Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI PERSUASIF DALAM SIARAN LANGSUNG BRAND GLAD2GLOW DI TIKTOK: KAJIAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN TEORI GRICE Rezki Ameliyah; Andi Sahtiani Jahrir; Aswati Asri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Produce
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18869

Abstract

This study aims to describe the types of conversational implicatures used by live hosts in Glad2Glow brand live streaming sessions on TikTok, the observance and violation of conversational maxims based on Grice’s theory, and the persuasive strategies employed in the hosts’ utterances. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The findings revealed that there were two types of conversational implicatures used, namely generalized conversational implicatures and particularized conversational implicatures. The dominance of generalized conversational implicatures indicates that hosts tend to use utterances that are easily understood by audiences so that promotional messages can be delivered quickly and effectively. In addition, the study found observance and violation of the maxims of quantity, quality, relevance, and manner. Maxim observance was utilized to build credibility and audience trust through clear, relevant, and informative communication, whereas maxim violation was strategically employed to strengthen persuasive power and encourage audiences to purchase products. The persuasive strategies identified in this study include urgency strategies, persuasive educational strategies, trust-building strategies, social proof strategies, direct appeals, and the use of the hosts’ personal experiences. The integration of conversational implicatures, maxim observance and violation, and persuasive strategies resulted in marketing communication that was interactive, natural, and effective in influencing audiences’ purchasing decisions on the TikTok platform.
Pemberdayaan Komunitas Perempuan melalui Pelatihan Desain dan Teknik Membatik Berbasis Budaya Lokal Makassar Baetal Mukaddas; Andi Sahtiani Jahrir; Yati Samsuddin; Muhammad Zia Ulhaq
Madaniya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian budaya lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Salah satu bentuk budaya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi adalah batik berbasis kearifan lokal. Namun demikian, sebagian besar anggota Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga PD 'Aisyiyah Kota Makassar belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam merancang motif batik serta mengaplikasikan teknik membatik sebagai produk kreatif yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam mendesain motif batik berbasis budaya lokal Makassar serta menguasai teknik dasar membatik melalui pelatihan dan pendampingan secara partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, penyampaian materi, praktik pembuatan desain motif, pendampingan proses pencantingan dan pewarnaan, serta evaluasi hasil karya peserta. Kegiatan melibatkan anggota komunitas perempuan PD 'Aisyiyah Kota Makassar sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami filosofi motif batik lokal, menyusun desain secara mandiri, serta menghasilkan karya batik dengan karakter visual yang merepresentasikan budaya Makassar. Pendampingan yang dilakukan secara langsung mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan kreativitas dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui inovasi produk batik. Program ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta mendukung pengembangan komunitas perempuan yang lebih mandiri dan produktif.
Pelatihan Strategi Memahami Soal TKA Bahasa Indonesia Berbasis Linguistik Sistemik Fungsional di SMA Negeri 18 Makassar Andi Sahtiani Jahrir; Muhammad Saleh; Bungatang Bungatang; Nensilianti Nensilianti; Anita Candra Dewi
Madaniya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa memerlukan strategi membaca yang membantu mereka menemukan informasi penting, menafsirkan sikap penulis, dan menjelaskan pilihan jawaban berdasarkan bukti dalam teks. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 18 Makassar dengan strategi memahami soal Tes Kemampuan Akademik Bahasa Indonesia melalui linguistik sistemik fungsional. Sasaran kegiatan adalah 80 siswa kelas XII dengan pendampingan 2 guru Bahasa Indonesia. Metode kegiatan meliputi koordinasi mitra, pemetaan kebutuhan, penyusunan perangkat, pemodelan analisis teks, latihan terbimbing, latihan mandiri, dan refleksi. Materi menghubungkan isi teks, sikap penulis, dan organisasi informasi dengan prosedur menemukan serta memeriksa bukti jawaban. Capaian awal berupa rancangan materi, modul awal, lembar kerja analisis teks, dan perangkat evaluasi. Laporan pelaksanaan mencatat keterlibatan siswa dalam latihan analisis dan guru dalam pendampingan. Manfaat awal kegiatan terletak pada tersedianya perangkat dan prosedur membaca yang dapat digunakan bersama oleh siswa dan guru. Data tes awal, tes akhir, dan respons peserta masih dalam proses verifikasi sehingga besaran peningkatan kemampuan belum dapat disimpulkan. Kegiatan ini menawarkan penerapan konsep linguistik dalam langkah membaca yang operasional dan berbasis bukti. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan guru serta evaluasi hasil belajar setelah seluruh data peserta tervalidasi.
Representing cooperation and independence in Indonesian primary textbooks through transitivity and modality Andi Sahtiani Jahrir; Tuti Wijayanti
Diksi Vol. 34 No. 2026: DIKSI (SEPTEMBER 2026)
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v34i2026.97202

Abstract

Character values in language textbooks become pedagogically consequential through the roles and choices assigned to learners. This study examines how cooperation and independence are represented through transitivity and modality in six government-issued Indonesian primary student textbooks. An exploratory qualitative document analysis purposively selected eighteen instructional or narrative episodes across Grades I–VI. Clauses were interpreted within their surrounding tasks, with attention to participants, process types, obligation, permission, ability, and opportunities for meaningful and mindful learning. Four patterns emerged: cooperation as distributed action, participation negotiated through obligation and permission, independence supported by assistance and bounded choice, and reflection connecting action with personal judgment. Contrasting cases showed that a permission expression in a grammar exercise did not itself authorize learner choice, while early-grade reflection challenged a simple progression from elementary activity to upper-grade depth. The analysis suggests that character representation depends on how linguistic resources organize responsibility and reasoning, rather than on value labels alone. These findings identify textual affordances for deep learning; they do not establish classroom implementation, character development, or learning effects.