baik. Mengembangkan kemampuan berpikir sangat penting  dikarenakan  akan  berdampak  kepada  kehidupan sehari-hari siswa.  Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Aksiologi 
MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT SISWA MENGGUNAKAN AUTOGRAPH Ely Syafitri; Sahat Saragih; E. Elvis Napitupulu; KMS. Muhammad Amin Fauzi; anim anim; Elfira Rahmadani; Syahriani Sirait; Ismail Hanif Batubara
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 5 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v5i2.905

Abstract

Abstract. This study aims to determine the difference in  adversity quotient between students who learn to use the Autograph learning media and students who receive conventional learning. The formulation of the problem in this study is "Is there a difference between the adversity quotient of students who learn to use Autograph learning media and students who receive conventional learning?". This research is a quasi-experimental research, where the teacher plays a direct role in the learning process and the researcher acts as an observer. The subjects in this study were students of class VIII MTs Al-Arifin Rahuning totaling 100 people and as a sample of class VIII-1 totaling 28 people. While the object of this research is the adversity quotient of students towards learning mathematics. Collecting data in this study using observation sheets and adversity quotient. To find out the results of this study, it was carried out using the t test and to determine whether or not there were differences in the adversity quotient of students towards learning mathematics. Based on the results of data analysis carried out, it was concluded that there was a difference in the adversity quotient between students who learned to use the Autograph learning media and students who received conventional learning with a tcount= 8.29 greater than ttable at the 5% significance level and significant 1% of 2.14 and 2.96.Keyword: Autograph, Adversity Quotient, Mathematic educationAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan adversity quotient antara siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran Autograph dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan antara adversity quotient siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran Autograph dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional?”. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dimana guru berperan langsung dalam proses pembelajaran dan peneliti bertindak sebagai pengamat. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Al-Arifin Rahuning yang berjumlah 100 orang dan sebagai sampel kelas VIII-1 yang berjumlah 28 orang. Sedangkan objek penelitian ini adalah adversity quotient siswa terhadap pembelajaran matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan adversity quotient. Untuk mengetahui hasil penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji t dan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan adversity quotient siswa terhadap pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan adversity quotient antara siswa yang dibelajarkan menggunakan media pembelajaran Autograph dan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional denganhitung= 8,29 lebih besar dari ttabel sebesar 5 % tingkat signifikansi dan signifikan 1% sebesar 2,14 dan 2,96.