Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH IMPLEMENTASI PEDOMAN ON THE JOB TRAINING TERHADAP NILAI AKHIR TARUNA KOMUNIKASI PENERBANGAN PADA ON THE JOB TRAINING RATING ENROUTE FLIGHT INFORMATION Elsa Maharani Satya; Linda Winiasri; Iwan Yunariawan
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembentukan lulusan yang berkompenten dan professional, Program Studi Komunikasi Penerbangan memerlukan pelatihan atau yang disebut dengan On the Job Training. Sebagaimana tercantum dalam KP 113 Tahun 2017 tentang Lisensi, Rating, Pelatihan dan Kecakapan Personel Pemandu Komunikasi Penerbangan dan personel yang akan memperoleh rating untuk pertama kali pada suatu unit pelayanan komunikasi penerbangan wajib melaksanakan On the Job Training. Selama melaksanakan kegiatan On the Job Training para peserta mendapatkan pedoman pelaksanaan On the Job Training. Pemberian materi di dalam pedoman On the Job Training tersebut dapat mengukur nilai akhir peserta On the Job Training melalui kemampuan belajar peserta On the Job Training. Tujuan penulis dari tugas akhir ini adalah untuk menemukan pengaruh dari pedoman on the job training terhadap nilai akhir taruna komunikasi penerbangan pada pelaksanaan On the Job Training rating Enroute Flight Information . Metode penelitian yang penulis gunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisa observasi dan kuesioner yang dihitung dengan teknik uji regresi linear sederhana melalui SPSS (Statistical Packages fo the Social Sciences) Penulis menemukan adanya pengaruh implementasi pedoman On the Job Training terhadap nilai akhir taruna komunikasi penerbangan dalam bentuk penilaian atau pemahaman materi.
ANALISIS KESADARAN KEAMANAN WARGA DI RESTRICTED AREA BANDARA SUMENEP TORNOJOYO Fiqri Ferdiansyah; Ahmad Musadek; Linda Winiarsi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan jasa transportasi udara, lalu lintas dan aktivitas yang berlangsung di wilayah udara, kawasan bandara menjadi semakin padat. Tentu saja, mereka yang tinggal di sekitar bandara tidak bisa terhindar dari peraturan tentang keselamatan penerbangan. Bandara harus memperhatikan hal ini karena adanya bandara baru diharapkan dapat aktif bekerjasama dalam segala aspek untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya apakah yang dilakukan sepenuhnya telah memenuhi standar menjaga zona lalu lintas udara yang aman dengan adanya operasi penerbangan di Bandara Trunojoyo Sumenep sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 11 Tahun 2010 untuk negara. Prosedur penelitian kuantitatif deskriptif ini mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Km 11 Tahun 2010 terkait Rencana Nasional Kebandarudaraan dan Airport Service Manual (ICAO). 9137 Bagian 6. Kendali rintangan. Prosedur pengumpulan informasi menggunakan prosedur observasi, angket dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah tingkat pemahaman masyarakat yang rendah sebesar 10,7%. Tidak hanya itu, juga meningkatkan pemahaman warga Safe Zone tentang pengoperasian Flight 89. 3%.
PEMBUATAN WORKSHEET PEMELIHARAAN FASILITAS SISI UDARA BANDAR UDARA MELALAN MELAK Mohammad Alfachry Ramadhan Wiratama; Siti Fatimah; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Melalan Melak merupakan bandar udara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Bandara yang memiliki jarak 10 km dari pusat kota ini memiliki runway berdimensi 1300 x 30 meter serta terbuat dari perkerasan flexible. Pada setiap Bandar Udara, jaminan keselamatan penerbangan sangat dibutuhkan salah satunya dengan ketersediaan fasilitas-fasilitas yang memadai dan dalam kondisi yang baik saat operasional. Fasilitas sisi udara ini mencakup apron, taxiway, runway, runway side strip, dan drainase maka perlu dilakukan pembuatan worksheet pemeliharaan harian atau berkala untuk menunjang keselamatan penerbangan.Pembuatan worksheet ini mengacu pada KP 326 Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan data-data yang diperoleh dari bandar udara Melalan Melak, Kalimantan Timur. Sebagai hasil dari pembuatan worksheet ini, ada 4 hasil pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan di Bandar Udara Melalan Melak. Biaya pekerjaan pemotongan rumput sebesar Rp83.800.000.- dengan durasi pekerjaan selama 27 hari selama sebulan, untuk biaya pembersihan pagar parimeter sebesar Rp68.900.000.- selama 20 hari dilakukan selama 2 bulan sekali. Sedangkan biaya pekerjaan pemeliharaan drainase sebesar Rp77.100.000.- dengan perhitungan durasi waktu pekerjaan selama 29 hari dalam waktu 6 bulan sekali. Sedangkan biaya untuk pekerjaan pemeliharaan weathering dan raveling sebesar Rp3.761.000.000.- dengan durasi pekerjaan selama 50 hari.
PENGARUH PENAMBAHAN ZAT MAGNESIUM TERHADAP SIFAT MEKANIS ALUMUNIUM ALLOY 1100 PADA TEMPERATUR 150℃, 200℃, dan 250℃ Nuruddin Arroniri Ritonga; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan terhadap aluminium alloy pada dunia perindustrian meningkat, terutama pada pembuatan pesawat terbang. Alumunium digunakan karena sifat yang ringan, kuat dengan pencampuran dengan zat lain. Untuk meningkatkan nilai kekerasan alumunium dengan cara penambahan unsur magnesium dengan variasi temperatur yang ditetapkan selama proses pembuatan paduan aluminium yang dihasilkan. Hasil perbandingan nilai uji vickers tertinggi yaitu 32,99 HV pada material campuran magnesium 4% pada suhu heat treatment 250℃ dengan waktu 150 menit. Hasil nilai ketangguhan impact tertinggi yaitu 0,0177 J/mm²pada campuran magnesium 3% pada suhu heat treatment 250℃ dengan waktu 120 menit. Hasil uji tarik menghasilkan nilai modulus elastisitas tertinggi yaitu 211,90 Mpa pada campuran magnesium 3% pada suhu heat treatment 200℃ dengan waktu 120 menit.
CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE 25% ETHANOL MESIN PISTON 1 SILINDER TERHADAP PERFORMA DENGAN VARIASI WAKTU PENGAPIAN Rafi Raihannur Rachman; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan dengan energi bahan bakar seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam akan semakin meningkat pada beberapa waktu mendatang. Sedangkan cadangan energi bahan bakar semakin berkurang. Hal ini juga disebabkan oleh tingginnya angka transportasi yang menggunakan bahan bakar. Pada saat ini sudah banyak dikembangkan bahan bakar alternatif dengan tujuan untuk pengganti ataupun bahkan pencampur bahan bakar. Salah satunya adalah etanol yang asalnya bisa didapat pada tumbuhan jagung, gandum, dan lainnya. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan etanol terhadap daya, torsi, waktu pengapian, performa mesin dan konsumsi bahan bakar. Dalam melaksakan penelitian ini langkah awal yang diperlukan merupakan bahan bakar, etanol, dan alat untuk memperoleh data menggunakan dynotest. Mesin akan diamati perubahannya pada aspek daya, torsi, dan konsumsi bahan bakar dengan meggunakan penambahan etanol pada pertalite. Persentase yang digunakan adalah 25%. Pada pengujian variasi waktu pengapian yang dimajukan 1°, 2°, 3°, dan 4° untuk mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna pada campuran bahan bakar 25% etanol 75% pertalite dan dapat disimpulkan pada pengujian ini pengaruh penambahan etanol hanya berefek pada peningkatan daya dan torsi.
PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN 50% ETHANOL DENGAN VARIASI IGNITION TIMING PADA PISTON ENGINE 1 CYLINDER Muhammad Rafi Putra Andika; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelangkaan energi masih menjadi masalah global dekade ini karena pasokan bahan bakar fosil dan minyak mentah semakin langka atau habis karena tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor. Etanol dari jagung, gandum dan tanaman lainnya merupakan bahan bakar alternatif beroktan tinggi yang dapat mendongkrak nilai oktan bahan bakar fosil lainnya. Etanol memaksimalkan kinerja mesin, dan waktu pengapian juga dapat mempengaruhi kinerja mesin secara positif. Penelitian ini membutuhkan alat dinamometer untuk mendapatkan data berupa daya, torsi dan konsumsi bahan bakar pertalite dengan menggunakan campuran etanol 50% beserta perubahan waktu pengapian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan bakar campuran pertalite dan ethanol serta mengubah waktu pengapian dapat menaikkan performa mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Hal ini dibuktikan dari variable terbaik yang di dapat ialah Pertalite 50% : Ethanol 50% +2º BTDC dari waktu standard (25º BTDC) yang menghasilkan torsi sebesar 13,96 N.m, mengalami peningkatan torsi dari ignition timing standard sebesar 0,27 N.m dan menghasilkan daya 9,2 HP dan mengalami peningkatan daya dari ignition timing standard sebesar 8 HP serta memiliki konsumsi bahan bakar terendah yaitu sebesar 0,42 ml/s.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGNESIUM PADA SIFAT MEKANIS ALLUMUNIUM ALLOY 1100 MENGGUNAKAN VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU 120 MENIT AGING Ridwan Rifki Riyadi; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material dasar allumunium alloy sering dimanfaatkan pada industri penerbangan sebagai bahan struktur pesawat terbang karena mempunyai sifat ringan dan kekuatannya mudah dibentuk, untuk memperoleh sifat mekanis yang baik pada alumunium, perlu ditambahkan beberapa paduan. Dengan variasi aging dan temperatur dapat meningkatkan sifat mekanis dari alumunium alloy 1100. Pengujian dilakukan dengan cara melebur alumunium alloy 1100 kemudian dengan pencampuran kandungan kimia untuk kandungan magnesium setelah itu dilakukan variasi aging dan temperatur. Setelah dilakukan aging dan variasi temperatur dilakukan uji Tarik, uji kekerasan Vickers, dan uji Impact dari alumunium alloy 1100.  Hasil akhir yang dicapai dari penelitian ini yaitu pada pengujian Tarik didapat hasil tertinggi pada campuran zat magnesium (Mg) 5% dengan suhu 350℃ serta 120 menit aging dengan nilai 345,69 MPa. Penambahan zat magnesium juga meningkatkan sifat mekanis dari segi ketangguhan dan kekerasan material, terlebih dilakukannya proses aging pada material. Pada pengujian Vickers didapat nilai kekerasan rata-rata tertinggi pada campuran magnesium 5% suhu 350℃ dengan nilai 34,01 HVN. Lalu pada uji impact diperoleh nilai ketangguhan tertinggi pada campuran magnesium 4% dengan suhu 350℃ dengan nilai 0,0131 J/mm².
PENGARUH ELEMEN MAGNESIUM TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM 1100 DENGAN PERUBAHAN SUHU DAN WAKTU AGING Roy Pratama Suwanto; Bambang Junipitoyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan aluminium banyak digunakan sebagai bahan utama struktur pesawat karena ringan dan mudah dibentuk, tetapi paduan aluminium 1100 juga mudah rapuh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan beberapa paduan untuk mendapatkan sifat mekanik aluminium yang baik. Paduan aluminium yang tepat diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik aluminium alloy 1100. Percobaan dilakukan dengan cara melebur paduan aluminium 1100 dan menambahkan campuran bahan kimia berupa unsur magnesium dan waktu penuaan atau aging serta perubahan suhu. Penambahan unsur magnesium dapat mengoptimalkan sifat mekanik paduan aluminium 1100. Sifat mekanik aluminium kemudian dianalisis salah satunya dengan menguji kekerasan vickers, kekuatan impak dan kekuatan tarik material. Hasil akhir dari penelitian ini adalah uji vickers dengan rata-rata kekerasan tertinggi sebesar 32.467 HVN pada paduan magnesium 5% dengan temperatur 200℃ dan waktu aging 120 menit. Pada pengujian impak yang bersangkutan diperoleh durabilitas tertinggi yaitu 0,0180 HI dalam 0% magnesium atau paduan aluminium murni. Hasil tertinggi diperoleh pada uji tarik sebesar 35,55 Mpa pada paduan magnesium 3% dalam temperatur 200℃ dengan waktu aging 60 menit.
PERANCANGAN WORKSHEET PEMELIHARAAN FASILITAS SISI UDARA BANDAR UDARA MELALAN MELAK Mohammad Alfachry Ramadhan Wiratama; Siti Fatimah; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Melalan Melak merupakan bandar udara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Bandara yang memiliki jarak 10 km dari pusat kota ini memiliki runway berdimensi 1300 x 30 meter serta terbuat dari perkerasan flexible. Pada setiap Bandar Udara, jaminan keselamatan penerbangan sangat dibutuhkan salah satunya dengan ketersediaan fasilitas-fasilitas yang memadai dan dalam kondisi yang baik saat operasional. Fasilitas sisi udara ini mencakup apron, taxiway, runway, runway side strip, dan drainase maka perlu dilakukan pembuatan worksheet pemeliharaan harian atau berkala untuk menunjang keselamatan penerbangan. Pembuatan worksheet ini mengacu pada KP 326 Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan data-data yang diperoleh dari bandar udara Melalan Melak, Kalimantan Timur. Sebagai hasil dari pembuatan worksheet ini, ada 4 hasil pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan di Bandar Udara Melalan Melak. Biaya pekerjaan pemotongan rumput sebesar Rp83.800.000.- dengan durasi pekerjaan selama 27 hari selama sebulan, untuk biaya pembersihan pagar parimeter sebesar Rp68.900.000.- selama 20 hari dilakukan selama 2 bulan sekali. Sedangkan biaya pekerjaan pemeliharaan drainase sebesar Rp77.100.000.- dengan perhitungan durasi waktu pekerjaan selama 29 hari dalam waktu 6 bulan sekali. Sedangkan biaya untuk pekerjaan pemeliharaan weathering dan raveling sebesar Rp3.761.000.000.- dengan durasi pekerjaan selama 50 hari.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN FLEXIBLE PADA APRON DENGAN METODE PCI DI BANDAR UDARA RAHADI OESMAN KETAPANG Delvira Hasna Kharima; Nurani Hartatik; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Rahadi Oesman (kode IATA: KTG, kode ICAO: WIOK) adalah Bandar Udara Kelas II yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan menjadi UPBU tersibuk di Kalimantan Barat. Tingginya keperluan akan angkutan pesawat mengakibatkan kualitas perkerasan berkurang. Hasil survei awal lapangan terdapat kerusakan pada area apron. Hal tersebut akan sangat berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan operasi penerbangan. Dalam menganalisis kerusakan pada perkerasan apron, penulis menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dengan berpedoman pada KP 94 Tahun 2015 Tentang Pemeliharaan Konstruksi Perkerasan Bandar Udara. Hasil dari analisa tersebut digunakan untuk menentukan metode perbaikan. Berdasarkan hasil analisis kondisi perkerasan menggunakan PCI, didapatkan bahwa nilai PCI rata-rata sebesar 74,8. Jenis kerusakan yang ada yaitu penurunan setempat, penurunan pada jalur roda, lepas terurai, serta kontaminasi minyak dan oli. Metode perbaikan yang dilakukan adalah patching.