Rini Pramesti
Department Of Marine Sciences, Faculty Of Fisheries And Marine Sciences, Diponegoro University

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesehatan Ekosistem Lamun di Pantai Kartini, Pantai Prawean, dan Pantai Semat Jepara Salsabila Nur Nilamsari; Ita Riniatsih; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42823

Abstract

Ekosistem lamun berperan penting sebagai peredam gelombang, perangkap sedimen, produsen primer, bahan obat, habitat dan tempat memijah biota di perairan. Kondisi ekosistem diperairan dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain dampak masukan sedimen dan nutrien dari daratan dan aktivitas manusia. Perubahan kondisi perairan akan berpengaruh terhadap kesehatan ekosistem lamun. Penilaian Indeks Kesehatan Ekosistem Lamun (IKEL) diperlukan untuk menggambarkan perubahan kondisi kesehatan ekosistem lamun di perairan. Penilaian ini penting diketahui sebagai langkah awal upaya konservasi berdasarkan kondisi ekosistem lamun apakah mengalami peningkatan maupun penurunan. Hasil penilaian tersebut digunakan untuk mengetahui tindakan yang dilakukan dalam menjaga kelestarian ekosistem lamun. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan nilai IKEL di Pantai Kartini, Pantai Prawean, dan Pantai Semat Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif exploratif dan transek garis digunakan dalam pengambilan sampel. Parameter yang diamati meliputi keanekaragaman jenis dan tutupan lamun, tutupan makroalga, tutupan epifit, serta kecerahan perairan. Jenis lamun yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Oceana serrulata, dan Thalassia hemprichii. Nilai IKEL yang diperoleh di Pantai Kartini sebesar 0,52, Pantai Semat sebesar 0,41 yang termasuk dalam kategori buruk dan Pantai Prawean sebesar 0,63 dengan kategori sedang. Jenis aktivitas yang berpengaruh terhadap nilai IKEL di lokasi penelitian meliputi kegiatan dermaga, pemukiman warga, kegiatan wisata, dan nelayan. Seagrass ecosystems have important roles as wave absorbers, sediment traps, primary producers, medicinal materials, habitats and spawning grounds for aquatic biota. The condition of seagrass ecosystems in the waters is influenced by many factors, including the impact of sediment and nutrient inputs from land and human activities. Changes in water conditions will affect the health of seagrass ecosystems. Therefore, an assessment of the Seagrass Ecological Quality Index (SEQI) is needed to describe changes in the health condition of seagrass ecosystems in the waters. The assessment is important to know as the first step of conservation efforts for monitoring based on the condition of the seagrass ecosystem whether it has increased or decreased. Thus, the value is used to determine the actions that must be taken in preserving the seagrass ecosystem. The purpose of this study was to determine the comparison of SEQI values at Kartini Beach, Prawean Beach, and Semat Beach, Jepara Regency. The data collection method used was a line transect conducted at three stations. Parameters observed include seagrass species diversity, seagrass cover, macroalgae cover, epiphyte cover, and water brightness.Seagrass species found in the research location are Enhalus acoroides, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, Oceana serrulata, and Thalassia hemprichii. The SEQI value obtained is Kartini Beach at 0.52 and Semat Beach at 0.41 with a poor category and Prawean Beach at 0.63 with a moderate category. Activities that affect the SEQI value at the research location include dock activities, residential areas, tourism activities, and fishermen.
Implementasi Peran Stakeholder Dalam Strategi Pengembangan Ekowisata Rekreasi Pantai Tirang, Semarang Dea Sekarwangi Putri Rinaryadi; Rini Pramesti; Nur Taufiq-Spj
Journal of Marine Research Vol 14, No 4 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i4.49840

Abstract

Pantai Tirang, yang terletak di pesisir Kota Semarang, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan, namun pengelolaannya saat ini kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan wisata rekreasi Pantai Tirang dan peran stakeholder dalam ekowisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan observasi langsung, kuesioner, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT strategi SO (Strengths-Opportunities) dengan nilai IFAS 3,458 dan EFAS 3,423 terdapat 7 matriks ranking dengan skala prioritas. Strategi yang diutamakan adalah pemanfaatan prasarana dan pengembangan promosi paket wisata (6,88). Analisis keterlibatan stakeholder di Pantai Tirang berdasarkan kepentingannya terdiri dari stakeholder primer yaitu masyarakat sekitar dan wisatawan serta stakeholder sekunder yaitu dinas pekerjaan umum, dinas perumahan dan pemukiman, dinas lingkungan hidup, dinas pariwisata dan kebudayaan, bappeda, pdam, masyarakat lokal, perumahan graha padma, dan semarang mangrove.
Karakterisasi Fisikokimia Dan Hedonik Selai Lembaran Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii Doty, 1985) dan Buah Mangga (Mangifera indica L., 1753) Aisya Tri Maharani; Rini Pramesti; AB Susanto
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50486

Abstract

Selai lembaran merupakan modifikasi selai semi cair menjadi bentuk lembaran. Proses pembuatannya melibatkan perubahan tekstur selai menjadi padat lembaran. Materi penelitian yaitu rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bahan baku untuk membentuk tekstur lembaran dicampur dengan buah mangga (Mangifera indica L.) sebagai perasa alami. Penelitian ini bertujuan menentukan perlakuan terbaik selai lembaran berdasarkan rasio yang berbeda: A (40:60), B (50:50), C (60:40). Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati yaitu kekerasan, proksimat, dan hedonik dengan uji berturut-turut uji kekerasan dan proksimat dianalisis menggunakan ANOVA dan hedonik dengan Kruskal-Wallis. Adanya perbedaan yang signifikan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata uji kekerasan 0,14-0,21 kgf; karbohidrat total 62,13-77,92%; kadar protein 0,70-1,14%; kadar lemak 0,03-0,05%; kadar air 20,38-36,60%; kadar abu 0,28-0,64%; dan uji hedonik berdasarkan selang kepercayaan dengan perlakuan A = 7,58 < μ < 8,09; B = 7,29 < μ < 7,78; dan C = 7,05 < μ < 7,70. Berdasarkan hasil, diketahui perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan A.  Sheet jam refers to the transformation of the jam from semi-liquid to sheet form. This process requires modifying its texture into sheets. Seaweed (Kappaphycus alvarezii) was selected as the raw material to form the jam into a jelly texture, and mango (Mangifera indica L.) was used as the natural flavor. This study aims to determine the optimal formulation of seaweed and mango sheet jam using the ratios A (40:60), B (50:50), and C (60:40). The experimental laboratory method was used with a Completely Randomized Design (CRD). Parameters observed included hardness, proximate, and hedonic, with hardness and proximate tested using ANOVA and hedonic tested using Kruskal-Wallis. Significant differences will be further examined using Duncan's test. The results showed that the hardness test ranged from 0,14 to 0,21 kgf; total carbohydrate 62,13%-77,92%; protein content 0,70%-1,14%; fat content 0,03%-0,05%; moisture content 20,38-36,60%; ash content 0,28-0,64%; and hedonic test based on confidence interval with treatment A = 7,58 < μ < 8,09; B = 7,29 < μ < 7,78; and C = 7,05 < μ < 7,70. Based on these results, sheet jam formulation A is the best treatment in this study.
Pembentukan Zona Hambat Patogen Staphylococcus aureus dan Escherichia coli terhadap Pigmen Fukosantin Ekstrak Sargassum polycystum C. Agardh Mhevy Nadya Pasaribu; Rini Pramesti; Sri Sedjati
Journal of Marine Research Vol 14, No 1 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i1.47898

Abstract

Pigmen fukosantin merupakan pigmen yang terdapat dari rumput laut cokelat Sargassum polycystum yang kadarnya tertinggi dari pigmen lainnya. Pigmen ini dapat digunakan sebagai sediaan bahan kosmetik dan  obat – obatan. Dalam bidang farmasi tanaman ini mengandung senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai anti-obesitas, anti-diabet, antiinflamasi dan antibakteri. Sampel diperoleh dari perairan Pulau Panjang, Jepara. Tujuan penelitian mengetahui proses isolasi pigmen fukosantin dan potensi antibakteri pigmen fukosantin S. polycystum. Identifikasi fukosantin menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Isolasi fukosantin dengan metode kromatografi kolom. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Bakteri patogen yang digunakan S. aureus dan E. coli. Konsentrasi ekstrak fukosantin sebagai sampel uji digunakan 150 µg/disk, 250 µg/disk dan 500 µg/disk. Pengamatan zona hambat selama 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak pigmen fukosantin memiliki aktivitas antibakteri. Rerata diameter zona hambat terbesar terdapat pada jam ke-24 terhadap patogen S. aureus adalah 10,6 ± 0,057 mm dan zona hambat terbesar terdapat pada jam ke -24 pada patogen E. coli adalah 10,1 ± 0,014 mm. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas pigmen fukosantin berpotensi sebagai antibakteri. 
Studi Kelimpahan Megabenthos di Padang Lamun Perairan Jepara Speranda Speranda; Ita Riniatsih; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43131

Abstract

Megabenthos adalah organisme berukuran lebih dari 1 cm yang tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan fungsi ekologis di padang lamun. Kelimpahan megabentos dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah presentase penutupan lamun, kondisi, dan substrat dasar perairan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan kelimpahan jenis megabenthos pada Perairan Jepara, khususnya di perairan Pulau Panjang dan Pantai Prawean Bandengan. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan line transect quadrant. Kelimpahan jenis megabenthos (ind/m2) yang pada Perairan Pulau Panjang periode September 2023 mendapatkan hasil total kelimpahan megabenthos sebanyak 0,31-0,39 ind/m2 dengan kelimpahan terbesar adalah Cerithium traillii dan yang terkecil adalah Canarium labiathum. Kelimpahan megabenthos pada pantai Prawean Bandengan pada periode September 2023 memperoleh kelimpahan megabenthos dengan total 0,15 - 0,22 ind/m2 dengan kelimpahan terbesar pada Pantai Prawean Bandengan adalah Cerithium trailii dan yang terkecil adalah Anadara antiquata. Kelimpahan jenis megabenthos (ind/m2) yang berapa padang lamun pada Pantai Kartini periode September 2023 mendapatkan hasil kelimpahan megabenthos dengan kisaran total sebanyak 0,06-0,07 ind/m2 dengan kelimpahan megabenthos terbesar pada Pantai Kartini adalah Trochus maculatus dan yang terkecil adalah Cerithium zonathum. Kelimpahan jenis tertinggi ditunjukkan oleh Pulau Panjang, diduga dipengaruhi oleh keanekaragaman megabenthos, presentase penutupan lamun, parameter/kondisi perairan, kandungan bahan organik, dan kondisi substrat perairan. Megabenthos is an organism with a size of more than 1 cm that grows and lives in seagrass ecosystem. This organism is often found in seagrass bed because of the ecological function provided by it. The abundance of megabenthos in seagrass beds is influenced by several factors. One of them is the percentage of seagrass cover and water conditions. Marine tourism activities in Jepara Regency, Central Java, including Panjang Island, Prawean Bandengan Beach, and Kartini Beach, influence the seagrass ecosystem. Jepara waters have vast expanses of seagrass beds with different characteristics and water conditions, especially in the waters of Panjang Island, Kartini Beach, and Bandengan Beach. The abundance of megabenthos types (ind/m2) in seagrass beds in Panjang Island waters, which was observed during the period September 2023, results in a total range of 0,31 ind/m2 and 0,39 ind/m2. The largest megabenthos abundance on Panjang Island is Cerithium trailii and the smallest is Canarium labiathum. The abundance of megabenthos on Prawean Bandengan beach in the September 2023 period indicates a total of 0,15 ind/m2 and 0,22 ind/m2. The largest megabenthos abundance on Prawean Bandengan Beach is Cerithium trailii and the smallest is Anadara antiquata. The abundance of megabenthos types (ind/m2) in seagrass beds on Kartini Beach for the period September 2023 indicates a total range of 0,06 ind/m2 and 0,07 ind/m2. The largest megabenthos abundance on Kartini Beach is Trochus maculatus and the smallest is Cerithium zonathum.
Struktur Komunitas Lamun di Perairan Pantai Prawean dan Pantai Blebak Jepara Aurellia Pandini; Raden Ario; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 13, No 4 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i4.42662

Abstract

Kondisi lingkungan padang lamun dipengaruhi oleh salinitas, suhu, pasang surut dan substrat. Ekosistem lamun memiliki peranan penting terhadap kehidupan dan perkembangan biota lain pada laut dangkal. Pantai Prawean dan Pantai Blebak Jepara merupakan kawasan wisata yang lokasinya dekat dengan tambak dan pemukiman warga. Aktivitas yang ada di kedua lokasi dapat mempengaruhi kondisi lamun di perairan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 - 25 September 2023. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung struktur komunitas lamun dengan mengkaji komposisi jenis, kerapatan, presentase tutupan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominasi. Lokasi penelitian dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu terletak pada 2 lokasi dan 2 stasiun pada setiap lokasinya. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode line transect quadrant. Seluruh pengamatan yang dilakukan diukur dan diamati secara langsung di lapangan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis lamun yang ditemukan di perairan Pantai Prawean yaitu Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, dan Oceana serrulata. Pantai Blebak ditemukan tiga jenis lamun yaitu C. rotundata, T. hemprichii, dan O. serrulata. Perbedaan kondisi lamun pada kedua lokasi dipengaruhi oleh parameter perairan, jenis substrat, nutrien nitrat dan fosfat.  The environmental conditions of seagrass meadows are influenced by salinity, temperature, tides and substrate. Seagrass ecosystems have an important role in the life and development of other biota in shallow seas. Prawean Beach and Jepara Blebak Beach are tourist areas which are located close to ponds and residential areas. Activities in both locations can affect the condition of seagrasses in these waters. This research was conducted on 21 - 25 September 2023. The purpose of this study was to calculate the structure of the seagrass community by examining species composition, density, percentage cover, diversity index, uniformity index, and dominance index. The research location was selected using the method purposive sampling that is located at 2 locations and 2 stations at each location. The research was conducted using descriptive research methods with a quantitative approach. Data collection is done using the method line transect quadrant. All observations made were measured and observed directly in the field visually. The results showed that there were five types of seagrass found in the waters of Prawean Beach namely Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Halodule  uninervis, and Oceana serrulata. Blebak Beach found three types of seagrass there were C. rotundata, T. hemprichii, and O. serrulata. Differences in seagrass conditions at the two locations were influenced by water parameters, type of substrate, and the nutrients nitrate and phosphate found in the waters.
Pendugaan Stok Karbon Mangrove Menggunakan Citra Sentinel-2A Di Segara Anakan, Cilacap Mohammad Aji Prakoso Niti Semito; Nirwani Soenardjo; Rini Pramesti
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47702

Abstract

Mangrove sebagai salah satu ekosistem penyerap karbon dengan kapasitas besar memiliki potensi dalam kontribusi penurunan emisi karbon di atmosfer. Segara Anakan, salah satu kawasan ekosistem mangrove terbesar di Pulau Jawa memiliki kontribusi dalam penurunan emisi karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tutupan mangrove dan stok karbon di Segara Anakan, sehingga dapat disusun langkah untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Penelitian dilakukan dengan analisis data citra satelit Sentinel-2A. Perubahan yang diamati yaitu kondisi tutupan mangrove dan stok karbon secara temporal pada tahun 2019, 2021, dan 2023. Tutupan mangrove menurun pada tahun 2021 dan meningkat pada tahun 2023. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank pada kandungan biomassa dan stok karbon menunjukkan adanya peningkatan tidak signifikan pada tahun 2021 (P>0,05) dan peningkatan signifikan pada tahun 2023 (P<0,05). Dengan penelitian ini harapannya dapat disusun langkah yang tepat, baik dari pemangku kebijakan dan masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.
Garam Krosok Sebagai Pengawet Dalam Mempertahankan Warna dan Tekstur Caulerpa racemosa (Forsskål) J. Agardh, 1873 Tondo Tedjo Raharjo; Rini Pramesti; Nirwani Soenardjo
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.50504

Abstract

Rumput laut C. racemosa memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam industri komestik, farmasi, dan pangan. Namun, C. racemosa memiliki masa simpan cukup singkat karena karakteristiknya mudah layu, berair, dan cepat membusuk. Salah satu metode pengawetan yang efektif adalah perendaman dalam air garam yang mampu memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas garam krosok dalam meningkatkan kualitas, penurunan susut bobot dan karakteristik fisik selama penyimpanan. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan konsentrasi garam krosok perlakuan (10%,20%,30%,40%) dan kontrol. Masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi garam krosok, semakin baik hasil yang diperoleh dalam menekan laju susut bobot, mempertahankan karakteristik fisik, dan meningkatkan penerimaan hedonik. Perlakuan garam 30% dan 40% memberikan hasil terbaik dalam menekan laju susut bobot terkecil 30,62% - 27,62% dibandingkan 10% dan kontrol mencapai 38,44% - 62,20% (p<0,05). Uji karakteristik fisik perlakuan 30% dan 40% menunjukkan warna hijau mengkilap, segar, dan tekstur elastis kuat. Uji hedonik menunjukkan panelis menyukai konsentrasi perlakuan warna paling banyak 40% (3,7), aroma 30% (3,57), rasa 30% (3,47), dan tekstur 40% (3,81). The seaweed Caulerpa racemosa has high economic value and is widely utilized in the cosmetic, pharmaceutical, and food industries. However, C. racemosa has a relatively short shelf life due to its perishable nature, high water content, and rapid spoilage. One effective preservation method is soaking in saltwater, which can extend its shelf life. This study aims to analyze the effectiveness of coarse salt in improving quality, reducing weight loss, and maintaining physical characteristics during storage. The research employed a laboratory experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatment concentrations of coarse salt (10%, 20%, 30%, 40%) and a control, each with three replications. The results showed that higher concentrations of coarse salt led to better outcomes in reducing weight loss, preserving physical characteristics, and increasing hedonic acceptance. The 30% and 40% salt treatments produced the best results, minimizing weight loss to 30.62% - 27.62% compared to 10% and the control, which reached 38.44% - 62.20% (p<0.05). The physical characteristics test for the 30% and 40% treatments showed a glossy green color, fresh appearance, and strong elastic texture. The hedonic test indicated that panelists preferred the 40% concentration for color (3.7), the 30% concentration for aroma (3.57) and taste (3.47), and the 40% concentration for texture (3.81).
Senyawa Bioaktif Kappaphycus alvarezii (Doty) Doty, 1988 Sebagai Antibakteri Annisa Marhaeny; Rini Pramesti; Suryono Suryono
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.40459

Abstract

Bakteri yang menyebabkan penyakit pada inangnya disebut patogen. Penelitian ini bertujuan mengetahui senyawa bioaktif dan aktivitas antibakteri yang terkandung dalam ekstrak metanol K. alvarezii. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif. Bakteri yang diujikan yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Hasil ekstraksi dilanjutkan dengan uji fitokimia. Ekstrak diencerkan menggunakan dimetil sulfoksida (DMSO) sampai diperoleh konsentrasi uji 500 µg/disk, 1000 µg/disk, dan 1500 µg/disk. Cefadroxil dan DMSO digunakan sebagai kontrol positif dan kontrol negatif. Metode difusi cakram digunakan untuk uji aktivitas antibakteri. Inokulum diinkubasi selama 3x24 jam pada suhu 37ºC. Zona hambat dihitung setiap 24 jam sekali. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak metanol K. alvarezii terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 500 µg/disk pada waktu 48 jam sebesar 4,95 mm dan 5,1 mm. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak metanol K. alvarezii yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, steroid dan tanin. Bacteria that cause disease in their hosts are called pathogens. This study aims to determine the bioactive compounds and antibacterial activity in the methanol extract of K. alvarezii. The research was conducted using a exploratory descriptive method. The bacteria tested were Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Extraction then phytochemical tests were carried out The extract was diluted using dimethyl sulfoxide (DMSO) to obtain test concentrations of 500 µg/disk, 1000 µg/disk, and 1500 µg/disk. Cefadroxil and DMSO were used as positive and negative controls. Antibacterial activity test using disc diffusion method. The inoculum was incubated for 3x24 hours at 37°C. The inhibition zone is calculated every 24 hours. The results of the antibacterial activity test of K. alvarezii methanol extract against S. aureus and E. coli bacteria showed the largest inhibition zone at a concentration of 500 µg/disk in 48 hours of 4.95 mm and 5.1 mm. The bioactive compounds contained in the methanol extract of K. alvarezii are alkaloids, flavonoids, steroids and tannins.  
Pengaruh Keberadaan Sampah Makroplastik terhadap Kondisi Padang Lamun di Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring di Perairan Jepara. David Jan Vito; Rini Pramesti; Stefanie Jessica Henny Larasati
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.43129

Abstract

Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran penting dalam produksi rantai makanan pada suatu perairan serta berperan dalam menjaga kelestarian dan keanekaragaman organisme laut. Kondisi ekosistem lamun dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal, salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi adalah sampah makroplastik yang ada di pesisir pantai dan di padang lamun. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui apakah sampah makroplastik memberikan dampak terhadap ekosistem padang lamun di Perairan Jepara. Lokasi stasiun penelitian ditentukan berdasarkan observasi dan survey lapangan, dengan melihat bagian dari Pantai Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring yang terdapat banyak sampah dan dengan memerhatikan keterwakilan data yang akan diambil pada lokasi penelitian. Data persentase tutupan lamun dikaitkan dengan data ukuran dan berat makroplastik melalui analisis korelasi (Spearman). Data parameter perairan yang didapat ditunjukan pada suhu pada 29,3-31,35⁰C, salinitas 31,33-33,67 ppt, kadar DO 7,7-11,23 mg/l, kadar pH 7,86-7,97, kecerahan yang ada di perairan 0,7-1,5 m, kecepatan arus berada pada 0,027-0,11 m/s, dan kadar BOT 2,53-3,91 %. Kondisi lamun yang berada di Perairan Jepara tergolong dalam kondisi jarang dengan persentase tutupan lamun sebesar 23,23%. Berat sampah makroplastik yang berada di seluruh stasiun pengamatan sebesar 6,61 Kg, dengan rata-rata ukuran sampah makroplastik 11,5-16,3 cm. Hasil uji korelasi spearman antara ukuran dan berat sampah makroplastik terhadap kondisi padang lamun didaptakan dengan nilai (p(sig)>0,5) dimana dapat dikatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ukuran dan berat sampah makroplastik terhadap kondisi padang lamun yang berada di Teluk Awur, Pulau Panjang, dan Ujung Piring Perairan Jepara.The seagrass ecosystem is one of the ecosystems that plays a crucial role in the food chain production in a water body and contributes to the preservation and diversity of marine organisms. The condition of the seagrass ecosystem can be influenced by various factors, and one of the factors that can affect the condition of seagrass meadows is macroplastic waste that found on the coastlines and within the seagrass fields. This study focuses on determining whether there is an influence of macroplastic waste on the seagrass ecosystem in the waters of Jepara. The research station locations were determined based on observations and field surveys, focusing on areas with a high amount of waste in Teluk Awur Beach, Pulau Panjang, and Ujung Piring while considering the representation of data to be collected. The percentage of seagrass cover data was correlated with data on the size and weight of macroplastics using Spearman's analysis. The water parameters obtained during the study were as follows: temperature ranging from 29.3 to 31.35⁰C, salinity between 31.33 and 33.67 ppt, dissolved oxygen level ranging from 7.7 to 11.23 mg/l, pH level between 7.86 and 7.97, water clarity at 0.7-1.5 m, current velocity ranging from 0.027 to 0.11 m/s, and total organic matter content at 2.53-3.91%. The condition of the seagrass in Jepara waters was classified as scarce, with a seagrass cover percentage of 23.23%. The total weight of macroplastic waste across all observation stations was 6.61 Kg, with an average size of macroplastic waste ranging from 11.5 to 16.3 cm. The results of the Spearman correlation test between the size and weight of macroplastic waste and the condition of the seagrass meadows yielded a value of (p(sig)>0.5), indicating that there is no significant relationship between the size and weight of macroplastic waste and the condition of the seagrass meadows in Teluk Awur, Pulau Panjang, and Ujung Piring of Jepara waters.
Co-Authors A. B. Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto A.B. Susanto AB Susanto AB. Susanto Adam Sojuangon Pasaribu Adi Santoso Agus Indarjo Agus Sabdono Agus Trianto Ahmad Fadhil Muzaki Ahmad Saddam Habibi Aisya Tri Maharani Akbar, Muhamad Rahadian Akmal Nasrulloh Alfi Satriadi Ali Djunaedi Ali Ridlo Ananta, Raditya Rizki Andiska, Prismabella Wilis Anisah Harahap Anjani, Devi Oktavia Annisa Marhaeny Antonius Budi Susanto Ardiawan Pandu Romenda Ardiawan Pandu Romenda Aurellia Pandini Bambang Yulianto C. Wiencke Chara Julia Dara Chrisna Adhi Suryono Dafit Ariyanto Dara Ramadhania Istiqomahani David Jan Vito Dea Sekarwangi Putri Rinaryadi Delianis Pringgenies Desni Elfrida Samosir Dini, Puti Sukma Rahma Edi Wibowo Kushartono Ega Hagita Testi Eldita Amalia Elfonso Robby Sitorus Endang Supriyantini Errizal Machmud Putra Faishal Islami, Faishal Feri Setiawan Firdaus, Syifa Shafira G. O. Kirst Galih S. Adiguna Gandang Herdananto Nugroho Ghofari, Miftahul Akhyar Gunawan Widi Santosa Ihsan Mahfudh Ika Asri Desanti Intan Budi Setiasih Irwani Irwani Istiqomahani, Dara Ramadhania Ita Riniatsih Jelita Rahma Hidayati Karla Lutfia Rahmadanti Koesoemadji Koesoemadji Kristina Venza Panjaitan Lovensia Zukruff Albasit Lumban Gaol, Josua Gabriel Mahfudh, Ihsan Marhaeny, Annisa Maya Puspita Meli Ayu Pangestika Mhevy Nadya Pasaribu Miftahul Akhyar Ghofari Mohamad Mirza Mohamad Mirza Mohammad Aji Prakoso Niti Semito Muhamad Ihsan Muhamad Rahadian Akbar Muhammad Abdul Zaky Muhammad Rouf Indrawan Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nasrulloh, Akmal Nirwani Nirwani Nirwani Soenardjo Nur Taufiq-Spj Nursiana Suci Wulandari Panjaitan, Kristina Venza Pasaribu, Adam Sojuangon Pramastuti, Fransisca Ria Prayudha, Muhammad Rifky Prismabella Wilis Andiska Puti Sukma Rahma Dini Putra, Errizal Machmud Putri, Angela Salsalina Raden Ario Radhian Wikanarto Widodo Raditya Rizki Ananta Refa Nazalya Putri Risandhi, Danendra Aquila Azfa Rozi Hamdani Rudhi Pribadi Salsabila Nur Nilamsari Satria Sakti Budi Leksono, Satria Sakti Budi Sebastian Margino Setia Devi Kurniasih, Setia Devi Setiasih, Intan Budi Siti Rudiyanti Sitorus, Elfonso Robby Speranda Speranda Sri Sedjati Stefanie Jessica Henny Larasati Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Susanto, AB. Tarida Tarida Tarida, Tarida Testi, Ega Hagita Titis Buana Tiurma S Tondo Tedjo Raharjo Triyanto Triyanto Wahid Agung Saputra Wahyu Bagio Leksono Wakhid Indra Kusuma Widodo, Radhian Wikanarto Wilis A Setyati Wilis Ari Setyati Wulandari, Nursiana Suci Yohanes Oktaviaris Yulandaris Marsa Zaky, Muhammad Abdul