Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH DISIPLIN KERJA, KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN JAYAPURA JAYASAPUTRA, FEKY; SYAUTA, JACK HENRY; PONGTIKU, ARRY
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 1 (2022): JEB Vol 13 No 1 Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/58n99445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh disiplin kerja kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan 41 kuisioner kepada 41 responden. Analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu meliputi Pengujian Intsrumen Penelitiandan Model Regresi, pengujian hipotesa, analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor BPBD Kabupaten Jayapura, koefisien signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari koefisien yang ditentukan yakni 5% (0,000 < 0,05). Secara parsial, kemampuan kerja mempunyai pengaruh yang positif dan tidaksignifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor BPBD Kabupaten Jayapura, koefisien signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari koefisien yang ditentukan yakni 5% (0,000 < 0,05). Secara parsial, motivasi kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor BPBD Kabupaten Jayapura, koefisien signifikansi yang dihasilkan lebih besar dari koefisien yang ditentukanyakni 5% (0,894 > 0,05). Secarasimultanataubersama-sama, disiplinkerja, kemampuankerja, dan motivasi kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada Kantor BPBD Kabupaten Jayapura, koefisien signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari koefisien yang ditentukan yakni 5% (0,000 < 0,05).
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Lingkungan Kerja Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Papua Ferdinan Ortuan E. Momot; Mohamad Aldrin Akbar; Duta Mustajab; Andri Irawan; Arry Pongtiku
Economics and Digital Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v6i2.2713

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan model penelitian Survey yang bertujuan untuk mengkaji menganalisis dan membuktikan tentang pengaruh kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Papua. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 responden atau sebesar 42,14% dari total populasi sebanyak 140 pegawai pengambilan sampel menggunakan metode slovin dengan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Probability Sampling jenis Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil uji parsial (Uji T) dan uji simultan (Uji F) menunjukan bahwa variabel kepmimpinan (X1), motivasi (X2), dan lingkungan kerja (X3) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Kinerja pegawai (Y), variabel lingkungan kerja (X3) merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh dalam peningkatan Kinerja pegawai dengan pencapaian Standardized Coefficients Beta sebesar 0,475 dan THitung sebesar 6.613 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih besar djika dibandingkan dengan variabel lain. perolehan nilai Adjusted R² sebesar 0,817 menunjukkan bahwa persentase kontribusi pengaruh kepmimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap Kinerja pegawai sebesar 81,7% sedangkan sisanya 18,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini, seperti; budaya organisasi, kompensasi, disiplin kerja, pengembangan karir, kompetensi, pelatihan, pendidikan dan variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Budaya Kerja, Pengembangan Karir, Reward Dan Punishment Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. Irian Bhakti Papua (Perseroda). Antonius Nawang Tritoto Susilo; Mohammad Aldrin Akbar. Arry Pongtiku, Duta Mustajab
YUME : Journal of Management Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i3.9465

Abstract

Purpose: Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya kerja, pengembangan karir, reward, dan punishment terhadap kinerja pegawai PT. Irian Bhakti Papua (Perseroda). Penulis bertujuan untuk memahami bagaimana budaya kerja yang baik, peluang pengembangan karir, pemberian reward yang tepat, dan penerapan punishment yang adil dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja pegawai. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara keempat faktor tersebut secara simultan dan bagaimana mereka saling mendukung dalam meningkatkan kinerja pegawai di perusahaan tersebut.Research Design and Methodology: Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif kuantitatif untuk mengukur pengaruh budaya kerja, pengembangan karir, reward, dan punishment terhadap kinerja pegawai PT. Irian Bhakti Papua (Perseroda). Populasi penelitian terdiri dari 118 pegawai, dengan sampel sebanyak 71 pegawai yang diambil menggunakan teknik Probability Sampling dan sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dengan skala Likert untuk memastikan data yang valid dan objektif.Findings and Discussion: Berdasarkan hasil uji parsial (Uji T) dan uji simultan (Uji F)  menunjukan bahwa variabel budaya kerja (X1), pengembangan karir (X2), reward (X3) dan punishment (X4) secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Kinerja pegawai (Y) PT. Irian Bhakti Papua (Perseroda), variabel reward (X3) merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh dalam peningkatan Kinerja pegawai dengan pencapaian Standardized Coefficients Beta sebesar 0,394 dan THitung sebesar 6,596 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih besar djika dibandingkan dengan variabel lain. Perolehan nilai Adjusted R² sebesar 0,882 hal ini menunjukkan bahwa persentase kontribusi  pengaruh variabel independen budaya kerja (X1), pengembangan karir (X2), reward (X3) dan punishment (X4) terhadap veriabel dependen Kinerja pegawai sebesar 88,2% Sedangkan sisanya 11,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini, seperti;  Pendidikan, pelatihan, disiplin kerja, motivasi kerja, lingkungan kerja, stress kerja yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Implications: Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan SDM melalui budaya kerja, pengembangan karir, reward, dan punishment berperan penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Fokus pada sistem reward yang adil dan memotivasi menjadi strategi kunci, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan peluang pengembangan yang berkelanjutan.
Dampak Kompetensi Terhadap Kinerja Dimediasi Kepuasan Kerja Guru Ariance Arian Wadi; Muhdi B. Hi. Ibrahim; Arry Pongtiku
Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2023): Public Policy : Jurnal Aplikasi Kebijakan Publik dan Bisnis
Publisher : Univiversitas Dr. Djar Wattiheluw

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/PublicPolicy.v4.i2.p593-610

Abstract

The objective of this study was to determine and analyze the direct and indirect influence of teacher competence on teacher performance through job satisfaction in several public secondary schools in Jayapura City, Papua Province. The research was conducted by sampling 145 civil servant teachers out of 331 civil servant teachers in 6 public high schools, using a deliberation/criteria technique. Data were collected through surveys and questionnaires, with a participation rate of 120 questionnaires (83%) returned, which were referred to as respondents. The analysis was performed using path analysis with the assistance of SmartPLS software version 3.0. The results of the analysis indicated that: 1) teacher competence had a positive and significant direct influence on teacher performance; 2) teacher competence had a positive and significant direct influence on job satisfaction; 3) job satisfaction had a positive and significant direct influence on teacher performance; and 4) job satisfaction mediated the positive and significant relationship between teacher competence and teacher performance.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Pegawai Melalui Motivasi Kerja Nurlaela Nurlaela; Muhamad Yamin Noch; Arry Pongtiku
Advances in Management & Financial Reporting Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/amfr.v3i3.555

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai, serta menguji peran motivasi kerja sebagai variabel intervening pada instansi pemerintahan tingkat distrik. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana kepemimpinan transformasional memengaruhi motivasi internal pegawai dan dampaknya terhadap pencapaian kinerja organisasi publik. Metode Penelitian: Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain survei eksplanatori. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui bantuan perangkat lunak SmartPLS. Data diperoleh dari 93 responden yang merupakan pegawai aktif di Kantor Distrik Arso, Kabupaten Keerom, dengan instrumen kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, serta secara tidak langsung memengaruhi kinerja pegawai melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Temuan ini memperkuat peran strategis kepemimpinan yang inspiratif dan humanistik dalam membentuk perilaku kerja positif dan peningkatan efisiensi pegawai sektor publik. Implikasi: Implikasi praktis dari penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan kepemimpinan transformasional bagi pimpinan birokrasi lokal dan penyusunan kebijakan organisasi yang berfokus pada penguatan motivasi kerja sebagai instrumen peningkatan kinerja pegawai secara berkelanjutan.
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Caesar Mahatani; Muhamad Yamin Noch; Mansur Mansur; Arry Pongtiku
Advances in Management & Financial Reporting Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/amfr.v3i3.608

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai, pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, serta peran motivasi kerja sebagai mediator hubungan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di IPDN Kampus Papua. Metode Penelitian: Pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research digunakan dalam penelitian ini. Sampel terdiri dari 44 ASN di IPDN Kampus Papua. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui aplikasi SmartPLS versi 4.0. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien jalur = 0,291; p = 0,133). Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja (koefisien jalur = 0,764; p = 0,000), dan motivasi kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien jalur = 0,423; p = 0,029). Analisis indirect effect membuktikan bahwa motivasi kerja memediasi hubungan antara lingkungan kerja dan kinerja pegawai (koefisien jalur = 0,323; p = 0,040). Implikasi: Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas lingkungan kerja untuk mendorong motivasi, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja pegawai. Strategi pengelolaan lingkungan kerja yang kondusif perlu diintegrasikan dengan upaya peningkatan motivasi dalam kebijakan manajemen ASN.