Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Modifikasi Senyawa Alam Terhadap Aktivitas Antikanker Dan Mekanisme Kerjanya: The Effect of Chemical Modification of Natural Compounds on Anticancer Activity and Its Mechanism of Action Saeful Amin; Pratama, Bryan Restu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9033

Abstract

Senyawa alam telah lama dikenal memiliki potensi sebagai agen antikanker melalui mekanisme biologis seperti induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel. Namun, keterbatasan seperti bioavailabilitas rendah, stabilitas kimia yang buruk, dan selektivitas terhadap sel kanker yang kurang optimal menjadi tantangan dalam penggunaannya secara klinis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi kimia terhadap struktur senyawa alam dalam meningkatkan efektivitas dan selektivitas antikanker. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) terhadap sepuluh studi terkini yang relevan, dengan sumber dari database ilmiah seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa modifikasi kimia—melalui penambahan gugus fungsional, konjugasi dengan nanopartikel, dan substitusi aromatik—berhasil meningkatkan afinitas terhadap target biologis, memperbaiki profil farmakokinetik, serta memperkuat mekanisme kerja seperti aktivasi caspase, penghambatan jalur NF-?B, dan penurunan ekspresi VEGF. Senyawa termodifikasi seperti EF24, GO-Y030, dan Curcumin-Nanoform menunjukkan peningkatan aktivitas sitotoksik yang signifikan dibandingkan senyawa asalnya. Dengan demikian, modifikasi kimia terhadap senyawa alam berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker yang lebih efektif, selektif, dan aman.
ANALISIS SISTEMATIS DAN BIBLIOMETRIK MOLECULAR DOCKING SENYAWA ALAM SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE 2 Fathila Azahra, Fildza; Saeful Amin
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.2366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis dan bibliometrik berbagai studi molecular docking senyawa alam sebagai kandidat antidiabetes tipe 2, serta mengidentifikasi tren penelitian, jenis senyawa bioaktif potensial, target protein dominan, dan perangkat lunak yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA dan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dan Biblioshiny, dengan menganalisis 27 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa alam golongan flavonoid dan fenolik, seperti quercetin, luteolin, dan apigenin, memiliki afinitas ikatan tinggi terhadap target protein α-glukosidase, α-amilase, DPP-IV, dan PPAR-γ dengan nilai energi ikatan berkisar antara –6,5 hingga –11,2 kkal/mol. AutoDock Vina merupakan perangkat lunak yang paling banyak digunakan, diikuti MOE dan Schrodinger. Simpulan, molecular docking efektif dalam mengidentifikasi potensi senyawa alam sebagai agen antidiabetes tipe 2 berbasis mekanisme multi-target, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan obat herbal berbasis bukti (evidence-based herbal medicine).
Tinjauan Literatur: Pendekatan Komputasi Dan Sintesis Turunan Flavonoid Sebagai Kandidat Obat Antidiabetes Tipe 2: Literature Review: Computational Approaches And Synthesis Of Flavonoid Derivatives As Candidates For Type 2 Antidiabetic Drugs Saeful Amin; Silma Lutfi Farwah; Reza Fathurrahman
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.7997

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin, mengakibatkan hiperglikemia. Terapi konvensional sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan agen terapeutik yang lebih aman dan efektif. Flavonoid, senyawa polifenolik alami, telah menunjukkan potensi antidiabetik melalui penghambatan enzim penting dalam metabolisme glukosa, seperti ?-glukosidase, ?-amilase, DPP-4, dan SGLT-2. Tinjauan ini menganalisis perkembangan pendekatan komputasi—molecular docking, simulasi dinamika molekuler, dan prediksi ADMET—bersama dengan sintesis turunan flavonoid yang dimodifikasi secara struktural (misal triazole, isoxazole, trifluoromethyl) untuk meningkatkan afinitas dan aktivitas biologis. Hasil literatur menunjukkan bahwa flavonoid alami maupun sintetik mampu berinteraksi kuat dengan target enzim, dengan efektivitas yang mendekati obat kontrol seperti acarbose dan empagliflozin. Analisis struktur-aktivitas (SAR) menegaskan peran substituen tertentu dalam memperkuat interaksi H-bond dan hidrofobik di situs aktif enzim. Kombinasi strategi komputasi multitarget dan optimasi struktur flavonoid menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk pengembangan agen antidiabetik tipe 2 yang selektif, efektif, dan berisiko efek samping rendah. Validasi lebih lanjut melalui uji in vitro, in vivo, dan formulasi farmasetika sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan kandidat flavonoid menuju tahap pra-klinis.
Tinjauan Kimia Medisinal Terhadap Potensi Ekstrak Minyak Atsiri Kunyit (Curcuma longa L.) Untuk Kesehatan: Medicinal Chemistry Review on the Potential of Turmeric (Curcuma longa L.) Essential Oil for Health Saeful Amin; Nurkholidatunnisa, Wulan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8933

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan alami yang dimiliki tanaman kunyit (Curcuma longa L.) sebagai penghasil senyawa bioaktif yang berperan dalam kimia medisinal melalui telaah pustaka terbaru. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran jurnal penelitian dari basis data Google Scholar, PubMed, serta ScienceDirect menggunakan kata kunci “minyak atsiri”, “kunyit”, serta “turmeron”. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan, teridentifikasi bahwa minyak atsiri kunyit mengandung senyawa volatil utama seperti ar-tumerone, ?-turmerone, ?-turmeron, curlone, dan ar-curcumene yang memiliki aktivitas farmakologis meliputi antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, analgesik, dan antikanker. Senyawa turmeron diketahui mampu menginduksi apoptosis sel kanker melalui jalur ROS-mitokondria, serta menunjukkan efektivitas tinggi dalam formulasi farmasi seperti gel topikal dan naoemulsi. Hasil telaah ini menunjukkan bahwa kunyit memiliki prospek yang sangat baik sebagai bahan dasar dalam pembuatan obat herbal dan produk kesehatan. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatannya dalam dunia medis.
Senyawa Aktif Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) : Tinjauan Farmakologi sebagai Agen Diuretik dan Antidiabetes Saeful Amin; Hasny Dwi Rahman
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.98

Abstract

Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.) telah lama digunakan dalam praktik pengobatan tradisional untuk gangguan ginjal dan gangguan metabolik. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis terhadap bukti farmakologi senyawa aktif kumis kucing sebagai agen diuretik dan antidiabetik, dengan studi kepustakaan berupa penelusuran pada Google Scholar dan PubMed rentang tahun 2020–2025. Sintesis dari sembilan studi menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi kumis kucing kaya akan flavonoid (sinensetin, luteolin, eupatorin) serta asam fenolat (asam litospermat) yang berperan dalam peningkatan diuresis dan natriuresis pada uji hewan, penghambatan enzim α-glukosidase, hingga modulasi jalur insulin (PTP1B, GLUT4). Studi in silico mendukung adanya interaksi multi-target antara senyawa tersebut dan protein target baik di ginjal maupun pada jalur metabolik glukosa. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi senyawa kumis kucing memperkuat efek protektif pada ginjal dan pankreas. Hasil pada praklinis konsisten dan menjanjikan, heterogenitas metode ekstraksi, keterbatasan standardisasi, serta minimnya bukti klinis pada manusia masih membatasi penerapan klinis. Disarankan langkah lanjutan berupa standardisasi fitokimia, studi farmakokinetik/toxikologi, dan uji klinis terkontrol untuk mengonfirmasi keamanan dan efektivitas fitofarmaka berbasis O. stamineus.
Peran Kimia Medisinal dalam Penemuan Obat Baru untuk Mengatasi Resistensi Antibiotik Saeful Amin; Anwar, Reza Jakaria
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.99

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang semakin meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat, baik pada manusia maupun hewan. Kondisi ini menurunkan efektivitas terapi penyakit infeksi dan berpotensi menimbulkan krisis kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, penemuan antibiotik baru dengan pendekatan modern menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kimia medisinal dalam penemuan obat baru yang mampu mengatasi resistensi antibiotik melalui integrasi metode in vitro dan in silico. Metode penelitian dilakukan dengan studi literatur menggunakan database Google Scholar dan ScienceDirect tahun 2020–2025 dengan kata kunci “resistensi antibiotik”, “antimikroba”, dan “kimia medisinal”. Dari hasil telaah, diperoleh berbagai studi yang menunjukkan efektivitas pendekatan kombinasi, antara lain uji aktivitas antibakteri senyawa alami dan sintetik, farmakokinetik, serta pemodelan komputasi seperti QSAR, molecular docking, dan algoritma berbasis AI. Hasilnya, beberapa senyawa potensial ditemukan, seperti NG1 dan DN1 hasil desain AI, seftarolin fosamil yang aktif terhadap MRSA, senyawa endofit maupun laut dengan aktivitas antibakteri signifikan, serta flavonoid modifikasi dengan afinitas tinggi terhadap target enzim. Kesimpulannya, integrasi pendekatan in vitro dan in silico terbukti efektif mempercepat penemuan antibiotik baru, menekan biaya penelitian, serta membuka peluang besar dalam menghadirkan terapi inovatif untuk menghadapi krisis resistensi antibiotik.
Artikel Review: Potensi Senyawa Bioaktif Bahan Alam dalam Pengembangan Obat Modern Berbasis Pendekatan Kimia Medisinal Saeful Amin; Dhearlyn Astania Oxtavia Amir
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.109

Abstract

Bahan alam telah lama dimanfaatkan sebagai sumber utama penemuan obat karena kandungan senyawa bioaktifnya yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah potensi senyawa bioaktif dari bahan alam dalam mendukung pengembangan obat modern melalui pendekatan kimia medisinal. Berbagai senyawa aktif yang memiliki peran penting dalam aktivitas biologis seperti flavonoid, polifenol, alakloaid, dan terpenoid termasuk sebagai agen antikanker, antidiabetik, antioksidan, dan antiinflamasi. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis sepuluh jurnal utama terbiatan tahun 2020-2025, diseratai sepuluh referensi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa senyawa bahan alam memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi kandidat obat modern melalui pendekatan komputasi, bioteknologi, dan sistem pengantaran obat berbasis nanoteknologi. Kajian ini menegaskan bahwa eksplorasi senyawa bioaktif yang berasal dari bahan alam merupakan strategis menuju inovasi farmasi yang berkelanjutan. 
Eksplorasi Senyawa Alam Tanaman Obat dalam Desain Obat Modern: Integrasi Pendekatan Kimia Medisinal dan In Silico Neng Mirna Wati Dewi; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.91

Abstract

Penemuan obat modern berbasis senyawa alam kini semakin diperkuat dengan pendekatan kimia medisinal dan teknologi in silico yang memungkinkan efisiensi dan prediktivitas tinggi dalam proses desain molekuler. Review artikel ini bertujuan untuk memecahkan potensi senyawa bioaktif dari tanaman obat yang telah dikaji dalam lima tahun terakhir (2020–2025), melalui telaah sistematis terhadap literatur dari berbagai database ilmiah. Dalam kerangka kerja kimia medisinal, berbagai metode seperti docking molekuler, SAR, pemodelan farmakofor, serta prediksi ADMET digunakan untuk menilai interaksi molekul terhadap protein target terapeutik dan kelayakan senyawa sebagai kandidat obat. Analisis menunjukkan bahwa senyawa seperti kurkumin, gingerol, kaempferol, dan daucosterol memiliki afinitas pengikatan tinggi serta profil farmakokinetik yang mendukung. Simpulannya, integrasi pendekatan kimia medisinal dan simulasi komputasi berperan penting dalam pengembangan senyawa alam menjadi obat modern yang efektif dan aman.
ARTIKEL REVIEW: “MOLECULAR DOCKINGBERBAGAI JENIS TANAMAN SEBAGAI ANTIBAKTERITERHADAP TARGET ENZIM DNA GYRASE” Solihah, Adilla Nurafdilla; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.92

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah serius di bidang kesehatan karenamenurunkan efektivitas terapi dalam mengatasi infeksi bakteri. Oleh karena itu, pencarianagen antibakteri baru dari bahan alam menjadi penting. Salah satu pendekatan yangbanyak digunakan adalah molekular docking, yang mampu memprediksi interaksi antarasenyawa aktif tanaman dengan protein target bakteri secara cepat, efisien, dan hematbiaya. Artikel tinjauan ini merangkum hasil penelitian terkini mengenai potensi berbagaitanaman seperti daun kelor (Moringa oleifera), kunyit putih (Curcuma zedoaria), bawangputih (Allium sativum), jahe (Zingiber officinale), lempuyang (Zingiber aromaticum),rosela (Hibiscus sabdariffa L.), jeruk nipis (Citrus aurantiifolia), kumis kucing(Orthosiphon stamineus Benth), daun waru (Hibiscus tiliaceus), dan mangrove(Rhizophora stylosa) sebagai antibakteri. Senyawa bioaktif seperti quercetin,curcumenol, germacrone, alliin, gingerol, serta zerumbone dilaporkan memiliki afinitasikatan baik terhadap protein target bakteri, termasuk DNA gyrase, MurE, dan PBP2.Beberapa senyawa bahkan menunjukkan nilai binding affinity mendekati atau lebih baikdibandingkan antibiotik standar. Dengan demikian, molekular docking menggunakanperangkat lunak seperti AutoDock dapat dijadikan tahap awal skrining kandidat obatantibakteri alami. Pendekatan ini berpotensi mendukung pengembangan fitofarmakayang efektif dan aman dalam menghadapi resistensi antibiotik.
Studi Literatur : Peran Senyawa Flavonoid Dalam Menghambat Enzim α-amilase dan β-glukosidase Sebagai Antidiabetes Nurlichan, Suci Rahayu; Saeful Amin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i1.93

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat defisiensi sekresi insulin atau resistensi insulin. Terapi farmakologi yang tersedia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis bahan alam. Flavonoid, senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada tumbuhan, telah diteliti memiliki potensi antidiabetes melalui mekanisme penghambatan enzim pencernaan karbohidrat serta perlindungan sel β pankreas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau 10 artikel ilmiah dari database Google Scholar, PubMed, dan SINTA yang diterbitkan pada periode 2017–2025. Artikel dipilih berdasarkan relevansi topik, kesesuaian variabel, dan validitas hasil penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa flavonoid mampu menghambat aktivitas enzim α-amilase dan β-glukosidase, sehingga memperlambat absorpsi glukosa dan mencegah lonjakan gula darah pascaprandial. Selain itu, flavonoid dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menekan glukoneogenesis di hati, serta melindungi sel β pankreas dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang terbukti efektif meliputi daun sirsak, kembang telang, daun ubi jalar, kumis kucing, daun kersen, daun salam, daun jambu biji, daun sirih merah, daun belimbing wuluh, dan daun mangga. Dengan demikian, flavonoid berpotensi dikembangkan sebagai terapi tambahan yang aman untuk pengendalian diabetes melitus, meskipun penelitian lanjutan pada uji klinis manusia masih sangat diperlukan.  
Co-Authors Adi Budi Ramadhan, Adi Budi Ramadhan Adisti Rahma Ahmad, Zahratunnisa Ai Nuraisah Ai Sriwahyuni Alfi Nurul Aini Alika Rahma Kalimatillah Alya Nisrina Fauziyyah Amir Mursadad Anantha Puspatiara Andri Prasetiyo Anwar, Reza Jakaria Azriel Pratama, Arryza Azzindani Januar Boogie, Ridho Cheriel Dhiya Nazwa Alivia Dea Wulandari Dheana Ratu Hazlisa Dhearlyn Astania Oxtavia Amir Dinda Nurhayati Famili Dini Aryani Esti Mumpuni Eva Sucianti Fadhiilah Nur Fariidah Fathila Azahra, Fildza Fina Awaliah Fina Fatihatul Makia Fitria Mutiara Rohmah Fitya Fithrotun Najiah Galih Hamdani Riansyah Gani Gusdayan Hanifiani Kamila Hasny Dwi Rahman Hayuning Putri Ambi Hendra Komara Henny N Hidayah, Nauval Aqil Inggit Suci Listya Innayatulloh, Risma Intan Permatasari Jayanty, Rizka Sri Jelin Mutiara Guswara Latifa, Ainun Lidiasari, Alda Lidiasari Maitsa Gita Salsabila Meisye Utami Dianingsih Moch. Ikhsan Fauzi Naila Naziba Nandita Marsya Putri Utami Nazmi Tri Harja Nazwa Cahya Kamila Neng Mirna Wati Dewi Neng Padia Amelia Nurkholidatunnisa, Wulan Nurlichan, Suci Rahayu Nurul Sulistia Azzahra Oktaviani, Rissa Aenur Pratama, Bryan Restu Putri Nasywa Nabilah Ma’rifatillah Putri, Amyla Putri Nurul Nazmi restu rianingsih Reza Fathurrahman Sabrina Putri Mutiara Fajrin Salsa Zahra Afiatun Nisa Salsabila Sasikirana Sefira Novi Ariyanto Sekar Harsti Rahmadhani Setiawati, Dede Evita Silma Lutfi Farwah Silvia Dwi Putri Siti Maryam Slamet Ibrahim - Solihah, Adilla Nurafdilla Suci Mega Rahmi Suryaman, Novita Deris Syakila Syalsa Reiza Putri Teguh Nizar Zulmi Tevani Almanda Ramdani Tiara Oktavia Ramadhan Tsani, Ghani Angga Widiya Zulvania