Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT DAN OPTIMALISASI PENATAAN PETI KEMAS DI TERMINAL PETIKEMAS MAKASSAR J, Jamaluddin; Idris, Muhammad; Sulistiono, Agus
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 4 No. 2 (2024): JPB: NOVEMBER 2024
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v4i2.153

Abstract

Pertumbuhan sektor transportasi laut di Indonesia memainkan peran strategis dalam mendukung distribusi barang antar pulau. Terminal Petikemas Makassar merupakan salah satu pelabuhan utama yang berperan penting dalam jaringan logistik nasional, menghadapi tantangan operasional dalam penataan peti kemas di area container yard. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penghambat seperti antrian panjang di dermaga, cuaca buruk, keterlambatan alat pengangkut, dan kurang optimalnya penataan kontainer. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan personel pelabuhan, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut berdampak pada meningkatnya durasi sandar kapal, penurunan efisiensi operasional, dan kenaikan biaya bagi pengguna jasa. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi manajerial yang terencana, investasi infrastruktur modern, serta pelatihan tenaga kerja guna meningkatkan daya saing pelabuhan dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Analisa Pengaruh Penggunaan Gadget Pada Kedisiplinan Taruna dan Kehidupan Asrama pada Politeknik Pelayaran Sorong Siswanto, Siswanto; Permady, Gigieh Cahya; Idris, Muhammad; Titing, Tri Feyberiatimalini Reba
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 12 No 2 (2024): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jimk.v12i2.651

Abstract

Hasil penelitan menunjukan bahwa: (1) pengaruh langsung penggunaan gadget terhadap kedisiplinan taruna mempunyai pengaruh signifkan; (2) pengaruh langsung penggunaan gadget terhadap kehidupan taruna diasrama mempunyai pengaruh signifikan
SERVICE OF MOORING, PILOTAGE, AND TUGGING IN SUPPORTING THE SMOOTH OPERATION OF SHIPS AT TANJUNG EMAS SEMARANG PORT MUHAMMAD IDRIS; Agus Sulistiono
JURNAL VENUS Vol. 14 No. 1 (2026): Maret
Publisher : PIP Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of pilotage, towage, and mooring services at Tanjung Emas Port Semarang, as well as the factors influencing the effectiveness of these three services. The findings indicate that pilotage services at Tanjung Emas Port take an average of 1.5 hours, which is longer than the expected standard time. The longer pilotage time is due to limited pilot personnel and insufficient pilot vessel capacity to handle large ships. Towage services also significantly affect the waiting time of ships, with an average towage delay of 1-2 hours, which is longer than the desired standard. The limited towage vessel capacity and lack of coordination between towage officers hinder the efficiency of towage services. Mooring services, especially at the lower berth of the Samudera dock, are affected by extreme weather conditions, such as rob, which leads to delays in mooring ships. The factors affecting the effectiveness of these three services include limitations in human resource capacity, vessel capacity (towage and pilot vessels), and weather impacts, which can delay service processes. The multiple linear regression model used in this study shows that pilotage, towage, and mooring services collectively explain 69.2% of the variation in port effectiveness. Therefore, towage vessel capacity, pilot personnel, and mooring infrastructure that can withstand adverse weather conditions are key factors that need to be addressed to improve port operational effectiveness.
The Role of Sorong Container Terminal in Supporting the Sea Toll Program and Distribution of Goods to Remote Areas Idris, Muhammad; Muhammad, Fadel; Setiyono, Muji
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIMKES Edisi March 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i2.4495

Abstract

Indonesia’s geographical structure as an archipelagic nation poses significant challenges for the equitable distribution of goods across its thousands of islands. This study analyzes the strategic role of Sorong Container Terminal in supporting Indonesia’s Sea Toll program and ensuring equitable goods distribution to remote regions in Eastern Indonesia. Using a mixed-methods approach, the research combines quantitative analysis of Key Performance Indicators (Yard Occupancy Ratio, Turnaround Time, and Berth Throughput) with qualitative evaluation of policy, infrastructure, and management strategies. Results indicate that the implementation of digital systems such as Enterprise Resource Planning (ERP) Centra, Terminal Operating System (TOS), and integrated ERP modules has improved operational efficiency, reducing ship waiting time and increasing container handling productivity. However, limited berth and yard capacity, weak multimodal coordination, and outdated land transport infrastructure remain major bottlenecks. Trend analysis projects container volume to rise to 113,802 Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) by 2036, exceeding current capacity and underscoring the urgency of expansion. The study recommends strategic measures, including infrastructure modernization, digital integration, human resource development, and sustainable energy management, to enhance competitiveness. This finding indicates that Sorong Container Terminal demonstrates strong potential as a logistics hub, driving the success of the sea toll program and promoting balanced economic growth across Eastern Indonesia.
Evaluation of the Implementation of Safety Standards in the Debarkation and Embarkation Process of Seatoll Vessel R-72 at Anchorage Fadel Muhammad; Muhammad Idris; Idham Dwi Satria; Filemon Filemon; Muhammad Sapril Siregar; Stevian G. A. Rakka
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 1 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Octob
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i1.5606

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of safety standards in the debarkation and embarkation process of the R-72 seatoll vessel at anchorage in Sofyanin Village. The research employed a qualitative case study design, utilizing field observations, interviews, questionnaires, and literature review. The findings indicate that passenger safety is influenced by three main dimensions: structural–policy, operational, and cultural. Structurally, the absence of a permanent pier and lack of regulatory oversight are the dominant factors increasing risks. Operationally, the captain’s ability to determine anchorage points and the limited availability of safety equipment serve as critical challenges. Culturally, low public awareness of safety procedures further exacerbates vulnerabilities. Evaluation against international standards (SOLAS, STCW, ISM Code, LSA Code) and national regulations (Law No. 17/2008, MoT Regulation No. 11/2023) reveals significant gaps between requirements and actual practices. The risk matrix analysis shows that most hazards, such as passengers falling overboard, capsizing of small transfer boats, and injuries from gangways, fall under the High–Extreme category. Therefore, this study recommends strengthening regulatory oversight, providing safety facilities in compliance with standards, and promoting safety culture awareness among local communities to minimize maritime accident risks.  
Aktualisasi Pembelajaran Real Learning Dalam Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Andriyana Andriyana; Muhammad Idris
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9967

Abstract

Abstrak: Kualitas Pendidikan di suatu negara erat kaitannya dengan sistem kurikulum yang diterapkan, terutama mengenai metode pendidik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan oleh pendidik sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mempunyai tujuan utama menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang yang baik dan cerdas. Tentunya untuk menjalankan tujuan tersebut sangatlah sulit apabila tidak diterapkannya metode yang tepat, karena Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu mengenai kecakapan hidup mendasar untuk seorang warga negara. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pengambilan data melalui studi pustaka. Dari hasil pembahasan yang dikemukakan, beberapa aspek penting manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperlukan dalam memperkuat implementasi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di satuan Pendidikan yakni: (1) kemampuan dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik dalam perumusan tujuan, penentuan materi dan bahan ajar, model dan strategi pembelajaran, serta sistem penilaian. (2) kemampuan dalam mengorganisasi proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik pengorganisasian kelas, kegiatan pembelajaran, maupun sumber daya dan lingkungan bagi kepentingan belajar. (3) kemampuan mengaktualisasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga terjadi proses real learning oleh siswa dalam proses pembentukan nilai, sikap, dan perilaku. (4) kemampuan mengembangkan sistem evaluasi sebagai bagian dari proses untuk menilai sejauhmana telah terjadi perubahan dalam sikap dan perilaku siswa. Kata kunci: Aktualisasi Pembelajaran, Real Learning, Kurikulum PKn. Abstract: The quality of education in a country is closely related to the curriculum system that is applied, especially regarding the methods used by educators in the learning process. The method applied by educators greatly affects the comprehension and motivation of students in participating in learning, especially Civic Education learning which has the main goal of making students good and intelligent citizens. Of course, to carry out this goal is very difficult if the right method is not applied, because Citizenship Education is the science of basic life skills for a citizen. This study uses a qualitative research design with a descriptive method with data collection through literature study. From the results of the discussion presented, several important aspects of Civic Education learning management are needed in strengthening the implementation of the Citizenship Education curriculum in the Education unit, namely: (1) the ability to prepare Civic Education learning plans both in the formulation of objectives, determining teaching materials and subject, models and strategies learning, as well as the assessment system. (2) the ability to organize the learning process for Citizenship Education, both in organizing classes, learning activities, as well as resources and the environment for learning purposes. (3) the ability to actualize Citizenship Education learning so that a real learning process occurs by students in the process of forming values, attitudes, and behaviors. (4) the ability to develop an evaluation system as part of the process to assess the extent to which there has been a change in student attitudes and behavior.Keywords: Actualization of Learning, Real Learning, Civics Curriculum.
ANALISIS PENINGKATAN PRODUKTIVITAS BONGKAR MUAT GENERAL CARGO DI PELABUHAN KHUSUS BIRINGKASSI Indah Purnama Sari; Muhammad Idris; Agus Sulistiono; Oktovianus Cristian Karubaba
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.239

Abstract

Pelabuhan memiliki peranan penting dalam mendukung distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan bongkar muat. Produktivitas bongkar muat general cargo menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan pelabuhan karena berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan produktivitas bongkar muat general cargo di Pelabuhan Khusus Biringkassi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bongkar muat general cargo mengalami peningkatan sebesar 6% pada periode 2020–2021 dan meningkat menjadi 14% pada periode 2021–2022. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan distribusi barang, ketersediaan fasilitas bongkar muat, dan dukungan tenaga kerja operasional. Namun demikian, produktivitas bongkar muat masih dipengaruhi oleh beberapa hambatan seperti faktor cuaca, kerusakan peralatan, kurangnya perawatan rutin, dan kelalaian tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perawatan peralatan, pengawasan operasional, dan kualitas sumber daya manusia untuk mendukung peningkatan produktivitas bongkar muat secara optimal.
OPTIMALISASI PELAYANAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI JASA EMKL DI PT. SARANA BHAKTI TIMUR CABANG SORONG La Ode Aliyasin; Muhammad Idris; Oktovianus Cristian Karubaba; Gigieh Cahya Permady; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.240

Abstract

Transportasi laut memiliki peranan penting dalam mendukung distribusi barang antar wilayah di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) berperan dalam pengurusan dokumen, pengangkutan, dan distribusi barang kepada penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengangkutan barang melalui jasa EMKL di PT. JPT Sarana Bhakti Timur Cabang Sorong, kendala yang terjadi selama proses pengiriman, serta upaya optimalisasi pelayanan pengangkutan barang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengangkutan barang meliputi pengumpulan muatan, booking space, pengurusan dokumen, stuffing, dan distribusi barang ke pelabuhan tujuan. Kendala utama yang ditemukan meliputi kerusakan barang saat bongkar muat, kesalahan penginputan data yang menyebabkan kekurangan barang, serta keterlambatan pengiriman akibat kurang optimalnya koordinasi operasional. Upaya yang dilakukan perusahaan yaitu meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperbaiki sistem verifikasi data barang, menerapkan mitigasi risiko, memanfaatkan aplikasi Niaga Logistics untuk pemantauan pengiriman, serta meningkatkan komunikasi dengan pelanggan. Dengan upaya tersebut, proses pengangkutan barang diharapkan dapat berjalan lebih aman, cepat, efektif, dan efisien sehingga kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan dapat meningkat.
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN MANOKWARI Nisa Ramadani; Oktovianus Cristian Karubaba; Lilik Yulianingsih; Muhammad Idris; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.242

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, pengangkatan barang, dan lingkungan kerja yang padat aktivitas. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum optimalnya penerapan keselamatan kerja serta upaya peningkatan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada) di Pelabuhan Manokwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja bagi TKBM masih belum optimal. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih adanya tenaga kerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, kurangnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas dan alat keselamatan kerja. Selain itu, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan keselamatan kerja yang belum rutin turut memengaruhi rendahnya disiplin tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja meliputi peningkatan pengawasan penggunaan APD, penyediaan alat keselamatan kerja yang memadai, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan K3 secara rutin, serta peningkatan kesadaran dan disiplin tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan penerapan keselamatan kerja yang baik, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir sehingga kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.