Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK BALITA Dwihestie, Luluk Khusnul; Andisetyana Putri, Hanifa
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2016): Vol. 3. No. 2 Juli 2016
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  hubungan  antara  tingkat pendidikan  formal  ibu  dengan  perkembangan  anak  balita.  Penelitian  ini menggunakan  metode observasional  analitik  dengan  desain  cross  sectional. Pengambilan  sampel  dengan teknik non-probability  sampling dengan  cara quota sampling didapatkan jumlah sampel 31 anak balita. Hasil analisis dengan uji fisher’s exact test menunjukkan tidak ada  hubungan antara  tingkat  pendidikan  formal  ibu dengan  perkembangan  anak  balita yang  ditunjukkan  oleh  nilai exact  sig  (2-sided) sebesar 1,000 (> 0,05).   Kata Kunci  : tingkat pendidikan formal ibu, perkembangan anak balita
TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN TINGKAT PENDAPATAN ORANG TUA TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Dwihestie, Luluk Khusnul
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 6 No. 2 (2018): Vol 6. No.2 Juli 2018
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi kota Yogyakarta untuk masalah gizi yaitu anemia pada remaja putri berada dalamkategori sedang (35%) (Dinkes, 2012). Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus,dikarenakan anemia dapat berdampak terhadappenurunan daya tahan tubuh, mudahterserang penyakit, menurunnya aktivitas dan prestasi belajar remaja.Tujuan penelitianyaituuntuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan orangtuadengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode yang digunakan adalahanalitikkorelationaldengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa semesterIII Prodi Kebidanan Jenjang DIV Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta sebanyak 149mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan cara quotasamplingdidapatkan sampel 33 responden. Alat pengumpulan data menggunakan angketdan cek Hb digital. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibudengan kejadian anemiapada remaja putri dengannilai p-value=0,251(α>0,05), serta tidak ada hubungan antaratingkat pendapatan orangtuadengan kejadian anemia pada remaja putri dengannilai pvalue=0,351(α>0,05). Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan tingkat pendidikan ibu danpendapatan orangtua dengan kejadian anemia pada remaja putri.Kata Kunci:pendidikan ibu, pendapatan orangtua, anemia
Postpartum Mothers' Behavior Regarding Perennial Wound Care At The Murniati Clinic Fauziah Gusvita Syarah; Mahyunidar, Mahyunidar; Ilma Widiya Sari; Luluk Khusnul Dwihestie
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opening oferlukaan the jalan birth canal in the puerperium occurs in almost 90% of childbirth, either with or without episiotomy. The incidence luka pereniof Maple wound in ibu maternity capital in the world in 2015 there were 2.7 million cases, where this figure is expected to reach 6.3 million by 2050. Based on an initial survey conducted by researchers in May to June 2022, it was found that as many as 12 postpartum mothers experienced perenium injuries at the Murniati Kisaran Clinic. Perineal care is the fulfillment of the need to nourish the area between the thighs bounded by the vulva and anus in mothers who are in the period between the birth of the placenta until the return of the genital organs as in the time before pregnancy. The purpose of perenium wound care for women after childbirth is to reduce discomfort , manan, prevent infection, and promote healing. (Morison, 2003). The design of this study is bersifat descriptive , namely to describe how the behavior ibu of postpartum mothers towards perawatan luka perenium wound care at the Murniati Clinic in the range of 2018. By sampling the total sampling of the entire population was used as a sample of 37 puerperal mothers with perenium wounds. Based on the results of the study, it was found that the behavior of puerperal mothers in performing perenium wound treatment at the Murniati clinic in the 2018 Range was sufficient, namely as many as 23 respondents (62%), sufficient knowledge, namely as many as 23 respondents( 62%), sufficient attitude, namely as many as 17 respondents (46%), and sufficient action, namely as many as 20 respondents (35%). The suggestions that can be given on the issue include that the mother always do perenium wound care during the puerperium in order to accelerate the healing process of the wound.
Education and Training on MP-ASI Processing Skills for Posyandu Cadres in Randusari Village Dwihestie, Luluk Khusnul; Ningrum, Allania Hanung Putri Sekar; Mustikaningrum, Fitriana
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/z8eqnj47

Abstract

Stunting is a condition where a child's height does not match the standard at 2-5 years old. If proper stunting correction is not carried out, it will cause the development and growth of children to be inappropriate for their age. The most appropriate stunting correction is by providing balanced nutrition. Health cadres are elements of society that are expected to be pioneers in improving the healthy behavior of the community. Providing education and training to health cadres on age-appropriate complementary food processing is one step that is expected to improve the ability of cadres to provide a balanced complementary food menu for toddlers.  From the results of this community service, it was found that there was an increase in the knowledge and skills of cadres in processing balanced nutritious local food ingredients for toddlers.
Optimalisasi Kelas Ibu Hamil Melalui Metode Edukasi Partisipatif Dwihestie, Luluk Khusnul; Gunarmi, Gunarmi; Yulivantina, Eka Vicky
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20693

Abstract

Kehamilan merupakan fase krusial dalam kehidupan seorang perempuan yang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Di Desa Randusari sejumlah 51,9% ibu hamil mengalami risiko tinggi meliputi kasus anemia, kekurangan energi kronis (KEK), dan pre-eklampsia. Kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang optimal menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil di Desa Randusari. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil melalui pelaksanaan kelas ibu hamil berbasis Pembelajaran Orang Dewasa (POD) yaitu metode edukasi partisipatif. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025 pukul 09.00 wib - selesai yang dihadiri oleh 15 ibu hamil. Bahan dan metode yang digunakan meliputi buku KIA, poster kehamilan sehat, materi disampaikan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan PKM yaitu meningkatnya pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilan sehat baik secara fisik maupun psikologis, peningkatan kepatuhan pemeriksaan kehamilan rutin, serta terbentuknya komunitas ibu hamil yang mendukung satu sama lain. Hasil skrining jiwa, didapatkan 2 ibu hamil mengalami gejala kecemasan, sehingga dilaporkan ke Puskesmas Teras agar dilakukan upaya tindak lanjut. Kesimpulan: kelas ibu hamil berbasis POD efektif meningkatkan pemahaman dan kepedulian ibu hamil terhadap kesehatan diri dan janin. Saran: perlu dilakukan edukasi kesehatan secara berkelanjutan dan diperluas jangkauan wilayahnya agar lebih banyak ibu hamil yang mendapatkan manfaat edukatif dan dukungan psikososial.
Adolescent Life Skills Patterns Regarding Reproductive Health Luluk Khusnul Dwihestie; Sholaikhah Sulistyoningtyas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.688

Abstract

Introduction: Adolescence is a stage of change that develops rapidly both in terms of physical, psychological, and intellectual changes that affect the attitudes and behaviors of adolescents in everyday life. Adolescence is prone to various reproductive health problems. The sophistication of technology and information that is easily accessible to adolescents is an influential factor in adolescent behavior patterns. However, this must be balanced with good knowledge, in order to direct adolescents in a positive direction. Knowledge of reproductive health is important for adolescents in adapting to changes during the transition. Adolescent independence determines attitudes in decision making that have an impact on their health status. The purpose of this study was to determine the pattern of adolescent life skills about reproductive health at SMAN 1 Godean Sleman Yogyakarta. Method: This research is a quantitative, descriptive research. The population of this study was class X students at SMAN 1 Godean Yogyakarta totaling 112 with total sampling techniques. The research instrument is an adolescent life skills questionnaire on reproductive health with 10 question indicators. Data analysis using frequency distribution. Result: The results showed that adolescents who were classified in the capable category amounted to 65 respondents (58%) and adolescents who were not capable amounted to 47 respondents (42%). Conclusions Discussion/ Suggestion: It can be concluded that most adolescents have good life skills related to reproductive health. Recommended for adolescent to actively seek health information, both physical health and mental health, so that adolescent have good life skill and are skilled decisions making.
Analisis Tren Pemanfaatan Pelayanan Keluarga Berencana oleh Pasangan Usia Subur di Fasilitas Kesehatan: Studi Berbasis Data Rekam Medis di Puskesmas Musuk Boyolali Sulistiani, Ardiani; Dwihestie, Luluk Khusnul; Dewi, Ratih Kumala
Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/jurmik.v5i1.357

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan strategi penting pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Namun, pemanfaatan layanan KB oleh Pasangan Usia Subur (PUS) masih menghadapi tantangan, terutama dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik PUS dan tren pemanfaatan metode kontrasepsi di Puskesmas Musuk selama periode Januari 2022 hingga Desember 2024. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif retrospektif dengan analisis data rekam medis. Sampel terdiri dari 356 PUS yang tercatat menggunakan layanan KB. Hasil menunjukkan mayoritas PUS berusia ≤35 tahun (73,3%), multipara (56,7%), dan tidak bekerja tetap (59,8%). Metode kontrasepsi Non-MKJP masih dominan (67,1%), namun terdapat tren peningkatan penggunaan MKJP dari 28,2% pada 2022 menjadi 37,8% pada 2024. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh positif dari upaya edukasi terkait manfaat MKJP, meskipun preferensi terhadap metode Non-MKJP tetap tinggi. Disarankan agar edukasi kepada PUS tentang efektivitas dan keamanan MKJP terus ditingkatkan, serta pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pelibatan tokoh masyarakat diperkuat untuk mendukung pencapaian tujuan program KB secara lebih optimal.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS RAWANG PANCA ARGA Cut Dewi Sartika; Meilisya Pohan; Luluk Khusnul Dwihestie; Putriya Patima
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1031

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi pertumbuhan gagal pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi kelihatan pada anak berusia 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 1000 HPK merupakan fase kehidupan yang dimulai terbentuknya janin pada saat kehamilan (270 hari) sampai anak berusia 2 tahun (730 hari) (Hidayah, dkk, 2021). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan pemberian asi eksklusif pada balita dengan kejadian stunting di Puskesmas Rawang Panca Arga Tahun 2024. Metode penelitian observasional dengan rancangan penelitian studi kohort retrospektif bersifat analitik. Studi kohort retrospektif dengan mengikuti subjek/pasien pertama kali masuk ke Puskesmas hingga sembuh atau tidak. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien selama satu tahun berada di Puskesmas Rawang Panca Arga. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi squeare. Hasil: Hasil analisis uji Chi-Square diketahui bahwa nilai p value 0,026 (p < α 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting di Puskesmas Rawang Panca Arga Tahun 2024. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada Balita di Puskesmas Rawang Panca Arga, dengan nilai p value = 0,026 (p<0,05).
Sosialisasi Peran Guru Dalam Pendampingan Toilet Training Pada Anak Di Tk Aba Tegalrejo Yogyakarta Fitriyanti, Eka; Dwihestie, Luluk Khusnul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toilet training diperkenalkan pada usia 2-4 tahun dikarenakan pada usia ini, otot-otot sudah dapat menahan kandung kemihnya dan anak sudah dapat menyampaikan keinginan untuk BAK/BAB yang dirasakan. Selain itu, anak sudah cukup siap secara fsik, emosi dan psikologis untuk berlatih toilet training. Hal lain yang mempengaruhi keberhasilan proses toilet training yaitu waktu yang tepat dan dukungan lingkungan sekitar seperti orangtua atau pengasuh saat dirumah, dan guru saat anak berada di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan ilmu kepada guru TK sehingga dapat berperan dengan baik dan tepat dalam proses pelaksanaan toilet training pada anak. Metode pelaksanaan kegiatan menjelaskan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang dilakukan adalah koordinasi, rekriutmen, sosialisasi dan pemberian edukasi, simulasi, monitoring dan evaluasi. Adanya edukasi dan pengoptimalan peran guru di TK ABA kacamatan Tegalrejo sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru dalam pendampingan proses toilet training pada anak sehingga diharapkan dapat menghasilkan luaran yang positif. Hasil: kegiatan sosialisasi berjalan dengan baik dan lancar, evaluasi dan monitoring dilakukan 1 minggu setelah pemberian edukasi hasilnya guru dapat melakukan pendampingan toilet training pada anak saat berada di sekolah. Luaran kegiatan berupa tekad yang kuat dan kesadaran guru tentang pentingnya peran guru dalam stimulasi anak untuk toileting, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru dalam pendampingan toileting pada anak diharapkan dapat berjalan dengan baik agar meningkatkan kemandirian anak dan derajat kesehatan anak. dapat tercapai.
Kesiapan Menikah Wanita Usia Subur Di Desa Pulutan Wonosari Gunungkidul Yogyakarta Widyaningrum, Fransiska Anna; Dwihestie, Luluk Khusnul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan persentase pernikahan usia muda cukup tinggi. Perempuan Indonesia yang menikah sebelum usia 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 2,9% dari tahun 2015-2017. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat tiga kabupaten dengan persentasi kasus pernikahan dini sangat tinggi, salah satunya kabupaten Gunungkidul. Pada tahun 2015 terdapat sebanyak 47,54% atau 184 kasus remaja yang mengajukan dispensasi pernikahan di usia yang sangat muda. Kurangnya kesiapan dalam pernikahan usia muda dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi, resiko komplikasi kehamilan serta meningkatkan resiko serviks bagi perempuan karena hubungan seksual dilakukan pada saat organ reproduksi belum matang. Dilihat dari kesiapan emosi, peran, dan sosial, dalam rumah tangga yang terjadi karena pernikahan usia muda akan menyebabkan perceraian jika gagal melewati berbagai macam permasalahan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesiapan menikah pada wanita usia subur di Desa Pulutan Wonosari Gunungkidul. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Populasi penelitian ini adalah wanita usia subur dari usia 19-35 tahun sebanyak 89 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Analisis data menggunakan analisis univariate. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesiapan menikah pada wanita usia subur di Desa Pulutan Wonosari Gunungkidul sebagian besar memiliki kesiapan menikah dalam kategori cukup yaitu sebanyak 62 responden (69,7 %). Diharapkan wanita usia subur dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesiapan menikah dan merencanakan usia menikah yang ideal untuk kesehatan reproduksinya.