Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Associations Between Physical Activity and Multiple Maternal Health Outcomes Among Pregnant Women: A Cross-Sectional Study Tri Nur Jayanti; R. Nety Rustikayanti; Inggrid Dirgahayu
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i1.949

Abstract

important role in maintaining maternal health. However, inappropriate activity levels may be associated with various adverse maternal outcomes. Previous studies have often focused on single health outcomes, limiting understanding of how physical activity relates to multiple maternal conditions within the same population. Objective: This study aimed to comprehensively examine the associations between physical activity levels and multiple maternal health outcomes, including constipation, low back pain (LBP), blood pressure, chronic energy deficiency (CED), and anemia, among pregnant women. Methods: This cross-sectional correlational study involved 251 pregnant women consecutively recruited from two community health centers. Physical activity was assessed using the Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ), while constipation, LBP, blood pressure, CED, and anemia were measured using the Constipation Assessment Scale (CAS), Numeric Rating Scale (NRS), and a standardized checklist form. Data were analyzed using Chi-square and Fisher’s exact tests, with odds ratios (ORs) and 95% confidence intervals (CIs) calculated for significant associations. Results: Most respondents reported moderate levels of physical activity. Physical activity level was significantly associated with LBP severity (p = 0.020), with women engaging in vigorous activity showing higher odds of severe LBP compared with those performing sedentary to moderate activity (OR = 1.83; 95% CI: 0.94–3.54). No statistically significant associations were observed between physical activity level and constipation, blood pressure, CED, or anemia. Conclusion: Low back pain was the only maternal health outcome significantly associated with physical activity level in this study. These findings highlight the importance of antenatal care interventions that prioritize screening for LBP, assessment of physical workload patterns, and guidance on safe and balanced physical activity to prevent severe LBP during pregnancy.
PENERAPAN TEKNIK VOCALIZATION DAN DEEP BREATHING UNTUK MENGATASI NYERI KALA I PERSALINAN PARTUS MATURUS: STUDI KASUS Raden Nety Rustikayanti; A Azis; Inggrid Dirgahayu; Tri Nur Jayanti
Jurnal Sehat Masada Vol 20 No 2 (2026): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v20i2.630

Abstract

Pendahuluan: Persalinan normal ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang semakin meningkat seiring bertambahnya dilatasi serviks. Kontraksi yang semakin sering dan kuat dipersepsikan sebagai nyeri persalinan yang memengaruhi kenyamanan dan psikologis ibu bersalin. Salah satu intervensi yang dapat diberikan yaitu penerapan teknik deep breathing-vocalization. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan teknik deep breathing-vocalization pada pasien dengan nyeri persalinan. Metode: Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi. Sampel sebanyak 2 pasien ibu bersalin fase aktif kala I yaitu Ny. A (G2P1A0) dan Ny. D (G1P0A0). Nyeri persalinan dipersepsikan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Sebelum intervensi, Ny. A dan Ny. D mengalami nyeri berat dengan skala NRS 8. Setelah diberikan teknik deep breathing dan vocalization, skala nyeri Ny. A menurun dari 8 menjadi 7, sedangkan Ny. D menurun dari 8 menjadi 6. Kedua klien tampak lebih rileks, mampu mengikuti pola napas, dan lebih terkontrol saat menghadapi kontraksi. Kesimpulan: Teknik deep breathing dan vocalization dapat membantu menurunkan nyeri persalinan kala I serta meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Intervensi ini dapat digunakan sebagai tindakan mandiri keperawatan dan dikombinasikan dengan pendekatan nonfarmakologis lain sesuai kebutuhan ibu.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Postpartum dengan Ketidaknyamanan Pasca Partum melalui Penerapan Effleurage Massage: Studi Kasus Rani Asela Ramadani; Tri Nur Jayanti; R. Nety Rustikayanti; Inggrid Dirgahayu
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2495

Abstract

Ketidaknyamanan pasca partum merupakan masalah yang umum dialami ibu setelah persalinan spontan akibat kontraksi uterus selama proses involusi dan trauma jaringan perineum. Kondisi ini dapat mengganggu mobilisasi, istirahat, aktivitas sehari-hari, dan proses menyusui sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien postpartum dengan ketidaknyamanan pasca partum melalui penerapan effleurage massage di Ruang Nifas RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien postpartum spontan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik menggunakan pendekatan BUBBLE-HE, dan telaah dokumentasi rekam medis untuk mendapatkan informasi mengenai riwayat persalinan, hasil pemeriksaan, terapi yang diberikan, dan catatan perkembangan pasien. Intervensi berupa effleurage massage pada area abdomen dan punggung diberikan selama ±15–20 menit, kemudian skala nyeri dievaluasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Sebelum intervensi, pasien mengalami ketidaknyamanan pasca partum uang ditandai dengan keluhan nyeri skala 7 disertai gangguan kenyamanan dan keterbatasan mobilisasi. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 4, pasien tampak lebih rileks, nyaman, serta mampu melakukan mobilisasi dan menyusui dengan lebih baik. Penerapan effleurage massage memberikan berbagai dampak positif pada ibu postpartum sehingga diharapkan intervensi keperawatan nonfarmakologis berbasis bukti ini dapat dipertimbangkan dalam penatalaksanaan ketidaknyamanan pasca partum.