Claim Missing Document
Check
Articles

Stres Akademik dan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Bekerja Wardani, Ari Fanti; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11618

Abstract

Academic procrastination is the behavior of delaying work on assignments which is carried out intentionally and has a negative impact on students which can harm their abilities. However, it can also reduce stress, even if only temporarily. This research aims to determine the relationship between academic stress and academic procrastination in working students. Participants in this research were 205 evening class students from the class of 2023-2024 using incidental sampling techniques. The instruments used in this research were the Tuckman Procrastination Scale (TPS) which was adapted from Tuckman (1991) and the academic stress scale which refers to the theory of Bedwy and Gabriel (2015). The results of the product moment correlation test show that the relationship between academic stress and academic procrastination obtained a correlation of rxy = 0.764, significance of p = 0.000 (p<0.05), which means that there is a significant positive relationship between academic stress and academic procrastination in working students. These results indicate that the higher the academic stress, the higher the academic procrastination in working students. The statement above states that the hypothesis in this research is accepted. Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan dalam mengerjakan tugas yang dilakukan secara sengaja dan berdampak buruk pada mahasiswa yang dapat merugikan kemampuannya. Namun juga dapat mengurangi stres meskipun hanya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubingan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Partisipan pada penelitian ini adalah 205 mahasiswa kelas sore angkatan 2023-2024 dengan menggunakan teknik sampling incidental. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tuckman Procrastination Scale (TPS) yang diadaptasi dari Tuckman (1991) dan skala stres akademik yang mengacu pada teori Bedwy dan Gabriel (2015). Hasil uji korelasi product moment bahwa hubungan stres akademik dengan prokrastinasi akademik memperoleh korelasi rxy = 0,764 signifikasi sebesar p = 0,000 (p<0,05) yang berarti adanya hubungan positif signifikan antara stres akademik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres akademik maka semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa bekerja. Pernyartaan diatas menyatakan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Subjective well-being pada penggemar k-pop dewasa awal : Bagaimana kecenderungan coping stress? Novanda, Salsadifa Rizky; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.10395

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan coping stress dengan subjective well-being pada penggemar k-pop dewasa awal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 103 penggemar k-pop yang berada pada masa usia dewasa awal 18-30 tahun dengan teknik sampel yang digunakan purposive random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert yaitu skala coping stress dan subjective well-being. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan bantuan SPSS versi 16 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecederungan coping stress dengan subjective well-being. Problem focused coping memiliki hubungan negatif dengan subjective well-being dan ada hubungan positif pada emotional focused coping dengan subjective well-being. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
Kepercayaan diri dan adiksi media sosial sebagai prediktor kecemasan sosial pada mahasiswa angelina, fransiska sherly; Efendy, Mamang; Pratikto, Herlan
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v2i5.12433

Abstract

Individu yang terdaftar dalam perguruan tinggi baik dinegeri maupun swasta disebut sebagai mahasiswa. Siswa termasuk dalam masa perkembangan dewasa awal yang dimana merupakan masa penyesuaian pola hidup baru dan harapan sosial yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dan adiksi media sosial dengan kecemasan sosial pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah 300 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan skala likert, dengan menggunakan skala kecemasan sosial teori La Greca & Lopez, skala kepercayaan diri teori Lauster, dan skala adiksi media sosial teori Andreassen. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa hubungan simultan antara kepercayaan diri dan adiksi media sosial dengan kecemasan sosial terdapat. Secara parsial ditemukan hubungan negatif antara kepercayaan diri dan kecemasan sosial, serta hubungan positif antara adiksi media sosial dengan kecemasan sosial.
Anger Management To Reduce Angry Behavior In Schizophrenia Patients Azhar, Ryan Ainul; Pratikto, Herlan
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 3 No. 4 (2024): Vol. 3 No. 4 2024
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v3i4.526

Abstract

Schizophrenia is a serious mental disorder characterized by hallucinations, delusions, disorganized thoughts, and difficulty managing emotions, often leading to aggressive behavior.This study explores the effectiveness of anger management interventions in helping patients with schizophrenia manage aggression, specifically targeting a 38-year-old patient diagnosed with paranoid schizophrenia. The study employs a qualitative approach through observations, interviews, and psychological testing to assess the patient's psychological state and identify factors contributing to emotional dysregulation. Psychological assessments, including WAIS, SSCT, WWQ, SRQ-20, and projective tests, revealed that the patient displayed a below-average IQ, social withdrawal, mood instability, impulsivity, and paranoia. The intervention included six sessions of anger management techniques based on Novaco’s cognitive-behavioral approach, aiming to help the patient recognize anger triggers, improve emotion regulation, and foster positive coping strategies. Results demonstrated a notable reduction in aggressive behaviors, with the patient showing progress in emotional control, appropriate social communication, and engaging in beneficial activities to redirect anger. Although some behavioral challenges persisted, the patient exhibited improved self-awareness and applied relaxation techniques learned during the intervention. This study highlights the significance of individualized anger management programs as an effective approach for reducing aggression in schizophrenia patients.
Hubungan Efikasi Diri dan Motivasi Belajar dengan Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Baru yang Merantau di Surabaya Juwita, Swasty Hanum; Efendy, Mamang; Pratikto, Herlan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.24998

Abstract

Penyesuaian diri tentu saja menjadi tantangan bagi setiap orang, begitupun pada mahasiswa rantau.Tuntutan yang muncul di perguruan tinggi dapat menjadi tantangan besar bagi mahasiswa. Jika mereka tidak mampu menyesuaikan diri secara sosial, beragam dampak negatif dapat muncul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan motivasi belajar dengan penyesuaian diri pada mahasiswa yang merantau. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan instrumen penelitian dan menganalisis data secara kuantitatif atau statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif koreasional. Populasinya ditentukan dengan G-Power. Dilakukan uji skala sebanyak dua putaran untuk menghasilkan aitem yang valid. Kemudian data diolah menggunakan korelasi non parametrik. Hasil dari variabel efikasi diri menunjukan hubungan positif yang signifikan dengan penyesuaian diri, lalu variabel motivasi belajar menunjukkan hubungan negatif. Dalam hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri pada mahasisiwa yang merantau, maka semakin baik pula penyesuiaan dirinya dan semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah pula penyesuiaan dirinya. Dan semakin tinggi motivasi belajar maka semakin rendah penyesuiaan dirinya dan semakin rendah motivasi belajari maka semakin tinggi penyesuiaan dirinya.
Comparison of Gumbel Method and Log Pearson Method in Flood Control in Konto River Jombang Pradigta, Mochammad Danara Indra; Susanto, Sony; Pratikto, Herlan
CIVED Vol. 11 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i3.645

Abstract

This study aims to analyze the potential for flooding in the Konto River, Gudo District, Jombang Regency, this study uses the Gumbel and Log Pearson III statistical methods. Floods in this area often occur due to rainwater flow from the surrounding mountains which causes damage to infrastructure and settlements. Maximum daily rainfall data from 2013 to 2023 are used in this analysis. The Gumbel method is a statistical technique that is often used to analyze extreme rainfall data. The Gumbel and Log Pearson III methods are applied to estimate the design rainfall based on the flood return period, which is useful in infrastructure planning and flood mitigation. The calculation results show that the design rainfall increases with the increase in the return period. Compared to the Log Pearson III method, the Gumbel method provides higher design rainfall results, making it more suitable for estimating extreme rainfall in this area. These results are important in efforts to manage water resources and control flooding in the Konto River. The design rainfall will increase with the longer return period. This means that the higher the design rainfall, the smaller the possibility of it happening again. The results of the calculations show that the three methods can be used to calculate the planned rainfall, because the differences between one method and another are not much different, but the most suitable method to use is the gumbell method because the planned rainfall value is greater.
Leisure Boredom dan Kecenderungan Kecanduan Media Sosial Tik Tok pada Gen Z Pappa, Sofi; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
PSIMPHONI Vol 5, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psimphoni.v5i2.23620

Abstract

This study aims to analyze the relationship between leisure boredom and the tendency of social media addiction to TikTok among Generation Z. This research employs a quantitative approach using a correlational method. The sampling technique used is purposive sampling, with a total of 120 participants from Generation Z. Measurements were conducted using the TikTok social media addiction scale and the leisure boredom scale. The data analysis results using Product Moment correlation indicate a significant and strong relationship between leisure boredom and the tendency for TikTok social media addiction among Generation Z. These findings suggest that the higher the level of leisure boredom, the greater the tendency for individuals to develop social media addiction to TikTok. Based on these findings, it is recommended that Generation Z engage in more diverse and meaningful activities during their leisure time to reduce the risk of social media addiction. Additionally, parents, educators, and relevant stakeholders should provide education on time management and healthy social media usage. Future research can explore other contributing factors to social media addiction, such as self-regulation and social support, to gain a more comprehensive understanding of the issue.
Fear of Missing Out pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial: Bagaimana Peran Dukungan Sosial? Oktorika, Nurliyana; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9773

Abstract

This study aims to determine the relationship between social support and fear of missing out in college students who use social media. The hypothesis proposed is that there is a negative relationship between social support and fear of missing out in college students. This research design uses correlational quantitative research methods. This study was conducted with participants as many as 110 students who use social media at the Faculty of Psychology, University of August 17, 1945, class of 2019, 2020, and 2021. The instruments used in this study were the fear of missing out scale according to the theory of Przbylski and friends (2013) and the social support scale according to Sarafino and Smith's theory (2011). The data obtained were then analyzed using product moment analysis techniques with the help of SPSS 24 for Windows. Based on the results of data analysis that has been carried out, the results show that there is a positive significant correlation between social support and fear of missing out at rxy = 0.500 at p = 0.000 (p < 0.01). The rejection of the hypothesis in this study shows that social support is quite strongly related to the fear of missing out of students who use social media. The higher the social support, the higher the fear of missing out, and vice versa, the lower the social support, the lower the fear of missing out in students who use social media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial. Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara dukungan sosial dengan fear of missing out pada mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 110 mahasiswa pengguna media sosial di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 angkatan 2019, 2020, dan 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala fear of missing out sesuai dengan teori dari Przbylski, dkk (2013) dan skala dukungan sosial sesuai dengan teori Sarafino & Smith (2011). Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan SPSS 24 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan fear of missing out sebesar rxy = 0,500 pada p = 0,000 (p < 0,01). Ditolaknya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berkaitan cukup kuat dengan fear of missing out mahasiswa pengguna media sosial. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga fear of missing out, begitupun sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin rendah fear of missing out pada mahasiswa pengguna media sosial.
Narsistik Era Digital: Investigasi mendalam harga diri dan intensitas penggunaan media sosial Darmawan, Kevin; Pratikto, Herlan; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9787

Abstract

The rapid development of social media can affect student development, one of which is Instagram which ranks at the top as the social media platform that shows the most narcissistic side. This study aims to determine the relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The population in the study was 941 students. Participants in the study were 281 students using accidental sampling techniques. The instruments in the study used the Guttman scale and Likert scale. The method used for data analysis is multiple regression with the help of SPSS 25.0 for windows. The results showed that there was a positive relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The advice conveyed is able to control feelings when getting praise from other individuals when uploading activities on Instagram and reduce the intensity of Instagram use so as not to become a very intense user (classified as high) which can lead to narcissistic tendencies. Perkembangan media sosial yang berkembang pesat mampu mempengaruhi perkembangan mahasiswa, salah satunya adalah Instagram yang menempati urutan teratas sebagai platfrom media sosial paling banyak menunjukkan sisi narsistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Populasi pada penelitian adalah 941 mahasiswa. Partisipan pada penelitian adalah 281 mahasiswa dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pada penelitian menggunakan skala guttman dan skala likert. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah regresi berganda dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Saran yang disampaikan mampu mengendalikan perasaan ketika mendapatkan pujian dari individu lain saat mengunggah aktivitas di instagram dan mengurangi intensitas penggunaan Instagram agar tidak menjadi pengguna yang sangat intens (tergolong tinggi) yang dapat memunculkan kecenderungan narsistik.
Stres Mahasiswa Tingkat Akhir: Bagaimana Peranan Self Disclosure? Rimania, Nifa; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9824

Abstract

The obstacles that final year students go through in completing their thesis really need someone as a place to complain so that they can reduce the burden that is being carried. The purpose of this study was to determine the relationship between self-disclosure and stress of final year students working on their thesis. This research method uses quantitative correlation. The population in this study were all final year students at the Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya with a total of 197 students, with a sample of 112 students taken using purposive sampling technique. Data analysis techniques using Pearson Product Moment correlation obtained the results that there is a positive and significant relationship between self-disclosure and stress of final year students working on their thesis. Hambatan yang dilalui mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi sangat membutuhkan seseorang sebagai tempat untuk berkeluh kesah sehingga bisa mengurangi beban yang sedang dipikul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan stres mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa tingkat akhir di fakultas psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan jumlah 197 mahassiwa, dengan perolehan sampel sebanyak 112 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self disclosure dengan stress mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi.