Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Profil LKS Discovery-Character Experiment untuk Mengasah Sikap Ilmiah dan Karakter Siswa Kelas X SMK Lieza Fadilah; Tantri Mayasari; Andista Candra Yusro
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7 No 2 (2020): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v7i2.9089

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan kelayakan, keterbacaan, dan format dari LKS Discovery-Character Experiment khususnya pada materi Suhu dan Kalor kelas X SMK untuk mengasah sikap ilmiah dan karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D namun hanya sampai pada tahap penilaian ahli. Kelayakan LKS ini dinilai oleh lima validator dengan aspek kelayakan LKS yaitu aspek didaktik, aspek konstruksi, dan aspek teknis. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif presentase. Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelayakan LKS sebesar 92,151% dalam kriteria sangat layak. Adapun keterbacaan LKS diujikan kepada lima siswa SMK dengan aspek keterbacaan meliputi kemudahan penggunaan, kesesuaian tampilan, dan kegunaan fitur LKS praktikum. Hasil analisis keterbacaan memperoleh rata-rata presentase sebesar 94,06% yang menunjukkan bahwa LKS telah memenuhi syarat keterbacaan dan mudah dipahami. 
Pengembangan Instrumen Evaluasi Berbasis Taksonomi Marzano Untuk Menentukan Profil Kemampuan Penalaran Pada Materi Gerak Lurus Cupma Riya C.S.; Tantri Mayasari; Mislan Sasono
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7 No 2 (2020): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v7i2.9092

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes kemampuan penalaran yang valid. Tahapan tahapan yang diambil oleh peneliti menggunakan model ADDIE yang sudah diteliti dan dikembangkan. Validasi instrumen yang sudah dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa secara keseluruhan instrumen tes memperoleh kategori baik. Hasil validasi empirik menunjukkan bahwa lima soal valid dan memperoleh hasil CVI sebesar 1. Hasil dari instrumen tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan penalaran menunjukan nilai rata-rata kemampuan mahasiswa untuk memecahkan sebuah masalah yaitu sebesar 18,18 dengan nilai tertinggi 35 dan terendah 7,5 dengan skala 0—100.
Tahap Awal Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Lukmanul Khakim; Tantri Mayasari; Erawan Kurniadi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.161 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk 1) Mengembangkan media Pembelajaran Fisika berupa mobile learning berbasis android. 2) Mengetahui respon dari responden terhadap media pembelajaran Fisika mobile learning berbasis android. 3) Meningkatkan motivasi belajar melalui media pembelajaran Fisika berupa mobile learning berbasis android. Penelitian ini menggunakan metode 4-d models. Penelitian ini menggunakan penilaian dari 3 ahli media yang terdiri 1 Dosen Pendidikan Fisika, Universitas PGRI Madiun. 1 dosen ahli media Universitas PGRI Madiun dan 1 ahli media di bidang Teknologi dan Informasi di Universitas PGRI sebagai ahli kelayakan media pembelajaran, responden kelas kecil sebanyak 10 Mahasiswa semester 8 pendidikan fisika Universitas PGRI Madiun sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Media pembelajaran mobile learning berbasis android dapat memenuhi standar kelayakan sebagai media pembelajaran oleh penilaian ahli media dengan persentase kelayakan sebesar 92,22% sehingga masuk dalam kategori sangat layak. 2) Media pembelajaran mobile learning berbasis android mendapatkan respon yang baik dari responden dengan persentase sebesar 84,7% sehingga masuk dalam kategori sangat baik.
Pengaruh pembelajaran STEM-PjBL terhadap keterampilan berpikir kreatif Kornelia Devi Kristiani; Tantri Mayasari; Erawan Kurniadi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.317 KB)

Abstract

Istilah pembelajaran STEM-PjBL (Science, Technology, Engineering, and Mathematics – Project Based Learning) adalah pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM. Pembelajaran ini tidak hanya membuat peserta didik memahami tentang multidisiplin ilmu yang terintegrasi, namun juga meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran STEM-PjBL terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Metode yang diambil untuk penelitian ini yaitu metode preexperimental design dengan desain penelitian one group pretest – posttest design. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling purposive dan terpilih sampel yaitu siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Madiun yang berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain soal pretest dan posttest keterampilan berpikir kreatif peserta didik yang disususn berdasarkan indikator keterampilan berpikir kreatif, dan angket respon yang digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran STEM-PjBL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan peningkatan data hasil posttest sehingga perhitungan skor n-gain menunjukkan 0,783 artinya peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik mencapai kategori tinggi. Hasil analisis data angket juga menunjukkan hal yang positif, yaitu peserta didik merasa pembelajaran yang diterapkan bermanfaaat bagi mereka. Berdasarkan Effect size yang duhasilkan sebesar 0,98 termasuk dalam kriteria besar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang dilakukan berpengaruh besar terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Analisis gaya belajar siswa sekolah menengah pertama negeri 5 Kota Madiun Gedeon Anggra Jatikusumo; Tantri Mayasari; Erawan Kurniadi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.451 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan gaya belajar siswa SMP di Madiun khususnya di SMPN 5 Kota Madiun. Gaya belajar yang dimaksud meliputi 3 gaya belajar, yaitu: Visual, Kinestetik, dan Auditori. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, angket, dan wawancara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif. Penelitian ini dilakukan kepada siswa kelas VIII B SMPN 5 Madiun berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Sebanyak 37% siswa memiliki kecenderungan gaya belajar Visual, 40% siswa memiliki kecenderungan gaya belajar Auditori, dan 23% siswa memiliki kecenderungan gaya belajar Kinestetik. Sedikitnya siswa dengan gaya belajar Kinestetik dipenganruhi oleh kebiasaan metode belajar yang diterapkap oleh guru. Siswa sangat jarang diajak untuk melakukan praktikum sehingga kamampuan belajar secara Kinestetik tidak terasah, sebaliknya siswa lebih sering diajar dengan cara ceramah atau melihat tampilan gambar dan video menyebabkan kemampuan belajar secara Visual dan Auditori terasah dengan baik serta siswa akan menjadi terbiasa belajar menggunakan kedua cara tersebut. 
Peningkatan hasil belajar siswa tentang kalor dengan model pembelajaran discovery learning di SMP Negeri 2 Wungu tahun ajaran 2016-2017 Yunita Eka Dewi; Tantri Mayasari; Farida Huriawati
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menerapkan model pembelajaran discovery learning pada materi pokok kalor di kelas VII B SMP Negeri 2 Wungu. (2) Mengetahui sejauh mana model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wungu tahun ajaran 2016-2017 pada materi pokok kalor. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 silklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Wungu semester genap tahun ajaran 2016-2017, dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar observasi afektif dan psikomotorik siswa, dan soal tes untuk mengukur kemampuan kognitif. Hasil penelitian dari siklus I sampai siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hasil belajar afektif pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 75,43 dan pada siklus II nilai rata-ratanya adalah 80. Sedangkan hasil belajar psikomotorik pada siklus I nilai rata-ratanya adalah 76,30 dan pada siklus II nilai rata-ratanya 83,26. Nilai rata-rata kemampuan kognitif siklus I dan siklus II yang dinyatakan dengan rata-rata N-Gain mengalami peningkatan dengan perolehan pada siklus I sebesar 0,5 yang dikategorikan sedang dan pada siklus II sebesar 0,7 yang dikategorikan sedang. Hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran discovery learning tersebut dapat diterapkan oleh guru fisika, karena mampu membantu siswa dalam penguasaan konsep materi pelajaran fisika dan mengembangkan keterampilan-keterampilan yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan hasil belajar baik ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Integrasi budaya Indonesia dengan pendidikan sains Tantri Mayasari
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.023 KB)

Abstract

Akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang terjadi di Indonesia. Data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 2.384 kejadian bencana alam di seluruh Indonesia. Bencana yang sering terjadi yaitu banjir, kebakaran hutan, gunung meletus dan tanah longsor. Sebagian besar bencana diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab karena kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan terhadap lingkungan alamnya, yang semestinya diperoleh melalui pendidikan sains di sekolah.  Namun, pembelajaran sains yang semestinya berisi nilai-nilai kearifan dan etika sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia yang dikenal luhur tersebut selama ini terabaikan. Adimasana (2000) mengungkapkan bahwa salah satu penyebabnya adalah akibat dari kegagalan sektor pendidikan dalam melaksanakan pendidikan nilai di sekolah. Pembelajaran di sekolah masih belum melebur serta memperhatikan nilai-nilai kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar peserta didik. Oleh sebab itu, diperlukan pembelajaran sains yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal khususnya dan budaya Indonesia pada umumnya agar menghasilkan peserta didik yang memiliki karakter unggul dan literasi sains. 
Pengembangan modul pembelajaran fisika berbasis PBL (problem based learning) Norma Yanti; Tantri Mayasari; Erawan Kurniadi
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.281 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan media pembelajaran fisika berupa modul berbasis problem based learning (PBL) pada materi cahaya dan alat optik; 2) mengetahui  kualitas modul berbasis PBL pada materi cahaya dan alat optik melalui  penilaian validator dan respon siswa serta guru. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis PBL menggunakan model pengembangan 4-D oleh S. Tiagaran Doroty S. Sammel dan Melvyn I. Semmel. Desain uji coba produk pengembanagan dalam penelitian yaitu validasi oleh ahli, uji coba kelas kecil, danuji coba kelas besar. Subjek uji coba kelas kecil adalah 6 siswa SMPN 5 Madiun dan subjek uji coba kelas besar terdiri dari 24 siswa kelas VIII E SMPN 5 Madiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) langkah-langkah pembuatan modul dalam penelitian ini yaitu analisis ujung depan, analisis siswa , membuat instrummen, menentukan format, perancangan, validasi ahli, uji coba kelas kecil, uji coba kelas besar. 2) kualitas modul berbasis PBL ini memperoleh respon baik dari peserta didik uji kelas kecil dengan prosentase 83% dan prosentase 90% untuk uji kelas besar. 3) kualitas modul dari hasil penilaian para ahli mendapat kriteria sangat layak dengan rentan nilai (0,68-1), dimana dari penilaian ketga ahli didapat nilai 1. 
Penerapan STAD pada materi pembiasan dan lensa terhadap prestasi belajar Tita Pakarti; Tantri Mayasari; Farida Huriawati
Prosiding SNPF (Seminar Nasional Pendidikan Fisika) 2017: Prosiding SNPF III "Etnosains dan Peranannya Dalam Menguatkan Karakter Bangsa"
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.035 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan STAD pada materi pembiasan dan lensa terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIIC dengan teknik Cluster Random Sampling. Rerata pretest adalah 63,1, sedangkan rerata nilai posttest 80,47. Peningkatan prestasi belajar dapat dilihat dari rerata nilai N-Gain yaitu 0,48 kategori sedang.
Efektivitas E-Modul Project Based Learning Berintegrasi STEM Terhadap Kreativitas Siswa SMK Annida Erin Miftakul Cahyani; Tantri Mayasari; Mislan Sasono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.54 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v4i1.1774

Abstract

Kreativitas perlu dimiliki oleh siswa SMK, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Oleh karena itu, perlu dikembangkan e-Modul Project Based Learning berintegrasi STEM yang mampu meningkatkan kreativitas siswa SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas e-modul Project Based Learning berintegrasi STEM terhadap kreativitas siswa dalam materi fisika suhu dan kalor. Penelitian dilaksanakan di kelas X Multimedia 1 SMKN Wonoasri, dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 20 orang siswa yang dipilih secara random. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berjumlah 5 buah soal essay. Data dianalisis menggunakan uji N-gain. Indikator kreativitas adalah berpikir lancar, berpikir luwes, elaborasi, dan berpikir orisinil. Dari analisis data, diperoleh hasil kemampuan berpikir lancar siswa memperoleh nilai n-gain sebesar 0,11, berpikir luwes n-gain sebesar 0,49, elaborasi memperoleh n-gain sebesar 0,21 dan berpikir orsinil memperoleh n-gain 0,44. Dengan demikian, disimpulkan bahwa bahwa efektivitas e-modul Project Based Learning berintegrasi STEM berkategori sedang. Creativity needs to be owned by vocational students, especially in facing various challenges in the world of work. Therefore, STEM integrated Project Based Learning E-Module needs to be developed that can improve the creativity of vocational students. This study aims to describe the effectiveness of the STEM integrated Project Based Learning e-module on student creativity in temperature and heat physics material. The study was conducted in Multimedia X class 1 Wonoasri Vocational School, with a sample of 20 students selected randomly. The instrument used was a learning achievement test which consisted of 5 essay questions. Data were analyzed using the N-gain test. Indicators of creativity are fluent thinking, flexible thinking, elaboration and original thinking. From the data analysis, the result of students' ability to think smoothly obtained an n-gain value of 0.11, flexible thinking of n-gain of 0.49, elaboration obtained n-gain of 0.21 and original thinking obtained n-gain of 0.44. Thus, it was concluded that the effectiveness of the Project Based Learning e-module integrated with STEM was of medium category.