Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengenalan Teknologi Sederhana Pewarna Alami Kain Dengan Metode Ekstraks Di Dusun Bahoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun Meylida Nurrachmania; Rozalina; Triastuti; Sarintan E Damanik; Marulam MT Simarmata; Benteng H Sihombing; Simon H Sidabukke; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.815

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melestarikan lingkungan dan sumber daya hutan, selain juga menciptakan peluang ekonomi alternatif bagi warga Dusun Bahoan, Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah sosialisasi observasi dan explore ecoprint. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini yaitu terciptanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumberdaya alam hutan bagi kehidupan masyarakat sekitar dan bagaimana melestarikannya serta meningkatkan keterampilan dengan menggunakan pewarna alami
PENGENALAN TEKNOLOGI SEDERHANA PEWARNA ALAMI KAIN DENGAN METODE EKSTRAKS DI DUSUN BAHOAN NAGORI DOLOK MARAWA KECAMATAN SILOU KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina; Triastuti Triastuti; Sarintan E. Damanik; Marulam MT Simarmata; Benteng H. Sihombing; Simon H. Sidabukke; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/njmqze56

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melestarikan lingkungan dan sumber daya hutan, selain juga menciptakan peluang ekonomi alternatif bagi warga Dusun Bahoan, Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah sosialisasi observasi dan explore ecoprint. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini yaitu terciptanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumberdaya alam hutan bagi kehidupan masyarakat sekitar dan bagaimana melestarikannya serta meningkatkan keterampilan dengan menggunakan pewarna alami
Pengelolaan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Ekowisata Oleh Kelompok Tani Hutan Di Nagori Sait Buttu Kabupaten Simalungun Marulam MT Simarmata; Wico J Tarigan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/546x7z58

Abstract

Pemanfaatan jasa lingkungan adalah pemanfaatan potensi hutan lindung dengan tidak merusak lingkungan seperti ekowisata, wisata olah raga tantangan, pemanfaatan air dan perdagangan karbon. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk melakukan edukasi kepada kelompok agar dapat mengelola kawasan yang telah diberikan selama 35 tahun dalam rangka peningkatan pendapatan anggota kelompok. Diharapkan KTH Gorbus Nauli memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan kawasan sesuai dengan fungsinya. Literasi pengelolaan hutan bersama rakyat melalui hutan kemasyarakat serta melakukan terobosan dengan lembaga-lembaga pemangku kepentingan untuk tujuan kelompok. Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi Kelompok Tani Hutan Gorbus Nauli Nagori Sait Buttu Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun, maka tim menawarkan beberapa metode pemecahan masalah melalui pendampingan dan diskusi bersama serta studi dengan kelompok-kelompok KTH yang telah memiliki peringkat Mandiri. Pengembangan ekowisata akan berhasil jika seluruh pihak terkait berpedoman pada tiga hal yaitu : area alami harus sesedikit mungkin mengalami sentuhan pembangunan, sebaliknya perlu dikembangkan sesuatu yang alami dan khas daerah setempat; adanya areal wisata yang sudah berkembang tidak boleh mengesampingkan kegiatan konservasi lingkungan yang harus selalu dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan lindung; penduduk lokal atau dalam hal ini anggota kelompok tani HKm - HL harus menjadi penerima pertama manfaat dari kegiatan wisata yang dikembangkan
Penilaian Potensi Daya Tarik Wisata Alam Bahoan Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun Meylida Nurrachmania; Rozalina; Sarintan E Damanik; Triastuti; Marulam MT Simarmata
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/m01rc567

Abstract

One of the wealth that Indonesia has is the wealth of tourist attractions. And the majority are nature-themed attractions. Kawah Putih Tinggi Raja, is one of the nature-themed tourist attractions that is hundreds of years old, located in the area of Dolok Tinggi Raja Nature Reserve Bahoan Nagori Dolok Marawa Village, Silau Kahean District, Simalungun Regency. In order to find out the natural tourism potential of the Tinggi Raja area, it is necessary to carry out practical assessment activities for the Tinggi Raja natural tourism area. In the discussion with the Focus Group Disscusion (FGD) model, various information emerged from the training participants in exploring the potential of nature that can be used as a tourist attraction in Nagori Dolok Marawa. Furthermore, it is assessed the potential of these natural tourism to be packaged as part of the Tinggi Raja natural tourism
Pelatihan Pengelolaan Gula Semut Di Nagori Silou Buttu Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Tioner Purba; Ummu Harmain; Marulam MT Simarmata; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9rxsxp12

Abstract

Brown sugar is crystallized palm sugar. Some of the reasons why palm sugar is healthier than granulated sugar is that the calories contained in palm sugar are smaller than white sugar so palm sugar is often referred to as low-calorie sugar, and palm sugar also has a lower glycemic index, namely of 35 while in granulated sugar the glycemic index is 58. The optimal way to improve the structure of melted sugar is by processing it into granular sugar, namely through re-melting of molded sugar with the addition of water into a sugar solution. The addition of granulated sugar and seed was found to have an effect on the yield, total sugar, sucrose, and the level of preference for color, taste and aroma, but decreased water content, reducing sugar, browning index and aroma level.The best treatment is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C, in general it meets the requirements of SII where the water content, 2.75%, reducing sugar 4.35%, sucrose 81.14, total sugar 89.86, ash content, 1 .91%, browning index 0.20 abs/g and 81.36 yield. While the most preferred organoleptic test is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C with a color value of 6.95, aroma 5.70 and taste 5.70. Economic analysis of melted molded sugar gives a profit of IDR 778,800/month, while improving the quality by processing ant sugar gives a profit of Rp. 1,606,000/month (all inputs are calculated at cost), If the allocation of family labor is categorized as family income plus the use of other materials that are not paid, then the income is Rp. 4,278,000/month for sugar. printing and Rp. 5,456,000/month for ant sugar. The processing of ant sugar is classified as a profitable business with a relatively higher price level than printed sugar
Sosialisasi Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat (Stingless Bee) Dan Manfaatnya Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/brsxhx97

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group
SOSIALISASI MEDIA TANAM BAGI PENGUSAHA TANAMAN HIAS KOTA PEMATANG SIANTAR Meylida Nurrachmania; Rozalina; Triastuti; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/qf7gph51

Abstract

Tanaman hias menjadi koleksi yang diminati orang mulai dari bentuk dan warnanya, kemudian tanaman yang mudah atau sulit ditemukan, hingga tanaman kecil dan besar. Selain itu, penggunaan pot sebagai media tanam karena bentuk dan warna pot juga bervariasi dan terlihat menarik. Tanaman Hias tidak hanya memberikan keindahan visual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan fisik dan mental yang positif. Menanam tanaman hias bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, baik sebagai hobi pribadi maupun sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, untuk menjadi pembudidaya tanaman hias yang sukses, pengetahuan dan keterampilan yang memadai sangat penting. Inilah sebabnya mengapa pelatihan budidaya tanaman hias merupakan langkah pertama yang sangat penting bagi pecinta tanaman untuk mengembangkan keterampilan mereka
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Peningkatan Usaha Kecil Menengah Di Pantai Titik Nol Km Barus, Tapanuli Tengah Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina; Triastuti Triastuti; Sarintan E Damanik; Marulam MT Simarmata; Simon H Sidabukke; Benteng H Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ax90mn79

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di setiap daerah. Sarana yang paling efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat adalah melalui pemberdayaan kepada usaha kecil menengah di sektor pariwisata sekitar pantai. Salah satu lokasi yang memiliki potensi sumber daya alam untuk kegiatan pariwisata adalah Barus, Tapanuli Tengah, khususnya Pantai Titik Nol KM. Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan mutu hidup masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, terutama dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sosial yang ada di wilayah tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat pesisir
Survey Analysis Of Real Demand Of The Non Customer Community In Perumda Tirtauli Pematangsiantar City Pinondang Nainggolan; Anggiat Sinurat; Marulam MT Simarmata; Wico Jontarudi Tarigan
Jurnal Ekuilnomi Vol. 6 No. 3 (2024): Ekuilnomi Vol 6(3) Nov 2024
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekononomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/137sr767

Abstract

This research aims to find out the real demand survey of the non-customer community of Perumda Tirta Uli, Pematang Siantar City, as well as to find out the reasons why they are not willing to register as customers of the company. The research design is a descriptive method with an in-depth survey. Data collection techniques through questionnaires, interviews and documentaries. Data analysis techniques with stages of data tabulation, data compilation, data analysis of demand factors, supply, socio-economics, customer willingness to pay for water and customer ability to pay water bills. The research results concluded: (1) the reason people were not willing to register as customers was because from the start they had used drilled wells (35%), because installation costs were high (19%), and distribution pipes were far away (6%). while the percentage of reasons for the water not being clear is low (6%), water distribution is often jammed (16%) and the reason for not being able to pay is only (14%). non-customers who have never applied for installing a water connection pipe (92.06%), only 7.94% have applied but it was canceled. It is recommended that the use of drilled wells must be controlled by the regional government through public awareness outreach and/or the issuance of Regional Regulations, so that underground water extraction (ABT) is not excessive
The Effect of Doses of Various Types of Manure and NPK Mutiara on the Growth and Production of Pagoda Mustard (Brassica narinosa L.) Simarmata, Marulam MT
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.12112

Abstract

This research was conducted in the Karangsari area, Gunung Maligas District, Simalungun Regency from December 2024 to February 2025. The purpose of this study was to determine the effect of doses of various types of manure and NPK Mutiara on the growth and production of pagoda mustard (Brassica narinosa L.). This study used a factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 factors, the first factor was the provision of various types of manure consisting of 4 treatment levels, namely K0 = no treatment, K1 = 2kg / chicken coop plot, K2 = 2kg / cow coop plot, K3 = 2 kg / goat coop plot. The second factor was the provision of NPK Mutiara fertilizer consisting of 3 treatment levels, namely: N1 = 20g / plot, N2 = 40g / plot, N3 = 60g / plot. Observed parameters: plant height (cm) at 14, 21 and 28 days after planting, number of leaves (strands) at 14, 21 and 28 days after planting DAP, gross weight per plant (g), net weight per plant (g), net weight per plot (kg). The results showed that the application of various types of manure, NPK Mutiara fertilizer, and a combination of both treatments on the growth and production of pagoda mustard greens showed a significant effect on plant height (cm) at 14, 21, and 28 DAP, number of leaves (blades) at 14, 21, and 28 DAP, gross weight per plant, gross weight per plot, net weight per plant, and net weight per plot. The best type of manure was chicken manure at a dose of 20 tons/ha, the best dose of NPK Mutiara fertilizer was at 600 kg/ha, and the best combination of both treatments was 20 tons/ha of chicken manure and 600 kg/ha of NPK Mutiara fertilizer.