Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penilaian Potensi Daya Tarik Wisata Alam Bahoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun Meylida Nurrachmania; Rozalina; Sarintan E Damanik; Triastuti; Marulam MT Simarmata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/m01rc567

Abstract

One of the wealth that Indonesia has is the wealth of tourist attractions. And the majority are nature-themed attractions. Kawah Putih Tinggi Raja, is one of the nature-themed tourist attractions that is hundreds of years old, located in the area of Dolok Tinggi Raja Nature Reserve Bahoan Nagori Dolok Marawa Village, Silau Kahean District, Simalungun Regency. In order to find out the natural tourism potential of the Tinggi Raja area, it is necessary to carry out practical assessment activities for the Tinggi Raja natural tourism area. In the discussion with the Focus Group Disscusion (FGD) model, various information emerged from the training participants in exploring the potential of nature that can be used as a tourist attraction in Nagori Dolok Marawa. Furthermore, it is assessed the potential of these natural tourism to be packaged as part of the Tinggi Raja natural tourism
Pelatihan Pengelolaan Gula Semut Di Nagori Silou Buttu Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Tioner Purba; Ummu Harmain; Marulam MT Simarmata; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9rxsxp12

Abstract

Brown sugar is crystallized palm sugar. Some of the reasons why palm sugar is healthier than granulated sugar is that the calories contained in palm sugar are smaller than white sugar so palm sugar is often referred to as low-calorie sugar, and palm sugar also has a lower glycemic index, namely of 35 while in granulated sugar the glycemic index is 58. The optimal way to improve the structure of melted sugar is by processing it into granular sugar, namely through re-melting of molded sugar with the addition of water into a sugar solution. The addition of granulated sugar and seed was found to have an effect on the yield, total sugar, sucrose, and the level of preference for color, taste and aroma, but decreased water content, reducing sugar, browning index and aroma level.The best treatment is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C, in general it meets the requirements of SII where the water content, 2.75%, reducing sugar 4.35%, sucrose 81.14, total sugar 89.86, ash content, 1 .91%, browning index 0.20 abs/g and 81.36 yield. While the most preferred organoleptic test is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C with a color value of 6.95, aroma 5.70 and taste 5.70. Economic analysis of melted molded sugar gives a profit of IDR 778,800/month, while improving the quality by processing ant sugar gives a profit of Rp. 1,606,000/month (all inputs are calculated at cost), If the allocation of family labor is categorized as family income plus the use of other materials that are not paid, then the income is Rp. 4,278,000/month for sugar. printing and Rp. 5,456,000/month for ant sugar. The processing of ant sugar is classified as a profitable business with a relatively higher price level than printed sugar
Sosialisasi Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat (Stingless Bee) Dan Manfaatnya Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/brsxhx97

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group
Identifikasi dan Pengayaan Jenis Tanaman Di Taman Keanekaragaman Hayati Kota Pematangsiantar Marulam MT Simarmata; Tioner Purba; Kurnia Intan Sari Purba; Suparmo Sinaga; Agung Susilo; Marthin Evando Siahaan; Eko Febriyanto; Reimbon Manurung; Nur Abdi Aprilianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rc8q3v49

Abstract

Keanekaragaman hayati adalah keadaan diantara makhluk hidup yang beraneka ragam dari semua sumber, termasuk daratan, lautan, ekosistem akuatik, dan kompleks ekologis termasuk juga keanekaragaman dalam spesies diantara spesies dan ekosistemnya. Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) di setiap kabupaten dan kota merupakan upaya menjawab isu tersebut. Permasalahan Taman Kehati Pematangsiantar belum terdokumentasinya jumlah dan jenis spesies tanaman, desain, dan peta sebaran vegetasi tanaman. Kegiatan identifikasi jenis tanaman yang terdapat di lokasi Taman Kehati Kota Pematangsiantar dilaksanakan dengan metode yang dilakukan dengan meman-faatkan teknologi Atrificial Intelligence (AI) yakni dengan memanfaatkan aplikasi PlantNet dengan menggunakan smartphone. Taman Kehati Kota Pematangsiantar terdapat 51 jenis dan dua jenis belum teridentifikasi. Kegiatan pengayaan jenis juga dilakukan untuk menambah koleksi jenis tanaman yang ada di Taman Kehati Kota Pematangsiantar. Terdapat 10 jenis pohon yang ditanam sebagai pengayaan di Taman Kehati didasarkan pada fungsi, tujuan dari keberadaan tanaman
SOSIALISASI MEDIA TANAM BAGI PENGUSAHA TANAMAN HIAS KOTA PEMATANG SIANTAR Meylida Nurrachmania; Rozalina; Triastuti; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qf7gph51

Abstract

Ornamental plants become a collection that people are interested in starting from the shape and colors, then plants that are easy or difficult to find, to small and large plants. Besides In addition, the use of pots as planting media because the shape and color of the pots also vary and look attractive. Ornamental Plants not only provide visual beauty, but also have positive physical and mental health benefits. Cultivating ornamental plants can be a fun and rewarding activity, whether as a personal hobby or as a promising business opportunity. However, to become a successful ornamental plant cultivator, adequate knowledge and skills are essential. This is why ornamental plant cultivation training is a very important first step for plant lovers to develop their skills
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Peningkatan Usaha Kecil Menengah Di Pantai Titik Nol Km Barus, Tapanuli Tengah Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina; Triastuti Triastuti; Sarintan E Damanik; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ax90mn79

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap daerah. Sarana yang paling efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat adalah melalui pemberdayaan kepada usaha kecil menengah di sektor pariwisata sekitar pantai. Salah satu lokasi yang memiliki potensi sumber daya alam untuk kegiatan pariwisata adalah Barus, Tapanuli Tengah, khususnya Pantai Titik Nol KM. Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan mutu hidup masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, terutama dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sosial yang ada di wilayah tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat pesisir
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Sistem Agroforestri Berbasis Tanaman Durian Di Desa Manik Maraja, Kabupaten Simalungun Triastuti Triastuti; Rozalina Rozalina; Meylida Nurrachmania; Sarintan Efratani Damanik; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hv8fyt93

Abstract

Desa Manik Maraja di Kabupaten Simalungun memiliki potensi sumber daya alam yang signifikan, khususnya dalam pengembangan budidaya durian sebagai komoditas unggulan. Namun, penggunaan lahan oleh masyarakat masih suboptimal dan belum terintegrasi ke dalam sistem agroforestri berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan memperkuat sistem agroforestri berbasis durian untuk meningkatkan produktivitas lahan, pendapatan, dan keberlanjutan lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi kelompok petani tentang teknik budidaya durian yang tepat, integrasi kehutanan dan tanaman pertanian, serta pengelolaan pertanian berbasis agroforestri. Selain itu, plot demonstrasi didirikan sebagai sarana pembelajaran praktik bagi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sistem agroforestri, peningkatan kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan, dan adopsi bertahap pola tanam yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan sistem agroforestri berbasis durian dapat menjadi strategi yang efektif untuk pemberdayaan masyarakat di Desa Manik Maraja. Program ini diharapkan menghasilkan dampak jangka panjang berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem lokal