Articles
Pelatihan Animasi Bahasa Inggris Sebagai Media Publikasi Terintegrasi Budaya Melayu
Kumalasari, Cyintia;
Marhamah, Marhamah;
Muttaqin, Muchammad Zaenal
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Edisi Oktober 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/fleksibel.v5i2.23253
Penguasaan teknologi menjadi hal yang mutlak bagi pemerhati pendidikan saat ini. Animasi merupakan salah satu produk digital yang memberikan alternatif media pembelajaran yang mudah diakses dan praktis. Animasi sebagai media pembelajaran mampu memberikan kesan audio visual yang mampu merangsang minat belajar siswa. Selain itu kartun animasi secara psikologis mampu menampilkan pengalaman dasar siswa tentang kehidupan sehari-hari sehingga dapat diimplementasikan menjadi bahan ajar yang kaya dan bermakna. Pengintegrasian antara video maupun gambar animasi dengan pembelajaran bahasa maupun budaya, terutama budaya Melayu menjadi hal yang cukup diperhatikan saat ini.ditambah lagi dengan siswa usia sekolah dasar yang mulai diperkenalkan ke budaya Melayu dan juga Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, guru-guru sekolah dasar dapat memperkenalkan budaya Melayu dalam Bahasa Inggris dengan cara yang lebih menarik sehingga siswa sekolah dasar dapat lebih memahami budaya sejak dini, sekaligus belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua di sekolah.
A Review Approach In Teaching Poetry To EFL Students : Adapting Generative Artificial Intelligence
Kumalasari, Cyintia;
Marhamah, Marhamah;
Wulandari, Fitri
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 4 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jupe.v9i4.7672
Poetry is a dependable and successful teaching tool for the English language. It provides an incredible opportunity to practice speaking, writing, listening, and reading. Like other literary genres, poetry is meant to be admired and enjoyed. Developing this sense of appreciation and satisfaction in students who are not engaged in poetry is a challenging undertaking for any instructor. Poetry, as well as literature in general, was long removed from language education curricula because it was not useful for learning a foreign language in everyday life. Thankfully, there has been a resurgence of interest in the use of literature in language classrooms during the last few decades. Teaching by generative artificial intelligence is a method that helps teachers in the teaching process. Many people agree that generative artificial intelligence (AI) is one of the most significant technologies of the future, and it has caused a paradigm change in scientific study. There have been several studies about the use of generative AI. This paper focused on the challenges in teaching poetry and the approach of teaching poetry to EFL students by using generative AI
E-Modul Dengan CANVA Apps Untuk Mendorong Kemandirian Belajar Siswa
Khulaifiyah, Khulaifiyah;
Putri, Cindy Sonia;
Suryanti, Nunuk;
Marhammah, Marhammah
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22437/jkam.v6i2.22972
Salah satu cara agar modul dapat lebih diminati siswa adalah dengan menciptakan modul dalam bentuk elektronik yang dapat dijadikan suatu media interaktif karena dapat disisipi media lain seperti gambar, animasi, audio maupun video. E-Modul menjadi satu dari banyak pilihan bagi tenaga guru untuk tetap memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang terbiasa dengan smartphone. E- Modul juga akan jadi penyeimbang informasi yang bersifat akademik bagi peserta didik selain informasi-informasi yang mereka serap dari media online lainnya. Sehingga kemandirian belajar siswa tetap terjaga dan bahkan lebih meningkat lagi. Harapan lain dari pelatihan ini adalah dengan adanya pelatihan e-Modul dengan CANVA, memudahkan para guru di SMK Budi Dharma Menyusun dan mengembangkan modul pembelajaran untuk mata pelajaran yang diampu. Karya mereka akan menjadi HAKI bagi para guru sebagai bukti dari profesionalisme nya. Universitas Islam Riau terutama Fakultas Keguruan dan Ilmu pengetahuan dalam Roadmap Pengabdian kepada masyarakat bidang seni budaya dan Pendidikan yang masih memfokuskan pada PKM teknologi Pendidikan dan pembelajaran melakukan kerjasama dalam bentuk pelatihan penyusunan e-Modul dengan CANVA Apps dalamrangka meningkatkan kemandirian belajar siswa. Materi pelatihan akan berikan dalam beberapa tahapan. Tahap (1) peserta akan mempelajari langkah meningkatkan kemandirian belajar, tahap (2), peserta dikenalkan dengan CANVA Apps, tahap (3), peserta mempelajari format e-Modul Interaktif, tahap (4), peserta sudah mulai melakukan praktek penyusunan e-Modul interaktif dan terakhir, tahap (5), peserta sudah bisa melakukan praktek mandiri. Validasi ahli dan uji coba dari penyusunan atau pengembangan e-Modul interkatif akan menjadi kelanjutan dari pelatihan ini.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Bagi Siswa di Mts Diniyah Putri Pekanbaru
Afrizal, Johari;
Zulhelmy, Zulhelmy;
Marhamah, Marhamah;
Helmiyati, Rasida;
Andini, Maya
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v5i1.2274
Kegiatan pengabdian kepada masayrakat ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa model pembelajaran yang berbasiskan masalah yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka sekaligus meningkatkan keaktifan mereka dalam belajar. Kegiatan ini dilaksanakan pada taanggal 16 Desember 2024 di Mts Diniyah Putri Pekanbaru, Riau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendekatan berbasiskan masalah. Instrumen evaluasi yang digunakan berupa angket yang dianalisis secara deskriptif. Kegiatan ini telah mendapat respon yang sangat baik dari siswa. Kegiatan ini juga telah memberikan pengalaman belajar yang baru bagi mereka, belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan minat dan motivasi belajar mereka khususnya dalam belajar bahasa Inggris.
Dampak Negatif Media Sosial Pada Anak Didik: Pentingnya Literasi Digital
Dafrizal Samsudin;
Al Sukri;
Marhamah Ahmad;
Abd Thalib;
Hamsal Kamar
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.1190
Media sosial cenderung digunakan secara tidak terkendali di kalangan pelajar, sehingga mengakibatkan menurunnya prestasi akademik, gangguan psikologis, perubahan perilaku, dan sebagainya. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui program pengabdian kepada masyarakat UIR yang lahir dari MIN 1 INHU dengan tema “Penguatan Literasi Dampak Negatif Media Sosial terhadap Perkembangan Siswa”. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan penyuluhan tentang dampak negatif media sosial bagi siswa dan strategi penanganannya yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan PKM ini menggunakan metode penyuluhan dengan rangkaian acara yaitu penyampaian materi oleh narasumber, diskusi, dialog dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang keterlibatan semua pihak seperti orang tua, guru dan komite sekolah dalam mengawasi perkembangan siswa dari dampak negatif penggunaan media sosial, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana dalam proses pembelajaran dengan benar yang berpedoman pada pendekatan nilai luhur warisan budaya Melayu seperti kesantunan, kearifan dan kecerdasan, serta sikap tabayun sebelum menerima isi pesan media sosial.
The Development of Flipbooks Integrated With Malay Culture for English Department Students
Kumalasari, Cyintia;
Marhamah, Marhamah;
Wulandari, Fitri
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 2 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58258/jupe.v10i2.8815
Writing is a complex skill in English subject, because it includes logical, structured ideas and needs proficiency. However, the ability of English Department students to understand how to write a good paragraph is still low. Besides, this study aims to implement the use of flipbooks to enhance the learning outcomes of the Paragraph Writing subject for English Department students. In general, this study aims to design -module use of flipbooks in enhancing their writing skills. The material used is about Malay culture to remind them about their place of origin. ADDIE model was used to enhance quality and effectiveness. The results of this research showed that the implementation of Flipbook teaching materials based on local wisdom is effective and successful in raising learning outcomes. According to the study's findings, each validator considered the e-module to be acceptable in terms of the media and content.
Peningkatan Keterampilan Berbahasa Inggris Guru Sekolah Dasar dalam Mempublikasikan Budaya Melayu Riau melalui Googleclassroom: Penguatan Keterampilan Berbahasa dalam Mempublikasikan Budaya Melayu Riau
Marhamah, Marhamah;
Yuliani, Sri;
Nurmalinda, Nurmalinda;
Kumalasari, Cyintia;
Samsudin, Dafrizal;
Fahrezi, Mhd Ryan;
Sumardi, Sumardi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol. 13 No. 2: August 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/berdikari.v13i2.26193
This Community Service (PkM) activity intends to enhance the comprehension and foster teachers’ creativity and competence. Teachers require comprehensive support in English instruction, utilizing textbooks that offer contextual learning to address diverse needs and learning styles. The Emancipated Curriculum grants teachers with greater freedom in designing and executing learning processes that cater to student needs, highlighting a flexible and student-centered methodology. The PkM team organized an activity to promote Riau Malay culture via social media. This activity employed a methodical approach consisting of several stages: first, the introduction and utilization of integrated textbooks on Riau Malay culture; second, the enhancement of English language skills for the promotion of Riau Malay culture; and third, the evaluation process. The research findings indicate a notable enhancement in teachers' English language proficiency, achieving scores of 4 or 5 (High), particularly in the aspect of writing and speaking, which are interwoven with local cultural knowledge. This demonstrates a significant accomplishment of a primary objective, specifically the enhancement of teacher competence. Google Classroom has demonstrated efficacy as a platform for collaboration and the dissemination of Malay cultural materials in English. This research suggests the development of more proficient teachers capable of enhancing regional cultural diversity for a broader audience via digital technology, while also boosting students’ motivation through pertinent and engaging material
Students’ Academic Vocabulary Mastery: A Descriptive Study at English Language Education of FKIP-UIR
Marhamah, Marhamah;
Yulianto;
Afrizal, Johari
International Journal of Language Pedagogy Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Language Pedagogy Study Program, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/ijolp.v2i1.32
This study aims to describe the first-year English language education students at FKIP-UIR Pekanbaru's academic vocabulary proficiency. Data interpretation is part of the descriptive research methodology. Three levels of vocabulary knowledge are tested in this study using several measures: meaning identification, written form recall assisted by initial letter, and matching exercise. The analysis of the data revealed that the average score on the meaning recognition test is 54,16, which is categorized as a poor to the ordinary degree of mastery. The written form recall test with initial letter assistance yields an average score of 57,5 and is categorized as having a poor to an average degree of competence. While the average score in the corresponding exercise is 62,08,
The Pemanfaatan Aplikasi Powtoon Sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Cyintia Kumalasari;
Marhamah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/kreatif.v2i4.900
Implementasi kurikulum terbaru menuntut tenaga pendidik agar lebih menguasai teknologi informasi. Berbagai media pembelajaran berbasis teknologi pun bermunculan. Khususnya suatu media yang dapat menarik perhatian siswa, terutama anak usia dini. TK Islam YLPI dan TK Tahfidz YLPI menaruh perhatian besar terhadap pengenalan Bahasa Inggris kepada anak usia dini, Selain itu, TK Islam YLPI bekerjasama dengan TK Tahfidz YLPI memiliki konsep literasi digital yang bertujuan memperkenalkan indahnya budaya membaca ke peserta didik. Melalui adanya konsep literasi digital ini, tenaga pendidik membutuhkan media yang efektif untuk membuat bahan ajar. Dalam hal ini, peserta didik diajak untuk bermain sambil belajar membaca Bahasa Inggris melalui tontonan video animasi Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan pembuatan animasi sederhana kepada guru-guru Pendidikan agar memiliki keahlian yang mumpuni dalam membuat bahan ajar berbasis animasi untuk meningkatkan budaya literasi membaca siswa. Media yang digunakan yaitu aplikasi berbasis web bernama Powtoon.
Designing English Supplementary Materials Integrated with Riau Malay Heritage for Tenth-Grade Students in Pekanbaru
Marhamah Marhamah;
Cyintia Kumalasari;
Ratu Ganisa Auliana;
Sumardi Sumardi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.7401
English learning materials that incorporate local culture are limited, particularly those that reflect and preserve the Riau heritage. As Malay culture is deeply rooted in Islamic values, integrating these elements into language education can promote cultural transmission while enhancing student engagement. This study aims to design English learning materials that embed Riau cultural elements for tenth-grade students in Pekanbaru. This study adopts a descriptive-evaluative method within the Research and Development (RD) model proposed by Borg and Gall. The full model includes ten phases, but this research focuses specifically on the design phase (stages 2 and 3): learning objective planning and initial draft creation. Activities during this phase involved identifying and analyzing learning goals, assessing student characteristics, and developing a structured instructional plan. The subjects consisted of 40 tenth-grade students. The design process yielded English learning materials that integrate Riau heritage through culturally relevant texts and context-based exercises. The content was tailored to students' backgrounds to foster deeper comprehension, engagement, and emotional connection with the material. The materials were structured to support language acquisition while simultaneously promoting cultural preservation. Embedding local heritage into English language learning helps students develop linguistic proficiency and cultural identity simultaneously. These culturally infused materials are expected to enhance student motivation, interest, and participation by making learning more meaningful and relatable. This study provides a framework for developing localized educational content that fosters both academic and cultural growth, enabling students to share their heritage with a global audience.