Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Instagram Marketing, Citra Merek, Harga, dan Kualitas terhadap Keputusan Pembelian Kopling Lombok Afira Annisa Arroya Ramadhani Putri; Rizal Ramdani; Widia Febriana; Juliana Palit
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11830

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya intensitas persaingan pada sektor usaha kopi keliling menuntut pelaku usaha untuk menerapkan strategi pemasaran yang mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Instagram Marketing, citra merek, harga, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen Kopling Lombok di Kota Mataram. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, Instagram Marketing, citra merek, harga, dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Di antara keempat variabel tersebut, kualitas produk memberikan pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian konsumen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,644 mengindikasikan bahwa 64,4% variasi keputusan pembelian mampu dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 35,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memberikan implikasi bahwa optimalisasi strategi pemasaran melalui Instagram, penguatan citra merek, penetapan harga yang sesuai dengan persepsi nilai konsumen, serta peningkatan kualitas produk dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keputusan pembelian sekaligus memperkuat daya saing UMKM kopi keliling di Kota Mataram.
Analisis Pengaruh Motivasi Kerja, Literasi Digital, dan Pemanfaat Teknologi terhadap Kinerja Karyawan UMKM Kuliner di Mataram Thea Maliagung; Widia Febriana; Ridha Nurul Hayati; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11901

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital terhadap kinerja karyawan UMKM kuliner di Kota Mataram. Perkembangan teknologi dan persaingan usaha menuntut UMKM meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Motivasi kerja menjadi faktor yang mendorong semangat dan tanggung jawab karyawan, sedangkan literasi digital dan pemanfaatan teknologi mendukung efisiensi operasional serta kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 98 karyawan UMKM kuliner yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi digital masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel juga memberikan kontribusi yang kuat dalam meningkatkan kinerja karyawan, dengan kemampuan model menjelaskan sebagian besar variasi kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi, penguatan kompetensi digital, serta optimalisasi penggunaan teknologi operasional dapat menjadi strategi penting bagi UMKM kuliner dalam meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, dan daya saing. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia dan menjadi rekomendasi praktis bagi pelaku UMKM maupun pemangku kebijakan dalam mendukung transformasi digital sektor kuliner.
Pengaruh Cashback, Flash Sale, dan Gratis Ongkir terhadap Impulsive Buying pada Generasi Z Pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur Lina Hasina; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12211

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cashback, flash sale, dan gratis ongkir terhadap impulsive buying pada Generasi Z pengguna Shopee di Kabupaten Lombok Timur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah Generasi Z di Kabupaten Lombok Timur yang menggunakan Shopee dan pernah melakukan transaksi pembelian, sedangkan sampel sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel. Secara parsial, cashback berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying karena meningkatkan persepsi manfaat ekonomi dan nilai transaksi. Flash sale juga berpengaruh positif dan signifikan melalui keterbatasan waktu, kelangkaan, dan rasa takut kehilangan kesempatan. Gratis ongkir berpengaruh positif dan signifikan karena mengurangi biaya tambahan yang sering menjadi hambatan dalam transaksi daring. Secara simultan, ketiga strategi promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,850, sehingga mampu menjelaskan 85% variasi perilaku pembelian impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi promosi finansial, urgensi waktu, dan pengurangan biaya transaksi efektif mendorong pembelian spontan pada Generasi Z. Pelaku e-commerce perlu merancang promosi secara transparan, terukur, relevan, dan tidak berlebihan agar tetap meningkatkan transaksi tanpa mengabaikan kepercayaan serta pengalaman konsumen.
Artificial Intelligence dalam Transformasi Industri Multimedia untuk Bisnis dan Ketahanan Digital Nasional I Nyoman Yoga Sumadewa; Widia Febriana; Melati Rosanensi; Husain Husain; Ana Rahmatyar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2017

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan pada industri multimedia, mulai dari proses penciptaan konten hingga distribusinya, sekaligus memunculkan implikasi baru terhadap ketahanan digital nasional Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis pola transformasi industri multimedia berbasis AI serta implikasinya terhadap ketahanan digital nasional melalui pendekatan Critical Literature Review (CLR) atas delapan belas literatur yang mencakup kajian AI-industri kreatif internasional dan kajian ketahanan nasional Indonesia. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI berperan sebagai enabler transformasi pada level teknis maupun epistemologis industri multimedia, membuka peluang produktivitas namun juga menghadirkan tantangan etika seperti hak cipta, deepfake, bias algoritma, dan privasi data. Pada level makro, kesenjangan tata kelola AI pada industri multimedia berpotensi menjadi titik kerentanan bagi ketahanan digital nasional. Artikel ini merumuskan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan AI, transformasi industrimultimedia, dan ketahanan digital nasional secara berjenjang, sebagai kontribusi konseptual untuk memperkuat kebijakan tata kelola AI nasional yang lebih adaptif.
Perancangan Antarmuka Visual Pada Aplikasi Augmented Reality Untuk Informasi Nilai Gizi Minuman Melati Rosanensi; I Nyoman Yoga Sumadewa; Widia Febriana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2024

Abstract

Augmented reality (AR) banyak dimanfaatkan sebagai media informasi kesehatan, termasuk untuk menyampaikan nilai gizi minuman kemasan kepada penderita diabetes. Namun, penelitian-penelitian sejenis umumnya menitikberatkan pada aspek teknis pembangunan aplikasi AR seperti pembuatan marker, integrasi Vuforia, dan proses assembly pada Unity, sedangkan aspek perancangan antarmuka visual yang menentukan apakah informasi gizi benar-benar dapat dipahami secara cepat dan tepat oleh pengguna belum dibahas secara mendalam. Artikel ini bertujuan mengkaji ulang perancangan antarmuka visual pada sebuah aplikasi AR informasi nilai gizi minuman dari sudut pandang ilmu desain antarmuka (UI/UX) dan Human-Computer Interaction (HCI), bukan dari sudut pandang pengembangan teknis AR. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan tahap Design pada Multimedia Development Life Cycle (MDLC) sebagai kerangka kerja, difokuskan pada elemen tata letak, tipografi, warna, ikon, struktur navigasi, hierarki informasi, konsistensi visual, keterbacaan, dan interaksi pengguna. Hasil kajian menunjukkan bahwa antarmuka pada menu utama, menu pemindaian AR, dan empat menu informasi bahaya zat gizi memiliki pola tata letak simetris dan grid sederhana, namun konsistensi tipografi, kontras warna, serta hierarki visual antarhalaman masih dapat dioptimalkan berdasarkan prinsip desain komunikasi visual dan sepuluh heuristik Nielsen. Pembahasan juga menghubungkan data pengujian beta pengguna dengan aspek keterbacaan dan interaksi untuk memperkuat argumen perancangan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kualitas penyampaian informasi kesehatan melalui AR sangat bergantung pada perancangan visual yang sistematis, bukan semata pada teknologi penampil objek tiga dimensi maupun dua dimensinya, sehingga perancangan antarmuka visual perlu diperlakukan sebagai domain kajian tersendiri yang setara pentingnya dengan pengembangan sistem AR itu sendiri.
Strategi Keberlanjutan Ritel Konvensional di Desa Medana Yoga Dui Azhari; Widia Febriana; Juliana Palit; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10647

Abstract

Perkembangan ritel modern telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk pada wilayah pedesaan yang sebelumnya didominasi oleh ritel konvensional. Kehadiran minimarket modern di sekitar Desa Medana menimbulkan tekanan terhadap keberlanjutan warung tradisional yang terlihat melalui penurunan jumlah pelanggan, berkurangnya omzet penjualan, meningkatnya persaingan, dan perubahan preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kehadiran ritel modern serta mengidentifikasi strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh pelaku ritel konvensional di Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas pemilik warung, konsumen, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan temuan dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritel konvensional tetap mampu mempertahankan keberlangsungan usaha melalui pelayanan personal, komunikasi yang ramah, fleksibilitas pembayaran secara hutang atau tempo, penyesuaian jenis dan ukuran produk dengan kebutuhan serta daya beli masyarakat, kedekatan lokasi, dan pemanfaatan modal sosial berupa hubungan kepercayaan antara penjual dan pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan ritel konvensional tidak hanya ditentukan oleh harga dan kelengkapan produk, tetapi juga oleh kemampuan mempertahankan kedekatan sosial serta melakukan adaptasi operasional secara berkelanjutan. Hasil penelitian juga memberikan dasar bagi penguatan kapasitas pengelolaan warung melalui pencatatan sederhana, pengendalian persediaan, dan pemanfaatan teknologi yang sesuai.