Claim Missing Document
Check
Articles

Artikel Review: Potensi Senyawa Bioaktif Bahan Alam dalam Pengembangan Obat Modern Berbasis Pendekatan Kimia Medisinal Saeful Amin; Dhearlyn Astania Oxtavia Amir
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.109

Abstract

Bahan alam telah lama dimanfaatkan sebagai sumber utama penemuan obat karena kandungan senyawa bioaktifnya yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah potensi senyawa bioaktif dari bahan alam dalam mendukung pengembangan obat modern melalui pendekatan kimia medisinal. Berbagai senyawa aktif yang memiliki peran penting dalam aktivitas biologis seperti flavonoid, polifenol, alakloaid, dan terpenoid termasuk sebagai agen antikanker, antidiabetik, antioksidan, dan antiinflamasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sepuluh jurnal utama terbiatan tahun 2020-2025, diseratai sepuluh referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bahan alam memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi kandidat obat modern melalui pendekatan komputasi, bioteknologi, dan sistem pengantaran obat berbasis nanoteknologi. Kajian ini menegaskan bahwa eksplorasi senyawa bioaktif yang berasal dari bahan alam merupakan strategis menuju inovasi farmasi yang berkelanjutan. 
Eksplorasi Senyawa Alam Tanaman Obat dalam Desain Obat Modern: Integrasi Pendekatan Kimia Medisinal dan In Silico Neng Mirna Wati Dewi; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.91

Abstract

Penemuan obat modern berbasis senyawa alam kini semakin diperkuat dengan pendekatan kimia medisinal dan teknologi in silico yang memungkinkan efisiensi dan prediktivitas tinggi dalam proses desain molekuler. Review artikel ini bertujuan untuk memecahkan potensi senyawa bioaktif dari tanaman obat yang telah dikaji dalam lima tahun terakhir (2020–2025), melalui telaah sistematis terhadap literatur dari berbagai database ilmiah. Dalam kerangka kerja kimia medisinal, berbagai metode seperti docking molekuler, SAR, pemodelan farmakofor, serta prediksi ADMET digunakan untuk menilai interaksi molekul terhadap protein target terapeutik dan kelayakan senyawa sebagai kandidat obat. Analisis menunjukkan bahwa senyawa seperti kurkumin, gingerol, kaempferol, dan daucosterol memiliki afinitas pengikatan tinggi serta profil farmakokinetik yang mendukung. Simpulannya, integrasi pendekatan kimia medisinal dan simulasi komputasi berperan penting dalam pengembangan senyawa alam menjadi obat modern yang efektif dan aman.
ARTIKEL REVIEW: “MOLECULAR DOCKINGBERBAGAI JENIS TANAMAN SEBAGAI ANTIBAKTERITERHADAP TARGET ENZIM DNA GYRASE” Solihah, Adilla Nurafdilla; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.92

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah serius di bidang kesehatan karenamenurunkan efektivitas terapi dalam mengatasi infeksi bakteri. Oleh karena itu, pencarianagen antibakteri baru dari bahan alam menjadi penting. Salah satu pendekatan yangbanyak digunakan adalah molekular docking, yang mampu memprediksi interaksi antarasenyawa aktif tanaman dengan protein target bakteri secara cepat, efisien, dan hematbiaya. Artikel tinjauan ini merangkum hasil penelitian terkini mengenai potensi berbagaitanaman seperti daun kelor (Moringa oleifera), kunyit putih (Curcuma zedoaria), bawangputih (Allium sativum), jahe (Zingiber officinale), lempuyang (Zingiber aromaticum),rosela (Hibiscus sabdariffa L.), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), kumis kucing(Orthosiphon stamineus Benth), daun waru (Hibiscus tiliaceus), dan mangrove(Rhizophora stylosa) sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif seperti quercetin,curcumenol, germacrone, alliin, gingerol, serta zerumbone dilaporkan memiliki afinitasikatan baik terhadap protein target bakteri, termasuk DNA gyrase, MurE, dan PBP2.Beberapa senyawa bahkan menunjukkan nilai binding affinity mendekati atau lebih baikdibandingkan antibiotik standar. Dengan demikian, molekular docking menggunakanperangkat lunak seperti AutoDock dapat dijadikan tahap awal skrining kandidat obatantibakteri alami. Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan fitofarmakayang efektif dan aman dalam menghadapi resistensi antibiotik.
Studi Literatur : Peran Senyawa Flavonoid Dalam Menghambat Enzim α-amilase dan β-glukosidase Sebagai Antidiabetes Nurlichan, Suci Rahayu; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.93

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin. Terapi farmakologi yang tersedia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Flavonoid, senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada tumbuhan, telah diteliti memiliki potensi antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim pencernaan karbohidrat serta perlindungan sel β pankreas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau 10 artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2017–2025. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kesesuaian variabel, dan validitas hasil penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa flavonoid mampu menghambat aktivitas enzim α-amilase dan β-glukosidase, sehingga memperlambat absorpsi glukosa dan mencegah lonjakan gula darah pascaprandial. Selain itu, flavonoid dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menekan glukoneogenesis di hati, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang terbukti efektif meliputi daun sirsak, kembang telang, daun ubi jalar, kumis kucing, daun kersen, daun salam, daun jambu biji, daun sirih merah, daun belimbing wuluh, dan daun mangga. Dengan demikian, flavonoid berpotensi dikembangkan sebagai terapi tambahan yang aman untuk pengendalian diabetes melitus, meskipun penelitian lanjutan pada uji klinis manusia masih sangat diperlukan.  
Potensi Senyawa Alam sebagai Agen Antikanker Payudara: Tinjauan Terintegrasi In Silico dan In Vitro Ai Nuraisah; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.94

Abstract

Abstrak. Kanker payudara menjadi salah satu penyebab utama kematian di kalangan perempuan secara global, sementara terapi tradisional seperti kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan terapi berbasis target menghadapi masalah terkait toksisitas, resistensi, serta biaya tinggi. Senyawa alami banyak dieksplorasi sebagai pilihan alternatif karena mengandung metabolit bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian ini bertujuan meninjau bukti eksperimen in vitro dan pendekatan komputasional in silico mengenai efek antikanker senyawa alami terhadap kanker payudara. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data seperti PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate, menghasilkan sepuluh artikel sesuai kriteria inklusi, yaitu penelitian dekade terakhir yang melakukan uji in vitro pada sel kanker payudara atau docking in silico terhadap target kanker. Hasil analisis menunjukkan beberapa jenis tanaman, termasuk Annona muricata, Solanum torvum, Merremia mammosa, dan Mangifera mangostana, terbukti menurunkan viabilitas sel MCF-7 dan T47D serta mendorong apoptosis. Penelitian in silico mengungkap flavonoid, xanton, dan alkaloid dari berbagai tanaman memiliki daya ikat kompetitif terhadap HER-2, ER-α, PR, dan STAT3, serta menunjukkan profil farmakokinetik menguntungkan. Temuan ini menegaskan senyawa alami berpotensi dikembangkan sebagai terapi pelengkap kanker payudara, meskipun penelitian lanjut berbasis in vivo dan uji klinis masih diperlukan untuk memastikan validitasnya.
Literatur Riview: Potensi Senyawa Bioaktif Tanaman Obat sebagai Agen Antidiabetes restu rianingsih; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.95

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Meningkatnya prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) mendorong pencarian terapi alternatif yang lebih aman dibandingkan obat sintetik. Artikel ini bertujuan merangkum temuan terkini mengenai potensi antidiabetes dari senyawa bioaktif tanaman obat, khususnya flavonoid dan fenolik. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional periode 2018–2025, meliputi studi in silico, in vitro, dan in vivo terkait agen antidiabetes berbasis bahan alam. Hasil kajian menunjukkan bahwa beberapa tanaman seperti kumis kucing (Orthosiphon stamineus), pepaya (Carica papaya), ketapang (Terminalia catappa), bunga telang (Clitoria ternatea), dan enceng gondok (Eichornia crassipes) memiliki mekanisme kerja ganda. Mekanisme tersebut meliputi penghambatan enzim pencernaan karbohidrat (α-glukosidase, α-amilase, maltase-glukoamilase), aktivasi PPAR-γ, serta pencegahan komplikasi diabetes. Senyawa bioaktif dari tanaman obat menunjukkan prospek menjanjikan sebagai agen antidiabetes alami dengan tingkat keamanan yang lebih baik dan mudah diakses masyarakat. Meski demikian, uji praklinis dan klinis masih diperlukan untuk memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya.
Kajian Literatur: Peran Kimia Medisinal dalam Pengembangan Terapi Penyakit Neurodegeneratif Berbasis Produk Alam Saeful Amin; Jayanty, Rizka Sri
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.90

Abstract

Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, sementara terapi konvensional yang tersedia masih terbatas dan sering menimbulkan efek samping. Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson masih menjadi masalah kesehatan global dengan terapi konvensional yang terbatas dan berisiko efek samping. Produk alam mengandung senyawa bioaktif dengan potensi neuroprotektif, sehingga perlu dievaluasi melalui pendekatan kimia medisinal. Penelitian ini bertujuan meninjau peran kimia medisinal dalam pengembangan terapi berbasis produk alam melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah telaah artikel yang mengaplikasikan teknik in silico seperti molecular docking, simulasi dinamika molekul, MM-GBSA, serta analisis ADME/Tox. Hasil menunjukkan bahwa senyawa alkaloid, flavonoid, fenantrena, fitoestrogen, dan terpenoid berpotensi sebagai inhibitor enzim kunci (AChE, BChE, BACE1), agonis reseptor ERβ, maupun modulator TLR2. Beberapa senyawa memiliki afinitas ikatan lebih baik dari donepezil, stabilitas kompleks protein–ligan yang baik, serta profil farmakokinetik mendukung, bahkan ada yang dapat menembus sawar darah otak. Disimpulkan bahwa kimia medisinal berperan penting dalam mengidentifikasi dan mempercepat penemuan kandidat obat alami untuk terapi neurodegeneratif yang lebih aman dan efektif.
Analisis Struktur Aktivitas (SAR) Turunan Nukleosida Sebagai Potensi Obat COVID-19  Saeful Amin; Suryaman, Novita Deris
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.97

Abstract

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 masih mendorong pencarian terapi efektif. Pengembangan analog nukleosida merupakan pendekatan yang menjanjikan, karena senyawa ini meniru nukleotida alami dan menghambat aktivitas polimerase virus (RNA-dependent RNA polymerase atau RdRp), sehingga mengganggu replikasi genom virus. Analisis Struktur–Aktivitas (SAR) sangat penting untuk memahami hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis, memungkinkan modifikasi guna meningkatkan afinitas dan selektivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis SAR dari turunan nukleosida sebagai calon obat COVID-19. Metode yang digunakan adalah pendekatan komputasi (In Silico), seperti Molecular Docking dan HKSA, serta tinjauan literatur. Hasilnya potensi yang lebih stabil, GS-441524 yang lebih stabil daripada Remdesivir, dan menegaskan peran in silico dalam menargetkan protein kunci virus seperti Mpro dan Nsp10.
Studi In Silico Senyawa Bioaktif pada Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius), Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.), Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antidiabetes Mekanisme Kerja Inhibitor SGLT-2 Andri Prasetyo Prasetyo; Esti Mumpuni; Sekar Harsti Rahmadhani; Saeful Amin
Pharmaceutical and Biomedical Sciences Journal (PBSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Pharmacy Department, Faculty of Health Sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/pbsj.v6i2.39508

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dimana pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Daun yakon, kayu secang dan daun salam memiliki beberapa yang berpotensi sebagai antidiabetes, namun belum diketahui senyawa spesifik mana yang terlibat dalam mekanisme inhibitor SGLT-2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa bioaktif yang terkandung dalam Daun yakon, kayu secang dan daun salam dalam menghambat enzim SGLT-2 secara in silico. Data senyawa aktif didapatkan dari laman PubChem. Kristal struktur dari Structure of human SGLT2-MAP17 complex bound with empagliflozin didapatkan dari Protein Data Bank dengan PDB ID: 7VSI. Molecular docking menggunakan Molegro Virtual Docker dan simulasi molecular dynamic menggunakan YASARA Dynamics. Hasil molecular docking didapatkan 4 senyawa memiliki nilai rerank score lebih negative dari senyawa pembanding (empagliflozi). Hasil visualisasi menunjukan residu asam amino yang berperan penting ialah PHE 98 dan VAL 157. Hasil molecular dynamics menunjukan kompleks ligan memiliki kestabilan ikatan paling baik dan stabil dari ligan uji lainnya. Dihasilkan senyawa yang stabil, yaitu 3,4-Dicaffeoyquinic acid.
Literature Review: Analisis Target Molekuler Dan Pendekatan Kimia Medisinal Dalam Pengembangan Terapi Kanker Servik Saeful Amin; Aliya Fayyaza Khairun Nisa; Shilvia Siti Nurohmah; Salla Sabillah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i2.9033

Abstract

Cervical cancer is one of the most common cancers worldwide and is largely caused by Human Papillomavirus (HPV) infection, particularly types 16 and 18. The development of this cancer is influenced by the E6 and E7 oncoproteins, which disrupt the function of p53 and Rb proteins, as well as the involvement of cellular signaling pathways such as PI3K/AKT/mTOR and EGFR. Limitations of conventional therapies, such as resistance and side effects, drive the need for more targeted and selective therapeutic agents. This study aims to analyze the main molecular targets of cervical cancer and the medicinal chemistry approaches used in its therapeutic development. The method involved a review of 12 open access articles using molecular docking, molecular dynamics, QSAR, and network pharmacology approaches. The findings identified two main target groups: viral targets comprising the HPV E6 and E7 oncoproteins, and cellular targets including the PI3K/AKT/mTOR pathway, EGFR, PARP1, CDK1, and VEGFR. Various medicinal chemistry strategies, from structure-based and ligand-based drug design to multi-target network pharmacology approaches, proved effective in identifying potential inhibitor candidates. Bioactive compounds such as quercetin, gossypol, bixin, and rutin demonstrated stable interactions with these targets. However, further experimental validation is needed to support the development of clinically effective and safe therapies.
Co-Authors Adi Budi Ramadhan, Adi Budi Ramadhan Agis Difa Maharan Ahmad, Zahratunnisa Ai Nuraisah Ai Sriwahyuni Alfi Nurul Aini Aliya Fayyaza Khairun Nisa Amir Mursadad Anantha Puspatiara Andri Prasetiyo Anwar, Reza Jakaria Atiqoh Azizah Azriel Pratama, Arryza Azzindani Januar Cheriel Dhiya Nazwa Alivia Desinta Nurohman Husen Devi Wulandari Dhearlyn Astania Oxtavia Amir Dinda Nurhayati Famili Dini Aryani Esti Mumpuni Eva Sucianti Fina Awaliah Firli Nimah Dinda Azqiah Fitria Mutiara Rohmah Fitya Fithrotun Najiah Fuza Khoirun Nisa Galih Hamdani Riansyah Gani Gusdayan Hanif Azhar Zaidaan Hanifiani Kamila Hasny Dwi Rahman Hayuning Putri Ambi Hendra Komara Hidayah, Nauval Aqil Icha Aisah Azzahra Inggit Suci Listya Intan Permatasari Jayanty, Rizka Sri Karina Budi Arti Lidiasari, Alda Lidiasari Maesaroh Maesaroh Maitsa Gita Salsabila Muhammad Akbar Alfi Fauzan Naila Naziba Nandita Marsya Putri Utami Natasya Zakiatul Awalia Irhan Nazmi Tri Harja Nazwa Cahya Kamila Neng Mirna Wati Dewi Neng Padia Amelia Nida Atsila Anamareri Nova Noor Fauzan Nova Sopiyanti Nurlichan, Suci Rahayu Oktaviani, Rissa Aenur Olivia Fauzi Syalamatul Syalamatul Putri Putri Nasywa Nabilah Ma’rifatillah Putri, Amyla Putri Nurul Nazmi Ratna Wulandari Rayhanah Firdaus Kusmawan restu rianingsih Sabrina Putri Mutiara Fajrin Salla Sabillah Salsabila Sasikirana Sefira Novi Ariyanto Sekar Harsti Rahmadhani Setiawati, Dede Evita Shilvia Siti Nurohmah Shinta Nursifa Silvia Dwi Putri Siti Maryam Slamet Ibrahim - Solihah, Adilla Nurafdilla Suci Mega Rahmi Suryaman, Novita Deris Syifa Alifia Azzahra Teguh Nizar Zulmi Tevani Almanda Ramdani Tiara Oktavia Ramadhan Tsani, Ghani Angga Widiya Zulvania Yosi Setiawati