Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Korelasi antara Pemberian Kompensasi dengan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Minahasa Tenggara Achmad Paturusi
Journal of Islamic Education Policy Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.41 KB) | DOI: 10.30984/j.v1i1.406

Abstract

The objective of this research is to obtain the empirical account of the correlation between compensation and performance of the Islamic Religious Education teachers in Kabupaten Minahasa, North Sulawesi. The population of this research is elementary school teachers. A sample of sixty respondents is drawn using a simple random sampling technique of Taro Yamane formula. Instruments used for the data collection are questionnaires on teachers’ performance and compensation. The data are analyzed employing a simple regression and partial correlation. This research finds out that a significant relationship between compensation and performance of the Islamic Religious Education teachers exists.
PELATIHAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DAN HALUS DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Achmad Paturusi
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 1 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.663 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v15i1.3349

Abstract

Peningkatan kesehatan masyarakat sekolah melalui pelatihan kemampuan motorik kasar dan halus di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Minahasa Tenggara.  Lokasi  tempat  pelaksanaan  di SLB Negeri Mitra. Jl. Raya Tatengesan Kec. Pusomaen Kab. Minahasa Tenggara.Sekolah Luar Biasa (LSB) Negeri di Kabupaten Minahasa Tenggara  dengan kontribusi memberikan tempat pelayanan dan waktu kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta keterlibatan siswa-siswa dan guru-guru di LSB. Anak berkembang dari berbagai aspek yaitu berkembang  fisiknya, baik motorik kasar maupun halus, berkembang aspek kognitif, aspek sosial dan emosional. Perkembangan motorik kasar merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini khususnya anak kelompok bermain/KB dan taman kanak-kanak/TK, lebih khusus lagi pada anak SLB. Sebenarnya anggapan bahwa perkembangan motorik kasar akan berkembang dengan secara otomatis dengan bertambahnya usia anak, merupakan anggapan yang keliru. Perkembangan motorik kasar pada anak perlu adanya bantuan dari para pendidik di lembaga pendidikan usia dini yaitu dari sisi apa yang dibantu, bagaimana membantu yang tepat/appropriate, bagaimana jenis latihan yang aman bagi anak sesuai dengan tahapan usia dan bagaimana kegiatan fisik motorik kasar yang menyenangkan anak. Kemampuan melakukan gerakan dan tindakan fisik untuk seorang anak terkait dengan rasa percaya diri dan pembentukan konsep diri. Oleh karena itu perkembangan motorik kasar sama pentingnya dengan aspek perkembangan yang lain untuk anak usia dini.           Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran adalah terjadinya peningkatan  kemampuan hidup sehat & derajat kebugaran jasmani serta kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan & perkembangan yang harmonis & optimal dalam rangka pembentukan manusia Indoensia seutuhnya. Lebih khusus lagi adalah untuk memupuk kebiasaan hidup sehat & mempertinggi derajat kesehatan peserta didik. Luaran yang dihasilkan; (1) adanya artikel hasil pengabdian yang siap dipublikasi  di jurnal dan poster, (2) siap untuk dijadikan HKI, (3) diperolehnya data emperik tentang kemampuan motorik kasar dan halus di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Minahasa Tenggara pada siswa-siswa sekolah luar biasa (LSB) Negeri di Kabupaten Minahasa Tenggara.
HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI GULA AREN DI DESA RUMOONG ATAS OKTAVIAN RUMANGU; Achmad Paturusi; Mesak Rambitan
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1127

Abstract

Keluhan musculoskeletal disorders (MDSs) merupakan keluhan yang dialami pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan  oleh seseorang muali dari keluhan sangat ringan sampai sangat berat. Postur tubuh saat bekerja juga menjadi pemicu timbulnya keluhan musculoskeletal pada petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif mellui pendekatan cross-Sectional. Sampel penelitian 30 orang dengan menggunakan tenik total..sampling. Hasil data didapatkan dengan cara pengukuran, observasi menggunakan..Rapid..Entire..Body Asessment (REBA)..serta..pengisian..Nordic..Body..Map..(NBM)..oleh petani. Analisis hubungan menggunakan uji produc moment pearson. Hasil analisi menunjukan adanya hubungan antara posisi kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani gula aren di desa Rumoong Atas (p=0,004). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan adanya hubungan antara posisi kerja denagan keluhan musculoskeletal pada petani gula aren di Desa Rumoong Atas Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS DI PUSKESMAS PANGOLOMBIAN Zefanya Marsella Sumael; Achmad Paturusi; Agusteivie Telew
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 4. NOVEMBER 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i4.1260

Abstract

Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup yang tidak aktif merupakan penyebab penting dan utama dalam kejadian obesitas. Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang menghadirkan risiko bagi kesehatan (WHO, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas di Puskesmas Pangolombian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meotde penelitian kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 85 orang yang diambil melalui metode total sampling. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji analisis statistik chi square yang menunjukan hasil nilai p = 0,02 atau p < 0,05. Hasil ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas di Puskesmas Pangolombian.Kata kunci: Aktivitas Fisik, Kejadian Obesitas, Puskesmas
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI DAMPAK YANG DI TIMBULKAN AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALAWAAN KECAMATA TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Prycilia Mamuaja; Aviva Tambuwun; Achmad Paturusi
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1814

Abstract

Persepsi adalah proses interior yang memungkinkan seseorang untuk memilih, mengatur dan menafsirkan rangsangan dari lingkungannya dan eksposisi yang mempengaruhi kondisinya.. Berdasarkan survei awal data yang didapat di wilayah kerja Puskesmas Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara sampai dengan bulan april 2021 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yaitu 37 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19, di wilayah kerja Puskesmas Talawaan Kabupaten Minahasa Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis univariat. Responden 70 orang pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Talawaan dengan menggunakan kuesioner penelitian. Hasil Penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat melalui pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap Covid-19 sudah baik dalam menjalankan peraturan pemerintah dan protokol kesehatan. Namun untuk persepsi mengenai perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 menurun dan masyarakat berharap perekonomian di tahun 2021 ini akan meningkat dari tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa utara memiliki persepsi yang baik terhadap pengetahuan dan sikap dalam menghadapi Covid-19. Saran masyarakat sebaiknya lebih dari itu peraturan pemerintah yang sudah dibuat terkait protokol kesehatan agar derajat kesehatan masyarakat meningkat dan negara kita mulai melihat dampak yang ditimbulkan dari Covid-19. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat; Covid-19, Puskesmas Talawaan
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DENGAN KEPATUHAN PHYSICAL DISTANCING PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PAPAKELAN KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Stevani Gea; Achmad Paturusi; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1826

Abstract

COVID-19 ialah jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan bahkan kematian yang penyebarannya sangat cepat. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan physical distancing untuk menghindari penyebaran virus ini. Untuk mematuhi himbauan ini, masyarakat harus memiliki pengetahuan yang benar tentang virus corona dan physical distancing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang virus corona dengan kepatuhan physical distancing di Kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif-korelatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang diteliti ialah 100 responden terdiri dari masyarakat Kelurahan Papakelan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form, setelah itu data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai p yang signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang virus corona dengan kepatuhan physical distancing.  
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACEDA KOTA BITUNG meilita winowoda; Beatrix J. Podung; Achmad Paturusi
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 1. FEBRUARI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia saat ini sedang di perhadapkan dengan terjadinya transisi epidemiologi di mana terdapat penurunan penyakit menular dan peningkatan penyakit yang tidak menular hal ini di karenakan perubahan dalam kehidupan masyarakat,antara lain perubahan pola makan, kurangnya aktivitas fisik di akibatkan kemajuan teknologi,ekonomi dan sosial. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas paceda kota bitung.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional analitik melalui pendekatan cross sectionalyang menggunakan kuesioner atau wawancara.responden dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berobat di puskesmas paceda. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 orang melalui Teknik total sampling di mana seluruh populasi di jadikan sampel.metode pengambilan data dilakukan dengan pembagian kuesioner pada responden dan menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square). Hasil analisis menunjukan bahwa variabel tidak terdapat hubungan gaya hidup aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=425), kebiasaan merokok (0.555), mengkonsumsi alkohol (0.822). kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak ada hubungan gaya hidup aktivitas fisik,kebiasaan merokok,dan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja puskesmas paceda kota bitung.Kata Kunci : Gaya Hidup, Hipertensi, Puskesmas Paceda AbstrackIndonesia is currently faced with an epidemiological transition where there is a decrease in infectious diseases and an increase in non-communicable diseases. This is due to changes in people’s lives, including changes in people’s lifestyles, including changes in diet, lack of physical activity due to technological, economic and social advances.This study aims to determine the relationship between lifestyle and the incidence of hypertension in the working area of Puskesmas Paceda Kota Bitung. The method used in this research is the analitycal observational methodthrough a cross sectional approach using a questionnaire or interview. The respondents in this study were patients who came to the Puskesmas Paceda for treatment. The sample in this study amounted to 100 people through a total sampling technique in which the entire population was sampled. Data collection method is done by distributing questionnaires to respondents and using univariate and bivariate analysis (chi square test). The analysis showed that there was no relationship between physical activity lifestyle and the incidence of hypertension (p=0.425), smoking habits (p=0.555), alcohol consumption (p=0.822). The conclision of this study is that there is no relationship between physical activity lifestyle, smoking habits and alcohol consumption with in the working area of the Puskesmas Paceda, Bitung City.Key Words : Lifestyle hypertension Paceda Health Center
HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PT CAHAYA NATAAN DI RATAHAN 2020 Jenita R. C Rangkang; Theo Mautang; Achmad Paturusi
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 2 No. 1: 2021
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v2i1.1128

Abstract

Penyebab kecelakaan ditempat kerja biasanya terjadi karena kurangnya memperhatikan pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja. Menurut penelitian di Indonesia kecelakan kerja 80 – 85% disebabkan oleh program keselamatan dan kesehatan kerha yang kurang.  Tujuan pada penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara program keselamatan dan kesehatan kerja dengan terjadinta kecelakaan kerja pada PT. Cahaya Nataan di Ratahan, penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi yaitu seluruh kariawan di PT. Cahaya Nataan di Ratahan  yang berjumlah 15 orang. Sampel yang diteliti sebanyak 15 masyarkat, diambil dengan menggunakan metode total sampling pada PT. Cahaya Nataan di Ratahan. Penilaian pelaksanaan program k3 dan kecelaakaan kerja menggunakan kuesioner. Hasil uji korelasi dengan uji  statistic spearman antara pengetahuan dengan pencegahan pada PT. Cahaya Nataan di Ratahan terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,005 (p-value ≤0,05) dan koefisien korelasi r =0,769 atau korelasi dengan arah hubungan positif (+). Kesimpulan terdapat hubungan antara hubungan program keselamatan dan kesehatan kerja dengan terjadinta kecelakaan kerja pada PT. Cahaya Nataan di Ratahan yaitu semakin kurang pelaksanan program k3 maka akan semakin banyak kejadian kecelakaan kerja. Berdasarkan penelitian ini disarankan sebaiknya diberikan pengetahuan kepada kariawan tentang pelaksanaan K3.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENJAHIT DI PASAR TONDANO TAHUN 2020 Kartika Majuntina; Achmad Paturusi; Nancy Sylvia Bawiling
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 2 No. 1: 2021
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v2i1.1203

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat kerja. Keluhan muskuloskeletal, yaitu keluhan yang terjadi pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang seperti dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain yang bersifat cross sectional, yaitu data yang dikumpulkan dari objek yang sama atau berbeda, dengan instrumen yang sama atau berbeda, tetapi dalam interval waktu yang tidak sama. Populasi penelitian ini adalah seluruh penjahit di Sanudin Indah Stile Tailor, dengan jumlah 30 pekerja. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan bahwa keluhan muskuloskeletal yang dialami penjahit berada pada kategori rendah dan sedang. Penetapan kategori keluhan muskuloskeletal tersebut didapatkan dari perhitungan skor Nordic Body Map terhadap 30 pekerja penjahit. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian mengenai hubungan sikap kerja dan keluhan muskuloskeletal yang diuji menggunakan uji Chi Square dengan melihat hasil fisher’s exact test nya menunjukkan bahwa (p=0,042 < 0,05) yang artinya ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja penjahit di Pasar Tondano.
HUBUNGAN PENERAPAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA CV. VICTORINA DI TATAARAN 1 LINK II TONDANO SELATAN Prycilia Pingkan Mamuaja; Achmad Paturusi; Resinta Lenak
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 2 No. 2: 2021
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerbedaan tanggapan tentang penerapan program K3 di perusahaan antara pekerja dan atasan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Perbedaan tanggapan tersebut mengakibatkan Produktivitas Kerja Karyawan yang rendah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Survei Analitik dengan menggunanakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel 46 orang. Data diolah dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebesar 52,2% menilai baik Program mengukur dan mengawasi, sebesar 58,7% menilai kurang program pencegahan kecelakaan. Sebesar 58,7% menilai baik program pencegahan penyakit, sebesar 69,6% menilai baik program manajemen tekanan, sebesar 65,2% menilai kurang program kesehatan, sebesar 89,1% menilai kurang hal kuantitas kerja, sebesar 56,5% menilai krang hal kualitas kerja dan sebesar 52,2 % menilai baik hal ketepatan waktu, dan berdasarkan hasil uji chy square didapatkan hubungan antara penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja (K3) terhadap Produktivitas kerja karyawan pada CV. Victorina di Tataaran 1 link II dengan hasil P = 0,04 dimana hasil P lebih kecil dari 0,05.