Hilmiati Hilmiati
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI SISTEM KARTU BELANJA SANTRI : ANALISIS KONSEPTUAL DALAM PERSPEKTIF PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEMANDIRIAN Sofiatin Naqiyah; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry Sutikno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11225

Abstract

ABSTRACT Islamic boarding schools (pesantren) as the oldest Islamic educational institutions in Indonesia face challenges in instilling contextual and applicable Islamic values in the modern era. This study aims to examine the function of the student shopping card system as an instrument for internalizing Islamic Religious Education values in character building and strengthening students’ independence. The study focuses on the relationship between the shopping card mechanism and fundamental Islamic values, such as honesty (ṣidq), discipline, responsibility, trustworthiness (amanah), and wise financial management. This research employed a qualitative approach based on literature study and conceptual analysis by reviewing various references related to pesantren education, character education, and student financial management systems. The research stages included literature collection, content analysis, conceptual interpretation, and synthesis of relevant theories. The findings indicate that the student shopping card system functions not only as an administrative transaction tool but also as a structured and sustainable character education medium. Through transaction recording, budget limitations, and transparent reporting mechanisms, students are trained to apply Islamic values in their daily lives. This study concludes that the effectiveness of the student shopping card system is influenced by curricular integration, institutional commitment, and continuous guidance from Islamic teachers and pesantren administrators, making it a relevant, measurable, and innovative educational model in the digital era. ABSTRAK Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kontekstual dan aplikatif di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi sistem kartu belanja santri sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter dan penguatan kemandirian santri. Fokus penelitian diarahkan pada hubungan antara mekanisme kartu belanja santri dengan nilai-nilai Islam,seperti kejujuran (ṣidq), kedisiplinan, tanggung jawab, amanah, serta pengelolaan keuangan yang bijaksana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan kajian konseptual dengan menelaah berbagai referensi mengenai pendidikan pesantren, pendidikan karakter, dan pengelolaan keuangan santri. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan sumber literatur, analisis isi, interpretasi konseptual, dan sintesis teori yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem kartu belanja santri tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi administratif, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui mekanisme pencatatan transaksi, pembatasan anggaran, dan pelaporan yang transparan, santri dilatih untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas sistem kartu belanja santri dipengaruhi oleh integrasi kurikuler, komitmen institusi pesantren, serta konsistensi pembinaan oleh ustaz dan pengelola pesantren sehingga dapat menjadi model pendidikan pesantren yang inovatif, terukur, dan relevan di era digital.
PERAN GURU NGAJI DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS ANAK : STUDI DI TPQ MASSYA AL WATHANI Zumaro Al Mahzumi; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11392

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the role of Qur’anic teachers in shaping the religious character of children at TPQ Massya Al Wathani. The study was motivated by the decline in character education among children due to the influence of technological developments, social media, and social environments, which have impacted discipline, politeness, and respect toward teachers and parents. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that Qur’anic teachers play an important role in shaping children’s religious character through habituation of worship, role modeling, providing advice and Islamic stories, and implementing positive discipline. Teacher role modeling became the main factor in the internalization of religious values because children tend to imitate the behavior of educators in their daily lives. In addition, the formation of children’s religious character requires support from families and the community through a holistic approach. Therefore, TPQ Massya Al Wathani contributes significantly to developing children’s religious character as an effort to address moral degradation in the modern era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru ngaji dalam membentuk karakter religius anak di TPQ Massya Al Wathani. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pendidikan karakter pada anak akibat pengaruh perkembangan teknologi, media sosial, dan lingkungan pergaulan yang berdampak pada rendahnya kedisiplinan, sopan santun, serta rasa hormat kepada guru dan orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius anak melalui pembiasaan ibadah, keteladanan, pemberian nasihat dan kisah Islami, serta penerapan disiplin positif. Keteladanan guru menjadi faktor utama dalam internalisasi nilai religius karena anak cenderung meniru perilaku pendidik dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembentukan karakter religius anak memerlukan dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat melalui pendekatan yang holistik. Dengan demikian, TPQ Massya Al Wathani berkontribusi dalam membangun karakter religius anak sebagai upaya menghadapi dekadensi moral di era modern.
KURIKULUM INKLUSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK PENGUATAN KARAKTER DAN SPIRITUALITAS PESERTA DIDIK DI ERA DISRUPSI DIGITAL: PERSPEKTIF PSIKOLOGI PENDIDIKAN Miptahussurur Miptahussurur; Hilmiati Hilmiati; m. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11508

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of an inclusive curriculum in Islamic Religious Education (PAI) as an effort to strengthen students’ character and spirituality in the era of digital disruption from the perspective of educational psychology. The era of digital disruption presents various challenges to students’ moral and spiritual development, such as reduced social interaction, weakened empathy, and the negative influence of digital media. This study employed a qualitative method using a library research approach. Data were collected from scientific sources including journals, books, academic articles, and relevant documents, which were then analyzed through data reduction, data presentation, and descriptive-analytical conclusion drawing. The findings indicate that an inclusive curriculum in PAI plays an important role in shaping students’ religious character and spirituality through the cultivation of tolerance, empathy, justice, and respect for diversity. The perspective of educational psychology emphasizes that learning processes which consider emotional, social, and spiritual aspects can enhance students’ religious awareness and positive behavior. In addition, the educational use of digital technology can support the internalization of character and spiritual values more effectively. This study concludes that an inclusive curriculum in Islamic Religious Education is an important strategy for creating humanistic, adaptive, and rel ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum inklusi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik di era disrupsi digital ditinjau dari perspektif psikologi pendidikan. Era disrupsi digital menghadirkan berbagai tantangan terhadap perkembangan moral dan spiritual peserta didik, seperti menurunnya interaksi sosial, lemahnya empati, serta pengaruh negatif media digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, artikel akademik, dan dokumen relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum inklusi dalam PAI berperan penting dalam membentuk karakter religius dan spiritualitas peserta didik melalui penanaman nilai toleransi, empati, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman. Perspektif psikologi pendidikan menegaskan bahwa pembelajaran yang memperhatikan aspek emosional, sosial, dan spiritual mampu meningkatkan kesadaran religius serta perilaku positif peserta didik. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital secara edukatif dapat mendukung internalisasi nilai karakter dan spiritualitas secara lebih efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum inklusi dalam PAI menjadi strategi penting dalam menciptakan pembelajaran yang humanis, adaptif, dan relevan dengan tantangan era digital.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM MEWUJUDKAN LEMBAGA PENDIDIKAN BERJIWA PESANTREN YANG UNGGUL DAN KOMPETITIF) Iman Hendra Yani; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11509

Abstract

ABSTRACT The quality management of Islamic boarding school education has become an important issue in responding to the demands for improving the quality of Islamic educational institutions that are excellent, adaptive, and competitive in the midst of contemporary developments. This study aims to analyze the implementation of Total Quality Management (TQM) in educational quality management at Daarul Muttaqiin Islamic Boarding School, Empang, Sumbawa, and to identify various managerial problems that hinder the optimization of institutional quality. This research employed a descriptive qualitative approach using a single case study method. Data were collected through in-depth interviews with 18 key informants, participant observation, and documentation studies conducted over four months. Data analysis was carried out systematically through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that Daarul Muttaqiin Islamic Boarding School faces several managerial problems, including weak documentation and administrative systems, limited managerial competence of human resources, suboptimal internal supervision and quality assurance mechanisms, the emergence of disciplinary cases among students, and increasing competitive pressure from other formal educational institutions. The study found that the implementation of TQM integrated with the values of Panca Jiwa Pesantren serves as a contextual and sustainable strategy for strengthening educational quality. Furthermore, this research produced the TQM-Daarul Muttaqiin Model as a quality management framework that is relevant for implementation in Islamic educational institutions located in 3T areas (Frontier, Outermost, and Disadvantaged Regions) ABSTRAK Manajemen mutu pendidikan pesantren menjadi isu penting dalam menghadapi tuntutan peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan kompetitif di tengah perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam manajemen mutu pendidikan di Pondok Pesantren Daarul Muttaqiin Empang, Sumbawa, serta mengidentifikasi berbagai problem manajerial yang menghambat optimalisasi mutu lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci, observasi partisipan, dan studi dokumentasi selama empat bulan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Daarul Muttaqiin menghadapi sejumlah persoalan manajerial, meliputi lemahnya sistem dokumentasi dan administrasi, keterbatasan kompetensi manajerial sumber daya manusia, belum optimalnya sistem pengawasan dan penjaminan mutu internal, munculnya kasus indisipliner santri, serta meningkatnya tekanan kompetitif dari lembaga pendidikan formal lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa implementasi TQM yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Panca Jiwa Pesantren mampu menjadi strategi penguatan mutu pendidikan secara kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menghasilkan Model TQM-Daarul Muttaqiin sebagai kerangka manajemen mutu pesantren yang relevan untuk diterapkan pada lembaga pendidikan Islam di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
PENDEKATAN DEEP LEARNING SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMAIT ANAK SHOLEH MATARAM Muhammad Yusril Kurniawan; M. Sobry; Hilmiati Hilmiati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10853

Abstract

ABSTRACT Curriculum changes in Indonesia continue to be made in order to respond to the needs of society and the dynamics of the times. The Merdeka Curriculum emphasises freedom of learning, creativity, and the development of higher-order thinking skills. In the context of Islamic Religious Education (PAI), there is a need to shift learning from a memorisation approach to deep learning that is oriented towards conceptual understanding, critical analysis, and the application of religious values in real life. This study aims to analyse the objectives, processes, and outcomes of implementing a deep learning approach in Islamic Religious Education (IRE) at SMAIT Anak Sholeh Mataram. Using a qualitative approach and case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation, then analysed using the Miles and Huberman model. The results of the study indicate that deep learning is implemented through contextual material planning, the use of active methods such as problem-based learning, project-based learning, and reflective discussion, as well as evaluation based on student self-reflection. This implementation significantly improves students' critical thinking skills, particularly in identifying Islamic issues, analysing arguments in depth, evaluating differences of opinion among scholars, and formulating creative solutions in accordance with Islamic values. This study confirms that the deep learning approach is effective as a modern Islamic Education learning strategy and is relevant for implementation in the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Perubahan kurikulum di Indonesia terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dinamika zaman. Kurikulum Merdeka hadir dengan menekankan kebebasan belajar, kreativitas, dan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), muncul kebutuhan untuk menggeser pembelajaran dari pendekatan hafalan menuju pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pemahaman konseptual, analisis kritis, dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis tujuan, proses, dan hasil implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAI di   Anak Sholeh Mataram. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deep learning diimplementasikan melalui perencanaan materi kontekstual, penggunaan metode aktif seperti problem based learning, project based learning, dan diskusi reflektif, serta evaluasi berbasis refleksi diri siswa. Implementasi ini secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama dalam mengidentifikasi persoalan keislaman, menganalisis dalil secara mendalam, mengevaluasi perbedaan pendapat ulama, dan merumuskan solusi kreatif sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan deep learning efektif sebagai strategi pembelajaran PAI modern dan relevan untuk diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.