Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Waktu Pemberian Dolomit dan Dosis Pupuk Organik Granule Modern terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kualitas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Yulinda Tanari; Abdul Rahim Saleh; R Handayani
Agropet Vol 15 No 1 (2018): Volume 15 No 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.342

Abstract

Percobaan bertujuan untuk mengetahui waktu pemberian dolomit, dosis pupuk organik granule dan kombinasi waktu pemberian dolomit dan dosis pupuk organik granule terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman bawang merah (Allium ascalanicum) terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas bawang merah (Allium ascalanicum). Percobaan dilaksanakan di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, pada bulan Januari sampai April 2017 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor I : Waktu Pemberian Kapur Dolomit terdiri dari 3 taraf, yaitu D1 = Empat Minggu Sebelum Tanam (MST), D2 = Dua Minggu Sebelum Tanam (MST), D3 = saat tanam. Faktor II : Pemberian Dosis Pupuk Organik Granule terdiri dari 4 taraf yaitu G0 = Tanpa Pupuk, G1 = 100 kg/ha (20 gram/petak), G2 = 200 kg/ha (40 gram/petak), G3 = 300 kg/ha (60 gram/petak). Hasil penelitian menunjukan bahwa Waktu pemberian dolomit berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi perumpun, bobot basah dan susut bobot tanaman. Dosis pupuk organik granule modern tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter percobaan kecuali pada jumlah daun 42 HST. Kombinasi waktu perlakuan dolomit dan dosis pupuk organik granule modern tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter amatan.
Pengaruh Pemangkasan Daun Dan Tasel Terhadap Produksi Jagung Pulut (Zea Mays L. Ceratina) Fiki Ratowo; Yulinda Tanari; Marten Pangli
Agropet Vol 19 No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.493

Abstract

Jagung sebagai tanaman pangan di Indonesia menduduki urutan kedua setelah padi, namun jagung mempunyai peranan yang tidak kalah penting dibandingkan padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemangkasan daun dan tasel terhadap hasil produksi jagung pulut. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bewa Kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso, pada bulan April sampai Juni 2020. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 4 taraf yaitu : P0= Tampa perlakuan, P1= Pengkasan 50% daun atas, P2= Pemangkasan 50% daun bawah, P3= Pemangkasan 50% daun atas + tasel, P4= Pemangkasan 50% daun bawah + tasel. Pemangkasan daun dan tasel berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol dengan biji, bobot tongkol tanpa biji dan bobot biji pipilan kering. Perlakuan pemangkasan 50% daun atas dan tasel (P3) memberikan rata – rata hasil terbaik dari perlakuan lainnya.
Pengaruh Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Indah Kurnia; Andri Amaliel Managanta; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.529

Abstract

Sektor pertanian dapat memiliki kemampuan menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani. Saat pasca panen kapasitas penggilingan padi belum bisa menampung hasil panen petani yang berdampak pada bertumpuknya gabah.Sehingga Pemerintah Desa Masamba mendirikan usaha BUMDes pengilingan padi Sumber Sejahtera.Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Desa Masamba dan mengetahui pengaruh usaha pengilingan padi Sumber Sejahtera Terhadap Pendapatan Petani.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019 di Desa Masamba kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh petani yang tergabung dalam anggota penggilingan padi Sumber Sejahtera berjumlah 41 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh pendapatan petani yang tergabung dalam anggota penggilingan Sumber Sejahtera sebesar Rp. 2.418.409 per bulan, dengan nilai R/C - ratio yaitu 1,84> 1 berarti petani yang tergabung dalam usaha BUMDes dikatakan untung. Adapun faktor yang memengaruhi pendapatan petani yaitu penjualan produk samping, penggunaan herbisida dan penggunaan insektisida, dimana penjualan produk samping dan penggunaan herbisida secara tepat dapat meningkatkan pendapatan petani, berbeda dengan penggunaan insektisida yang meningkat mengurangi pendapatan petani.
Pendapatan Petani Padi Sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Bernadus Jendy Rukmanto; Marten Pangli; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.532

Abstract

Usaha tani bertujuan menghasilkan produktivitas yang optimal untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya, sehingga perlu untuk mengetahui seberapa besar biaya dan tingkat pendapatan yang di peroleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani padi sawah di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat. Penelitian ini mengunakan metote  pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), sampel yang berasal dari jumlah 349 petani dengan tingkat kesalahan 10% yang diambil  sebanyak 78 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil analisis menunjukan bahwa produksi beras sebesar 128.700 Kg/MT dengan produksi rata-rata  sebesar 1.400 kg/ha/MT. Jumlah rata-rata biaya yang dikeluarkan responden sebesar Rp. 9.729.402 /MT, dan rata-rata pendapatan yang diterima oleh responden adalah sebesar Rp. 3.236.496  /Ha/MT dan Kelayakan R/C ratio memperoleh nilai sebesar 1,33. Berdasarkan kreteria diperoleh nilai R/C ratio > 1 yang berarti usaha tani padi sawah layak untuk diusahakan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP PERLAKUAN PEMANGKSAN DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU Yulinda Tanari; Moh. Syawal; Marten Pangli
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.641

Abstract

ABSTRAKTanaman cabai keriting merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam di Indonesia karena fungsinya sebagai bumbu masakan. Dalam meningkatkan produksi tanaman cabai keriting perlu melakukan beberapa inovasi seperti perlakuan pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting terhadap perlakuan pemangkasan dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Ranononcu kecamatan Poso kota Selatan Kabupaten Poso, pada bulan Juni-Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama P0 (tanpa pemangkasan), P1 (dipangkas), faktor kedua R0 (tanpa POC), R1 (kosentrasi POC 50 ml/l air), R2 (kosentrasi POC 100 ml/l air), R3 (kosentrasi POC 150 ml/l air). Perlakuan pemangkasan pucuk pada tanaman cabai keriting mampu memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buah terbentuk. Jumlah dan bobot buah terbentuk. Terdapat interaksi pada faktor kombinasi antara pemangkasan dan POC rebung bambu dengan kosentrasi 100 ml/liter air terhadap parameter jumlah buah terbentuk ABSTRACT The curly chili plant is a type of horticultural plant that is widely planted in Indonesia because of its function as a cooking spice. To increase the production of curly chili plants, it is necessary to carry out several innovations such as pruning shoots and applying liquid organic fertilizer to bamboo shoots. This research aims to find out the response of growth and yield of curly chili plants to pruning and application of liquid organic fertilizer for bamboo shoots. This research was carried out in Ranononcu village, Poso Kota Selatan sub-district, Poso Regency, in June-October 2023. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor is P0 (without trimming), P1 (trimmed), the second factor is R0 (without POC), R1 (POC concentration 50 ml/l water), R2 (POC concentration 100 ml/l water), R3 (POC concentration 150 ml/l l water). The shoot pruning treatment on curly chili plants was able to have a real influence on the number of branches, the number of fruit formed, the number of leaves, and the wet and dry weight of the crown. There is an interaction between the combination factors between pruning and POC of bamboo shoots with a concentration of 100 ml/liter of water on the number of fruit formed parameters.
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL DAN KUALITAS BAWANG MERAH LEMBAH PALU (Allium cepa L. Var Lembah Palu) Marten Pangli; Yulinda Tanari; Anisa Eka Rizki Lestari
Agropet Vol 20 No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.644

Abstract

Bawang merah lokal Palu merupakan salah satu komoditas unggulan spesifik Sulawesi Tengah sehingga penting dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dolomit, pupuk kandang ayam dan kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas bawang merah lembah Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor 1 : dosis dolomit yaitu tanpa dolomit, 1 ton/ha, 1,5 ton/ha dan 2 ton/ha. Faktor 2 : dosis pupuk kandang ayam yaitu : 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah dan bobot umbi  ABSTRACTLocal shallot of Palu is one of the best commodity and specific in Central Sulawesi that is important to plant. The objective of the research was to find out the effect of Dolomite, chicken manure and the combination of Dolomite and chicken manure on the growth, the yield and the quality of shallot of Palu Valley. The research used the Randomized Block Design in 3 repeated of factorial design. Factor I: Dosages of Dolomite were without Dolomite, 1 tons/ha. 1,5 tons/ha and 2 tons/ha. Factor II : Dosages of chicken manure were 10 tons/ha, 20 tons/ha, and 30 tons/ha. The finding of the research obtains that the application of dolomite and chicken manure combination affects significant on the measurement of plant heighn number and fresh weight of bulbs. 
PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN SEMANGKA (Citrullus Lanatus) Yulinda Tanari; Sofyudin .; Marten Pangli
Agropet Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.647

Abstract

Abstrak: Semangka (Citrullus Lanatus) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae (labu-labuan), Buah semangka mempunyai kandungan vitamin A, vitamin C, dan vitamin lainnya serta antioksidan kuat yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat mencegah dehidrasi karena banyaknya air di dalamnya. Untuk mempertahankan permintaan produksi, perlu melakukan teknik budidaya tanaman yang baik salah satunya dengan melakukan pemberian pupuk agar memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman semangka, Salah satu pupuk organik yang mampu menunjang kebutuhan unsur tamanan semangka yaitu pupuk guano. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk guano dan dosis yang terbaik dari penggunaan pupuk guano pada tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Ranononcu Kecamatan Poso Kota Selatan Kabupaten Poso. Berada pada titik koordinat Latitude –1.4224330 dan Longitude 120.7649870, Sulawesi Tengah, dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang menggunakan Pupuk Guano sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu S0 : Tanpa Gupuk Guano (kontrol), S1 : Pupuk Guano 5 ton/ha (2.800 gram/bedengan), S2 : Pupuk Guano 10 ton/ha (5.600 gram/bedengan), S3 : Pupuk Guano 15 ton/ha (8.400 gram/bedengan), S4 : Pupuk Guano 20 ton/ha( 11.200 gram/bedengan). Belum ditemukan dosis yang tepat untuk pertumbuhan tanaman semangka. 
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU(Allium Ascalonicum. L) Adi Gunawan; Yulinda Tanari; Ridwan .
Agropet Vol 21 No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.655

Abstract

ABSTRAK: Bawang merah (Allium cepa L) merupakan tanaman hortikultura yang selama ini dibudidayakan oleh petani  menjadi komoditas unggulan nasional. bawang merah berkhasiat untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, kolesterol, obat penyakit kencing manis, menghilangkan lendir dalam tenggorokan, memperlancar peredaran darah, mencegah penggumpalan trombosit, dan meningkatkan aktivitas fibrinolitik. Penelitian ini dilaksanakann diDesa Maranda Kecamatan Poso Pesisir Utara pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan , yaitu:=tanpa tepung cangkang telur (kontrol), tepung cangkang telur 30 gram (T1), tepung cangkang telur 60 gram (T2), tepung cangkang telur 90 gram (T3), tepung cangkang telur 120 gram (T4). Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapatt 20 kali unit percobaan sehingga dalam penelitian ini terdapat 100 tanaman. Hasil penelitian adalah penggunaan berbagai dosis tepung cangkang telur ayam memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi dan hasil produksi umbi bawang merah varietasLembah Palu.Penggunaan tepung cangkang telur pada perlakuan 90 gram/tanaman merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. ABSTRACT: Shallots (Allium cepa L.) is a horticultural plant which has been cultivated by farmers to become a national superior commodity. Shallots are efficacious for treating ulcers, colds, lowering blood sugar levels, cholesterol, medicine for diabetes, removing mucus in the throat, improving blood circulation, prevents platelet clumping, and increases fibrinolytic activity. This research was carried out in Maranda Village, Poso Pesisir Utara Sub-District from June to August 2023. This research used a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments, namely: = without egg shell flour (control), 30 gram egg shell flour (T1), flour egg shell 60 grams (T2), egg shell flour 90 grams (T3), egg shell flour 120 grams (T4). Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental units so that in this study there were 100 plants. The results of the research were that the use of various chicken eggshell starch steps had a significant effect on the variables of plant height, number of leaves, fresh weight of tubers, dry weight of tubers and production yields of shallots of the Palu Valley variety.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L) TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK GAMAL PADA TANAH INCEPTISOL Ridwan .; Yan Alpius Loliwu; Yulinda Tanari
Agropet Vol 21 No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.659

Abstract

ABSTRAK: Salah satu keberhasilan dalam budidaya kopi dapat ditentukan oleh penyediaan bibit yang berkualitas. Bahan organik seperti gamal dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara pada proses pertumbuhan bibit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon penggunaan bahan organik gamal terhadap kualitas pertumbuhan bibit kopi arabika pada tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok  yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, 9 gram/polybag, 11 gram/polybag, 13 gram/polybag, dan 15 gram/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik gamal memberikan pengaruh yang nyata terhadap waktu berkecambah, tinggi tanaman, lilit batang, jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan akar hari ke 120 setelah tanam, bobot kering tajuk dan panjang akar bibit kopi arabika. Pemberian pupuk organik gamal tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap, bobot kering akar pada umur 60 dan 120 HST. ABSTRACT: One of the successes in coffee cultivation can be determined by providing quality seeds. Organic materials such as gamal can be used as organic fertilizer which can help meet the nutritional needs of the seedling growth process. The research was conducted to determine the response of using gamal organic material to the quality of growth of Arabica coffee seedlings in inceptisol soil. The research was carried out in Lape Village, Poso Pesisir SubDistrict, from March to August 2023. The research used a Randomized Block Design consisting of 5 treatments and 4 replications.The treatments consisted of control, 9 grams/polybag, 11 grams/polybag, 13 grams/polybag, and 15 grams/polybag. The results of the research obtained that the application of gamal organic fertilizer had a significant effect on germination time, plant height, stem girth, number of leaves, leaf area, wet weight of the crown and roots on the 120th day after planting, dry weight of the crown and root length of Arabica coffee seedlings. Provision gamal organic fertilizer did not have a significant effect on the wet weight of the shoots and roots on the 60th day after planting, the dry weight of the roots at the ages of 60 and 120 HST
THE EFFECT OF MICROCLIMATE MODIFICATION AND ORGANIC FERTILIZER MATERIALS ON THE PHYSIOLOGICAL ACTIVITY OF KATOKKON CHILI (Capsicum chinense jacq.) Putri Ramadhan N.L; Yulinda Tanari; Marten Pangli
Agropet Vol 23 No 1 (2026): Vol 23 No 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Katokkon chili pepper (Capsicum chinense Jacq.) is a high-value horticultural crop whose productivity is influenced by microclimate conditions and nutrient availability. This study aimed to evaluate the effects of 70% shade netting, bokashi fertilizer made from guano, Gliricidia sepium, and Senna siamea, and their interaction on the physiological activity of Katokkon chili pepper. A Split Plot Design was used with two shade levels as the main plots and five bokashi doses (0, 25, 50, 75, and 100 g/polybag) as the subplots, replicated three times. The results showed that 70% shade netting improved the microclimate and increased plant fresh and dry weight. Bokashi significantly affected transpiration rate, leaf chlorophyll content, and plant dry weight, while the interaction significantly affected only leaf chlorophyll. Overall, combining 70% shade netting with 75–100 g/polybag bokashi produced the best plant growth response. Keywords: 70% Shade Netting, Bokashi, Chlorophyll.