Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kerawanan dan Penanggulangan Longsor di Benteng Ka'do Kec.Kapala Pitu dengan Menggunakan Geotekstil Matana, Hernita; Padang, Israel
Jurnal Dynamic Saint Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v7i1.1506

Abstract

Bencana alam tanah longsor sering melanda beberapa wilayah di tanah air. Kabupaten Toraja Utara Kecamatan Kapala Pitu Lembang Benteng Ka’do adalah salah satu Lembang yang sering terjadi bencana alam berupa tanah longsor karena sebagian wilayahnya berupa lereng dan pegunungan. Sembilan tahun terakhir mulai tahun 2012 sampai tahubn 2021 sering terjadi longsor ketika musim hujan tiba, khususnya pada bulan desember dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kejadian tersebut menyebabkan kerugian materi dan rusaknya fasilitas umum yaitu jalan raya. Lembang Benteng Ka’do mempunyai karakteristik lahan dengan bentuk bertahap-tahap, berbukit hingga bergunung-gunung dengan ketinggian tempat bervariasi dari lereng yang landai. Dari hasil penelitian diperoleh nilai CBR 42.65% yang menjelaskan bahwa kepadatan tanah dalam kondisi baik. Penggunaan perkuatan lembar geotekxtil pada percobaan pergeseran tanah menyebabkan peningkatan kekuatan dan kepadatan pada subgrade tanah. Hasil pengujian diperoleh hasil untuk tanah pada sampel tanah yang diperkuat lembar geotextil pada kemiringan 30o, dalam waktu 2 jam atau 7200 detik penyiraman mengalami pergerseran sebesar 0 mm atau 0%, pada kemiringan 35o selama 2 jam atau 7200 detik penyiraman mengalami pergeseran sebesar 0 mm atau 0%, dan pada kemiringan 40o selama 2 jam atau 7200 detik penyiraman mengalami pergeseran sebesar 8 mm atau 0,67%. Kondisi sampel tanah pada permukaan hanya terguras oleh air namun air tidak menembus lapisan perkuatan geotextile yang menyebabkan lapisan tanah di bawahnya tetap kering dan tidak mengalami perpindahan secara signifikan.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN BATU GUNUNG KAPALA PITU SEBAGAI  AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF Rabang Matasik, Rael; Rangan, Parea Rusan; Padang, Israel; Pagatiku, Agustina
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/zrvaf966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batu gunung dari Kapala Pitu sebagai agregat kasar dengan variasi 50%, 70% dan 100% dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) sebanyak 1,2% dari berat semen, sampel benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. Pengujian yang dilakukan pada umur beton 3, 7, 14 dan 28 hari pada kuat tekan beton dan umur 28 hari pada kuat tarik belah beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimental yang dilakukan di laboratorium Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKIT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton 28 hari dengan penggunaan variasi 50% agregat kasar batu gunung Kapala Pitu dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) 1,2 % diperoleh nilai kuat tekan beton 25,666 MPa dan memiliki kuat tekan yang optimal dari variasi lainnya, atau mengalami kenaikan dari nilai kuat tekan beton normal. Sedangkan hasil tarik belah beton umur 28 hari dengan variasi 50% agregat kasar batu gunung Kapala Pitu dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) 1,2% diperoleh kuat tarik optimum 1,864 MPa dari variasi lainnya atau mengalami kenaikan dari kuat tarik beton normal.
Peningkatan Pelayanan Masyarakat Pedesaan Melalui Pelatihan Aplikasi Komputer Bagi Aparat Lembang Tonglo Padang, Israel; Matana, Hernita; Patanduk, Sushy Teko
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i1.16525

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Lembang Tonglo Kecamatan Rantetayo adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan beberapa aparat lembang dalam mengoperasikan aplikasi komputer. Hal ini berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan yang dapat diberikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, solusi terhadap permasalahan tersebut adalah melalui Program Pelatihan Komputer yang dilaksanakan di Lembang Tonglo, Kecamatan Rantetayo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, kinerja dan kemampuan administrasi lembang melalui penggunaan teknologi komputer. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama enam hari, dari tanggal 18 hingga 30 Maret 2024. Tahapan pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui metode presentasi oleh narasumber, diskusi, dan praktik langsung oleh peserta pelatihan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan diikuti oleh 13 peserta. Mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Pendampingan juga dilakukan secara rutin kepada peserta. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui peningkatan keterampilan peserta pelatihan. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam menggunakan aplikasi Ms. Word sebesar 40% dan peningkatan keterampilan menggunakan aplikasi Ms. Excel sebesar 35%
Pengolahan Limbah Kantong Plastik menjadi Agregat Halus untuk Produksi Batako Ramah Lingkungan Lodi Honta, Zwengly; Padang, Israel; Timang Palembangan, Memed; Panggalo, Pendi; Suleman, Hendro
SCEJ (Shell Civil Engineering Journal) Vol. 10 No. 1 (2025): SCEJ (Shell Civil Engineering Journal)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/scej.v10i1.7296

Abstract

Limbah plastik, khususnya kantong plastik, merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan karena sifatnya yang tidak dapat terurai secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pengolahan limbah kantong plastik menjadi agregat halus ramah lingkungan untuk bahan bangunan non-struktural, khususnya batako. Permasalahan utama adalah terbatasnya metode pengolahan limbah plastik yang menghasilkan material dengan karakteristik fisik yang sesuai standar agregat halus. Metode yang digunakan adalah perlakuan termal terhadap limbah plastik hingga suhu minimum 800°C untuk menghasilkan pasir plastik. Pasir plastik ini kemudian digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus dalam adukan batako dengan variasi persentase 5%, 10%, dan 15% terhadap berat pasir. Pengujian dilakukan terhadap kekuatan tekan dan daya serap air batako. Hasil menunjukkan bahwa substitusi 5% memberikan performa terbaik, dengan kekuatan tekan sebesar 42,38 kg/cm² dan daya serap air terendah sebesar 17,12%. Substitusi di atas 5% menurunkan kekuatan tekan dan meningkatkan daya serap air akibat distribusi material yang tidak merata dan lemahnya ikatan antarpartikel. Keterbatasan dalam penelitian ini mencakup proses pembakaran masih manual dan terbuka, waktu pembakaran yang tidak menentu dan belum dilakukan uji ketahanan jangka panjang. Arah pengembangan selanjutnya difokuskan pada peningkatan kualitas kuat tekan dengan bahan tambah dan pengujian lebih lanjut terhadap durabilitas batako dalam kondisi lingkungan ekstrem.
PENGARUH DIAMETER LUBANG PIPA PADA KOLOM TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH Padang, Israel; Matana, Hernita; Manga', Jufri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bangunan gedung banyak instalasi pipa seperti pipa pembuangan air bersih pipa pembuangan air kotor dan instalasi listrik.dengan demikian ada kemungkinan dalam kolom tersebut berlubang. Menurut SNI-03-2847-2002 luas lubang pada penampang kolom dibatasi maksimum 4%.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh diameter lubang pipa pada kolom terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental dimana menggunakan kolom dengan diameter lubang pipa 2 inch dan 3 inch. Benda uji kubus 15x15x15 (cm) dan silinder 15x30 (cm) dengan variasi lubang pipa ditengah dan disudut. dengan jumlah benda uji kubus sebanyak 30 sampel dan silinder sebanyak 18 sampel dan dilakukan pengujian benda uji pada umur 28 hari. Hasil pengujian dari benda uji kubus untuk kuat tekan beton normal diperoleh sebesar (26,444 Mpa) dan variasi lubang pipa 2 inch ditengah dan disudut (23,279 Mpa) dan (25,668 Mpa) dan variasi lubang pipa 3 inch ditengah dan disudut (13,512 Mpa) dan (16,378 Mpa) sedangkan untuk pengujian benda uji silinder untuk kuat tekan beton normal diperoleh sebesar (25,761 Mpa) dan variasi lubang pipa 2 inch dan 3 inch ditengah diperoleh (21,905 Mpa) dan (16,311 Mpa) dan hasil pengujian kuat tarik belah benda uji silinder untuk beton normal diperoleh sebesar (2,55Mpa) dan variasi lubang pipa 2 inch dan 3 inch ditengah diperoleh (1,227Mpa) dan (0,519 Mpa).
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK HDPE SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT MEKANIS CAMPURAN BATAKO Padang, Israel; Matana, Hernita; Pongbura, Satria Bulan; Marthen, Aprianto
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan keberlanjutan industri konstruksi yang ramah lingkungan adalah penggunaan bahan konstruksi dari limbah plastik. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah plastik jenis HDPE (High-Density Polyethylene) sebagai alternatif substitusi parsial agregat halus pada campuran batako, dimana batako merupakan material konstruksi yang umum digunakan sebagai dinding bangunan pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi limbah plastik HDPE terhadap sifat mekanis campuran batako. Limbah plastik HDPE digunakan sebagai pengganti parsial dari agregat halus dalam campuran batako dengan perbandingan yang bervariasi. Metode penelitian melibatkan pengumpulan limbah plastik HDPE, pencacahan menyerupai ukuran gradasi agregat halus, pengujian sifat fisik dan mekanis limbah plastik, serta persiapan campuran batako dengan persentase 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% penggantian agregat halus dengan limbah plastik HDPE. Benda uji berbentuk kubus berukuran 9 x 9 x 9 cm dibuat sebanyak 18 buah dan 39 x 15 x 9 sebanyak 12 buah. Sifat mekanis campuran batako, seperti kekuatan tekan dan daya serap air dievaluasi melalui uji laboratorium pada umur 28 hari. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pengujian laboratorium, kuat tekan yang didapat pada batako cenderung semakin menurun seiring dengan bertambahnya cacahan plastik HDPE pada batako. Penurunan kuat tekan rata-rata yang paling signifikan terjadi pada benda uji dengan substitusi pasir 5% cacahan limbah plastik HDPE yaitu sebesar 15.15%. Hasil pengujian daya serap air pada batako juga diperoleh kecenderungan peningkatan daya serap air pada batako dengan substitusi agregat halus dengan cacahan plastik HDPE. Pada benda uji batako dengan substitusi cacahan limbah plastik HDPE 5% mengalami peningkatan signifikan sebesar 79.37 %. Hal ini disebabkan karena bentuk cacahan limbah plastik HDPE yang tidak seragam dan simetris sehingga membentuk banyak rongga pada batako yang dapat menyerap air. Menurut SNI 03-0349-1989, berdasarkan nilai kuat tekannya batako normal BTN dalam penelitian ini termasuk dalam kelas mutu III, semua batako dengan substitusi sebagian pasir dengan cacahan limbah plastik HDPE termasuk dalam kelas mutu IV. Berdasarkan nilai absorpsinya, semua benda uji termasuk dalam kelas mutu I.
INOVASI PENGAWETAN TULANGAN BAMBU MENGGUNAKAN ASAM SULFAT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BALOK BETON BERKELANJUTAN Padang, Israel; Tarru, Harni Eirene; Ruru, Esthon Korzheba; Patandianan, Juniarto Budi
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.34329

Abstract

Environmental concerns caused by the use of conventional construction materials have encouraged the development of sustainable alternatives, including bamboo. However, the durability of bamboo as concrete reinforcement remains limited due to its hygroscopic nature and biological degradation. This study aims to evaluate the effectiveness of bamboo preservation using a 1.2% sulfuric acid solution in enhancing the tensile strength of bamboo and the flexural capacity of reinforced concrete beams. The method employed was a laboratory experiment with three reinforcement variations: plain steel bars (BK), bamboo soaked in water (BT-BA), and bamboo treated with sulfuric acid (BT-BAS). Tensile and flexural tests were conducted for each variation. The results showed that the tensile strength of bamboo increased from 299.48 MPa (BT-BA) to 358.12 MPa (BT-BAS), indicating a 19.6% improvement. In the flexural test, BT-BAS beams reached an average nominal moment of 6.14 kNm, with a flexural capacity ratio of 107.15% compared to analytical results. These findings demonstrate that sulfuric acid preservation significantly enhances both the mechanical properties of bamboo and the structural performance of concrete beams. Thus, sulfuric acid–treated bamboo presents strong potential as a sustainable alternative reinforcement in structural applications. Abstrak Permasalahan lingkungan akibat penggunaan material konstruksi konvensional mendorong pengembangan bahan alternatif yang berkelanjutan, salah satunya adalah bambu. Namun, daya tahan bambu sebagai tulangan beton masih terbatas karena sifat higroskopis dan degradasi biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengawetan bambu menggunakan larutan asam sulfat 1,2% terhadap peningkatan kekuatan tarik bambu dan kapasitas lentur balok beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga variasi tulangan: baja polos (BK), bambu direndam air (BT-BA), dan bambu direndam asam sulfat (BT-BAS). Uji tarik tulangan dan uji lentur balok dilakukan pada masing-masing variasi. Hasil menunjukkan bahwa kuat tarik tulangan bambu meningkat dari 299,48 MPa (BT-BA) menjadi 358,12 MPa (BT-BAS), atau meningkat sebesar 19,6%. Pada pengujian lentur, balok BT-BAS menghasilkan momen nominal rata-rata 6,14 kNm dengan rasio kapasitas lentur 107,15% terhadap hasil analisis. Hal ini membuktikan bahwa metode pengawetan dengan asam sulfat tidak hanya meningkatkan sifat mekanis bambu, tetapi juga meningkatkan performa balok beton secara signifikan. Dengan demikian, bambu yang diawetkan dengan asam sulfat berpotensi sebagai alternatif tulangan ramah lingkungan dalam konstruksi struktural.
The Significance Level of Critical Success Factors Affecting Contractor Performance in Winning Public Construction Tenders Timang Palembangan, Memed; Padang, Israel
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7611

Abstract

This study analyzes the Critical Success Factors (CSFs) influencing contractor performance in public construction tendering under the Ministry of Public Works in Indonesia. Using a quantitative approach and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), data were collected from 597 contractors, comprising 161 small, 187 medium, and 249 large firms. The results reveal that the significance of CSFs varies across contractor classifications. For small contractors, performance is significantly influenced by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). For medium contractors, the most influential factors are Company Qualification (X1), Equipment Resources (X2), Human Resources (X3), Document Quality (X5), and Competitive Pricing (X6). Meanwhile, for large contractors, performance is mainly driven by Equipment Resources (X2), Technology and Innovation (X4), Document Quality (X5), Competitive Pricing (X6), and Regulatory Understanding (X7). Across all classifications, Competitive Pricing and Equipment Resources consistently emerge as key determinants of tender success. The model fit indices (NFI = 0.712–0.759) confirm the robustness and validity of the developed models. These findings provide empirical evidence of how CSFs differ by organizational scale, offering theoretical contributions to construction management research and practical insights for improving competitiveness, transparency, and efficiency in Indonesia’s public procurement system.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN SISTEM PERTANIAN TERPADU AGROPASTURA DI LEMBANG BELAU UTARA Israel Padang; Althon K. Pongtuluran; Yoga Setiawan Pongbura
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38594

Abstract

Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan melalui sistem pertanian terpadu agropastura di Lembang Belau Utara. Pelaksanaan kegiatan ini difokuskan pada empat dusun, yaitu Dusun Barana, Dusun Lemo, Dusun Laun, dan Dusun Batang. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat, perencanaan program, implementasi kegiatan berupa pembuatan kebun percontohan dengan pemanfaatan pupuk kandang, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman, serta evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesuburan tanah, produktivitas lahan pekarangan, serta peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola lahan secara berkelanjutan. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan pengetahuan awal masyarakat, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendekatan partisipatif dan pelatihan berkelanjutan. Program ini memberikan dampak positif baik secara ekologis maupun ekonomis, seperti peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, pemanfaatan pekarangan menggunakan sistem pertanian terpadu agropastura terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan berpotensi untuk diadaptasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.