Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : eProceedings of Management

Diskriminasi Pada Gamers Perempuan (Studi Fenomenologi Gamers Perempuan Dalam Grup Discord Alghifari, Arvin Rifqi; Pramiyanti , Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Game menjadi hobi untuk beberapa kalangan dan rutinitas yang dapat melepas penat dari sibuknya aktivitas yangdijalani. Pada era digital saat ini game menjadi salah satu hal yang turut serta berkembang pesat. Kita dapat bermaingame bersama dengan seseorang dari penjuru dunia. Penelitian ini berjujuan untuk menggali pengalaman diskriminasiyang dialami oleh gamers perempuan dalam grup discord <Horror= dengan pendekatan fenomenologi. Studi inimenggunakan teori interaksi simbolik oleh Herbert Mead guna memahami bagaimana simbol-simbol dalam interaksionline menciptakan pengalaman diskriminatif terhadap perempuan dalam komunitas game. Pada penelitian inimenggunakan metode wawancara semi-terstruktur dengan beberapa informan kunci gamers perempuan yang aktifdalam grup discord <Horror= serta observasi partisipatif terhadap dinamika interaksi dalam grup tersebut. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengalaman gamers perempuan tidak hanya terjadi melalui tindakan eksplisit namunjuga melalui simbol yang berkembang dalam komunikasi sehari-hari seperti, pelecehan verbal, stereotipe gender,pengucilan sosial hingga intimidasi dan ancaman. Melalui perspektif interaksi simbolik penelitian ini mengungkapkanbagaimana makna dibangun dalam interaksi online yang berkontribusi pada pembentukan pengalaman diskriminatifgamers perempuan, selain itu interaksi simbolik juga menyoroti pembentukan identitas gamers perempuan dalam grupdiscord <Horror=. Penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi dalam memahami isu kesetaraan gender dalamaspek hiburan seperti game. Kata kunci: Diskriminasi, Gamers Perempuan, Interaksi simbolik, Grup Discord.
Representasi Kekerasan Seksual Dalam Film Pendek (Analisis Semiotika John Fiske Pada Film Demi Nama Baik Kampus) Caniago, Final Aulia; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat, termasuk kampus yang seharusnya menjadi ruang aman untukbelajar dan berkembang. Sayangnya, isu ini kerap diabaikan atau dibungkam demi menjaga reputasi institusi. FilmDemi Nama Baik Kampus mengangkat isu kekerasan seksual di perguruan tinggi, menyoroti upaya pihak kampusuntuk menutupi insiden demi mempertahankan citra mereka, sekaligus memperlihatkan peran dosen dalam dinamikarelasi kuasa yang memperburuk posisi korban.Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kekerasan seksualdalam film tersebut menggunakan pendekatan semiotika John Fiske, dengan tiga level analisis: realitas, representasi,dan ideologi. Pada level realitas, film ini menggambarkan pengalaman korban melalui elemen visual sepertipencahayaan redup dan warna-warna gelap yang menonjolkan trauma emosional dan ketakutan mereka. Pada levelrepresentasi, narasi menunjukkan bagaimana korban diintimidasi dan suara mereka dibungkam oleh lingkungan yangmendukung pelaku. Sementara itu, pada level ideologi, film ini mengkritik budaya patriarki yang dominan dilingkungan kampus, di mana figur otoritas seperti dosen cenderung melindungi pelaku untuk menjaga citrainstitusi.Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami bagaimana kekerasan seksual sering disembunyikan diinstitusi pendidikan dan bagaimana ideologi patriarki berkontribusi pada subordinasi perempuan. Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Kampus, Dosen, Patriarki, Analisis Semiotika John Fiske.
Analisis Dimensi Komunikasi Pada Organisasi Samahita (Studi Kasus Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Berbasis Gender) Jiwandaru, Rachmani Arrum; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan berbasis gender merupakan krisis global yang terus berkembang. Di Provinsi Jawa Barat, terdapat 997kasus kekerasan, dengan 551 di antaranya adalah kekerasan seksual. Pada tahun 2023, Kota Bandung mencatat 136kasus kekerasan seksual, tertinggi dalam enam tahun terakhir. Korban sering disalahkan atas kekerasan yangdialaminya. Gerakan feminisme dan organisasi seperti Samahita Foundation aktif melawan kekerasan seksual denganfokus pada pendampingan korban dan kampanye anti kekerasan. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis proseskomunikasi di Samahita dalam menangani korban kekerasan seksual, serta bagaimana komunikasi tersebut dilakukandengan pihak eksternal, yakni Yayasan JaRI. Rumusan masalahnya mencakup bagaimana Samahita berkomunikasisecara internal dan eksternal selama penanganan korban. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif denganpendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data wawancara, Hasilnya menunjukkan bahwa Samahitamenerapkan metode komunikasi internal yang adaptif dan terbuka, berbeda dari model komunikasi organisasi yangbersifat kaku dan hierarkis. Secara eksternal, Samahita membangun hubungan informal namun efisien denganlembaga seperti Yayasan JaRI dan korban, menggunakan pendekatan komunikasi yang responsif dan fleksibel dalammenangani kasus kekerasan seksual. Kata Kunci-komunikasi organisasi, kekerasan seksual, pendampingan korban
Hubungan Self-esteem dengan Sexting Behavior Pada Remaja Atala Aminia Gunawan; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif terbesar dari penggunaan internet yaitu kemudahan untuk mengakses konten yang bersifat s eksual. Salah satu fenomena terbaru dari meningkatnya penggunaan internet adalah sexting. Sexting merupakanaktivitas mengirim dan menerima pesan berkonten seksual antara dua orang, baik berupa pesan teks, foto,ataupun video. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Sensation Seeking danSelf-esteem terhadap Sexting Behavior. Penelitian ini mengguanakan pendekatan kuantitatif dengan metodeanalisis korelasi spearman. Sampel penelitian ini melibatkan 400 responden yang diambil dengan teknik nonprobabilitysampling. Kuesioner yang digunakan dalampenelitian ini adalah Sexting Behavior scale oleh Dir. TheSelf-Liking/Self-competence Scale oleh Tafarodi dan Swann. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukanuntuk menguji setiap item kuesioner. Sedangkan pengujian statistik menggunakan analisis korelasi spearmanuntuk melihat hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 1) Tidak terdapat hubungan signifikan antara Self-esteem dengan Sexting Behavior. 2) Hubungan antaraSelf-esteem dan Sexting Behavior merupakan hubungan negatifsangat lemah. Kata Kunci-sexting behavior, self-esteem, sensation seeking
Representasi Perempuan Berdaya Pada Film Female Action Heroes Sri Asih 2022 (Analisis Semiotika John Fiske) Ramadhani, Delphi; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai salah satu bentuk media dapat berperan untuk menyampaikan pesan perempuan berdaya padamasyarakat, khususnya pada perempuan itu sendiri. Media dapat berguna untuk menyampaikan citra positifperempuan dan bagaimana partisipasi perempuan di lingkup masyarakat. Karena media akan membawa banyakpengaruh pada masyarakat, maka media akan sangat berperan dalam mengangkat isu perempuan berdaya demiterwujudnya pemberdayaan sosial dan juga ekonomi perempuan. Sebagai media komunikasi massa, film Sri Asihmerepresentasikan sosok superhero perempuan dengan kekuatan luar biasa yang dapat menghancurkan stereotipgender dan melakukan perlawanan terhadap aturan- aturan yang membelenggu perempuan. Film ini bertujuan untukmemaparkan representasi atau pemaknaan perempuan berdaya pada film Sri Asih dengan tiga level semiotika JohnFiske yakni level realitas, level representasi dan level ideologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kualitatif dan paradigma konstruktivis dengan analisis teori semiotika John Fiske. Setelah melakukanpenelitian, penulis menemukan bahwa perempuan berdaya digambarkan lewat karakter Alana dan Ibu dimana merekamenyiratkan sifat dan tindakan perempuan yang berani, dapat melakukan perlawanan, dapat memutuskan keputusansendiri dan membebaskan diri mereka dari diskriminasi yang menimpa mereka. Kata Kunci-representasi, perempuan berdaya, film, semiotika John Fiske
Studi Fenomenologi Pengalaman Cyber Harassment Pada Cosplayer Di Kota Bandung Amanda, Fitri; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) adalah kekerasan berbasis gender yang dilakukan melalui internet. Salahsatu bentuk KBGO yang umum ditemui adalah cyber harassment atau pelecehan daring yang mencangkup tindakanseperti pelecehan verbal melalui komentar atau pesan, diskriminasi, serta ujaran kebencian. Sebagai salah satukomunitas yang aktif di internet atau media sosial, cosplayer tidak luput dari potensi menjadi korban harassment baikdi internet maupun di dunia nyata Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengalaman cyber harassmentyang dialami oleh para cosplayer di Kota Bandung. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatanfenomenologi dengan tujuan untuk mengkaji dan memahami lebih dalam bagaimana cyber harassment yang informanterima. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk cyber harassment yang diterima olehpara informan, baik itu berupa tulisan maupun visual. Cyber harassment tulisan dapat berupa body shaming dankomentar-komentar negatif yang merendah para korban hingga ajakan untuk melakukan sexting, kemudian cyberharassment visual korban menerima foto-foto tidak senonoh hingga foto alat vital pelaku. Selain itu, dampak yangterjadi pada informan setelah mengalami cyber harassment adalah mendapatkan dampak atau kerugian psikologis dansensor diri, namun beberapa korban mengakui bahwa cyber harassment tidak mempengaruhi mereka. Kata Kunci-cyber harassment , Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) , cosplayer
Victim Blaming Pada Perempuan Sebagai Korban Non- Consensual Dissemination Of Intimate Images (Analisis Framing Kasus Rebecca Klopper Pada Detik.Com Dan Tribunnews.Com) Nurfauziyah, Jihan; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran konten berbasis foto atau video yang dilakukan tanpa adanya persetujuan di internet dinamakan sebagaiNon-Consensual Dissemination Intimate Images (NCII). Perilaku NCII ini tergolong pada kekerasan berbasis genderonline yang seringkali perempuan yang menjadi korbannya. Seperti kasus yang menimpa Rebecca Klopper pada bulanMei 2023 lalu, dirinya menjadi korban dari penyebaran video ilegal di internet yang akhirnya menjadi topikpemberitaan di portal media online. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana media Detik.com danTribunnews.com membingkai Rebecca Klopper yang menjadi korban dari kekerasan Non-Consensual DisseminationIntimate Images (NCII) sehingga memberikan pengaruh victim blaming pada korban. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode analisis framing Zhongdang Pan & Kosicki. Hasil penelitian menunjukan adanyakecenderungan portal berita Detik.com dan Tribunnews.com dalam menggiring opini sehingga menyebabkan perilakuvictim blaming atau menyalahkan korban pada kasus Rebecca Klopper. Kata Kunci-framing, media online, kekerasan seksual, menyalahkan korban
Wacana Gerakan Perempuan Melawan Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Sara Mills) Aulia, Mia; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmarito
eProceedings of Management Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langgengnya sistem patriarki yang sudah menjadi budaya dalam masyarakat memiliki anggapan bahwa hanya lakilakiyang dianggap memiliki kekuatan lebih dari perempuan. Patriarki juga menyebabkan kekerasan terhadapperempuan. Kekerasan ini dapat berupa fisik, psikologis, maupun seksual, dan kerap kali dilakukan oleh laki-laki yangmerasa memiliki hak untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan. Salah satu cara untuk melawan budayapatriarki adalah dengan mendukung dan mengkampanyekan feminisme. Film memiliki peran penting dalammembentuk persepsi sosial tentang feminisme, seperti film <Barbie 2023= yang mengangkat isu feminisme liberal danmenggambarkan gerakan perempuan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdengan metode analisis wacana kritis Sara Mills pada tiga tingkatan level: kata, kalimat, dan wacana. Hasil penelitianmenunjukkan adanya bentuk gerakan perempuan terhadap sistem patriarki yang sesuai dengan lima prinsip feminismekekuasaan milik Naomi Wolf. Bentuk perlawanan yang dilakukan Para Barbie perempuan juga ditemukan melaluivisual, posisi kamera, dan gerakan perempuan membentuk karakter serta menjadi bukti dominasi perempuan terhadaplaki-laki. Selain itu, menunjukkan adanya perbedaan realitas di Barbie Land dengan Dunia Nyata. Kata Kunci-film, perjuangan perempuan, feminisme
Pengalaman Body Shaming Remaja Perempuan Di Instagram Firdausia, Salsabila; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan Teknologi yang sangat pesat saat ini, semua hal yang diinginkan dan dibutuhkan olehsemua orang dapat diwujudkan secara mudah dan terbilang instan apalagi dalam perkembangan mediakomunikasi. Salah satu kemajuan media komunikasi yang sering digunakan pada saat ini adalah Instagram.Instagram memiliki banyak kelebihan dan kekurangan salah satu kekurangannya ialah dapat menimbulkantindakan body shaming. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap 4 orang informan yangpernah mengalami body shaming di Instagram. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa para korbanmendapatkan body shaming secara verbal yang berbeda-beda seperti komentar kurus, gendut, berjerawat, danterlalu pendek Kemudian para korban berpendapat bahwa tindakan body shaming yang terjadi sangat susah untukdiatasi karena Instagram merupakan salah satu media sosial yang mengizin kan penggunanya untuk bertukarkomentar dengan sebebas-bebasnya. Selanjutnya menunjukan bahwa para korban mengalami penurunankesehatan mental akibat gangguan komentar negatif terhadap fisik mereka dan menyebabkan terganggunyaaktifitas dan pola prilaku korban ketika melakukan aktifitas di media sosial instgaram.Kata kunci-Instagram, body shaming, remaja perempuan
Konstruksi Cantik Di Media Sosial Instagram: Studi Etnografi Virtual Maraknya Akun Instagram Kampus Mahasiswi Cantik Doniek, Ullaya Yasmin Putri; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmito
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi cantik pada perempuan masih terjadi hingga saat ini. Tak hanya terjadi pada media konvensional, namun kini sudah beralih pada media sosial khususnya Instagram dan salah satunya terjadi pada akun Instagram kampus mahasiswi cantik @uicantikid dan @ugmcantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi cantik yang dibangun oleh kedua akun tersebut. Peneliti menggunakan teori Mitos Kecantikan yang dicetuskan oleh Naomi Wolf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi virtual yang berfokus pada empat level. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi dan wawancara secara daring. Hasilnya pada level ruang media, admin memilih Instagram sebagai media dikarenakan tidak adanya hak cipta dalam mengunggah ulang. Pada level dokumen media, hampir semua unggahan merupakan foto mahasiswi cantik yang memiliki kesamaan dalam ciri-cirinya, yaitu perempuan berkulit putih dan berbadan kurus serta sisanya adalah iklan berbayar. Pada level objek media, terdapat tujuh jenis komentar yang ditemukan pada kedua akun yang mana komentar tersebut merujuk pada konstruksi cantik hingga objektifikasi perempuan. Terakhir, level pengalaman, realitas dalam memilih foto yang akan diunggah, admin memiliki kriteria tertentu yang harus dipenuhi, salah satunya merupakan mahasiswi terkenal. Serta realitas dari sisi kedua informan ialah, admin memilih sendiri foto yang akan diunggah dari mahasiswi yang sudah terpilih.Kata Kunci-Konstruksi Cantik; Instagram; Mitos Kecantikan