Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERANCANGAN PELAPORAN HASIL INSPEKSI HARIAN GEDUNG TERMINAL PENUMPANG BERBASIS WEBPAGE DI BANDAR UDARA DABO SINGKEP Hana Wahyuningtyas; Ahmad Musadek; Ranatika Purwayudhaningsari
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Terminal Bandar Udara Dabo Singkep termasuk kedalam salah satu area penting yang dapat mempengaruhi pelayanan kenyamanan dan keselamatan penumpang, sehingga perlu dilakukan pengawasan atau inspeksi secara efektif. Selama ini kegiatan inspeksi terminal penumpang belum dilakukan secara maksimal, karena pelaporan hasil inspeksi hanya dilaporkan pada logbook Unit Terminal. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah pelaporan checklist hasil inspeksi secara efektif dengan cepat untuk mengimbangi kebutuhan, kemajuan dan kecanggihan teknologi di era globalisasi. Untuk itu pembuatan webpage pelaporan hasil inspeksi harian gedung terminal penumpang diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah pengelolaan pelaporan hasil inspeksi. Webpage pelaporan hasil inspeksi harian gedung terminal penumpang memiliki 2 akun pengguna yaitu akun admin, dan akun user. Akun admin berfungsi untuk mengelola sekaligus bertanggung jawab atas kendali data dalam webpage. akun User sendiri terbagi lagi menjadi 2 yakni Penginspeksi dan NonPenginspeksi. User penginspeksi berfungsi memberikan laporan hasil checklist inspeksi rutin gedung terminal dan laporan mengenai kerusakan gedung yang benar dan sesuai dengan kondisi lapangan sesungguhnya. User Nonpenginspeksi hanya berfungsi memberikan laporan mengenai kerusakan gedung. Admin tersebut yaitu Analisis Perencana dan staff. Sedangkan, user yang bisa mengakses laporan hasil checklist inspeksi anggota Unit Bangunan dan Landasan serta anggota Unit Terminal, dan user yang hanya bisa mengakses laporan kerusakan bangunan adalah seluruh staff dan pegawai Bandar Udara Dabo Singkep. Hasil output aplikasi ini berupa file excel hasil inspeksi yang dapat dikelola kembali oleh admin.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENGENALAN BARANG BERBAHAYA/BANGEROUS GOODS DAN DAMPAKNYA KEPADA MASYARAKAT KHUSUSNYA BAGI REMAJA DAN BAKTI SOSIAL R.Moh.Radix Agustiono; Ariyono Setiawan; Ahmad Musadek
Journal of Public Transportation Community 7-12
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangerous Goods merupakan barang, bahan, atau suatu zat yang berbahaya bagi kesehatan, keselamatan penumpang dalam transportasi penerbangan. Berdasarkan data yang telah dihimpun di tahun 1945 – 2020 terdapat kurang lebih 104 kecelakaan yang terjadi di Indonesia beberapa diantaranya disebabkan oleh adanya barang-barang berbahaya. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan minimnya pemahaman masyarakat terkait pengetahuan akan bahan-bahan berbahaya. Sosialisasi dangerous goods ini, sangat berkaitan dengan pihak Internasional Air Transport Assoction (IATA) guna meningkatkan dan mengembangkan keterkaitan pengurangan terjadinya kecelakan kerja dalam penerbangan. Selain itu dangerous good ini perlu diamati oleh pakar atau ahlidalam penelitian dalam konteks bebrapa hal seperti suatu pertanyaan yang terfokus dalam barang bahaya ini tak hanya itu para ahli sangat memikirkan bagaimana agar masyarakat tau tentang penanganan zat bahaya ini hingga apa yang perlu masyarakat lakukan. Sosialisasi ini dapat berguna bagi masyarakat tau adanya dampak yang ditimbulkan.
PELATIHAN JARINGAN KOMPUTER DAN PEMBUATAN JARINGAN INTERNET DESA Bambang Bagus H; Nyaris Pambudiyatno; Yuyun Suprapto; Ade Irfansyah; Anton Budiarto; M. Andra Aditiyawarman; Ahmad Musadek; Lusiana Dewi Kusumayati
Journal of Public Transportation Community 11-29
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital. Pada masa pandemic COVID-19, interaksi langsung dibatasi untuk mencegah penyebaran virus. Pemerintah telah melakukan digitalisasi untuk mendukung masyarakat dalam bekerja dan belajar, yang membutuhkan jaringan internet yang lancar di setiap wilayah. Di Desa Supiturang, yang terletak di Kecamatan Pronojiwo, Kabuapaten Lumajang, merupakan salah satu daerah yang sulit dijangkau oleh masyarakat lain karena medan jalan yang sulit dilalui. Namun, jaringan internet sangat dibutuhkan untuk menginformasikan perkembangan wilayah tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana Desa Supiturang memerlukan pembangunan jaringan internet dana apa tujuan mereka dalam membangun jaringan internet. Selain itu, bagaimana cara membuka usaha baru dengan memanfaatkan teknologi internet dan bagaimana mendapatkan keuntungan dari kemajuan teknologi jaringan internet yang telah dibangun oleh salah satu warga disana. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyediakan wahana untuk memacu dan mengembangkan keterampilan warga Desa Supiturang dalam meningkatkan kemampuan membuat jaringan komputer dan jaringan internet desa. Kegiatan ini juga dapat meningkatkan wawasan warga Desa Supiturang untuk mengetahui proses pembuatan jaringan komputer dan jaringan internet desa.
A Comparative Study of Problem-Based Learning and Project-Based Learning on Cadets’ Problem-Solving Skills in Vocational Aviation Education Parjan Parjan; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p29-39

Abstract

Problem-solving skills are essential competencies for vocational graduates in aviation education, where professional tasks are characterized by high risk, time pressure, and technological complexity. This study examined the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), and a combined PBL–PJBL approach in improving the problem-solving skills of cadets at an Aviation Polytechnic in Surabaya. A quantitative method with a quasi-experimental design was employed. A total of 100 first-year cadets were selected through purposive sampling and assigned to four groups: PBL, PJBL, combined PBL–PJBL, and a control group. Data were collected using a validated and reliable questionnaire administered as pretest and posttest, and analyzed using one-way ANOVA, Tukey’s HSD post hoc test, and N-Gain analysis. The results indicate that all experimental learning models significantly improved cadets’ problem-solving skills compared to the control group. The combined PBL–PJBL model demonstrated the strongest overall effect, yielding the highest statistical improvement and a very large effect size. When examined as single-method implementations, PBL produced higher learning gains than PJBL, indicating greater practical efficiency in developing problem-solving skills. These findings suggest that while PBL alone is an effective and efficient instructional approach, integrating PBL and PJBL provides a more comprehensive learning experience that maximizes problem-solving development in aviation vocational education. The study highlights the importance of aligning instructional strategies with the cognitive and operational demands of aviation training contexts.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING DALAM KONTEKS PELAYANAN PELANGGAN DI PENDIDIKAN VOKASI TRANSPORTASI UDARA Anton Budiarto; Lady Silk Moonlight; Faoyan Agus F; Ahmad Musadek; Maulana Anifa S
Jurnal Penelitian Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian September 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v10i3.2054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kolaboratif terhadap peningkatan keterampilan problem solving pada mata kuliah Pelayanan Pelanggan di Program Studi Manajemen Transportasi Udara, Politeknik Penerbangan Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain one-group pretest-posttest, penelitian melibatkan 60 mahasiswa semester empat melalui total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi soal pretest-posttest untuk mengukur keterampilan problem solving dan kuisioner untuk mengetahui persepsi mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, N-Gain, dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan problem solving, dengan rata-rata nilai meningkat dari 59,43 menjadi 74,82 (p = 0,000). Nilai N-Gain sebesar 0,38 menunjukkan efektivitas sedang. Sebanyak 68% mahasiswa setuju dan 32% sangat setuju bahwa pembelajaran kolaboratif mendukung proses belajar.
Learning Outcomes in Blended Learning Implementation Rina Nur Hidayati; Binarti Dwi Wahyuningsih; Rudi Hariyono; Ahmad Musadek
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 2 No. 3 (2023): Vol. 2 No. 3 2023
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v2i3.201

Abstract

Introduction:The increasingly massive spread of the Covid 19 pandemic in the community and the existence of physical distancing rules, urged teachers to develop an effective learning model. Blended learning is the mixing of conventional (face-to-face) learning models with online learning. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the implementation of the blended learning on the learning outcomes of community nursing practice. Method: The research design used the Pre-Experiment One Group Pretest-Post test. The sampling technique was purposive sampling, with respondents as many as 50 nursing students who met the inclusion criteria of the study. The learning outcomes research instrument used a knowledge questionnaire and practical skills observation. Data processing includes univariate analysis with percentages, and bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: Learning outcomes before participating in community nursing practice were 40% very good and 40% good, while the learning outcomes after participating in community nursing practice were 60% very good. There was a significant increase in learning outcomes between before and after the application of blended learning, namely being very good as much as 50%. Blended learning is proven to be effective in improving the learning outcomes (Pv 0,000, CI 95%). Conclusions: This study supports feasibility blended learning strategies based on are able to produce an increase in the learning outcomes of nursing students. The blended learning approach is an effective alternative to conventional approaches in nursing education, especially at the Ners professional stage during the Covid 19 pandemic.
Inisiasi Model Replikasi Child-Friendly Airport: Pemberdayaan Petugas Bandara Abdulrachman Saleh dalam Wisata Edukasi Penerbangan Maulana Anifa Silvia; Lady Silk Moonlight; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 6 No. 2 (2026): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v6i2.275

Abstract

The potential of regional airports as living laboratories for child-friendly educational tourism is often constrained by the readiness of front-line service personnel. This community service initiative aimed to enhance the understanding and capacity of 34 operational staff at Abdulrachman Saleh Airport, Malang, in facilitating aviation educational tourism. Utilizing a Participatory Action Research approach, the program was conducted through socialization, child-friendly interaction simulations, and Focus Group Discussions (FGDs). Data were evaluated using a 4-point scale assessment and qualitative thematic analysis. Quantitative results demonstrated program success, with a total average score of 3.52 (Good category). Attendance achieved the highest score (3.85), while practical simulation scored the lowest (3.47) due to psychological barriers in shifting from a rigid work demeanor to a flexible attitude. In conclusion, the program successfully transformed staff into non-formal educational agents. Program sustainability requires written SOPs to integrate aviation safety protocols with children's tour routes.
A Comparative Study of Problem-Based Learning and Project-Based Learning on Cadets’ Problem-Solving Skills in Vocational Aviation Education Parjan Parjan; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p29-39

Abstract

Problem-solving skills are essential competencies for vocational graduates in aviation education, where professional tasks are characterized by high risk, time pressure, and technological complexity. This study examined the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), and a combined PBL–PJBL approach in improving the problem-solving skills of cadets at an Aviation Polytechnic in Surabaya. A quantitative method with a quasi-experimental design was employed. A total of 100 first-year cadets were selected through purposive sampling and assigned to four groups: PBL, PJBL, combined PBL–PJBL, and a control group. Data were collected using a validated and reliable questionnaire administered as pretest and posttest, and analyzed using one-way ANOVA, Tukey’s HSD post hoc test, and N-Gain analysis. The results indicate that all experimental learning models significantly improved cadets’ problem-solving skills compared to the control group. The combined PBL–PJBL model demonstrated the strongest overall effect, yielding the highest statistical improvement and a very large effect size. When examined as single-method implementations, PBL produced higher learning gains than PJBL, indicating greater practical efficiency in developing problem-solving skills. These findings suggest that while PBL alone is an effective and efficient instructional approach, integrating PBL and PJBL provides a more comprehensive learning experience that maximizes problem-solving development in aviation vocational education. The study highlights the importance of aligning instructional strategies with the cognitive and operational demands of aviation training contexts.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM MEMBERIKAN EDUKASI KERAGAMAN PANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BALITA Rina Nur Hidayati; Ahmad Musadek; Faisal Ibnu
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.573

Abstract

Gagal tumbuh, kembang, dan metabolisme akibat stunting dapat mengancam masa depan anak. Keragaman pangan yang dikonsumsi setiap hari dapat menjadi faktor yang berpengaruh pada kejadian stunting. Pemberdayaan kader adalah langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan kader kesehatan agar mampu menjadi agen perubahan dalam pencegahan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan pemberdayaan kader dalam memberikan edukasi keragaman pangan untuk mencegah stunting. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Jotangan Kec. Mojosari Kab. Mojokerto dilaksanakan pada bulan Januari–Juni 2026. Sasaran pengabdian adalah 20 kader kesehatan Desa Jotangan. Metode pelaksanaan pada kegiatan ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Tahap persiapan dilakukan melalui perizinan ke desa dan rapat koordinasi kegiatan dengan kader. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengukuran pre-tes kemampuan kader dalam memberikan edukasi keragaman pangan, dilanjutkan dengan pemberian edukasi melalui pelatihan dan pendampingan kader dalam memberikan edukasi. Selanjutnya dilakukan pos tes untuk mengevaluasi kemampuan kader. Tahap akhir yaitu pelaporan dan publikasi. Pengabdian masyarakat melalui pelatihan kader dan pendampingan dalam memberikan edukasi keragaman pangan terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemberdayaan kader dalam edukasi keragaman pangan sebagai upaya pencegahan stunting pada balita (P = 0.003). Keberhasilan pemberdayaan kader sangat bergantung pada sinergi antara tenaga kesehatan, kader dan keluarga balita.  
Evaluating Computer-Based Testing System Success Using the DeLone and McLean Model among Cadets at an Indonesian Aviation Higher Education Institution Faoyan Agus Furyanto; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Anton Budiarto; Ahmad Musadek; Faoyan Agus Furyanto; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Anton Budiarto; Ahmad Musadek; Abdul Mu’ti Sazali
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2027)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v7.i2.2027.4

Abstract

The rapid adoption of Computer-Based Testing (CBT) in higher education requires an evaluation framework to determine whether the implemented system successfully provides benefits for users. This study aims to evaluate the success of CBT implementation among cadets of a higher education institution in Indonesia using the DeLone and McLean Information Systems Success Model. A quantitative explanatory approach was employed involving 108 cadets who had experience using the CBT system. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3.2.9. The evaluation consisted of measurement model assessment and structural model testing using bootstrapping with 5,000 resamples. The results indicate that information quality significantly influences user satisfaction (β = 0.399, p = 0.001), and service quality significantly influences user satisfaction (β = 0.298, p = 0.011). However, system quality does not significantly influence user satisfaction (β = 0.225, p = 0.055). Furthermore, user satisfaction has a strong positive influence on implementation impact (β = 0.846, p < 0.001). These findings indicate that successful CBT implementation is determined not only by technical system performance but also by the quality of information and service support provided to users. This study contributes practical implications for higher education institutions in improving digital assessment systems by prioritizing information clarity, technical assistance, and user satisfaction.