Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN REPRODUKSI Dwihestie, Luluk Khusnul; Putri Sekar Ningrum, Allania Hanung; Yuliastanti, Triani
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i3.2381

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Pada tahapan ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik, mental, dan sosial emosional. Masa remaja dianggap sebagai masa rentan terhadap penyimpangan perilaku disebabkan pengaruh hormonal dan emosional yang masih labil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) (2020) menemukan bahwa pada tahun 2018, persentase perkawinan anak mencapai 11% yang diasumsikan 1 dari 9 perempuan berumur 20-24 tahun menikah sebelum berusia 18 tahun. Pendewasaan usia perkawinan merupakan program penundaan perkawinan dan kehamilan di usia muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Bhinneka Karya 2 Boyolali. Tehnik pengambilan sampel adalah accidental sampling, didapatkan sampel sejumlah 40 responden. Data penelitian adalah data primer, dengan instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Analisis data menggunakan analisis univariate dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi rank spearman dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi adalah faktor tingkat pendidikan orangtua dengan nilai p-value 0,014 < 0,05 dan faktor budaya perkawinan anak dengan nilai p-value 0,010 < 0,05. Namun, pada faktor sumber informasi didapatkan nilai p-value 0,191 yang artinya tidak ada hubungan sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi. Disimpulkan bahwa pendidikan orangtua dan budaya berhubungan dengan pengetahuan remaja, namun sumber informasi tidak berhubungan dengan pengetahuan remaja mengenai pendewasaan usia perkawinan.
Characteristics of Pregnant Women With Postdate At Rs. Setio Husodo Kisaran Selvi Puspan Sari; Ririn Anggriani; Henny Ilfa Sari Panjaitan; Luluk Khusnul Dwihestie; Ilma Widiya Sari
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) in 2010, confirmed every year around the world 358,000 mothers die during pregnancy or childbirth of which 355,000 mothers (99%) are from developing countries. The maternal mortality ratio in developing countries is the highest ranking with 290 maternal deaths per 100,000 live births when compared to the maternal mortality ratio in developed countries, which is 14 maternal deaths per 100,000 live births. Late pregnancy is a pregnancy that goes beyond the age of 294 days (42 weeks) with all its possible complications. Nama lain kehamilan lewat waktu adalah kehamilan serotinus, prolonged pregnancy, atau post – term pregnancy ( Ida Ayu Chandranita Manuaba, dkk, 2017). Defenisioperasional is the definition of variables that will be studied operationally in the field. The variables studied are age, parity, occupation, and the data used is secondary data that is data obtained from data collection by the method of medical Record documentation. The population and sample in this study are pregnant women with postdates of 83 people. Based on the results found pregnant women with postdate menurutusia> 35 known as many as 34 cases ( 40.9 %) and the majority of pregnant women with postdate at the age of 20-35 years as many as 21 cases (25.3 %). Based on parity in perby the majority of pregnant women with postdate pada parity primiparous as many as 25 cases (30.3%) and a minority of pregnant women with postdate pada parity skundipara as many as 18 cases (21.6 %). Based on the work obtained the majority of pregnant women with postdate of IRT work as many as 31 cases ( 37.4 %) and a minority of pregnant women with postdate of civil servants as many as 24 cases ( 28.9 %).
Effect Of Giving Katuk Leaf Decoction (Saropus Androgynus) On Breast Milk Production In Post Partum Mothers In Sei Renggas Village Serli Bahri; Farida Umamy; Luluk Khusnul Dwihestie; Ilma Widiya Sari
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: breastfeeding needs the attention of mothers and health workers so that the breastfeeding process can be carried out correctly . Breastfeeding will foster a bond of love and affection between mother and newborn. Breast milk production can be increased by consuming katuk leaves in the form of Katuk leaf decoction because it contains alkoloids and sterols that can increase the smoothness of breast milk. Katuk leaves also contain vitamin A, B1, C, tannin, saponin alkaloid papaverine (Rahmanisyah, 2015) purpose: this study aims to determine the effect of giving decoction of katuk leaveson breast milk production in post partum mothers. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain pre-experiment yang rancangannya menggunakan the one group pretest-posttest desaign. The population of this study were all post partum mothers in Sei Renggas village as many as 24 people. The sample in this study 21 respondents. Analysis used paired test sample t-test. Results: the results of the study post partum breast milk production before Administration of katuk leaf decoction is less breast milk production 14 respondents (66.7%) and breast milk production after administration of katuk leaf decoction is a lot of breast milk production 21 respondents (100%). Conclusion: the test results of paired t-test samples showed the value of p = 0.000 < ③ = 0.05, where Ha is accepted means that there is an effect of giving Katuk leaf decoction on breast milk production in post partum mothers in Sei Renggas village in 20211.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERENCANAAN KEHAMILAN PADA MASA PRAKONSEPSI DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN RISIKO DI PUSKESMAS KARANGGEDE rismawati, rismawati; Hanung PSN, Allania; Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37137

Abstract

Proses kehamilan perlu dipersiapkan sejak masa prakonsepsi atau sebelum hamil. Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dengan melakukan persiapan prakonsepsi. Faktor yang berperan dalam pencegahan kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil adalah pengetahuan ibu. Data ibu hamil resiko tinggi di Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali tercatat dari 530 ibu hamil, terdapat 240 (45,3%) ibu hamil resiko tinggi, dimana 3 ibu grandemultipara dan 70 (29,1%) ibu dengan KEK. Berdasarkan laporan di Puskesmas Karanggede pada tahun 2023 faktor yang mempengaruhi kehamilan risiko tinggi adalah faktor usia (63%), jarak kehamilan (12,8%) dan preeklamsi (6,2%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 97 ibu hamil di Puskesmas Karanggede. Tehnik sampling menggunakan tehnik total sampling. Sampel penelitian ini sejumlah 97 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisa data univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang perencanaan kehamilan pada masa prakonsepsi dengan kejadian kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Karanggede dengan nilai p-value 0,007 (p<0,05). Disimpulkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan dengan kehamilan risiko tinggi dikarenakan pengetahuan menjadi landasan seseorang untuk memahami informasi dan membentuk perilaku.
Analysis of Stunting Incidents Based on Mother's Knowledge Marita, Zadam; Okinarum, Giyawati Yulilania; Huda, Mega Hasanul; Dwihestie, Luluk Khusnul
International Journal of Nursing Information Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Qualitative and Quantitative Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58418/ijni.v2i2.54

Abstract

Every parent does not want stunting cases to occur in their children. Stunting in children can be caused by direct and indirect factors. One direct cause is a lack of nutritious food intake. The role of parents, especially mothers, as indirect causes plays a vital role in fulfilling children's nutrition. This research aims to analyze the relationship between a mother's knowledge and the incidence of stunting. The research method uses an analytical survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling, totaling 68 respondents, with the criteria being mothers who had toddlers aged 1-2 years. Research location in the city of Bekasi, Indonesia. The research instrument used a questionnaire and measurements of body length compared with age. Data analysis with bivariate and univariate statistics. The research results show that the majority of mothers have good knowledge, and the majority do not experience stunting. Statistical tests using Chi-Square show that there is a significant relationship between mothers' knowledge about nutrition and the incidence of stunting in mothers of toddlers 1-2 years old. The contribution of this research is evidence that mother's knowledge is essential for children's growth. One alternative strategy to overcome the increase in stunting cases is to strengthen the understanding of mothers.
Pengaruh penerapan metode role play dan gaya belajar terhadap keterampilan konseling mahasiswa tentang adaptasi psikologi pada kehamilan trisemester I (studi eksperimental di prodi DIII Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta) Dwihestie, Luluk Khusnul; Murti, Bhisma; Suryani, Nunuk
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2016): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.258 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i2.12912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode role play dan gaya belajar terhadap keterampilan konseling mahasiswa tentang adaptasi psikologi pada kehamilan trimester I. Desain penelitian yaitu studi eksperimental dengan Randomized Controlled Trial (RCT). Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa semester II Prodi DIII Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun ajaran 2013/2014, sebanyak 45 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dan checklist. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda dengan taraf signifikan 0.05. Hasil analisis regresi linier ganda, metode role play dan gaya belajar secara bersamaan mampu menjelaskan 28% dari variasi keterampilan konseling, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel yang tidak diteliti. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian membuktikan bahwa keterampilan konseling mahasiswa dapat ditingkatkan dengan penerapan metode role play dan identifikasi gaya belajar pada setiap mahasiswa.
Optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Dengan Pendekatan Business Plan: Pemberdayaan Kader Cegah Stunting Dwihestie, Luluk Khusnul; Dewi, Ratih Kumala; Mahmudah, Himmatunnisak
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23491

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi di Indonesia yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak serta kualitas sumber daya manusia. 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan fase penting pencegahan stunting. Tahun 2024, Kabupaten Boyolali mencatat 19 kematian ibu dan 174 kematian bayi, menempati peringkat ketiga tertinggi di Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) serta mencegah stunting, Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan Gerakan Merbabu (Gerakan Peduli Bayi dan Ibu). Kader berperan penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting dengan mengoptimalkan tumbuh kembang balita pada 1.000 hari pertama kehidupan dengan pendekatan business plan. Sasaran kegiatan ini adalah 32 kader dari 8 posyandu di Desa Keyongan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan, penerapan teknologi, bimbingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam edukasi gizi, peningkatan partisipasi ibu hamil dan balita di posyandu, serta tersusunnya rencana usaha “cemilan sehat ceria” yang memanfaatkan bahan pangan lokal labu kuning dan dipasarkan pada kegiatan posyandu Desa Keyongan. Implementasi business plan ini mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi di Desa Keyongan.