Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Digitalisasi Supply Chain Kuliner Khas Mataram untuk Menjaga Kesegaran Ayam Taliwang hingga ke Tangan Konsumen Luar Daerah Widia Febriana; Amalia Rosada; Ezar Amrullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6274

Abstract

Ayam Taliwang merupakan ikon gastronomi khas Kota Mataram yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara nasional. Namun, karakteristik produk yang mudah rusak (perishable) menyebabkan distribusi ke luar daerah menghadapi tantangan serius, terutama dalam menjaga kesegaran, kualitas rasa, dan keamanan pangan selama proses pengiriman. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi supply chain sebagai strategi dalam menjaga kualitas Ayam Taliwang hingga sampai ke tangan konsumen luar daerah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menelaah titik-titik kritis dalam rantai pasok konvensional, mulai dari pengelolaan bahan baku di tingkat peternak, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi last-mile antarpulau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) melalui sensor pemantauan suhu dan kelembapan secara real-time mampu mengurangi risiko kerusakan produk selama proses distribusi. Selain itu, integrasi sistem manajemen inventaris digital membantu pelaku usaha dalam mengontrol stok, memantau umur simpan produk, dan mempercepat koordinasi antara produsen, distributor, dan penyedia jasa logistik. Digitalisasi supply chain juga meningkatkan transparansi data distribusi sehingga pelaku usaha dapat melakukan pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat ketika terjadi gangguan pada rantai dingin (cold chain). Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital pada rantai pasok kuliner tradisional menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM kuliner di Kota Mataram untuk memperluas pasar nasional tanpa mengorbankan kualitas produk. Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi distribusi dan daya saing usaha, tetapi juga mendukung keberlanjutan bisnis kuliner lokal di era ekonomi digital.
Digitalisasi Supply Chain Kuliner Khas Mataram untuk Menjaga Kesegaran Ayam Taliwang Hingga ke Tangan Konsumen Luar Daerah Widia Febriana; Amalia Rosada; Ezar Amrullah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8454

Abstract

Ayam Taliwang merupakan ikon gastronomi Kota Mataram yang menghadapi tantangan besar dalam ekspansi pasar ke luar daerah, terutama terkait retensi kesegaran produk dan kompleksitas distribusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digitalisasi supply chain sebagai solusi atas kerentanan kualitas produk kuliner tradisional yang bersifat perishable (mudah rusak). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menyoroti titik-titik kritis dalam rantai pasok konvensional, mulai dari pengelolaan bahan baku di tingkat peternak, proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi last-mile ke luar pulau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan suhu secara real-time serta integrasi sistem manajemen inventaris digital mampu meminimalisir risiko kerusakan produk selama proses distribusi. Digitalisasi supply chain tidak hanya mendukung pengawasan pergerakan fisik barang, tetapi juga meningkatkan transparansi data dan efisiensi koordinasi antara produsen Ayam Taliwang dengan pihak logistik. Selain itu, sinkronisasi informasi dalam sistem rantai dingin (cold chain) terbukti berperan penting dalam menjaga kualitas, higienitas, dan cita rasa autentik produk hingga sampai ke tangan konsumen di luar daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital dalam rantai pasok merupakan kebutuhan strategis bagi UMKM kuliner di Kota Mataram untuk memperluas jangkauan pasar nasional tanpa mengorbankan kualitas produk. Dengan dukungan teknologi digital, UMKM kuliner tradisional memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan daya saing, efisiensi distribusi, dan keberlanjutan usaha di era ekonomi digital.
Digitalisasi Desa Wisata Untuk Peningkatan Ekonomi Desa Berkelanjutan Melalui Kemitraan Pokdarwis Lembar Selatan Widia Febriana; Husain; I Made Yadi Dharma; Lady Faerrosa
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i1.4151

Abstract

Abstract: Developing tourism villages is a crucial strategy for strengthening local economies, reducing urbanization, and maintaining cultural and environmental sustainability. This concept is increasingly relevant in the era of digital transformation, when tourism villages are required to adapt through technology-based smart tourism approaches, digital promotion, and information services. One area with significant potential is Lembar Selatan Village in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Surrounded by 70 hectares of mangrove forest, a coastline, marine life, and well-preserved local traditions, the village has the potential to be developed into a coastal ecotourism destination. The Lembar Selatan Ecotourism Awareness Group (Pokdarwis) has begun managing tourism based on conservation and environmental education. However, obstacles remain, such as low digital literacy, the lack of an online promotion and reservation system, and limited destination management training. These conditions impact market reach and low tourist visits. Therefore, Community Service (PKM) activities are designed to increase Pokdarwis capacity, strengthen tourism digitalization through websites and promotional media, and encourage local community empowerment. This program is expected to realize inclusive, participatory, and sustainable coastal ecotourism, as well as strengthen the competitiveness and branding of Lembar Selatan Tourism Village. Keyword: stourism village; tourism digitalization; coastal ecotourism; tourism group (pokdarwis); tourism digitalization; smart tourism; website. Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk memperkuat ekonomi lokal, mengurangi urbanisasi, serta menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan. Konsep ini semakin relevan di era transformasi digital, ketika desa wisata dituntut beradaptasi melalui pendekatan smart tourism berbasis teknologi, promosi digital, dan layanan informasi. Salah satu wilayah yang memiliki potensi besar adalah Desa Lembar Selatan di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa ini dikelilingi hutan mangrove seluas 70 hektare, garis pantai, biota laut, serta tradisi lokal yang masih terjaga, sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi ekowisata pesisir. Tahapan Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui identifikasi kebutuhan Pokdarwis, pengembangan website sistem informasi wisata, penguatan ekowisata mangrove, pemasangan lampu tenaga surya, penyediaan fasilitas kebersihan, penempatan papan informasi berbasis QR, serta pelatihan penggunaan megaphone untuk mendukung pelayanan wisata serta pelatihan manajement wisata. Kondisi ini berdampak pada rendahnya jangkauan pasar dan kunjungan wisatawan. Untuk itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dirancang guna meningkatkan kapasitas Pokdarwis, memperkuat digitalisasi pariwisata melalui website dan media promosi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat lokal. Program ini diharapkan mewujudkan ekowisata pesisir yang inklusif, partisipatif, berkelanjutan, serta memperkuat daya saing dan branding Desa Wisata Lembar Selatan. Kata kunci: desa wisata; digitaisasi pariwisata; ekowisata pesisir; pokdarwis; digitalisasi pariwisata; smart tourism; website
Transformasi Akuntansi Keberlanjutan di Sektor Publik melalui Digitalisasi: Menuju Tata Kelola Berbasis ESG Rina Komala; Layali Ihyani; Widia Febriana
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v12i2.1017

Abstract

The advancement of sustainability accounting within the public sector is becoming an increasingly important issue, driven by the rising demand for transparency, accountability, and management of public resources focused on sustainability. This research seeks to examine how digitalization contributes to the adoption of accounting that incorporates Environmental, Social, and Governance (ESG) principles across various public sector entities. The methodology employed is a descriptive qualitative approach, utilizing a literature review and an analysis of the implementation practices of digital systems in several governmental organizations. Findings indicate that leveraging digital technologies, including cloud computing-based accounting information systems, big data analytics, and integrated reporting platforms, can enhance the quality of sustainability information, making it available more swiftly, accurately, transparently, and in a more accessible manner. The incorporation of ESG indicators into.
Pendampingan Digitalisasi Manajemen Rantai Pasok UMKM Berbasis Sistem Informasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Daya Saing Usaha Lokal di Pulau Lombok Widia Febriana; Melati Rosanensi; I Nyoman Yoga Sumadewa; Rina Komala; Arwin Yafi Rahmatullah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16609

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM di Pulau Lombok melalui pendampingan digitalisasi manajemen rantai pasok berbasis sistem informasi. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha adalah pengelolaan distribusi, pencatatan stok, serta koordinasi pemasok yang masih dilakukan secara manual dan kurang terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan sistem digital sederhana, serta pendampingan implementasi dalam aktivitas usaha sehari-hari. Sistem yang diperkenalkan dirancang agar mudah digunakan dan sesuai dengan kondisi UMKM lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam ketepatan pencatatan, efisiensi distribusi, serta kemudahan akses informasi yang mendukung pengambilan keputusan usaha. Selain itu, pelaku UMKM mulai memahami pentingnya integrasi teknologi dalam pengelolaan rantai pasok. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM di tingkat lokal secara berkelanjutan
Pengaruh Pengembangan Karir, Kompensasi, dan Beban Kerja terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Z di Kota Mataram I Gusti Ayu Prianingsih; Widia Febriana; Febria Nurmelia Marlina; Irwan Cahyadi; Ega Dwi Putri Marswandi
MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/manabis.v5i2.8051

Abstract

The increasingly dynamic work environment has led to higher turnover intention, particularly among Generation Z employees. This generation grew up in the digital era and possesses different characteristics compared to previous generations, such as rapid adaptation to technology, preference for work flexibility, and high expectations regarding career development, compensation, and a comfortable work environment. Generation Z employees also tend to change jobs more easily when they perceive limited career growth opportunities, inadequate rewards, and excessive workloads. These conditions encourage companies to understand the factors influencing turnover intention in order to retain potential employees. This study aims to examine the influence of career development, compensation, and workload on turnover intention among Generation Z employees in Mataram. The study employed a quantitative approach involving 100 Generation Z employees from various organizations and companies. Data were collected through questionnaires and analyzed using SPSS, including validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The results indicate that career development and workload have a positive and significant effect on turnover intention, while compensation has a negative and significant effect on turnover intention. Simultaneously, the three variables significantly affect turnover intention with a coefficient of determination value of 53.3%, while the remaining percentage is influenced by other factors outside this study.
Strategi Promosi Media Sosial dalam Membentuk Identitas Merek Bhumi Resto Muhamad Alfian Sidik; Widia Febriana; Rina Komala; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.6253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi media sosial dalam membentuk identitas merek pada Bhumi Resto sebagai salah satu UMKM kuliner yang berkembang di Lombok. Fokus penelitian diarahkan pada pemanfaatan platform Instagram, TikTok, dan Facebook sebagai media komunikasi pemasaran untuk menyampaikan pesan promosi sekaligus membangun persepsi merek di benak audiens. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai praktik promosi digital yang diterapkan Bhumi Resto dalam konteks nyata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola dan admin media sosial, observasi terhadap aktivitas promosi yang dilakukan pada berbagai platform media sosial, serta dokumentasi konten promosi yang telah dipublikasikan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola strategi promosi, bentuk interaksi dengan audiens, serta elemen identitas merek yang ditampilkan secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bhumi Resto membangun identitas merek melalui konsistensi visual konten, penggunaan tone komunikasi yang ramah, santai, dan dekat dengan audiens, serta penerapan storytelling yang menonjolkan pengalaman kuliner, suasana restoran, dan aktivitas kebersamaan yang terjadi di dalamnya. Strategi promosi juga diperkuat melalui variasi konten yang mencakup informasi produk, program promosi, hiburan, serta interaksi aktif dengan pengguna media sosial. Selain itu, respons admin yang cepat terhadap komentar dan pesan pengguna turut meningkatkan keterlibatan audiens. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pengelolaan media sosial yang konsisten, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing platform berperan penting dalam memperkuat identitas merek serta membangun citra positif Bhumi Resto di media sosial.
Sistem Digital Operasional terhadap Kepercayaan Pelangan, Data Persediaan, dan Kinerja Penjualan Apotek Almeer Ibra Maulana; Rina Komala; Lalu Yayan Ardiansyah; Widia Febriana; Juliana Palit
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11168

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong apotek di Kota Mataram beralih dari sistem operasional konvensional menuju sistem digital. Penerapan sistem digital operasional diharapkan mampu mendukung pelayanan yang lebih efektif, pengelolaan persediaan yang lebih akurat, serta peningkatan kinerja penjualan.Dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian data persediaan dengan stok fisik dan keterlambatan pembaruan data. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Sistem Digital Operasional dengan Kepercayaan Pelanggan, Kualitas Data Persediaan, dan Kinerja Penjualan Apotek di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 80 pengelola apotek menggunakan purposive sampling dan 160 pelanggan apotek menggunakan accidental sampling. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (Sig. < 0,05), sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Digital Operasional memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Kepercayaan Pelanggan (r = 0,697; Sig. = 0,000), Kualitas Data Persediaan (r = 0,377; Sig. = 0,001), dan Kinerja Penjualan Apotek (r = 0,350; Sig. = 0,001). Hubungan terkuat ditemukan pada Kepercayaan Pelanggan, sedangkan hubungan terhadap Kualitas Data Persediaan dan Kinerja Penjualan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem digital operasional berperan penting dalam membangun kepercayaan pelanggan serta mendukung efektivitas operasional dan penjualan apotek.
Peran Review Online, Influencer, dan Kepercayaan dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Belanja Online pada Generasi Z di Kota Mataram Irma Rizkia Ramadhani; Rina Komala; Widia Febriana; Lalu Yayan Ardiansyah; Rizal Ramdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11324

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola perilaku konsumen dalam melakukan aktivitas belanja. Generasi Z sebagai generasi yang lahir dan tumbuh di era digital menjadi kelompok konsumen yang paling aktif memanfaatkan internet, media sosial, dan platform e-commerce dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam proses pengambilan keputusan pembelian secara online, konsumen tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi, tetapi juga oleh berbagai informasi yang diperoleh melalui review online, influencer, dan tingkat kepercayaan terhadap penjual maupun platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran review online, influencer, dan kepercayaan dalam proses pengambilan keputusan pembelian belanja online pada Generasi Z di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap Generasi Z yang aktif melakukan pembelian secara online. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa review online menjadi sumber informasi utama yang digunakan Generasi Z untuk mengurangi ketidakpastian dalam pembelian online. Influencer berperan dalam membentuk kesadaran dan minat awal terhadap produk melalui media sosial. Sementara itu, kepercayaan menjadi faktor yang menentukan keputusan akhir pembelian melalui pertimbangan terhadap reputasi toko, keamanan transaksi, dan pengalaman konsumen sebelumnya. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dalam setiap tahapan pengambilan keputusan pembelian, mulai dari pencarian informasi hingga keputusan pembelian. Penelitian ini memperkuat Consumer Decision Making Theory dengan menunjukkan bahwa faktor digital memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perilaku konsumen Generasi Z pada era ekonomi digital.
Pengaruh Finance Influencer, Literasi Keuangan, dan Persepsi Risiko terhadap Perilaku Investasi Keuangan Digital Generasi Z di Kota Mataram Frensen Adriandra; Widia Febriana; Lalu Yayan Ardiansyah; Rina Komala
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11775

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara Generasi Z memperoleh informasi keuangan dan mengambil keputusan investasi. Kehadiran finance influencer sebagai penyedia informasi investasi di berbagai platform digital, disertai tingkat literasi keuangan dan persepsi risiko individu, diduga memengaruhi perilaku investasi keuangan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh finance influencer, literasi keuangan, dan persepsi risiko terhadap perilaku investasi keuangan digital Generasi Z di Kota Mataram, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 101 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finance influencer berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 3,735, literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 4,197, sedangkan persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t-hitung 2,208. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap perilaku investasi keuangan digital dengan nilai F-hitung 41,845 dan koefisien determinasi sebesar 0,564. Artinya, sebesar 56,4% variasi perilaku investasi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sementara 43,6% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi keuangan, pemahaman risiko, dan kredibilitas informasi dari finance influencer dalam mendorong perilaku investasi Generasi Z yang lebih rasional, terencana, dan bertanggung jawab.