Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Efektifitas Media Pembelajaran Berbasis Word Wall Terhadap Hasil Belajar IPAS di Kelas IV SD Salsa Ivone Meysandi; Erna Zumrotun; Aan Widiyono
Kappa Journal Vol 8 No 2 (2024): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v8i2.27265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas media pembelajaran berbasis Word Wall terhadap hasil belajar mata pelajaran IPAS dikelas IV SD dan sebagai variasi saran untuk media pembelajaran berbasis interaktif. Media Word Wall memiliki fitur-fitur yang bisa diakses secara gerartis dan bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan media pembelajaran yang menarik. Sebanyak 25 peserta didik dijadikan sebagai subjek dalam penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Pemberian pretest kemudian perlakuan treatment selama tiga kali pertemuan dan dilanjut posttest digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa media Word Wall dapat membantu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPAS. Terbukti dengan rata-rata nilai posttest yang diperoleh 75,00 lebih tinggi dari nilai awal pretest sebesar 47,40, menunjukkan adanya peningkatan nilai sebesar 27,60. Dengan demikian dapat dikatakan media Word Wall efektif terhadap hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPAS dikelas IV SDN 3 Bandengan Jepara.
Peran Perpustakaan Keliling Daerah dalam Meningkatkan Minat Baca Siswa Sekolah Dasar Negeri Demangan Aini Hidayah; Erna Zumrotun
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.926

Abstract

Perpustakaan keliling daerah adalah perpustakaan berjalan yang melayani masyarakat atau lembaga pendidikan yang jauh dari perpustakaan daerah kota atau sekolah yang belum memiliki perpustakaan. Perpustakaan keliling daerah mempunyai peran yang signifikan dalam menanamkan budaya membaca di kalangan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada peran perpustakaan keliling daerah dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Demangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran perpustakaan keliling daerah dalam meningkatkan minat baca siswa, strategi yang digunakan perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca siswa, serta hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan keliling. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perpustakaan keliling daerah memiliki peran yang sangat signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa SD Negeri Demangan. Ini ditunjukkan oleh presentasi angket minat baca siswa kelas 5 SD Negeri Demangan yang menunjukkan bahwa minat baca siswa kelas 5 SD Negeri Demangan termasuk dalam kategori yang sangat kuat, dengan presentasi 55,55%.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN PINTAR PERKALIAN PULUHAN (P4) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Muhammad Iqbal; Wulan Sutriyani; Erna Zumrotun
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 4 No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v4i2.345

Abstract

Matematika merupakan disiplin ilmu yang memainkan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, sehingga diajarkan sejak jenjang sekolah dasar. Meski demikian, pelaksanaan pembelajarannya masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu solusi yang ditujukan guna meningkatkan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran peserta didik kelas III SDN 3 Mindahan digunakan media pembelajaran papan pintar perkalian puluhan (P4). Pengembangan media ini mengikuti tahapan model ADDIE Media ini didesain menggunakan  aplikasi canva yang selanjutnya dibuat berbentuk papan lipat yang terbuat dari kayu yang dilapisi banner. Penelitian ini melibatkan 2 orang ahli materi, 2 orang ahli media dan 24 peserta didik kelas III SDN 3 Mindahan. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh skor 81% dan tergolong sangat layak, sedangkan dari ahli media sebesar 95%, juga dalam kategori sangat layak. Uji kepraktisan menunjukkan respons guru sebesar 93% dan siswa sebesar 92%, keduanya dalam klasifikasi sangat praktis. Untuk menguji tingkat efektivitas media pembelajaran menggunakan uji N-Gain dengan hasil presentase yang diperoleh sebesar 68,5542% dalam kategori interpretasi cukup efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran P4 memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan hasil belajar matematika, khususnya pada konsep perkalian, serta dapat diimplementasikan secara lebih luas di tingkat sekolah dasar.
Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Komik Digital Berbasis Kearifan Lokal Jepara Dwiana Asih Wiranti; Much Arsyad Fardani; Erna Zumrotun; Wulan Sutriyani
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i2.444

Abstract

Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media yang menarik dan kontekstual, sementara kompetensi guru dalam mengembangkan media digital berbasis budaya daerah belum merata. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan 30 guru sekolah dasar di Kabupaten Jepara dalam mengembangkan komik digital berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran Bahasa Jawa. Program menggunakan pendekatan Participatory Action Training melalui analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan produksi, implementasi produk secara terbatas, dan evaluasi. Unit evaluasi kegiatan adalah guru peserta dan mutu produk; program tidak merekap jumlah sekolah maupun siswa yang terlibat dalam implementasi terbatas serta tidak mengukur hasil belajar siswa. Rata-rata kompetensi guru meningkat dari 44,8% sebelum kegiatan menjadi 86,4% setelah kegiatan, atau naik 41,6 poin persentase. Sebanyak 28 dari 30 peserta (93,3%) berhasil menyelesaikan komik digital. Produk memperoleh skor kualitas rata-rata 87,9%, dengan skor tertinggi pada integrasi kearifan lokal sebesar 90,2%. Selain itu, 90% peserta menyatakan lebih percaya diri mengembangkan media pembelajaran digital secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan menghasilkan peningkatan kompetensi yang terukur serta luaran komik digital yang layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Jawa.
ANALISIS KESALAHAN DAN PERSEPSI SISWA MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DALAM UJIAN BERBASIS KOMPUTER Ahmat Wakit; Erna Zumrotun; Wulan Sutriyani
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v8i1.15399

Abstract

This research is a descriptive qualitative research. The purpose of this study was to determine students' perceptions in carrying out computer-based tests (CBT) and to describe students' mistakes in solving math problems in CBT. Data collection methods used are questionnaires, interviews and documentation. The research subjects were 1 class majoring in religion and 1 class majoring in science. The results of this study indicate that the average score on the computer-based test (CBT) in religion class is 51.16, the score on algebra questions is 56.96, the score on calculus questions is 54.59, the score on geometry and trigonometry questions is 36.61 and the score on statistics questions. and the odds are 42.06. The average score on the computer-based test (CBT) in the Science class is 35.71, the score on algebra questions is 36.97, the score on calculus questions is 25.71, the score on geometry and trigonometry questions is 23.21 and the score on statistics and probability questions is 42.86. Students' perceptions of computer-based exams are classified as very good. The advantage of CBT is that computer-based exams are more effective, there are warnings if there are unanswered questions, for English questions using a headset so that listening questions are clearer and you don't have to worry about the exam paper being damaged. Meanwhile, the weakness of CBT is that it can hurt the eyes because the light from the computer screen is too bright when carrying out a computer-based exam.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif desktiptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa dalam melaksanakan ujian berbasis komputer/computer based test (CBT) dan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa menyelesaikan soal matematika SMA dalam CBT. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan angket, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 1 kelas jurusan keagaman dan 1 kelas jurusan IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata ujian berbasis komputer kelas jurusan Keagamaan adalah 51.16, nilai pada soal aljabar 56.96, nilai pada soal kalkulus 54.59, nilai pada soal geometri dan trigonometri 36.61 dan nilai pada soal statistika dan peluang adalah 42.06. Nilai rata-rata ujian berbasis komputer di kelas Jurusan IPA adalah 35.71, nilai pada soal aljabar 36.97, nilai pada soal kalkulus 25.71, nilai pada soal geometri dan trigonometri 23.21 dan nilai pada soal statistika dan peluang adalah 42.86. Persepsi siswa terhadap ujian berbasis komputer tergolong sangat baik. Keunggulan CBT adalah pelaksanaan ujian berbasis komputer lebih efektif, ada peringatan jika ada soal yang belum terjawab, untuk soal Bahasa inggris menggunakan headset sehingga soal listening lebih jelas dan tidak khawatir kertas ujian rusak. Sedangkan kelemahan CBT adalah dapat membuat mata pedih karena cahaya dari layar komputer terlalu terang saat melaksanakan ujian berbasis komputer.
The Effect of Jarimatika Method Using Papet Media on Learning Outcomes of 4th Grade Elementary School Students Multiplication Alfina Shofiyana Damayanti; Erna Zumrotun; Wulan Sutriyani
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v10i2.22111

Abstract

One of the reasons why the multiplication learning outcomes of grade 4 students at SD Negeri 03 Kedungleper are low is because the students' understanding of the multiplication material is poor. This research aims to determine the relationship between the use of the Jarimatika method using papet media before and after, as well as how much influence this method has on the learning outcomes of grade 4 elementary school students. This research is quantitative research that uses an experimental approach with a one-group pretest-posttest design. The place where this research was conducted was SD Negeri 03 Kedungleper. The research population was grade 4 students, and the sample was 19 grade 4 students. Data collection techniques included observation, tests, and documentation techniques. From the results of the t-test analysis, it can be seen that the use of the Jarimatika method with papet media has a significant influence on the multiplication learning outcomes of grade 4 students at SD Negeri 03 Kedungleper. The calculated t value of 8.732 is greater than the t table value of 1.734, indicating that there is a very significant influence. It has been proven to be an appropriate learning method to help students master multiplication material, as evidenced by student learning outcomes which have increased by 40%. Before this method was used, the average student pretest score was 49.79. After this method was implemented, the average post-test score increased to 80.42. This 40% increase means that students show significant improvement in mastering multiplication material after using the Jarimatika method with paper media, compared to the previous teaching method.