Claim Missing Document
Check
Articles

Navigasi Stres Akademik pada Mahasiswa Perantau: Apakah Mindfulness Menjadi Solusi? A'yun, Qurrotul; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12448

Abstract

Abstract The transition to academic life often presents challenges for students who migrate for their studies, particularly in dealing with academic stress. This study aims to examine the relationship between mindfulness and academic stress among first-semester migrant students in Surabaya. A quantitative approach was employed in this research, involving 200 students from various regions in Indonesia as participants. Data collection was conducted using mindfulness and academic stress scales, while the data analysis technique utilized Spearman's Rho correlation. The results showed a significant negative relationship between mindfulness and academic stress (r = -0.347, p < 0.01). This indicates that students with higher levels of mindfulness tend to experience lower levels of academic stress, and vice versa. Thus, the hypothesis stating a negative relationship between mindfulness and academic stress among first-semester migrant students in Surabaya is accepted. Abstrak Transisi ke dunia akademik sering menjadi tantangan bagi mahasiswa perantau, terutama dalam menghadapi stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mindfulness dengan stres akademik pada mahasiswa semester satu perantau di kota Surabaya. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan melibatkan 200 mahasiswa Surabaya dari berbagai daerah di Indonesia sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala mindfulness dan stres akademik, sedangkan teknik analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara mindfulness dengan stres akademik (r= -0.347, p<0.01). Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan tingkat mindfulness yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat stres akademik yang lebih rendah, begitupun sebaliknya. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif antara mindfulness dengan stres akademik pada mahasiswa semester satu perantau di Kota Surabaya diterima.
Peran Parent Attachment dan Peer Attachment dalam Regulasi Emosi Pada Remaja Meva, Devina Deaura Puspita; Pratikto, Herlan; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Parent Attachment dan Peer Attachment dengan regulasi emosi pada remaja. Subjek penelitian ini terdiri dar 222 subjek siswa dan sisiwi kelas 10-12 SMA Negeri 17 Surabaya. Penelitian ini skala Regulasi Emosi, skala Parent Attachment dan Skala Peer Attachment. Berdasarkan hasil analisis menggunakan korelasi regresi berganda menghasilkan koefisien rxy = 0,758 yang mengunjukkan hubungan positif antara Parent Attachment dan Peer Attachment dengan Regulasi Emosi. Artinya, semakin tinggi Parent Attachment dan Peer Attachment semakin rendah Regulasi Emosi yang dimiliki siswa dan siswi SMA Negeri 17 Surabaya
Forgiveness pada Dewasa Awal Pasca Putus Cinta: Bagaimana Peran Emotional Intelligence? Putri, Maharani Luvinda; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12525

Abstract

Putus cinta merupakan pengalaman emosional yang berat, terutama bagi individu yang berada pada tahap dewasa awal. Pada fase ini, individu sering kali merasakan emosi negatif yang akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek penting dalam proses penyembuhan yaitu forgiveness. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan emotional intelligence dengan forgiveness pada dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta melalui pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan yang digunakan sebanyak 200 responden dengan teknik Purposive Sampling. Skala forgiveness diukur mengacu teori McCoullough, Root, Cohen (2006) dan skala Emotional Intelligence mengacu teori Goleman (2007) yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis yang diaplikasikan melalui korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan postif dan signifikan antara emotional intelligence dengan forgiveness pada dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta, artinya semakin tinggi emotional intelligence juga semakin tinggi forgiveness yang dimilikinya.
Komunikasi Interpersonal dan Regulasi Emosi sebagai Prediktor Persepsi Hubungan Romantis pada Masa Dewasa Awal Setiawati, Yuni; Pratikto, Herlan; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12528

Abstract

The perception of romantic relationships is when individuals find meaning in a relationship that leads to emotional and physical bonds with their partner and efforts to build a long-term relationship. This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships among married couples. The research method used a correlational quantitative research method with a total of 139 participants selected through snowball sampling. The research scale uses the romantic relationship perception scale taken from Schaefer & Olson (1981), the interpersonal communication scale from Rubin et al. (1988), and the emotion regulation scale from Gratz & Roemer (2004). The research results indicate that there is a positive relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships. This means that the higher the interpersonal communication and emotion regulation, the higher the perception of romantic relationships. Conversely, if there is a decrease in interpersonal communication and emotional regulation, the perception of romantic relationships will also decline.
Regulasi Emosi dan Kepribadian Introvert: Faktor Penentu Self Injury di Kalangan Mahasiswa di Surabaya Setyawan, Riko Yuli; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12584

Abstract

Students are expected to have good critical thinking and problem solving skills, but in reality some of them still commit self injury as a way to relieve or divert the emotional pain they feel. This study aims to determine whether there is a relationship between emotion regulation and introverted personality tendencies with self injury tendencies in university students in Surabaya. Correlational quantitative research method with the number of respondents as many as 384 students who were taken using purposive sampling technique. The analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results showed that there is a significant relationship between emotion regulation and introverted personality tendencies with self injury tendencies in university students in Surabaya. Students with low emotion regulation and high introverted tendencies tend to have a greater risk of self injury. This research provides important insights in efforts to prevent and intervene in self injury behavior through improving emotion regulation and understanding individual personality types.
Regulasi Diri Belajar dengan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ramadanti, Astria; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12614

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan hal yang penting bagi siswa. Siswa yang memiliki kesejahteraan psikologis yang baik akan merasa sejahtera dan bahagia dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 260 siswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini melalui observarsi partisipan. Terdapat 2 skala yaitu skala regulasi diri belajar dan skala kesejahteraan psikologis. Arah hubungan regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis adalah positif yang artinya semakin tinggi regulasi diri belajar pada siswa maka semakin tinggi juga kesejahteraan psikologis. Maka dapat menjawab hipotesis dalam penelitian ini yaitu hipotesis diterima, yaitu ada hubungan positif antara regulasi diri belajar dengan kesejahteraan psikologis pada siswa sekolah menengah pertama.
Memaafkan untuk Bahagia: Kunci Kesejahteraan Remaja Pasca Putus Cinta Navulani, Intan; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan subjective well-being pada remaja yang mengalami putus cinta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 200 remaja yang mengalami putus cinta di Sidoarjo, berusia 16-19 tahun. Cara pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Pwngambilan data penelitian ini menggunakan skala forgiveness dan subjective well-being. Instrumen pada penelitian ini menggunakan skala likert, metode untuk analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 27 For Windows. Berdasarkan analisis data diperoleh koefisien r = 0,743 dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara Forgiveness dengan Subjective Well-Being. Adanya korelasi positif yang artinya semakin tinggi forgiveness maka semakin tinggi pula subjective well-being tersebut. Kata kunci: Memaafkan, Kesejahteraan Subjektif, Putus Cinta, Remaja.
Stres Akademik dengan Emotional Eating pada Mahasiswa Ramadhani, Sevila Putri; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12705

Abstract

Penelitian ini berangkat dari fenomena perilaku makan beresiko yang ada di kalangan mahasiswa di Indonesia. Perilaku makan beresiko yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh salah satunya adalah emotional eating. Emotional eating adalah perilaku makan yang dipicu oleh emosi negatif, salah satunya adalah stes. Stres yang kerap terjadi pada mahasiswa adalah stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara stres akademik dengan emotional eating pada mahasiswa. Terdapat 145 mahasiswa aktif berusia 19-23 tahun yang menjadi partisipan pada penelitian ini. Stres akademik diukur menggunakan skala Perceived Sources of Academic Stress sedangkan emotional eating diukur menggunakan sub-skala emotional eating dari Dutch Eating Behavior Questionnaire. Analisis data dilakukan menggunakan metode Spearman’s rho dengan bantuan program Jamovi 2.2.5. Hasil analisis menemukan korelasi yang signifikan antara stres akademik dan emotional eating (r=0,276; p < 0.001). Korelasi bersifat positif yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin tinggi pula tingkat emotional eating.
Menjaga Jiwa di Perantauan: Peranan Father Involvement dalam Psychological Well-Being Mahasiswa Rantau Firdaus, Noviana; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12730

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penilaian hubungan antara father involvement dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian terdiri dari 180 mahasiswa rantau program studi Psikologi angkatan 2021. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert yang mencakup skala father involvement dan psychological well-being. Metode yang diterapkan untuk analisis data adalah korelasi Product Moment. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara antara father involvement dengan psychological well-being pada mahasiswa rantau. Oleh karena itu, hipotesis yang diidentifikasi dalam penelitian ini dapat diterima.
Prokrastinasi Akademik Mahasiswa: Bagaimana Peran Intensitas Bermain Game Online dan Stres Akademik? Hendiaka, Reihan Firjatullah Putra; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 02 (2025): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i02.12762

Abstract

Pelaku prokrastinasi akademik mengetahui bahwa perilaku ini akan berdampak buruk bagi yang melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dan stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Surabaya. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan 3 variabel. Teknik pengambilan partisipan pada penelitian ini menggunakan metode sampling insidental dengan sampel sebanyak 388 mahasiswa di Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi oleh Suhadianto, dkk. (2024). Kemudian skala intensitas bermain game online yang mengacu pada Fishbein & Ajzen, 2010. Selanjutnya lalu skala stres akademik yang disusun oleh Wardani (2024) yang menggunakan aspek dari Bedewy & Gabriel (2015). Hasil penelitian baik secara simultan ataupun secara parsial mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara intensitas bermain game online dan stres akademik dengan prokrastinasi akademik yang maknanya semakin tinggi intensitas bermain game online dan stres akademik maka semakin tinggi juga kecenderungan prokrastinasi akademik, berlaku juga sebaliknya.